
Setelah Amaliya melebarkan lingkaran sihirnya, ia lalu mengangkat satu tangannya ke atas dan saat itu juga lingkaran sihir Amaliya bercahaya serta di penuhi oleh simbol - simbol Kristal es di sekelilingnya.
Kemudian Amaliya memejamkan matanya dan mengucapkan dua kata, Yaitu....
"AREA BEKU."
Selena dan yang lainnya menjadi waspada. Namun sayangnya tidak terjadi apa - apa.
Selena menjadi kebingungan dan bertanya - tanya..
"Eh tidak terjadi apa - apa? apa Area Bekunya gagal?"
"Mungkin, aku sendiri tidak tahu," balas Mael.
Namun, saat Amaliya membuka matanya kembali, satu tetesan air keluar dari lingkaran sihirnya dan jatuh ke bawah. Tetesan air itu kemudian menyentuh koper Mael yang sedang digenggam di tangannya.
TIIINK!
Dalam sekejap, koper Mael tiba-tiba membeku dan merampat hampir mengenai tangan Mael. Untungnya Selena segera menyadari bahaya itu dan langsung memperingati Mael...
"Mael, kopermu!"
"Uwaa!"
Mael buru - buru membuang koper itu Menjauh darinya...
"Gila, apa-apaan itu?" kata Mael.
"Aku juga tidak tahu, tapi kemungkinan besar ini ada kaitannya dengan lingkaran sihir di atas sana," jawab Selena.
Selena sekali lagi melihat lingkaran sihir Amaliya, dimana ia perhatikan satu persatu tetesan air turung dari sana.
Tatapan Selena tertuju pada satu tetesan air yang mengenai pohon, yang tidak jauh dari lokasinya. Dan tiba - tiba...
CRASTT!
"EH!"
Selena kaget saat melihat pohon itu tiba-tiba membeku menjadi es.
(I~Ini..Jangan bilang tetesan air barusan bisa membekukan segala hal yang disentuhnya menjadi es?) pikir Selena.
Selena segera mencoba memperingatkan bahaya dari tetesan air itu kepada dua anggotanya yang berdiri di sampingnya.
"Kalian berdua, dengar. Tetesan air yang keluar dari lingkaran sihir di atas sana bisa membekukan segala hal yang disentuhnya menjadi es."
Yang pertama kali terkejut mendengar itu adalah Mael...
"Apa! tunggu itu berarti yang menyebabkan koperku membeku tadi..."
"Yah, itu tetesan air yang keluar dari lingkaran sihir di atas sana."
Sambung langsung Selena, kemudian ia menambahkan lagi..
"Dengar bagaimanapun caranya, kita harus menghindari tetesan air itu. Jika tidak, kita semua akan kalah. Mengerti?"
Baik Mael dan juga Gregori, mereka berdua secara serentak langsung menganggukkan kepalanya.
""Um.""
_______________________________
____________________________
Sementara itu, pertempuran di bagian gerbang terlihat sangat kacau. Sebagian anggota KSP berusaha keras menghindari setiap tetesan air yang di jatuhkan lingkaran sihir Amaliya, sedangkan sebagian lainnya sudah kena dan membeku menjadi es.
__ADS_1
Semua Alutsista yang ada di tempat itu juga sudah beku, termasuk musuh mereka dan juga pepohonan sekitar.
Greg mengeluh atas situasi yang semakin aneh ini.
"Sial, apa-apaan ini. Sejak tadi terus saja terjadi hal aneh. Pertama pedang besar yang muncul dari atas langit, kemudian simbol aneh yang menutupi seluruh wilayah ini, lalu sekarang ada tetesan air yang bisa membekukan segala hal yang disentuh menjadi es. apa yang sebenarnya sedang terjadi?"
Mavra merasa kesal dengar keluhan Greg dan langsung meneriaki nya.
"Woy, kau sangat berisik, tidak usah mengeluh begitu. Kita lari saja, bagaimanapun caranya kita jangan sampai kena tetesan air ini."
Betris seolah setuju juga dan mengangguk. "Um, kau benar."
Tak butuh waktu lama 2 anggota mereka yang lainnya kena juga dan membeku. Sekarang, hanya tersisa mereka bertiga di sana, yaitu Greg, Mavra, dan Betris.
Greg lalu mencoba mencari solusi..
"Sial, makin banyak tetesan air yang turun. Kita tidak boleh terus lari seperti ini, kita harus cari tempat berlindung."
Mavra setuju, "Setuju, tapi dimana kita bisa berlindung? jujur tidak ada tempat untuk berlindungi di sini, Apalagi di area terbuka seperti ini."
Greg punya ide, "Hah, kita bisa berlindung di bawah sana."
Greg menunjuk bagian bawah kendaraan yang mereka pakai sebelum yang kini sudah membeku.
"Bawah mobil? emang kita bisa berlindung di situ? Apa kita tidak akan kena?" tanya Mavra yang agak khawatir.
Greg menjawab, "Kita tidak akan tahu sebelum mencoba."
Greg langsung berlari ke sana, kemudian berseleding dan masuk ke bagian bawah mobil untuk berlindung.
