BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
UTANG


__ADS_3

Setelah ngobrol santai dengan Bu Linda. Aku lansung tatap ia dengan serius kemudian mencoba masuk ke Topik utama.


"Baiklah Mari kita mulai, bisa beritau aku sekarang, apa yang sebenarnya sedang terjadi? Kenapa orang - orang itu mencarimu?"


Ketika aku menanyakan itu, Awalnya Bu Linda diam saja dan tidak menjawab apa - apa, Namun tak lama kemudian tiba - tiba ia menjadi serius.


"Alasan kenapa mereka mencariku itu karena.....MEREKA INGIN MENAGI UTANG PADAKU."


"Utang? Berapa?"


Dengan suara Gemetar serta ekspresi Pucat, Bu Linda menjawab...


"~.....Tu~Tujuh Puluh juta."


Sontak saja itu membuat aku lansung Shock. Sebab Bu Linda bukanlah orang yang akan meminjam uang sebanyak itu apa lagi dengan pekerjaan ia yang hanya seorang Guru.


Di tambah lagi ia juga tinggal di sebuah aparteman yang bisa di bilang cukup mahal dan memiliki kendaraan pribadi, jadi bisa di katakan ia adalah orang yang kecukupan.


(Jadi, bagaimana bisa ia berutang sebanyak itu?)


Satu - satunya alasan kenapa Utang ia bisa sebanyak itu, kemungkinan adalah....


(KARENA SUAMINYA LAH YANG BERUTANG BUKAN DIA.)


Dengam Tatapan yang terlihat sangat tajam, sorot mataku melirik ke arah salah satu Foto yang terdapat di ruang tamu, dimana Foto itu tidak lain adalah Foto pernikahan Bu Linda dengan Suaminya.


"Linda, apa suamimu sedang melarikan diri?"


Tiba - tiba di tanya seperti itu Bu Linda merasa kebingungan dan bertanya balik...


"Kenapa, kamu tiba - tiba berkata begitu?"


"Yaa itu karena ku sudah tau semuanya. Alasan kenapa kamu bisa memiliki utang sebanyak itu, itu karena Suamimu lah yang pinjam uang bukan kamu.-


-Namun, karena suamimu tidak ada atau mungkin sedang melarikan diri sehingga mereka datang mencarimu untuk menagi utang. Apa aku salah?"


Tanyaku, dimana membuat Bu Linda kaget sekaligus merasa tercengan mendengarnya.


"Ti-Tidak, semua yang kamu katakan itu benar. Tapi bagaimana kamu bisa tau?"


"Itu karena di kehidupanku sebelumnya ada banyak sekali wanita yang mempunyai masalah yang sama seperti dirimu, itulah kenapa aku bisa lansung mengetauinya."


Bu Linda terlihat penasaran akan apa yang barusan aku katakan dan ia pun bertanya.


"Di kehidupanmu sebelumnya? Apa maksudmu?"


"Tidak, bukan apa - apa, tolong lupakan saja itu."


Balasku seolah menghindari pertanyaannya, kemudian aku buru - buru mencoba mengganti Topik pembicaraan.


"Dari pada itu, boleh aku tau sudah berapa lama Suamimu tidak pulang?"


"Eh, belum lama ini ia pulang, hanya saja....."


"Apa?"


Aku bertanya lagi, tetapi Bu Linda terlihat seperti kesulitan untuk mengatakannya, jadi aku pun menyerah.


"Sudahlah, jika kamu tidak mau memberitauku. Namun soal masalah Utang itu apa yang akan kamu lakukan?"


Di saat aku menanyakan itu, Bu Linda kembali murung dan ia menundukkan kepalanya ke bawah, seolah ia tidak tau apa yang harus ia lakukan


"I-itu....aku tidak tau. Aku sudah pernah mencoba membayar mereka 1,5 jt dulu tapi mereka tidak mau menerimanya. Mereka ingin di bayar sebanyak 8 jt karena Suamiku sudah lama tidak membayar mereka.-


-Padahal tabunganku saja hanya tinggal 5 jt lebih."

__ADS_1


Dengan Tubuh gemetar serta matanya yang mulai berkaca - kaca Bu Linda terisak - isak di hadapanku.


"~Hikss..hikss Leon aku,...aku tidak tau lagi harus apa."


"........"


[........]


Baik aku maupun PIX hanya bisa diam mendengar isi Hati Bu Linda yang ia lontarkan keluar.


"~A-Aku sudah pernah berpikir untuk pergi dari tempat ini dan tinggal di luar kota. Namun aku merasa kasihan pada anakku yang harus terus - terusan hidup di lingkungan yang baru, apa lagi ia masih kecil.-


-Selain itu, ini bukan pertama kalinya kami pindah tempat, kami sudah sering melakukannya."


Seolah tidak bisa lagi menahan air matanya, Bu Linda lansung menutup wajahnya dengan tangan dan ia pun mulai menangis.


"~Hikss Leon tolong beritau aku apa yang harus aku lakukan, untuk bisa menghilangkan penderitaan ini."


(Jujur saja aku ingin membantunya, namun sayangnya tabunganku juga tidak cukup. Di karenakan beberapa hari lalu aku sudah beli banyak sekali Peralatan dan juga Senjata, di tambah lagi belum lama ini aku juga Beli informasi, jadi sekarang tabunganku hanya tersisa 1 jt lebih.-


-Meskipun aku megabungkan tabunganku dengan Tabungannya, tetap saja itu tidak cukup.)


