
Wanita yang ku kenal di Mall berjalan masuk ke dalam Ruangan Endru, lalu ia kaget saat melihatku juga dan buru - buru mendekatiku.
"Eh!..Ka-Kamu, Bukankah kamu Leon?Apa yang kamu lakukan di sini?"
"Aku sedang menjenguk dia."
Balasku dengan Santai sambil menunjuk Endru menggunakan Jari Jempolku.
"Endru? Tunggu, apa kamu kenal adekku?" tanya Wanita itu.
"Yah aku kenal."
Balasku.
Lalu di saat kami berdua sedang asik bicara. Endru terlihat Pernasaran dan bertanya ke Kakaknya....
"Kak, Apa kamu kenal Leon?"
Wanita itu melihat ke arah Endru dan menjawab..
"Yah aku kenal. aku sudah pernah memberitaumu kan, saat aku pulang kerja ada Anak kecil yang Membantu Kakak waktu kakak di keliling Anak berandalan di dalam Lift."
"Kalau tidak salah kakak memang pernah bilang begitu. Itu berarti anak kecil yang Kakak maksud itu...."
"Yah itu adalah Leon."
Ucap Wanita itu dengan senang sambil melihat ke arahku.
"Jujur aku tidak pernah menyangka aku akan bertemu dengannya lagi di tempat seperti ini."
"Kau benar, Aku juga. Aku rasa Sepertinya kita sudah di takdirkan untuk Bersama."
Aku bercanda sedikit dengannya. Dimana ia lansung tertawa..
"Fufufu. Seperti biasa kau sangat lucu."
"Benarkah?"
"Yah."
Balas Wanita itu sambil mengangguk. Kemudian ia seolah ingat sesuatu dan lansung bertanya padaku.
"Oh iya, omong - omong Leon, saat itu aku lupa memberitaukan namaku kan?-
-Perkenalkan namaku Istari. Seperti yang kamu lihat Aku adalah Kakak dari Anak ini."
Istari Mengelus kepala Endru, dimana membuat Endru tidak senang
"Berhenti mengelus kepalaku, aku bukan anak kecil lagi."
"Tidak usah marah begitu, kamu menyakiti hati kakak tau."
"Bodoh amat, aku tak peduli."
Aku melihat pertengkaran Mereka berdua, dimana mereka terlihat sangat akur.
aku mencoba mundur sedikit kebelakang agar tidak mengganggu mereka.
lalu kemudian aku melihat ke arah Minuman Jus yang ****** ingin ku berikan pada Endru, tetapi tidak berhasil.
Dimana Minuman itu aku sembunyikan kembali di belakang kantong celanaku.
____________________________________
________________________________
>Setengah jam kemudian.
"Baiklah, aku rasa sudah waktunya aku pulang."
Aku berdiri dari tempat duduk lalu aku mencoba keluar, yang Dimana membuat Istari sedikit kecewa dan bertanya..
"Eh apa kamu sudah mau Pulang?"
"Yah. Lagi pula urusanku di sini sudah selesai. Selain itu masih ada urusan yang harus ku pergi juga, jadi aku permisi dulu."
Ucapku. Setelah itu Aku lansung keluar dari ruangan, lalu berjalan di Koridor dimana aku melihat Bulan sedang Menunggu aku di luar.
Tanpa menunggu lama aku lansung mendekatinya.
__ADS_1
"Bulan, maaf aku lama."
"Hah Itu tidak apa - apa. Yang lebih penting apa kamu sudah dapat apa yang kamu inginkan?"
"Yah. Aku sudah dapat. Setidaknya ia sudah memberitaukan lokasi tempat Orang yang buat apk itu tinggal."
"Begitu. Ya sudah Kalau gitu Sekarang...."
Seolah tau apa yang ingin Bulan Katakan aku lansung balas..
"Yah, ayo kita bawa adekmu ke Puskesmas."
Ucapku, kemudian aku tambahkan...
"Namun sebelum itu aku harus buang ini terlebih dahulu."
