BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
JANGAN SALAHKAN DIRI SENDIRI


__ADS_3

pada saat Carla memeluknya, Gadis itu terlihat sangat terkejut dan tidak mengerti apa yang Carla lakukan.


"ka- kau lapaskan aku!..apa yang kau lakukan!?"


ucapnya, sambil memberontak terus dan mencoba keluar dari pelukan Carla.


namun, Carla tidak membiarkannya lepas, sehingga membuat gadis itu terlihat kesal dan berkata..


"hey apa yang kau lakukan, aku bilang lepaskan aku."


tetap saja Carla tidak mau melepaskannya, dan malah mencoba mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu, setelah itu ia berbisik...


"kau,...tidak perlu memaksakan dirimu. jika kau ingin menangis gunakanlah pundakku ini."


"hah...apa yang kau katakan tiba - ti-!!"


'ba' ingin ucapnya, namun Sebelum ia mengucapkan itu, Carla lansung berkata..


"tidak usah pura - pura, aku tahu saat ini kamu sangat sedih dan menyalahkan dirimu sendiri, karena kematian ketua kami-


-meskipun, aku tau ini bukan tempatku untuk mengatakannya....tetapi-"


sesaat Carla berhenti, ia lansung memperkuat pelukannya, merasakan hal itu, Si gadis lansung berhenti memberontak dan diam mendengarkan Carla.


"-aku yakin ini bukanlah salahmu. jadi, tidak perlu kau menyalahkan dirimu sendiri."


Si gadis yang dengar bisikan tersebut dari telinganya lansung terkejut dan untuk sementara ia terdiam.


namun, setelah beberapa detik kemudian ia mencoba membisikkan sesuatu, dimana Wajahnya tidak bisa di lihat karena di tutupi oleh bayangan.


"bagaimana bisa kamu mengatakan sesuatu seperti itu??"


tanya Si gadis.


"apa kau bilang sesuatu??"


"tidak...bukan apa - apa."


ucapnya.


setelah itu, Perlahan Si gadis memeluk Carla dengan Erat dan menyembunyikan wajahnya di pundak Carla.


dimana, ia mulai terisak - isak dan tubuhnya terlihat sangat gemetar..


"~~Hikss...Hikss,...Te~Terima kasih Kak."


"yah."


ucap Carla dengan nada lembut.


hingga membuat Gadis itu lansung menangis di pundaknya dan membasahi bajunya.


________________________________


____________________________


setelah beberapa saat ia menangis dan mulai tenang kembali, saat ini mereka berada di dekat tebing.


dimana mereka sedang duduk sambil melihat pemandangan di atas pegunungan. tidak jauh dari pembatas kuburan, tempat mereka tadi berada.


"pemandangan disini sangat indah yah." ucap Si gadis.


"benarkah?"


tanya Carla.


"yah, bahkan udaranya pun sangat segar, berbeda jauh dengan tempat aku tinggal."


ucap Gadis itu, dimana ia terlihat Kagum dengan pemandangan di depan matanya.


namun, ketika ia menyebut tempat tinggalnya, entah kenapa Carla bisa lihat kalau Gadis itu terlihat Sedih.


sehingga ia mencoba bertanya..


"memang kamu tinggal dimana??"


untuk sementara Gadis itu hanya terdiam dan menatap Carla terus..


"....."


namun, beberapa detik kemudian, Gadis itu melihat ke arah depan lagi dan menjawab...


"jika itu kakak, mungkin aku bisa memberitaumu." ucapnya.


gadis itu melihat ke arah depan, namun entah kenapa Carla merasa pikiran gadis itu malah pergi ke tempat lain.


"seperti yang aku katakan sebelumnya, tempat aku itu sangat berbeda dengan tempat kalian-


-dimana, tempatku Perang terus saja terjadi, di tambah pembantaian ada di mana - mana, bahkan para warga pun ikut jadi Korban akibat Perang itu!"


ucap Si gadis sambil menyipitkan matanya dengan sedih, setelah itu ia Lanjutkan lagi...

__ADS_1


"jujur saja, aku tidak suka dengan tempat (Dunia) yang seperti itu. dan sampai saat ini pun, hal itu masih saja terjadi."


ketika Carla memperhatikan Gadis itu dari Samping, ia melihat kalau gadis itu terlihat sangat benci tempat ia tinggal.


meskipun, Carla tidak tau alasannya. namun, setelah mendengar apa yang di katakan Gadis itu, entah kenapa Carla tidak merasakan apapun.


sebab, ia sudah sering melihat hal - hal yang berkaitan dengan pembantaian (saat menjalankan Tugas).


sehingga hal yang seperti itu, sudah biasa baginya. meski begitu, ada 1 hal yang tidak Carla mengerti, yaitu...


