
setelah beberapa detik berlalu, aku perlahan menghembuskan nafasku dan merasa sedikit tenang.
"haaaa..!?"
[ngomon - ngomon master, ini sudah waktunya jam istirahat, apa yang akan kau lakukan??]
kata PIX di dalam pikiranku, ketika aku sudah tenang dan masih melihat ke arah bawah.
(saa,..aku juga tidak tau, mau melakukan apa?)
[kalo begitu, bagaimana kalo master pergi saja ke kantin beli makanan?]
(meskipun kau bilang begitu,..aku tidak tau tempatnya!?)
[tenang saja, aku akan memberitaumu master!?]
(apa kau ingin menipuku lagi??)
[tentu saja tidak, kali ini aku serius master!?]
(Serius apanya,...mati saja kau Brengseet!!)
kataku dengan wajah kesal ketika melirik ke arah kaos tanganku.
[master, tidak usah melihatku seperti itu, nanti master bisa cepat tua lo,..lagi pula, sudah berapa kali aku mengatakan ini, aku itu tidak bisa mati master?]
(aku sudah tau itu sialan!?)
kataku sambil terlihat sangat jengkel, ketika melihat emoji di kaos tanganku terus menyeringai saat ia melihatku.
ketika aku dan PIX sedang bertengkar di dalam pikiranku. gadis kecil yang berada di sampingku perlahan mengambil tasnya yang ada di bawah laci.
setelah itu, ia lansung membuka tasnya dan memasukkan buku pelajarannya ke dalam, sambil mengambil sarapannya di dalam tas.
ketika ia sudah mengeluarkan sarapannya sambil menaruhnya di atas meja. ia perlahan membuka penutupnya dan lansung makan.
Nyam..nyam...nyam
saat aku perlahan melirik dia dari samping, aku melihat kalo wajahnya terlihat sangat ceria sambil tersenyum setiap ia makan.
"ummm!!"
ketika ia sadar saat aku perhatikan ia makan. ia perlahan menaruh sendoknya di atas penutup makanan sambil ekspresinya tiba - tiba berubah ketika ia mengalihkan pandangannya ke arahku, dan menatapku dengan tatapan tajam.
"anu, bisa tidak kau berhenti melihatku makan, itu sangat mengganggu!?"
"hah,..maafkan aku,..aku tidak mengirah kau bisa buat wajah seperti itu saat kau sedang makan!?"
".....!"
saat aku mengatakan itu, ia tidak mengatakan apapun dan untuk sementara hanya menatapku saja terus.
namun, setelah beberapa detik, ia perlahan mengalihkan pandangannya ke arah sarapannya lagi dan mulai makan.
"haaa....!?"
ketika aku meresa lega karena ia sudah tidak menatapku dangan tatapannya yang seperti itu. tiba - tiba ada seseorang yang sedang membuka pintu kelas dengan sangat keras.
KNOCK!!! PAAT!!
sentak aku dan semua murid di kelas ini mengalihkan pandangannya ke arah pintu, kecuali gadis kecil di sampingku yang sedang asik memakan sarapannya.
"umm..dia kan!?"
ketika aku melihat ke arah pintu, di sana ada seorang bocah yang aku temui di pagi hari ini, saat aku sedang beristirahat di taman.
"kalo tidak salah, nama dia Rusli kan?"
saat aku membisikkan itu, Rusli sedang melihat - lihat seluruh ruangan kelas, dan tak lama kemudian, setelah dia menemukanku sedang duduk di bangku paling belakang, ia mulai berjalan ke arahku.
"Leon!!"
ia memanggilku sambil melambaikan tangannya ke arahku, ketika ia sedang berjalan mendekatiku.
Tap...Tap...Tap...
ketika Rusli sudah berada di dekatku. ia terlihat sangat gembira dan senang melihatku masuk sekolah.
"Leon, aku sangat senang kau sudah masuk sekolah!?"
"kan aku sudah bilang tadi pagi, kalo aku mungkin akan masuk sekolah hari ini!?"