Aku menunjukkan sebotol Minuman Jus yang seharusnya ku berikan ke Endru kepada Bulan. dimana Membuat Bulan bertanya - tanya..
"Kenapa kamu ingin buang itu?"
"Kau tidak perlu tau. kau tunggu saja aku di tempat parkir, nanti aku susul, mengerti?"
"...Um, aku mengerti."
Balas Bulan sambil mengangguk. Setelah itu ia Pun berlari meninggalkanku.
TAP!!...Tap!!....tap!!....
Di saat Bulan sudah tidak ada, aku mulai mencari Tempat Sampah di sekitar rumah sakit.
Setelah aku menemukannya aku lansung buang Minuman jus tersebut. Yang dimana Membuat PIX melirikku dan bertanya - tanya juga...
[Master apa anda harus Buang minuman itu? Bukankah itu sangat mubasir? Bagaimana kalau anda saja yang minum?]
"Aku yang minum?....Kau, apa kau mau membunuhku?"
PIX terkejut sekaligus ia kebingungan...
[Eh bunuh? a-apa maksudmu?]
"Kau mungkin tidak tau, karena tadi kau menonaktifkan dirimu.-
-Sebetulnya Minuman ini sudah ku beri Racun."
[A-APA RACUN! TA-TAPI BAGAIMANA CARANYA? DARI YANG KU LIHAT SEPERTINYA PENUTUP MINUMAN ITU MASIH TERSEGEL?]
"Memang benar penutup minuman ini masih tersegel dan belum pernah di buka sama sekali. Tapi bagaimana kalau aku pakai ini?"
Tanyaku kepada PIX sambil menunjukkan Sebuah Jarum suntik yang di dalamnya terdapat sisa - sisa cairan ungu. Yang Dimana membuat PIX benar - benar terkejut...
[I-itu..Bukankah itu jarum Suntik? Master jangan bilang anda....]
"Yah, aku gunakan Jarum suntik ini untuk memasukkan Racun kedalam minuman itu.-
-Jika aku gunakan cara ini maka 80% tidak akan ada yang bisa mengetauinya."
[I-itu memang benar sih, tapi Master,...apa anda yakin ingin membunuh anak itu(Endru)? Bukankah anda pernah bilang bahwa anda sudah memaafkannya?]
"Memaafkannya? Jangan bodoh sejak kapan aku mengatakan itu. Selain itu jangan lupa aku ini Iblis bukan Seorang malaikat. Jadi tak ada untungnya bagiku untuk memaafkannya."
Ucapku, kemudian Aku mendecatkan lidahku dan berkata...
"Cih, jika saja Ia bukan Adek dari Wanita itu(Istari), aku pasti sudah kasihkan minuman ini dan membunuhnya."
_____________________________________
__________________________________
>Di tempat parkir.
Bulan sedang duduk di salah satu motor yang terparkir sambil menunggu kedatangan Leon.
Lalu tak lama kemudian Dari jauh akhirnya ia melihat Leon sudah Datang.
"Akhirnya kau datang juga. Apa kau sudah buang Minuman itu?"
Tanya Bulan sambil turung dari atas Motor. Dimana Leon lansung menjawab.
"Yah aku sudah Buang. Sekarang ayo kita pergi."
__ADS_1
Leon naik ke atas Motornya lalu ia serahkan satu Helmnya kepada Bulan, dimana Bulan lansung memakainya.
Setelah Mereka berdua Memakai Helm mereka masing - masing, Leon lansung menyalahkan Motornya lalu ia tancap gas dan pergi meninggalkan tempat itu.
_______________________________________
___________________________________
>Sementara itu di Ruangan Endru.
Setelah Leon meninggalakan Ruangannya. Istari pergi membuka Jendela untuk memasukkan udara segar ke dalam Ruangan.
Setelah itu ia pergi mengambil Kursi yang ada di ruangan lalu ia duduk tepat di samping kasur Endru. Dimana ia terlihat kelelahan.
