BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
HATI SEBENARNYA GADIS KECIL


__ADS_3

di sebuah tempat di dekat pegunungan, tepat di tengah Hutan. di sana Terdapat sebuah Masion besar.


dimana Masion itu adalah, Markas kelompok Serigala Pemburu. salah satu tentara bayaran yang paling di takuti di dunia.


dan di dalam Masion itu. terlihat Brid sedang berjalan di Koridor, dimana ia sedang membawa sebuah Kantong putih, yang isinya Makanan.


TAP!!...TAP!!...TAP!!...


Setelah beberapa saat Brid berjalan. tak lama kemudian ia akhirnya sampai di salah Satu Kamar anggotannya. yang bernama Carla.


tanpa menunggu lama Brid lansung mengetuk pintu kamarnya..


TOK...TOK...TOK


...dan berkata...


"Carla...nih makanan yang kau pesan tadi."


"simpan saja di depan pintu, nanti aku ambil."


saat Suara Carla terdengar di balik pintu, Brid lansung meletakkan Kantong tersebut di depan Pintu.


"aku taruk di sini yah."


"...."


tanpa ada jawaban dari Carla, untuk sementara Brid terus melihat ke arah Pintu.


namun, setelah beberapa detik kemudian, ia mulai berjalan di koridor Dan meninggalkan tempat itu.


TAP!!....Tap!!....tap!!.........


setelah suara langka Kaki Brid sudah tidak terdengar lagi.


tepat di dalam Kamar, di sana terlihat Ruangan Carla sangat berantakan dan juga Gelap.


dimana Ruangannya hanya di terangi oleh Cahaya dari 3 Monitor di meja. tempat Carla bermain Komputer.


saat ini, Carla masih main Komputer di sana, dimana ia terlihat sudah tidak tidur selama beberapa hari karena sedang menyelidiki sesuatu.


Sehingga membuat Kelopak mata Carla sangat Hitam dan wajahnya terlihat pucat, namun...


"aku tidak akan menyerah, aku pasti akan menemukanmu?"


bisiknya dengan Nada tegas. Sambil mengetik keyboardnya dengan jarinya yang sangat Cepat.


Sambil melakukan itu, Carla mulai mengingat lagi, apa yang terjadi beberapa hari yang lalu.


dimana Sebelum target atau sih gadis itu di serahkan ke orang yang memberi kami tugas untuk menangkapnya.


saat itu....


______________________________


__________________________


...tepat di pagi hari, Carla sedang berjalan naik ke sebuah pegunungan yang di penuhi pepohonan di sekitarnya.


setelah beberapa saat Carla berjalan, tak lama kemudian akhirnya ia sampai di puncak


dimana tepat di depan matanya, terlihat sebuah area yang sangat luas, dimana tidak ada satupun pepohonan di sekitar.


"Fuuu, akhirnya sampai juga."


bisik Carla


setelah itu, ia melihat ke arah sebuah pembatas yang ada di dekat tebing. dimana pembatas tersebut adalah area Kuburan.


tanpa menunggu lama, Carla lansung masuk ke dalam pembatas itu, dimana ia melihat Setidaknya ada 9 kuburan di sana.


terlebih lagi Kuburan itu adalah Kuburan para anggota Serigala pemburu yang Gugur saat menjalankan tugas.


tanpa kecuali Ketua kami. yang beberapa hari yang lalu meninggal hanya karena....!!


sesaat Carla berhenti berpikir, ia mencoba ingat lagi apa yang di katakan para Dokter waktu itu.


dimana mereka mengatakan kalau ketua kami meninggal, itu karena kesalahan seekor kucing, sehingga membuat operasi terganggu dan Otak ketua xxxxx


mengingat hal itu saja, entah kenapa membuat Carla terlihat sangat kesal, sebab ia tidak terima atas kematian ketuanya yang seperti itu.


namun, ia tetap mencoba menenangkan dirinya kembali, sambil berjalan ke arah Kuburan ketuanya.


TAP!!...TAP!!...TAP!!...


setelah beberapa detik Carla berjalan, tidak jauh di depannya ia akhirnya melihat kuburan ketua.


namun, ketika ia perhatikan baik - baik, di sana juga terdapat seorang gadis yang sedang menyiram kuburan ketua.


dimana gadis itu, tidak lain adalah target yang kami tangkap Hidup - Hidup.


"apa yang dia lakukan di situ?"

__ADS_1


ucap Carla dan lansung berjalan ke arahnya.


sesampainya di sana, untuk sementara Carla berdiri di belakang Gadis itu.


dimana ia memperhatikan, gadis itu sedang berjongkok di samping kuburan ketua, sambil menyiramnya dengan Air.


namun, ketika Carla memperhatikan gadis itu, jujur ia sangat ingin membunuhnya.


sebab jika saja Gadis itu tidak melakukan hal itu (memotong talinya). maka ketua kami pasti masih hidup saat ini.


(sial, aku ingin membunuhnya,...aku ingin membunuhnya,...tapi...)


sebelum kami membawa ketua kami kerumah sakit, saat itu ia terus saja berkata kalau kami harus utamakan keselamatan gadis ini melainkan dirinya.


itulah kenapa sampai saat ini Carla masih membiarkan gadis ini hidup,


sebab Carla tidak ingin kematian ketuanya menjadi sia - sia.


setelah memikirkan itu, perlahan Carla mendesah "haaa..." dan mencoba memanggil gadis itu...