"...benar juga,..hahaha!?"
setelah ia mengatakan itu, aku mengingat sesuatu kalo aku ingin pergi ke kantin tapi aku tidak mengetaui arahnya....jadi..
"ngomon - ngomon Rusli, bisa tidak kau bawah aku ke kantin, aku sama sekali tidak tau arahnya??"
"umm,...tidak masalah, lagi pula kau kan saat ini sedang hilang ingatan, jadi sudah pasti kalo kau tidak ingat, dimana tempat kantin itu berada!?"
saat Rusali mengatakan itu. gadis kecil di sampingku yang dari tadi asik memakan sarapannya, tiba - tiba lansung melebarkan matanya karena terkejut, ketika mendengarkan apa yang di katakan Rusli.
setelah itu, ia perlahan melirik ku dari samping. ketika aku masih sedang bicara dengan Rusli.
"....."
"uhmm!!"
saat aku merasakan tatapan gadis itu, aku perlahan mengalihkan pandanganku ke arahnya.
"anu,...apa kau butuh sesuatu dariku!?"
ketika aku menanyakan itu, ia tidak mengatakan apapun dan hanya terus menatapku saja.
"...."
"hey, apa kau tidak dengar,...aku bertanya, apa kau butuh sesuatu dariku?"
saat aku mengatakan itu, untuk kedua kalinya, gadis itu lansung sadar dan dengan cepat mengalihkan pandanganya ke arah sarapan di atas mejanya.
"tidak,..aku tidak apa, aku cuma melamun tadi!?"
__ADS_1
"benarkah??"
saat aku mengatakan itu sambil terlihat bingun, ketika melihat gadis itu melanjutkan sarapannya. aku perlahan melihat ke arah Rusli lagi.
"kalo begitu, bisa kau antar aku sekarang ke kantin??"
"tentu saja,..kalo begitu ayo kita pergi!?"
setelah ia mengatakan itu, aku perlahan berdiri dari kursiku dan mulai berjalan meninggalkan kelas bersama Rusli.
______________
_______
Kantin sekolah.
aku dan Rusli saat ini sedang duduk di tempat makan di ruangan kantin sekolah, sambil menghadap satu sama lain.
ketika aku dan Rusli lagi asik memakan sarapan kami, tiba - tiba ada seorang perempuan memanggil Rusli dari jauh.
"ternyata kau sudah disini Rusli, padahal aku sudah bilang untuk menungguku!?"
saat aku mendengar suaranya, aku dan Rusli lansung berhenti makan dan mengalihkan pandangan kami ke arah suara itu.
"ummm??"
disana aku melihat, ada seorang gadis kecil yang tingginya lebih pendek dari gadis yang duduk di sampingku.
dia memiliki rambut pendek berwarna coklat sampai di lehernya. sambil memakai sebuah pita, di bagian di atas telingannya.
"Li- Lia!?"
ketika Rusli menyebut nama gadis itu sambil terlihat gugup, ia perlahan berjalan ke arah kami. dan saat Lia sudah berada di dekat kami, ia melihat ke arahku dan lansung melebarkan matanya karena terkejut.
"Le- Leon...kau sudah masuk sekolah??"
"eeh,..umm,..yah, aku baru masuk hari ini!?"
"benarkah, begitu?"
setelah Lia mengatakan itu, ia melihat ke arah Rusli dengan wajah cemberut.
"Rusli,..jangan bilang kau sudah tau kalo Leon akan masuk sekolah hari ini??"
"ehh,..yah, tentu saja aku tau, apa aku tidak memberitaumu??"
"tentu saja tidaklah, dasar bodoh!?"
ketika Lia mengatakan itu dengan wajah cemberut, ia lansung mencubit pipi Rusli dan menariknya ke atas.
"ah,..aduh,.Lia lepasksn, itu sakit...aduh!!'
"tidak mau!!"
setelah Lia mengatakan itu, ia menambah cupitannya, sehingga membuat Rusli tambah sakit.
