BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MELINDUNGI KAK SISKA


__ADS_3

"YOSH,...SAATNYA KITA MULAI."


Setelah membisikkan itu, aku memperhatikan bahwa mereka semua sedang mau mengelilingiku. Mulai dari samping kiri, kanan dan di depanku.


Namun tanpa takut sedikitpun aku memperhatikan mereka semua dengan tenang dan bertanya..


"Kalian Semua, bukankah Kalian abang - abang yang ada di dalam Lift bersamaku tadi? Apa yang kalian lakukan di sini?"


Di saat aku menyanyakan itu, Anak Berambut merah yang kelihatan seperti Pemimpin mereka lansung menjawab...


"Bocah, kau bilang apa yang kami lakukan di sini? Bukankah sudah jelas kami di sini ingin memberimu Pelajaran."


Ucapnya sambil berahli ke dua temannya yang berada di sampingku. Di kiri dan di kanan.


Kemudian ia menggerakkan kepalanya sedikit untuk memberi Kode ke temannya agar menahanku.


Melihat itu, dua temannya lansung mengangguk setuju dan mulai mendekatiku. Kemudian temannya yang di kiri dengan kuat megenggam Pundakku dan mencoba menahanku....


"Bocah, sebaiknya kau diam saja di si-!!"


'Tu' ingin ucapnya, namun sayangnya sebelum mengucapkan itu. Aku lansung megenggam pergelangan tangannya dengan erat dan melepaskannya dari pundakku.


kemudian aku menarik tanganya ke depan, yang di mana membuat ia Hampir menabrakku.


Namun sebelum ia menabrakku, aku lansung selipkan tanganku ke lehernya dan membenturkan kepalanya ke tembok, tempat aku sandar tadi.


BUKK!!


"~Aghhh,...Si~Sial, apa yang terjadi."


Ucapnya sambil terjatuh berlutut di tanah.


Kemudian, aku merasakan sebuah serangan dari temannya yang lain datang dari belakang, Namun dengan tenang aku menghindarinya dan di waktu bersamaan, aku memutur tubuhku ke belakang dan memukul rahannya ke atas.


BUKKK!!


"~Aghhhh"


Melihat ia masih sadarkan diri, aku lansung menarik rambutnya kemudian aku lompat dan membenturkan lutukku tepat di tengah Hidungnya, hingga membuat Hidungnya retak dan mengeluarkan Banyak Darah.


"~Aghhhhh!!"


Di waktu bersamaan aku merasakan juga sebuah serangan datang lagi di belakangku, dimana Serangan itu berasal dari anak Yang ku benturkan kepalanya tadi di tembok.


"BOCAH JANGAN TERLALU SOMBONG DULU SIALAAAN!!"


Sesaat Pukulannya hampir mengenai wajahku, aku yang masih melayang di Udara(karena Lompat). Lansung menghindarinya dengan memiringkan kepalaku ke samping. Kemudian aku memutar tubuhku di udara dan melayangkan sebuah tendangan kuat tepat di bagian Lehernya.


Hingga membuat ia kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan.


"~Arghh,...a~apa - apaan i-!!"


Di sisi lain, melihat apa yang terjadi di depannya membuat temannya yang lain terlihat sangat Terkejut, tanpa kecuali Si Rambut merah.


Ia tidak menyangkah Apa yang ia lihat di depannya sangat berbeda dengan informasi yang di sebutkan di Grup itu. Yang Dimana orang itu menyebutkan bahwa anak ini adalah Anak yang pernah mereka Buli dulu.


Namun, kenyataannya tidak terlihat seperti itu, malahan ia terlihat sangat kuat, sampai - sampai dua temannya sekalipun di buat terpapar di tanah dengan mudahnya.

__ADS_1


Tapi jika Bocah ini sejak awal memang hebat bertarung, itu berarti.....


(informasi yang selama ini mengatakan bahwa Bocah ini di lindungi oleh seseorang, tidaklah benar?)


Di saat si rambut merah Bertanya - tanya soal itu, aku yang udah membuat temannya terpapar di tanah, lansung berahli ke arahnya kemudian bertanya...


"Woy, Kau Rambut merah, bukankah kau Bos mereka, kenapa kau diam saja di situ?"


tanyaku yang terlihat tenang namun tajam. Si Rambut merah yang dengar itu terlihat kesal dan lansung melempar pipa besinya ke arahku.


"KAU BARU MENGALAHKAN 2 ORANG, TIDAK USAH SOMBONG BEGITU BRENGSEET!"


Di saat Pipa besinya melaju ke arahku, aku lansung mengambil pipa besi yang berada di dekat kakiku. Dimana pipa tersebut berasal dari anak yang udah ku buat Pingsan.


Kemudian aku mengayunkan Pipa itu ke pipa yang melaju ke arahku, hingga membuat Pipa tersebut terpental dan kembali ke Si Rambut Merah.....


Melihat kejadian itu membuat Si Rambut merah mengerutkan dahinya dan menatapku dengan marah.


"WOY, APA MAKSUDMU MENGEMBALIKAN INI? APA KAU PIKIR AKU LEMAH?"


"Emang kamu lemahkan? Lagi pula tanpa senjata itu, mana mungkin kau bisa mengalahkanku."


Ucapku dengan tenang, kemudian aku melihat temannya yang lain dan berkata...


"Bukan hanya kau saja, semua temanmu yang ada di sini sama lemahnya denganmu,....TIDAK, malahan mereka lebih lemah darimu."


