
Setelah aku keluar dari Apartemen Bu Linda, aku melihat ketiga Pria besar itu masih terbaring di lantai.
Aku mendekati salah satu dari mereka dan mencoba membangunkannya dengan menginjak di bagian selangkannya.
BUKK!!
Sontak saja itu membuat Pria tersebut menjerit kesakitan "~Arghhhhhh!!" dan buru - buru bangun.
"Sialan Siapa yang menginjak barangku?"
"Oh akhirnya kau bangun juga."
"Ka-Kau kan!..Begitu, jadi kau yang menginjak barangku?"
"Yah itu aku, meski begitu barangmu itu sungguh sangat kecil ya? Padahal Tubuhmu sangat besar seperti Gorila."
"KA~KAU..BERANI - BERANINYA KAU!!"
Pria itu merasa Malu sekaligus geram, lalu ia buru - buru berdiri dan mencoba melancarkan sebuah pukulan ke arahku.
"DASAR BOCAH SIALAAAAN!!"
Sayangnya di karenakan Selangkan ia masih sakit sehingga ia kehilangan keseimbangan.
Menggunakan Kesempatan itu aku lansung tendang kakinya yang dimana membuat Ia jatuh dan wajahnya lansung menghantam Lantai. BUKK!! Hingga hidungnya mengelurkan darah.
"~UGHHHH SIAL, BERANI - BERANINYA KAU MEMPERMAINKANKU BOCAH."
"Tenanglah Gorila, aku membangunkanmu bukan untuk mengajakmu bertarung, aku hanya ingin bicara denganmu."
Pria itu sedikit waspada denganku dan bertanya...
"Bicara? Apa yang ingin kamu bicarakan?"
"Untuk sekarang bangunkan dulu temanmu yang lainnya, setelah itu baru kita bicara."
Tanpa banyak tanya Pria itu mencoba untuk berdiri kembali. Namun selangkan dia sepertinya masih sakit. Meski begitu ia berusaha menahannya.
"~Ughhh Sial barangku sakit sekali, Bocah jika terjadi sesuatu dengan barangku aku akan membunuhmu."
"Tidak usah banyak bicara, cepat sana bangunkan temanmu yang lainnya."
Setelah Pria itu berhasil berdiri ia lansung pergi membangunkan kedua temannya.
Dan saat dua temannya itu bangun, aku lansung menuntung mereka untuk turung ke lantai bawah dan membawanya keluar ke halaman Apartemen.
"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan? Sampai membawa kami ke sini?"
"Sabarlah, masih ada satu orang yang harus kita tunggu."
Tak lama setelah kami menunggu, Dari jauh aku melihat sebuah Mobil Putih sedang di parkir dan dari dalam mobil itu keluar Brid yang sedang membawa koper kecil di tangannya sambil berjalan menghampiri kami.
"Maaf aku lama, ini uangnya."
"Kerja bagus."
Aku ambil Koper itu dan membukanya, dimana aku melihat Uangnya lebih banyak dari yang aku minta.
"Brid, ini..."
Seolah tau apa yang ingin aku katakan, Brid lansung menjawab..
__ADS_1
"Hah, sebetulnya aku tidak menukar 5000 dollar seperti yang anda minta, tapi aku menukarnya sebanyak 7000 dollar."
"7000 dollar."
Jika di Konversi ke Rp berarti....ada sekitar 100jt lebih.
(Ini lebih banyak dari yang aku minta, tapi ya sudahlah kita simpan saja lebihnya.)
Aku mengambil sebagian Uang itu dan hanya menyisahkan 70jt Rp di dalam Koper.
Salah satu teman si Gorila menatap Uang yang ku pisahkan, namun tanpa pedulikan itu aku lansung memasukkan uang itu ke dalam tasku.
Setelah itu, aku melihat ke tiga Pria besar itu.
"Baiklah waktunya kita bicara, aku sudah dengar semuanya dari Guruku. Ia bilang suaminya telah meminjam uang pada kalian sebanyak 70jt."
"Lebih tepatnya ia pinjam ke Bos kami."
"Oh Bos kalian ya. Kalau begitu Cepat antar aku ke tempat Bos kalian berada."
Pria itu tidak senang dan lansung membentakku.
"Dasar Bocah sialan berani - beraninya kau bilang begitu. Lagi pula buat apa kau ingin menemui Bos kami? Lebih baik kau berikan saja Koper itu pada kami dan biar kami yang berikan padanya."
Dengan santai aku lansung menolak permintaannya.
"Maaf saja aku tidak bisa melakukan itu"
"Kenapa?"
"Yaa kita tidak tau apa yang akan kalian lakukan pada uang di koper ini. Bisa saja kalian mengambil sebagian dan hanya memberikan Sebagian ke Bos kalian."