"aduh!!..sakiit!!"
ketika aku terus memperhatikan mereka, aku mencoba untuk memanggil gadis itu.
saat aku mengatakan itu, Lia lansung mengalihkan pandangannya ke arahku dengan wajahnya yang terlihat sedikit bingun.
"ehh,..yah, aku emang teman satu kelas dengan Rusli, apa kamu tidak ingat aku Leon??"
ketika aku mau menjawab pertanyaan gadis itu, tiba - tiba Rusli lansung menjawabnya.
"tentu saja dia tidak ingat,..lagi pula, Leon saat ini sedang hilang ingatan!?"
saat Rusli mengatakan itu, Lia melebarkan matanya karena terkejut lagi dan lansung mengalihkan pandangannya ke arah Rusli.
"eh, kau pasti bercandakan, aku tidak pernah dengar hal itu?"
"tentu sajalah,..lagi pula, aku juga baru - baru ini mengetaui dari kakak ku, kalo Leon saat ini sedang hilang ingatan, jadi tidak salah jika kau tidak mengetauinya!?"
"begitu!?"
setelah Lia mengatakan itu, ia mengalihkan pandangannya ke arahku lagi, sambil melihatku dengan wajah kasihan.
"Leon, jika kau butuh sesuatu, katakan saja padaku, aku akan membantumu!?"
"yah,..makasih!?"
saat aku mengatakan itu, Rusli memperhatikan kalo Lia saat ini sedang membawa sarapannya di kedua tangannya sambil berdiri,..jadi.
"Lia, tidak baik jika kau hanya berdiri saja terus di situ, bagaimana kalo kau duduk di sini saja dan makan bersama kami!?"
"eh, apa tidak apa - apa??"
kata Lia sambil melirik ke arahku.
"tentu saja, aku tidak masalah sama sekali!?"
kataku dengan tenang saat menyendok makananku, dan lansung makan.
"...kalo Leon tidak masalah,..baiklah, aku akan sarapan bersama kalian!?"
setelah Lia mengatakan itu, ia lansung duduk di samping Rusli dan kami mulai makan bersama sambil bicara satu sama lain.
_________________
__________
setelah beberapa saat kami selesai makan bersama. aku, Rusli dan Lia saat ini sedang berjalan di Lorong kelas.
'haa,..aku sudah kenyang, lagi pula sudah lama kita tidak makan bersama Leon,..kan Rusli??"
Ketika Lia mengatakan itu, ia menepuk - nepuk perutnya, sambil mengalihkan pandangannya ke arah Rusli.
"yah, kau benar juga...!!"
kata Rusli ketika melihat Lia. namun setelah beberapa detik, ia perlahan mengalihkan pandangannya ke arahku.
__ADS_1
"ngomon - ngomon Leon!?"
"apa??"
"saat pulang sekolah nanti, apa yang akan kau lakukan??"
ketika Rusli bertanya padaku, untuk sesaat, aku melirik dia dari samping, dan setelah beberapa detik, aku perlahan melihat ke arah depan lagi, sambil menaruk kedua tanganku di kantong celanaku.
"hmm, mungkin aku akan lansung pulang ke rumah saja, lagi pula aku juga tidak tau, apa yang ingin aku lakukan setelah pulang sekolah!?"
ketika aku mengatakan itu, wajah Ruslia terlihat sangat Gembira.
"benarkah, kalo begitu, bagaimana kalo kau ikut saja denganku pergi ke warnet??"
"warnet??"
"yah!?"
ketika aku dan Rusli sedang berbicara, Lia yang berada di samping kanan Rusli, mulai ikut dalam pembicaraan juga.
"itu bagus juga, aku sudah lama tidak pergi ke warnet, apa aku boleh ikut juga??"
katanya saat melihat ke arah Rusli sambil menunjukkan wajahnya yang terlihat imut, hingga membuat wajah Rusli memerah.
"te- tentu saja, kamu boleh ikut juga..kan Leon?"
kata Rusli dengan suara gugup, sambil melihat ke arahku.
"yah,!?"
jawabku secara singkat, tampa melihat ke arah mereka berdua dan hanya terus melihat ke arah depan ketika aku berjalan.
