BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BERANGKAT KE TEMPAT PERTEMUAN


__ADS_3

Saat ini semua anggota Inti KSP sedang berkumpul di depan Mansion. Di antara mereka ada juga mantan anggota kelompok Gregori yang telah bergabung dengan KSP berkumpul di sini.


Biasanya mereka tidak pernah kelihatan atau hadir karena mereka di tugaskan untuk mengawasi setiap perbatasan antara wilayah KSP dengan dunia luar.


Tidak hanya itu saja mereka juga sering memberantas para penyusup yang mencoba masuk ke wilayah KSP.


Tentu saja mereka tidak melakukannya secara terang - terangan, mereka melakukannya secara diam - diam agar Keberadaan Kelompok Gregori tidak di ketaui oleh dunia luar.


"Oh iya omong - omong Brid, dimana Carla?"


Di saat Selena menanyakan itu Brid melihat sekitar dan menjawab..


"Aku rasa ia masih ada di dalam(Mansion)."


Lalu tak lama setelah Brid mengatakan itu dari arah Mansion terdengar suara pintu yang terbuka.


Knock!!


"Oh Baru saja di bicarakan, sepertinya ia sudah keluar."


Terlihat Carla berjalan keluar dari dalam Mansion dan menghampiri mereka semua.


"Sepertinya kalian semua sudah berkumpul. Apa kalian sudah siap?"


Tanya Carla sambil menatap mereka semua dengan serius. sebagian dari mereka langsung menjawab..


"Tentu saja kami sudah siap." Ucap Mael.


"Yah, setelah sekian lama akhirnya hari ini datang juga." Ucap Brid.


"Benar, aku sudah tidak sabar ingin menghabisi orang itu." Ucap Greg


"Sama aku juga." Ucap Mavra.


"Bagus, kalau begitu tanpa menunggu lama lagi ayo kita berangkat."


Sambil mengatakan itu Carla melewati mereka semua dan berjalan di depan. Sementara semua anggotanya mengikuti Carla dari belakang.


____________________________________________


_______________________________________


Pada saat Carla dan yang lainnya sedang menuju ke tempat pesawat. Beberapa anggota rekrutan KSP yang sedang latihan dan membersihkan alutsista di markas langsung melihat ke arah mereka.


Dimana sebagian dari mereka ada yang penasaran dengan sosok Carla dan sebagian lagi ada juga yang merasa terkesan melihat semua anggota inti KSP berkumpul.


Sebab biasanya sangat jarang sekali anggota inti KSP berkumpul seperti ini. Tapi kali ini mereka semua berkumpul di satu tempat dan mengikuti satu sosok yang tidak pernah mereka lihat yaitu Carla.


"Woo ini pemandangan yang tidak biasa."


"Kau benar, ini pertama kalinya aku melihat anggota Inti KSP berkumpul seperti ini."


"Sama aku juga."


"Meski begitu mereka semua mau kemana? Apa mereka mau keluar?"


"Sepertinya begitu, selain itu lihat wanita yang berjalan paling depan, apa mungkin ia Ketua kita?"


"Aku rasa iya. Karena dulu Pak Mael mengatakan bahwa Ketua dari kelompok ini adalah seorang wanita jadi aku rasa itu memang dia."


Sementara semua anggota rekrutan KSP membisikkan hal itu, di sisi lain gerombolan Carla akhirnya sampai di tempat landasan pesawat.


Dimana di situ terdapat satu pesawat angkut yang siap beroperasi dengan pintu bagian belakangnya sudah terbuka.

__ADS_1


"Kalau begitu Brid kami masuk duluan."


Brid menganggukkan kepalanya sebagai balasan..."Yah."...Lalu setelah itu Carla dan yang lainnya mulai masuk ke dalam sedangkan Brid dan Dux masih berada di luar.


Brid mengalihkan pandangannya ke arah semua anggota rekrutan KSP dan mencoba memanggil mereka semua.


"SEMUANYA BERKUMPUL!!"


Mendengar suara keras Brid membuat semua anggota rekrutan KSP langsung berkumpul dan buru - buru membuat barisan di depan Brid. Setidaknya ada lebih dari sepuluh barisan yang mereka buat.


Untuk sementara Brid memperhatikan mereka semua, namun tak lama kemudian Brid pun mulai bicara.


"Baiklah, seperti yang kalian lihat hari ini kami anggota Inti KSP akan keluar.-


-Kami belum tau pasti kapan kami akan kembali. Karena itulah selama kami tidak ada aku serahkan kepemimpinan tempat ini pada Dux.-


-Meskipun ia tidak mempunyai banyak pengalaman dalam mengatur tempat ini tapi aku harap kalian semua bisa membantunya dengan baik."


Mereka semua Secara serentak langsung membalas...


""""""""""SIAP PAK.""""""""""


"Bagus, kalau begitu Dux aku serahkan tempat ini padamu."


Dengan kuat Dux menganggukkan kepalanya..."Um."...Lalu setelah itu Brid berbalik dan berjalan masuk ke dalam pesawat, dimana tak lama kemudian pintu pesawat itupun tertutup di iringi dengan dua baling - baling yang berputar di masing - masing sayap pesawat.


Lalu tak berselang lama pesawat itu pun mulai terbang dan menjauh dari tempat itu.


