
Setelah Carla menuntung Brid masuk ke dalam kamarnya. Carla lansung pergi duduk di kursinya dan menyalahkan komputernya.
"Noel, apa kau di situ?"
Dari layar monitor muncul sebuah AI lolita. Dimana AI tersebut adalah Roh dari TUPXION Carla.
{Yah, aku di sini Master, ada apa?}
"Tolong putar rekaman CCTV dua hari yang lalu."
{Rekaman? Maksudmu yang itu?}
"Yah."
Noel mulai mengoperasikan komputer Carla dan masuk ke penyimpanannya kemudian ia putar sebuah Video rekaman CCTV dari dua hari yang lalu.
Dimana di video itu memperlihatkan sebuah kawasan yang luas tidak jauh dari lokasi markas KSP. Dimana kawasan itu memperlihatkan adanya sebuah perkemahan. Dan itu tidak hanya ada satu tapi ada banyak.
Kalau di lihat baik - baik tidak ada yang aneh dari perkemahan itu tapi pada saat di malam hari...
"I-ini..!!"
Brid terkejut ketika melihat beberapa orang berpakaian hitam keluar dari dalam tenda sambil membawa sebuah senjata di tangan mereka.
Terlebih lagi mereka semua mencoba masuk ke wilayah KSP.
"Ca-Carla, jangan bilang mereka..."
"Yah, mereka penyusup. kemungkinan besar yang mereka incar itu ada dua. Yang pertama adalah TUPXIONKU sedangkan yang kedua adalah Kelompok Gregori."
Brid seolah sependapat dengan Carla dan mengangguk.
"Um, kau benar, tapi aku rasa mereka tidak mencoba mengincarmu Carla."
Carla seolah penasaran dengan pernyataan yang Brid ucapkan dan bertanya...
"Kenapa kamu berpikir seperti itu?"
"Itu karena..."
Kamu sudah di lindungi oleh Jendral Alexei agar kamu tidak di incar lagi oleh orang - orang di luar sana. Itulah yang Leon beritaukan padaku.
Brid ingin mengatakan itu tapi ia lansung hentikan, sebab tidak mungkin ia memberitaukan hal itu pada Carla. Bisa - bisa Carla malah bertanya balik padanya seperti dari mana kau tau itu? Otomatis Brid harus memberitaukan bahwa Leon-!!..tidak lebih tepatnya Dirman lah yang telah memberitaunya.
"Maaf, aku tidak bisa memberitaumu. Tapi percayalah, orang - orang ini memang tidak ingin mengincarmu."
Tentu saja Carla tidak percaya begitu saja namun ketika ia memperhatikan tatapan Brid yang terlihat begitu serius, Carla mencoba untuk mempercayainya.
"Baiklah, untuk sekarang aku akan percaya padamu.-
-Tapi jika mereka memang tidak mengincarku Itu berarti satu - satunya yang tersisa hanya kelompok Gregori."
"Kau benar."
Brid mengumankan itu dengan tatapan serius.
Di sisi lain Carla entah kenapa tiba - tiba senyum sendiri yang dimana membuat Brid kebingungan dan bertanya - tanya..
__ADS_1
"Ada apa, kau senyum - senyum begitu?"
"Tidak, bukan apa - apa. Aku hanya berpikir bahwa keputusanku sepertinya sudah benar."
"Maksudmu?"
"Kamu tau sendirikan, setelah Kelompok Gregori bergabung ke kelompok kita, aku sudah berusaha melakukan segala cara agar informasi soal keberadaan mereka tidak di ketaui oleh dunia luar.-
-Bahkan aku sampai menggunakan TUPXIONKU untuk menyembunyikan keberadaan mereka, Tapi kenapa orang - orang ini masih bisa mengetaui keberadaan Kelompok Gregori ada di sini?"
Brid mencoba berpikir dan tak butuh waktu lama ia pun mencoba mengeluarkan pendapatnya..
"Apa mungkin gara - gara Selena kabur dari Markas?"
Sayangnya pendapatnya itu lansung di tolak oleh Carla.
"Itu tidak mungkin. Lagi pula sejak awal informasi soal keberadaan Selana masih belum di temukan di Forum manapun. Bahkan aku sudah menyuruh Noel untuk mengeceknya secara detail tapi ia tetap tidak menemukan apapun. Kecuali yang satu ini."
Carla kembali mengoperasikan komputernya dan memperlihatkan pada Brid beberapa foto hasil dari ScreenShot. Dimana Foto tersebut memperlihatkan sebuah Chattingan dari Kelompok RED GARDEN dengan orang yang tidak di ketaui.
"Ca-Carla, bukankah ini..."
"Yah. Beberapa hari yang lalu kalian bilang bahwa kelompok ini(RED GARDEN) telah datang ke tempat kalian dan menyerang kalian kan?-
-Sejak saat itu aku dan Noel berusaha mencari tau soal Kelompok mereka dan kami berhasil menemukan ini."