(DIMANA GADIS INI TINGGAL?)


karena, menurut Yang Carla tau, di Zaman kita saat ini memang masih ada beberapa tempat dimana perang masih terjadi.


namun, Carla tidak pernah dengar kalau Warganya pun ikut juga terlibat dalam pembantaian.


apa lagi ini sudah bukan Zamannya perang dunia ke 2, dimana banyak sekali warga yang di libatkan dalam pembantaian, yang terjadi diseluruh dunia.


jadi, jika memang benar, kalau tempat si gadis seperti itu.


otomatis, anggota PBB tidak akan tinggal diam saja, sebab itu sudah melanggar HAM (Hak Asasi Manusia)


namun, dari apa yang di katakan Gadis itu tadi, kalau sampai saat ini pun, tempatnya masih saja seperti itu.


itu berarti, sampai saat ini anggota PBB belum mengetaui, kalau tempat gadis ini sedang terjadi perang dan pembantaian para warga, tapi...


(Mana mungkin anggota PBB tidak mengetaui hal ini.)


ketika Carla memikirkan itu, ia mencoba mencari jawabannya, namun tetap saja ia tidak bisa menemukannya.


malahan ia merasa kalau kepalanya seperti mau meledak karena terlalu banyak berpikir, sehingga ia lansung meremas kepalanya sambil menutup kedua matanya.


"haaa...aku tidak mengerti sama sekali." guman Carla.


mendengar guman tersebut, membuat gadis itu melihat ke arah Carla, dimana wajah Carla terlihat pucat.


"Kak, apa kamu baik - baik saja?"


Tanya Gadis itu, dimana wajahnya terlihat khawatir.


"yaa..aku baik - baik saja."


jawab Carla dengan lesu.


setelah itu, perlahan Carla membuka kedua matanya dan melihat ke arah Gadis itu.


"omong - omong apa ini alasannya, kenapa kamu kabur dari tempatmu?"


"kabur?"


namun, beberapa detik kemudian ia kembali seperti semula dan berkata...


"apa yang di katakan kakak memang benar, mungkin saja saat ini bisa di bilang aku sedang kabur dari tempatku." ucapnya.


ketika Carla memperhatikan Gadis itu, ia merasa kalau Gadis itu sedang menertawai dirinya sendiri.


meskipun Carla tidak tau alasannya, tetapi ia mencoba untuk mengganti topik.


sebab ia merasa tidak baik, jika terlalu banyak bertanya Soal tempat gadis ini tinggal.


"haaa, Sudahlah lupakan saja soal itu, yang lebih penting ada sesuatu yang lain, ingin ku tanyakan."


"apa?"


"aku ingin tau, kenapa kau bisa jadi target kami di pulau itu?"


ucap Carla, setelah itu ia lanjutkan lagi.


"-jujur saja, kami semua kaget saat tau kalau target kami itu ternyata Gadis kecil."


"so~ soal itu....aku..."


sambil Mengucapkan itu, Gadis itu


terlihat kesusahan untuk jawab dan lansung menundukkan kepalanya ke bawah.


melihat hal itu, Carla bertanya...


"apa kau tidak mau memberitauku??"


"ti-tidak, bukan itu maksudku....hanya saja...aku...."


setelah mengucapkan itu, Gadis itu terdiam lagi. melihat hal itu, Carla lansung berpikir..


(sepertinya ia benar - benar tidak mau mengatakan apapun.)


jujur saja Carla sudah mengira kalau gadis ini menjadi target mereka bukan karena tanpa sebab.


pasti ada alasannya, kenapa ia bisa jadi target mereka, apa lagi harus di tangkap hidup - hidup.


ketika Carla memikirkan itu, di sisi lain, Gadis itu, yang dari tadi tidak mau mengatakan apapun, sekarang ia mencoba mengubah topik pembicaraan.

__ADS_1


"dari pada itu, bukankah tidak adil jika hanya kakak, yang terus bertanya?"


"setelah di pikir - pikir, benar juga."


jawab Carla


dari tadi Carla memang terus bertanya untuk mencari rahasia gadis ini. namun sepertinya Gadis ini tidak sebodoh yang Carla pikirkan.


"jadi apa yang ingin kau tanyakan?"


ucap Carla sambil melihat ke arah Gadis itu.


"aku ingin bertanya, apa kakak benar - benar sudah tidak membenciku? padahalkan aku sudah,.membuat...."