"Lihat, ini berhasil kan?!" ucap Greg. Namun, tiba-tiba ia terkejut saat melihat bekuan dari tetesan air di luar merambat masuk ke dalam dan mendekati Greg.
"Kau pasti bercanda!"
Greg buru-buru keluar dari situ, tetapi sayangnya kepalanya malah kena dan membuat tubuhnya sekejap langsung membeku dan menjadi es.
"Sudah kuduga tidak ada gunanya berlindung di bawah sana."
Kata Mavra dengan kekecewaan. lalu kemudian ia melihat satu temannya yang masih bertahan, yaitu Betris.
"Yah, untuk sekarang kita fokus saja menghindari tetesan air ini."
"Um."
Keduanya berusaha sebaik mungkin menghindari semua tetesan air yang jatuh dari atas mereka. Sampai - sampai mereka sudah mulai kelihatan lelah.
Lalu tak butuh waktu lama bagi mereka berdua akhirnya kena juga dan membeku menjadi es.
___________________________________
_________________________________
>Di lokasi yang berbeda.
Saat ini semua Alutsista yang ada di sana telah membeku, baik kendaraan tempur ataupun Artileri yang berada di pegunungan.
Tidak hanya itu saja bahkan Drome - Drome yang mengikuti Carla di belakang juga sudah membeku.
Ini semua di karenakan tetesan air yang di jatuhkan lingkaran sihir Amaliya semakin lama semakin deras sehingga membuat semuanya makin kesulitan menghindarinya.
Tidak hanya pada Alutsista saja tapi juga pada Carla dan anggotanya yang lain yang berada di bawah.
Selena sampai mengeluh..
"SIAL... SIAL... SIAAAAAL!! BAGAIMANA BISA KITA HINDARI SEMUA TETESAN AIR INI? INI SANGAT BANYAK."
__ADS_1
Mael Setuju. "KAMU BENAR, SELAIN ITU TETESAN AIR INI JUGA SEMAKIN LAMA SEMAKIN DERAS. JIKA BEGINI TERUS CEPAT ATAU LAMBAT KITA AKAN KENA."
Selena hanya mengangguk setuju tanpa berkata banyak.
Sementara mereka berusaha mencoba menghindari tetesan air, Selena memperhatikan bahwa penghalan Vincent tidak membeku meskipun terkena tetesan air dari lingkaran sihir Amaliya secara terus-menerus.
Tidak hanya itu saja, Selena juga melihat bahwa mansion Alexei juga tidak membeku.
"Omong-omong, ini aneh. Mengapa penghalan Dia dan mansion di sana tidak membeku? Padahal semua yang terkena tetesan air ini pasti akan membeku, bahkan pepohonan di sana pun Ikut beku, tapi mereka tidak," kata Selena.
Mael juga berpikir serupa. "Setelah di lihat - lihat itu benar juga, apa mungkin tetesan air itu tidak bekerja pada penghalan dia(Vincent)?"
"Jika itu benar, kalau begitu kenapa mansion di sana tidak beku? Padahal mansion itu tidak dilindungi oleh penghalan."
"Kau benar juga, Hmm ini memang aneh."
Sementara mereka berdua berinteraksi dalam pembicaraan, Selena tidak menyadari ada satu tetesan air yang hampir mengenai kepalanya, untung nya Gregori langsung menyelamatkannya dengan melempar bola salju ke tetesan air itu.
CRABB!!
Selena kaget dan secara spontan langsung lompat ke samping.
"Uwaa!! Apa-apaan itu tadi?"
Mael menjelaskan, "Kau hampir saja terkena tetesan air tadi, untungnya Gregori langsung menyelamatkanmu."
"Oh benarkah? makasih."
Ucap Selena sambil melihat Gregori.
Gregori sendiri tidak berkata apa - apa dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan.
Namun tanpa di sadari juga Gregori malah kena satu tetesan air di pundaknya.
!
Gregori dengan sigap langsung melepaskan jaketnya kemudian di lempar sejauh mungkin darinya.
Selena khawatir dan bertanya..
"Oi apa kau tidak apa - apa?"
Gregori tidak mengatakan apa - apa dan fokus memperhatikan pundaknya.
~Fuuuu
Gregori merasa lega setelah mengetaui bahwa tetesan air barusan belum berhasil mengenai tubuhnya.
Namun sayangnya kelegaannya itu tidak berlangsung lama. karena tiba - tiba banyak tetesan air yang turung di tempat Gregori di bandingkan tempat lainnya. Seolah - olah ia sedang menjadi target.
"OI... OI... OI... ITU TERLALU BANYAK, GREGORI CEPAT LARIIIIIII!"
Mael segera memperingati Gregori.
Gregori langsung berlari dan berhasil menghindari semuanya. Namun itu tak berlangsung lama karena kedua kakinya terkena dan membeku, membuatnya tidak bisa berjalan.
Selena dan Mael panik...
"GAWAT!!" Selena.
"GREGORIIIII!" Mael.
Mereka melihat Gregori terus di hujani tetesan air itu, sampai - sampai Gregori tidak bisa berbuat apa - apa. Dan dalam sekejap seluruh tubuh Gregori akhirnya membeku menjadi es.
Selena langsung teriak histeris..
__ADS_1
"~TIDAAAAAAAAAAAAAK!!"