Pria itu seolah tidak terima aku berkata seperti itu dan lansung membentakku.
"Terserah kau ingin bilang apa, yang jelas aku tidak akan pernah menyerahkan Koper ini pada kalian."
Pria itu merasa sangat Geram. Walau begitu aku abaikan dan berkata...
"Sudah cukup bicaranya. Cepat antara saja aku ke Bos kalian. Jika kalian tidak mau mengantar aku ke Bos kalian, maka uang ini tidak akan ku berikan."
"Bocah berani - beraninya kau, apa kau ingin Mati?"
Pria itu mencoba mendekatiku, melihat hal itu Brid tidak tinggal diam ia lansung pergi ke depanku seolah mencoba melindungiku.
"Bajingan, apa yang kau lakukan? Minggir sana, aku tidak punya urusan denganmu."
"Kau mungkin tidak, tapi aku punya."
"Apa kau bilang, apa kau ingin ku hajar?"
Meskipun di ancam Brid tetap tenang sambil menatap tajam Pria itu.
Melihat situasinya mulai menjadi buruk, akhirnya si Gorila maju ke depan kemudian ia mencoba menenangkan temannya.
"Kau tenanglah, kita tidak punya waktu ribut dengan mereka di sini. Selain itu ingat Bos sedang menunggu kita sana."
Setelah di beritaukan hal itu Pria itu merasa takut dan mulai sedikit tenang.
Melihat itu Si Gorila lansung mengalihkan pandanganmya ke arahku.
"Baiklah Bocah, aku mengerti aku akan membawamu ke Bos kami namun dengan satu Syarat kau harus naik ke mobil kami."
__ADS_1
Tanpa pikir panjang aku lansung jawab..
"Tentu saja."
Setelah itu ketiga Pria itu lasung pergi ke tempat Mobil mereka terparkir.
Aku mencoba mengikuti mereka dari belakang tetapi tiba - tiba Brid menghentikanku.
"Leon, apa kau tidak apa - apa naik ke Mobil mereka? Bukankah lebih baik jika kamu naik ke mobilku saja."
"Tidak, jika aku melakukan itu maka mereka pasti akan berpikir kalau aku ingin melarikan diri dan tidak ingin membayar Utang Linda, karena itulah aku naik Di Mobil mereka saja."
Brid sedikit penasaran dengan nama seseorang yang barusan ku sebutkan dan ia pun bertanya..
"Linda? Apa Maksudmu Guru sekolahmu?"
"Yah."
Jawabku. Kemudian aku lanjutkan...
"Jika kau segitunya khawatir denganku bagaimana kalau kau ikuti saja kami dari belakang."
"Um aku mengerti.."
Balas Brid.
"Woy Bocah apa yang kau lakukan di situ, cepat ke sini, naik."
Si Gorila memanggilku, jadi aku pun mencoba meninggalkan Brid di situ.
"Kalau begitu aku pergi dulu."
Setelah mengatakan itu, aku lansung berlari ke tempat mereka dan masuk ke dalam Mobil mereka.
Sementara itu, Brid juga masuk ke dalam Mobilnya dan lansung mengikuti kami dari belakang.
____________________________________
_________________________________
Setelah kami sampai di tempat tujuan, Gorila itu menuntungku masuk ke dalam Sebuah Lorong gelap dan sempit, dimana kedua temannya mengikuti ku dari belakang.
Sedangkan Untuk Brid ia mengikuti kami secara diam - diam.
Tentu saja aku menyuruh ia menggunakan Senjata S Gearnya Agar tidak di lihat oleh mereka bertiga.
Lalu tak lama setelah kami memasuki lorong itu, Kami melihat sebuah Pembelokan di depan. dan saat kami berbelok kami melihat sebuah Pintu Besi yang di terangi oleh lampu neon serta di jaga oleh dua orang yang mempunyai postur tubuh yang sama seperti si Gorila dan juga kedua temannya.
Gorila mendekati Penjaga itu dan bertanya.
"Apa Bos ada di dalam?"
"Yah, ada urusan apa?"
"Bocah ini ingin membayar Hutan gurunya. Dan secara lansung ingin menyerahkan ke Bos."
"Begitu,...Tunggu dulu sebentar."
Penjaga itu sedang mencoba menghubungi Bosnya lewat Headset kecil yang terpasang di telinga kanannya.
Dan tak lama setelah ia bicara, penjaga itu pun membuka Pintunya dan mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam.
__ADS_1
"Silahkan Masuk, Bos sedang menunggu kalian di dalam."
Tanpa menunggu lama, kami semua lansung masuk ke dalam tanpa kecuali Brid yang tubuhnya tidak bisa dilihat di karenakan Kekuatan Senjata S Gearnya.