Mendengar hal itu PIX lansung membalas.


[Makanya saat anda punya banyak uang jangan terlalu boros belanja, pas di situasi seperti ini lihat anda tidak bisa melakukan apapun kan?]


(Diamlah, ini bukan waktunya bercanda Sialan.)


[.....Anda benar, maafkan aku.]


Sementara aku Ngobrol dengan PIX. Di depanku terlihat Bu Linda seolah mendapatkan kesadarannya kembali dan buru - buru melap air Matanya sambil menjauh sedikit dariku.


"Hah Le-Leon maaf,..Aku benar - benar minta maaf karena menangis di depanmu.-


-Astaga kenapa aku melakukan ini di hadapan muridku. Kamu pasti merasa tidak enakkan mendengar semua keluhanku barusan?"


"Itu tidak benar, aku senang kok kamu mau menceritakannya padaku."


"Be-Benarkah, makasih sudah berkata begitu."


Ucap Bu Linda yang sedikit senang. Lalu kemudian aku tatap ia dengan serius dan bertanya..


"Omong - omong soal utangmu. Kamu tidak usah khawatirkan itu lagi, Mulai sekarang biar aku yang urus."


"Eh, Apa yang ingin kamu lakukan?"


Tanpa menjawab pertanyaan Bu Linda aku lansung berdiri dari tempat duduk ku, kemudian aku menjauh sedikit darinya(Bu Linda) dan mengeluarkan Hpku untuk menelpon Seseorang.


_____________________________________


__________________________________


>Sementara itu Di Rumah Leon.


Di waktu bersamaan, tepat di ruang tamu di sana terdapat Selena, Rangga dan juga Brid, Dimana Mereka bertiga sedang lagi Ngobrolin sesuatu namun tiba - tiba Hp Brid bergetar.


Ia lansung mengeluarkan Hpnya dan melihat Bahwa yang menelponnya itu tidak lain adalah..


(Leon)


Brid Lansung berdiri dari tempat duduknya dan mencoba menjauh dari mereka berdua. Namun Rangga sepertinya sedikit penasaran akan hal itu dan bertanya..


"Paman Brid, siapa yang menelponmu?"


"Ini Adekmu."

__ADS_1


"Maksudmu Leon?"


"Yah."


Jawab Brid secara singkat. Lalu Kemudian ia menjauh dari mereka berdua dan mengangkat telpon Tersebut.


"Tidak biasanya kamu menelponku, ada apa?" Tanya Brid.


{Bisa kau kirimkan aku uang?}


"Eh uang? Berapa?"


{5000 dollar, kalau bisa kau pergi dulu ke tempat penukaran uang untuk ganti ke Rp, setelah itu bawa kesini.}


"Dimana?"


{Akan ku kirimkan Lokasinya. Aku tunggu.}


"Baiklah, Aku mengerti."


Setelah Pembicaraan singkat mereka selesai, Brid lansung memasukkan hpnya kembali ke dalam Saku kemudian ia ke tempat Mereka berdua(Rangga, Selena).


"Maaf, sepertinya aku harus keluar dulu sebentar, ada urusan yang harus ku lakukan."


Seolah tidak mempermasalahkan hal tersebut Rangga membiarkan Brid untuk pergi.


"Oh itu tidak apa - apa, hati - hatilah di jalan." Ucapnya.


Brid membalas dengan anggukkan kuat. "Um." Setelah itu ia berlari keluar dan pergi meninggalkan Rumah itu.


____________________________________


_________________________________


>Di dalam Apartemen Bu Linda.


Setelah aku menelopon Brid, Aku kembali ke tempat Bu Linda, dimana Bu Linda terlihat penasaran siapa ku telpon dan bertanya..


"Siapa yang barusan kamu telpon?"


"Oh ini hanya kenalanku."


Balasku, kemudian aku menambahkan..


"Omong - omong kamu tunggulah di sini, aku keluar dulu sebentar."


Bu Linda merasa khawatir dan lansung menahan tanganku dari belakang.


"Leon, kamu ingin pergi kemana?"


"Mengurusi utangmu, tidak usah sekhawatir itu lagi pula aku baik - baik saja.-


-Selain itu....Linda, apapun yang ku lakukan aku ingin kamu tidak merasa berutang sama sekali padaku, karena semua ini aku lakukan atas keinginanku sendiri. Mengerti?"


Ucapku, namun Bu Linda tidak menjawab apa - apa dan hanya diam saja sambil memalingkan pandangannya ke arah lain.


Sehingga aku pegang pipinya untuk memaksa ia kembali melihatku.


"Linda, kamu mengertikan?"


Aku tatap Bu Linda dengan serius, yang dimana membuat ia terpesona dengan tatapanku, lalu tanpa ia sadari bibirnya bergerak sendiri kemudian menjawab...


"A-aku mengerti."


"Bagus, kalau begitu Istirahatlah, aku pergi dulu."

__ADS_1


Setelah meninggalkan Kata - kata itu aku lansung berjalan keluar dan Meninggalkan Bu Linda yang terpaku di situ.


__ADS_2