Di saat mereka semua mendengar itu, mereka terlihat sangat marah, sampai - sampai aku bisa merasakan Niat membunuh mereka.


"BOCAH, BERANI - BERANINYA KAAAU!!"


"AKU AKAN MEMBUNUHMU!!"


"LEOOON!"


Teriak Kak Siska, dimana membuat Suaranya bergema di tempat parkiran.


Mendengar itu, baik aku ataupun anak - anak itu lansung melihat ke arah belakang, dimana terlihat Kak Siska sedang berlari melewati mereka dan mendekatiku.


"Leon, apa kau tidak apa - apa?"


Tanya Kak Siska yang khawatir.


"Yah, aku tidak apa - apa, yang lebih penting, apa yang Kak Siska lakukan di sini?"


Di saat aku menanyakan itu, Kak Siska terlihat cemas, dimana ia menjawab...


"I-itu tadi pas kau mau pergi ke toilet aku mencoba menyusulmu, tapi karena kau menuju ke tempat lain, jadi aku mencoba mengikutimu dari belakang."


"Dari belakang? Itu berarti..."


Seolah - olah tau apa yang ingin aku tanyakan, Kak Siska lansung menjawab..


"Yah kau benar, saat aku mengikutimu, aku lihat mereka(Anak berandalan) mengikutimu juga masuk ke dalam lift. Karena aku khawatir jadi aku mencoba mengejarmu sampai ke sini."


"Hmm jadi gitu...itulah kenapa Kak Siska berkeringat begitu?"


Tanyaku, dimana aku perhatikan wajah Kak Siska sangat berkeringat sampai - sampai bajunya sedikit basah. Melihat itu Kak Siska lansung melap keringatnya kemudian ia menjawab...

__ADS_1


"Yah."


Setelah Kak Siska menjawabnya secara singkat, dari belakang tiba - tiba si rambut merah memanggilku.


"Bocah, apa ia kakakmu?"


Di saat ia menanyakan itu, bukan aku yang jawab, melainkan Kak Siska yang lansung jawab..


"Yah, aku Kakaknya."


"Begitu."


Ucapnya, kemudian ia menatap lurus Kak Siska dan melanjutkan lagi.


"Aku sering lihat beberapa Chat di Grup mengatakan kalau Bocah ini punya Kakak yang sangat Cantik.-


-setelah aku lihat - lihat, sepertinya mereka tidak bohong sama sekali."


Ucapnya sambil tersenyum seringai, melihat itu Kak Siska lansung mengerutkan dahinya dengan kesal dan menatap ia dengan tajam.


Namun, bukannya takut Anak itu malah terlihat senang dan berjalan mendekati Kak Siska. Dimana ia mengulurkan tangannya dan berkata...


"Bagaimana kalau kita berkenalan dulu, aku sangat senang jika berkenalan dengan Gadis cantik sepertimu."


Ucapnya sambil tersenyum. Tapi bukannya Senang Kak Siska malah terlihat jengkel dan lansung menendang selangkangnya. BUKK!! Hingga membuat ia merintih kesakitan.


"~Ughhhh,..~Dasar ******, apa yang kau lakukan sialan."


"Pffft☺"


Ketika aku yang sedang bersembunyi di belakang Kak Siska menertawainya, anak itu lansung mengarahkan pandangannya padaku, kemudian ia menatapku dengan tajam.


"BRENGSEET, APA YANG KAU TERTAWAKAN?"


"Yaa aku hanya bertanya - tanya, apa bolamu baik - baik saja?"


Di saat aku mengucapkan itu, Anak itu terlihat sangat marah dan lansung mengambil pipa besi yang ada di dekatnya kemudian ia mencoba menyerang kepalaku.


Melihat itu Kak Siska mencoba melindungiku, sayangnya sebelum pipa tersebut mengenai dirinya, aku lansung menarik ia kebelakang, hingga membuat Pipa itu malah mengenai kepalaku 'BUNKK!!' dan aku terjatuh di tanah.


Dimana Kepalaku mengeluarkan darah dan mengalir di wajahku. Hingga membuat Kak Siska yang lihat itu lansung teriak isteris "LEOON." dan buru - buru mendekatiku dengan ekspresi yang sangat khawatir.


"Leon,..Leon apa kau tidak apa - apa? Leon."


"~yah, aku tidak apa - apa,...yang lebih penting Kak Siska bisa tidak kau tidak teriak - teriak begitu, kau membuat kepalaku tambah Sakit."


Ucapku seolah - olah ingin bercanda dengannya, Kak Siska yang mengetaui itu lansung tersenyum dan berkata..


"Di situasi seperti ini kau masih saja bercanda, dasar adek Bodoh."


Ucap Kak Siska sambil mencubit perutku. "~Aduh!" Kemudian ia mengeluarkan Hpnya dan mencoba menelpon seseorang.


"Tunggulah dulu sebentar, aku akan menghubungi Kak Rangga."


Namun ketika ia baru saja mau menelpon, tiba - tiba terdengar Suara Kak Rangga tidak jauh di belakangnya.


"ITU TAK PERLU SISKA, AKU SUDAH ADA DI SINI."

__ADS_1


saat Kak Siska dan Anak - anak itu mencoba melihat ke arah belakang, di situ terlihat Kak Rangga yang lagi menggendong Fira sedang berjalan melewati mereka sambil mendekati kami berdua.


Dimana tatapanya terlihat sangat tenang namun tajam.


__ADS_2