"makasih Leon, Rusli!?"
kata Lia dengan wajah yang terlihat sangat senang dan imut, sehingga membuat wajah Rusli tambah memerah ketika melihat Lia seperti itu.
"ya- yah, kalau begitu setelah pulang sekolah, bagaimana kalo kita akan berkumpul didepan pintu gerbang sekolah?"
"yah, tidak masalah!?"
ketika aku menjawabnya. setelah itu, kami semua terus berjalan di lorong untuk kembali ke kelas kami masing - masing.
_______________
_______
setelah beberapa saat, aku berpisah dengan Rusli dan Lia. aku saat ini sedang berada di depan pintu ruang kelasku.
ketika aku perlahan membuka pintu kelas, aku lansung masuk ke dalam sambil menutupnya kembali, dan mulai berjalan ke arah bangku ku.
TAP...TAP...TAP...
setelah beberapa detik aku sampai di bangku ku, aku lansung duduk dan melihat ke arah gadis kecil di sampingku, yang sedang memainkan hpnya.
setelah itu, aku mencoba untuk memperingatinya, karena, ketika aku mengingat, ada peraturan sekolah, dimana kita di larang memainkan hp di dalam kelas, ketika masih jam waktu sekolah.
"anu, bukankah, kita dilarang main hp didalam kelas??"
"yah, emang kenapa??"
ketika ia mengatakan itu. ia tidak melihat ke arahku dan hanya terus memainkan hpnya, sehingga membuat aku terlihat sedikit jengkel dengan sikap gadis kecil ini.
(kenapa,...Kalo kau sudah tau, kenapa masih main hp di dalam kelas??)
ketika aku memikirkan itu sambil menatap dia, aku perlahan menenangkan diriku, dan mulai bicara dengan gadis kecil itu lagi.
"haaa...kalo begitu, boleh aku tau,kenapa kau main hp di dalam kelas??"
"emang masalah!?"
"tentu saja masalah, kau bisa saja di hukum jika kedapatan main hp didalam kelas kan?"
"itu bukan urusanmu??"
katanya sambil melirik ke arahku dengan tatapan dingin, hingga untuk sesaat membuat aku sedikit merinding saat melihat tatapannya.
"be- begitu,..maaf sudah menggangumu!?"
"....."
ketika aku menyerah untuk memperingati gadis ini dan melihat ke arah luar jendela.
gadis itu, yang hanya melihatku terus dari samping tiba - tiba memanggilku, hingga membuat aku sedikit kaget.
"hey, Leon!?"
"a- ada apa?"
kataku, ketika mengalikan pandanganku ke arah gadis kecil itu.
"aku tidak sengaja dengar dari temanmu tadi dan beberapa orang di kelas ini,...kalo kau saat ini sedang hilang ingatan,...apa itu benar?"
ketika aku memperhatikan wajahnya, ekspresi dia terlihat sangat serius, sangat berbeda ketika ia melihatku sebelum - sebelumnya.
"yah, itu memang benar,..emang ada apa kau menanyakan itu??"
"tidak,..bukan apa - apa, aku hanya ingin tau saja, tidak ada maksud lain!?"
setelah ia mengatakan itu, ia melihat ke arah hpnya lagi.
"begitu??"
kataku sambil wajahku terlihat bingun ketika melihat ia. setelah itu untuk sementara aku memperhatikan gadis itu terus.
"....!?"
setelah beberapa detik, aku perlahan mengalihkan pandanganku ke arah luar jendela lagi.
(apa - apaan gadis itu,..dia terlihat sedikit aneh!?)
ketika aku mengatakan itu di dalam pikiranku, aku mencoba mengingat apa yang di katakan Rusli di lorong tadi.
__ADS_1
"Warnet yah,...sudah lama aku tidak mendengarnya, di kehidupanku sebelumnya!?"
saat aku membisikkan itu. tak lama kemudian waktu istirahat sudah selesai, dan bu guru mulai masuk ke dalam kelas dan lansung memulai pelajaran kami selanjutnya.