(Carla pikir Gadis itu mau menanyakan apa, Ternyata sesuatu yang tidak penting.)


meskipun Gadis itu tidak mengatakannya dengan pasti, namun Carla lansung tau apa yang ingin gadis itu katakan.


"haaa,...aku sudah mengatakan ini sebelumnya, tapi baik aku ataupun anggotaku yang lain, saat ini sudah tidak membencimu."


ucap Carla, setelah itu Carla menatap lurus Gadis itu dan berkata....


"lagi pula, kematian ketua kami, itu bukanlah salahmu sepenuhnya."


"kakak sudah bilang itu tadi, tapi, boleh aku tau alasannya??"


saat Gadis itu bertanya, Carla lansung berpikir..


(sepertinya ia tidak mau berhenti sebelum aku menjelaskannya.)


...setelah itu, Carla menjawab...


"Haaa,...itu karena, mau kau potong talinya atau tidak, kalian berdua pasti akan tetap terjatuh."


"apa maksudnya??"


tanya Gadis itu yang terlihat terkejut. melihat itu Dengan Tenang Carla menjawab.


"Maksudku, Ketika Kalian sedang meluncur, sebetulnya orang - orang yang ngejar kalian di belakang waktu itu sudah sampai dan mencoba memotong tali yang kalian pakai (buat meluncur).-


-itulah kenapa saat itu Ketua sedang mencari tempat yang pas untuk melompot-


-Namun, karena kau kebetulan Memotong talinya juga saat itu (Sebelum orang itu), Sehingga Ketua terpaksa menggunakan Seluruh kekuatannya untuk melindungimu." ucap Carla.


alasan Carla bisa mengetaui hal itu semua, itu karena saat itu ia menyuruh Dux untuk menghubungkan Kamera Drone nya, Ke Laptop Carla (Waktu membawakan tali ke ketua). Sehingga ia bisa lihat semua kejadiaan di sana.


Bahkan Carla juga melihat Saat - Saat di mana ketuanya terjatuh dan mencoba melindungi Gadis itu Sekuat tenaga.


meskipun Carla Saat itu tidak bisa memaafkan perbuatan Gadis ini, Karena mencoba membunuh Ketuanya.


namun, Karena kegigihan ketuanya untuk membiarkan Gadis ini selamat. sehingga mau tidak mau Carla mencoba Menahan amarahnya untuk tidak membunuhnya.


hanya saja, Setiap kali Carla melihat gadis itu, tanpa sadar biasanya ia mengeluarkan Niat membunuhnya.


namun, saat ini ia sudah tidak punya niat itu lagi dan sudah menerima Gadis itu apa adanya.


ketika Carla memikirkan itu. di sisi lain, Gadis itu terlihat seperti menyesali perbuatannya dan berkata..


"begitu,..tapi bukankah aku tetap bersalah. sebab jika saja ia tidak terluka karena melindungiku, tidak mungkin ia bisa di bunuh oleh Seekor Kucing."


mendengar itu membuat Carla lansung mengerutkkan dahinya sambil berkata..


"TIDAK PERLU KAU SEBUTKAN ITU."


bentak Carla.


sebab, Carla juga tau susah untuk terima ketua yang mereka kagumi itu, Mati di tangan seekor Kucing.


meskipun Semua anggota saat itu sangat Shock dan tidak percaya dengan apa yang terjadi. namun itu adalah kenyataan yang Harus kami terima.


setelah memikirkan itu, Perlahan Carla mendesah 'Haaa..' dan berkata..


"sudah cukup soal itu,...yang lebih penting.."


sesaat Carla berhenti, ia berahli ke arah Gadis itu, dimana tatapanya terlihat Serius dan berkata...


"Gadis Kecil, ingat saja ini baik - baik, kamu itu tidak salah apapun, kami tentara bayaran sudah siap mati saat menjalangkan tugas.-


-alasan Ketua kami melindungimu saat itu, itu karena kebetulan tugas kami adalah menangkapmu Hidup - Hidup dan membawamu ke orang yang memberi kami Tugas.-


-Sehingga mau ketua kami Mati saat melindungimu ataupun tidak. itu bukanlah salahmu.-


-Jadi, tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri, Mengerti?"


pada saat Carla bertanya, Angin kencang membuat Rambut mereka berdua berterbangan di udara.


Carla mencoba menahan Rambutnya yang Terbang, dan melihat ke arah Gadis itu, dimana ia membiarkan Rambutnya berterbangan sambil Menatap Lurus ke arah Carla.


dengan senyuman yang indah, di iringi pemandangan pegunungan di belakangnya, Gadis itu menjawab..


"UM, AKU MENGERTI KAK."

__ADS_1


__ADS_2