______________________________________________


__________________________________________


>Di waktu bersamaan.


Aku mencoba mengeceknya dan melihat ternyata Hpku tidak mengalami kerusakan sedikitpun, sehingga membuat aku sedikit lega.


"Baguslah."


(Omong - omong PIX apa kau sudah bangun?)


Pada saat aku bertanya terdengar suara PIX di dalam pikiranku.


[Yah, ada apa Master?]


(Coba kau cek, apa ia(Noel) masih ada di Hp ini?)


[Tolong tunggu sebentar?]


Kesunyian terjadi di tempat itu. Namun tak berselang lama suara PIX terdengar lagi di dalam pikiranku.


[Master, sepertinya ia sudah pergi, aku sudah tidak merasakan auranya lagi di Hp ini.]


"Sudah kuduga, lagi pula hari ini adalah hari pertemuan itu di adakan jadi sudah pasti ia akan kembali ke tempat Carla.-


-Yosh, kalau begitu waktunya kita bergerak juga."


Aku mengaktifkan Hp ku kemudian mengeluarkan kartu nama Reyna dari dalam saku ku, lalu setelah itu aku menghubungi No Reyna. Yang dimana sesaat kemudian suara Reyna terdengar di Hpku.


{Halo dengan siapa ini?}


"Ini aku Leon."


{Ooh Leon, ada apa menghubungi ku pagi - pagi begini?}

__ADS_1


"Aku butuh bantuan mu."


{Bantuan? Apa?}


"Itu....."


_____________________________________________


________________________________________


Di dalam pesawat Angkut, terdapat dua tempat duduk panjang yang bersandar di dekat jendela kiri dan di kanan.


Di samping kiri Ada Carla, Selena, Gregori, Brid dan Mael yang sedang duduk. Sedangkan di samping kanan terdapat Trio bodoh(Greg, Mavra, Betris) dan juga beberapa Mantan anggota Kelompok Gregori yang ikut.


"......"


Selena memperhatikan ekspresi Carla mengeras. Mungkin karena ia gugup jadi Selena memberikan minuman kepadanya agar membuatnya sedikit tenang.


"Carla ni minumlah. Aku tau kamu gugup tapi tak usah khawatir karena aku yakin rencanamu pasti akan berhasil."


"........Um, Kau benar."


Carla mengambil minuman itu dan mulai meminumnya. Lalu setelah itu Selena mencoba bicara lagi dengan Carla.


"Oh iya omong - omong Carla apa kau yakin tidak apa - apa meninggalkan Dux sendirian di Markas? Bukankah lebih baik jika kita meninggalkan sebagian dari mereka tinggal di sana?"


Selena menunjuk ke arah Trio Bodoh dan yang lainnya berada. Dimana Carla menjawab..


"Tidak apa - apa. Lagi pula aku sudah menyiapkan pasukan lain di sana(Markas) untuk jaga - jaga jika terjadi sesuatu pada Dux."


Selena seolah penasaran pasukan apa itu dan bertanya lagi..


"Pasukan lain? Siapa?"


"Kalau itu kau tidak perlu tau. Yang jelas pasukan itu akan melakukan apapun demi bisa melindungi Dux dari bahaya meskipun harus mengorbankan nyawa mereka sekalipun."


Setelah Carla mengatakan itu ia lalu mencoba mengganti topik pembicaraan.


"Yang lebih penting kalian semua masih ingatkan Rencananya?"


Carla menanyakan itu sambil melihat semua anggotanya, dimana mereka semua secara serentak membalas dengan menganggukkan kepalanya.


"Bagus, kalau begitu seusai rencana setelah kita sampai di sana. Selena dan Gregori akan tetap di pesawat ini bersembunyi, sedangkan aku akan di temani oleh Brid dan Mael masuk ke dalam menemui Alexei, Lalu sisanya akan berjaga di luar Gerbang. Dan jika kalian sudah melihat sinyal dariku maka kalian bisa langsung memblokade gerbang itu dan menghalangi setiap pasukan Alexei yang mencoba masuk ke dalam.-


-Satu hal lagi, jika kalian masih bisa menahannya maka sebisa mungkin jangan bunuh mereka, tapi jika kalian merasa sudah tidak bisa lagi menahannya maka....JANGAN RAGU UNTUK MEMBUNUH MEREKA SEMUA MENGERTI?"


""""""KAMI MENGERTI.""""""


Jawab Trio Bodoh dan yang lainnya secara serentak, di iringi dengan tatapan mereka yang terlihat serius.


"Bagus, lalu....."


Carla mengalihkan pandangannya ke arah Selena dan Gregori yang duduk tepat di sampingnya.


"Selena, Gregori kalian seharusnya sudah taukan apa yang harus kalian lakukan juga?"


Gregori menjawabnya dengan anggukan sedangkan Selena menunjukkan rasa percaya diri di wajahnya.


"Tentu saja kami tau. Tenang saja aku pasti akan melakukan tugasku dengan baik."


"......Aku harap begitu, baiklah kalau begitu semuanya bersiaplah, sebentar lagi kita akan sampai."


""""""""""""SIAP KETUA.""""""""""""

__ADS_1


Sementara semua anggota menjawab secara serentak, Carla tidak menyadari bahwa Selena menunjukkan senyuman mencurigakan di sampingnya.


__ADS_2