"~Fuuuu aku sangat lelah setelah habis kerja."
Ucapnya, kemudian ia melihat Endru dan bertanya...
"Jadi, bagaimana Keadaanmu akhir - akhir ini, apa kau sudah baik - baik saja?"
"Yah, Aku baik - baik saja, Aku rasa tak lama lagi aku sudah bisa keluar dari sini."
"Begitu."
Istari terlihat senang Melihat Adeknya, Endru sudah baik - baik saja di bandingkan Hari - hari sebelumnya.
Dimana Saat itu ia sangat kaget ketika pertama kali mengetaui Adeknya masuk ke Rumah sakit, di tambah lagi ia juga shock saat melihat adeknya Mengalami luka yang sangat parah, terutama di bagian kepalanya.
Tentu saja itu membuat Istari mencoba mencari tau apa penyebab adeknya bisa mengalami luka Para seperti itu, tetapi sayangnya tidak ada satupun orang yang mau memberitaunya.
Bahkan ia sudah mencoba Bertanya ke Teman - temannya terutama Luis, anak dari pemilik Restoran tempat ia kerja, namun tetap saja ia tidak di beritau.
Sampai akhirnya ia pun menyerah dan hanya bisa berharap adeknya cepat Sembuh.
"Kak....KAK ISTARI!"
Istari kaget saat Endru memanggil namanya. Lalu ia buru - buru melihat ke arah sana.
"A-ada apa Endru?"
"Apa Kakak tidak dengar? Aku tadi bilang mulai sekarang sebaiknya Kakak Tidak dekat - dekat dengan anak itu, karena anak itu, ia.....ia bukanlah anak baik seperti yang Kak Istari bayangkan. Ia hanya Anak jahat, karena itulah....Um!"
Endru tiba - tiba berhenti bicara saat melihat Kakaknya, Istari berdiri dari tempat duduk. Kemudian Istari mengetuk kepala Endru dengan kuat yang dimana membuat Endru lansung merintih kesakitan..
"~Aghhhh...aduh!..duh!..Kak Apa yang kau lakukan?"
"Aku tidak tau kenapa kau sampai berkata seperti itu tentang dia, tapi asal kau tau dia itu adalah penyelamat Kakak. Meskipun kau itu adekku aku tidak akan segang - segang memukulmu jika kau sampai berkata seperti itu lagi. Mengerti."
Meskipun Istari sudah berkata seperti itu tetapi Endru Sepertinya masih tidak mau menyerah ia Mencoba melawan...
"Ta-Tapi kan Kak, dia itu-!!"
...Sayangnya sebelum Endru selesai Bicara Istari lansung menghentikannya dengan nadanya yang dingin.
"SUDAH CUKUP, AKU TIDAK MAU MEMBICARAKAN HAL INI LAGI."
Ucapnya, kemudian Ia mencoba mengganti Topik pembicaraan.
"Dari pada itu Endru, aku ingin tau bagaimana kamu bisa berkenalan Dengan Leon?"
"Huh!..Ka-Kalau itu....anu..."
"Ada apa?"
"Hah! Tidak, bukan apa - apa...Maafkan aku Kak, aku tidak bisa memberitaumu."
Ucap Endru.
Istari mencoba untuk menanyakan alasannya tetapi ia melihat Ada sesuatu yang aneh dengan adeknya Sehingga ia lansung menghentikan niatnya untuk bertanya.
"Hmm, ya sudah kalau kamu tidak mau beritau Kakak. Kalau begitu ini ambillah."
"Apa ini kak?"
"Nasi Goreng, tadi Kakak Beli di luar."
Istari memberikan Sebungkus nasi goreng ke Endru, yang dimana membuat Endru terlihat senang dan lansung mengambilnya.
"Oh makasih Kak, kalau begitu aku Akan makan sekarang."
__ADS_1
Endru Membuka Pembungkus nasi tersebut dan mulai Makan. Dimana membuat Istari yang melihat itu lansung tersenyum.
"😊"