Carla sekali lagi melihat chattingan itu. Dimana di situ terlihat jelas bahwa orang tidak di ketaui ini telah memberitau Kelompok RED GARDEN dimana letat Selena berada.
"Jujur saja aku belum tau siapa orang ini, dan kenapa juga ia bisa tau lokasi Selena.-
-Tapi untungnya ia hanya memberitau RED GARDEN lewat chattingan privasi. Kalau tidak kelompok lain pasti akan datang ke sana juga dan mengincar Selena."
"Aku setuju."
Yaa sebetulnya Brid sudah tau sih siapa orang ini,...orang yang telah memberitaukan keberadaan Selena pada RED GARDEN. Itu tidak lain adalah Leon.
Namun Brid merasa lebih baik jika menyembunyikan soal ini.
"Baiklah, kita kembali ke topik utama,
Jika informasi keberadaan kelompok Grerogi memang belum tersebar. kalau begitu dari mana para penyusup ini mengetaui kalau kelompok Gregori ada di sini?" Tanya Brid.
"Kalau itu hanya ada satu kemungkinan, yang ku pikirkan."
Brid penasaran dan bertanya...
"Apa?"
"Mereka tidak mendapatkan informasi kelompok Gregori dari luar melainkan mereka mendapatkannya dari dalam."
"Dari dalam.....?"
Awalnya Brid terlihat kebingungan. Namun tak lama kemudian ia akhirnya mulai mengerti dan terlihat sangat terkejut.
"Tunggu dulu Carla, jangan bilang...."
Carla seolah tau apa yang ingin Brid katakan, dan lansung menjawab....
__ADS_1
"Benar, di kelompok kita saat ini ada seorang penghianat. Dan dialah yang memberitau para penyusup ini keberadaan Kelompok Gregori ada di sini.-
-Kemungkinan besar penghianatnya adalah salah satu anggota yang kita rekrut."
"Begitu, jadi inilah alasan kenapa kau mencoba menghentikan Kelompok ini berhenti beroperasi untuk sementara agar-!!"
"Benar, agar aku bisa mengurung penghianat itu disini dan menemukannya."
Sambung lansung Carla dengan tegas. kemudian ia lanjutkan lagi.
"Tentu saja yang mencari penghianat ini bukan aku tapi Dux.-
-Sementara itu aku akan Fokus pada pertemuan kita dengan Alexei. Bagaimanapun juga bagiku itu lebih penting dari pada mengurusi penghianat ini."
Brid tidak bisa mengatakan apa - apa setelah mendengar pernyataan Carla dan hanya bisa diam mengangguk.
"Um."
___________________________________
_______________________________
Sementara itu, di waktu bersamaan tepatnya di dalam kamar mandi, di sana terlihat Selena sedang melepas pakaiannya dan mencoba mandi.
Namun tiba - tiba ia lihat ada sesuatu yang jatuh dari dalam kantong jaketnya.
Selena mencoba memperhatikan apa itu Dan ternyata itu adalah sebuah surat. Dan itu tidak hanya satu tapi ada dua.
"Surat? Dari siapa ini?"
Karena Selena penasaran jadi ia pun mengambil kedua surat tersebut dan melihat ada nama Leon di belakangnya.
"Hmm jadi ini dari dia. Tapi sejak kapan ia memasukkan surat ini ke dalam kantong jaketku? Apa mungkin saat aku pingsan?"
Selena mengingat lagi saat ia di hukum oleh Leon. Waktu itu ia muntah sangat banyak sampai - sampai ia pingsan.
Mengingatnya saja Selena merasa ingin muntah lagi jadi ia mencoba melupakannya.
"Baiklah lupakan saja itu, yang lebih penting untuk siapa surat ini?"
Selena balik kedua surat itu ke depan dan melihat ada nama dia tertulis di salah satu surat, sedangkan yang satunya lagi ada nama Brid.
"Begitu, jadi ini untuk ku sedangkan yang satunya lagi untuk Brid.-
-Aku penasaran apa isi surat yang Leon berikan padaku."
Selena membuka Suratnya dan melihat ada selembar kertas yang terlipat di dalam sana.
Selena mengambil kertas tersebut dan melebarkannya kemudian ia baca.
"......"
Setelah Selena baca, ia lipat kertas itu kembali dan memasukkannya ke dalam Surat seperti semula.
"Haaaa...!"
Selena mendesah sambil memalingkan pandangannya ke arah Kaca besar yang ada di sebelahnya, Dimana dari pantulan kaca tersebut terlihat wajah Selena yang tadinya santai sekarang sudah berubah menjadi serius.
__ADS_1
"Leon, kali ini kau benar - benar memberiku tugas yang sangat merepotkan."