"Gadis kecil, apa yang kau lakukan disini??"


"...."


Ketika Carla bertanya, gadis itu tidak merespon apapun, dan hanya menyiram kuburan ketua terus.


"hei apa kau tidak den-!!"


'-Gar' ingin ucap Carla, namun sebelum mengucapkan itu, tiba - tiba ia berhenti. sebab ia perhatikan tubuh Gadis itu terlihat sangat Gemetar.


"hei gadis kecil, apa kau tidak apa - apa??"


saat Carla mencoba bertanya, Gadis itu tetap tidak merespon, seolah - olah pikirannya ada di tempat lain.


namun, beberapa detik kemudian tiba - tiba ia mulai terisak - isak dan akhirnya...


"hikss...ma~maafkan aku....aku benar - benar minta maaf...hikss!!"


"....."


meskipun Carla tidak bisa melihat wajahnya (karena membelakanginya), namun, ia tau kalau gadis itu Saat ini sedang menangis.


terlebih lagi dari nada suaranya, Carla tau bahwa Gadis itu sedang menyalahkan dirinya sendiri.


walaupun Carla tidak tau apa yang harus ia katakan pada orang yang sedang menyesali perbuatannya sendiri.


namun setidaknya ada satu hal yang ia tahu. yaitu, bahwa gadis ini tidak salah apapun.


ketika mendengar suara tangisannya lagi, perlahan Carla melihat keatas. dimana langit Biru terbentang di angkasa.


(hari ini sangat Cerah.)


sambil memikirkan itu, Carla mencoba melepaskan semua emosi negatifnya terhadap gadis itu.


"Fuuuu...!!"


setelah itu, ia melihat ke arah Si gadis dan lansung mengelus kepannya..


"hei.."


"~Hiii.."


sentak gadis itu lansung Menjerit kaget dan melihat ke arah Belakang, dimana Carla sedang tersenyum sambil berkata..


"Gadis kecil berhentilah menangis, apa kau mau membangunkan ketua kami yang tidur nyenyak di bawah sana."


Carla mengucapkan itu sambil mengelus kepala Gadis itu.


merasa dirinya sedang di permainkan Gadis itu lansung membanting tangan Carla dan menatapnya dengan marah.


"APA YANG KAU KATAKAN, TIDAK MUNGKIN ORANG MATI BISA BANGUN LAGI."


"tentu saja aku tau itu."


jawab Carla dengan santai. merasa dirinya sedang di ejek lagi. gadis itu terlihat tambah marah dan lansung menatap Carla dengan tajam.


"kau,..apa kau mengejekku??"


"mungkin?"


"BERHENTILAH MAIN - MAIN,..APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN DISINI, APA SEKARANG KAU INGIN MEMBUNUHKU??"


"bagaimana menurutmu??"


ketika Carla bertanya balik, ia mencoba mengelus kepala Gadis itu lagi.


namun, mengetaui hal itu, si Gadis dengan cepat menghindar dengan melompat ke arah belakang.


setelah itu, ia menatap Lurus Carla, seolah - olah ia sangat Waspada.


melihat hal itu, Carla lansung tersenyum sambil berkata..

__ADS_1


"oi tidak perlu takut, aku tidak memakanmu kok??"


"berhentilah bercanda, selain semua anggotamu, kaulah yang paling berniat ingin membunuhku kan??"


(yaaa, itukan dulu, sekarang tidak lagi) jawab Carla di pikirannya.


setelah itu ia melihat si Gadis, dan mencoba terlihat Bodoh.


"Gadis kecil, apa yang kau katakan??"


"tidak usah bertingkah bodoh, meskipun aku begini, aku juga bisa merasakan niat membunuh seseorang-


-dan di antara kalian Semua,...KAULAH YANG PALING KUAT NIAT MEMBUNUHMU TERHADAPKU."


ucap Gadis itu dengan tajam, sambil menunjuk ke arah Carla.


Carla yang di tunjuk seperti itu, bukannya marah, ia malah terlihat terkejut.


sebab ia tidak menyangkah kalau gadis itu ternyata bisa juga merasakan niat membunuh seseorang.


lagi pula orang yang bisa merasakan niat membunuh seseorang adalah orang yang sudah dan sering mengalami pertarungan antara hidup dan mati.


sehingga tanpa ia sadari biasanya ia membangunkan naluri untuk merasakan niat membunuh lawannya.


jadi, jika Gadis itu bisa merasakan Niat membunuh seseorang juga, itu berarti...


"aku kira kau cuma gadis kecil yang manja, tidak ku sangka kau bisa merasakan niat membunuhku."


ucap Carla, setelah itu ia Menyipitkan matanya yang tajam ke arah Gadis itu sambil berkata...


"-aku ingin tau, sudah berapa banyak kau membunuh orang??"


tanya Carla sambil mengeluarkan Niat membunuhnya sedikit.


si Gadis yang merasakan Niat membunuh Carla Lansung mundur satu langkah kebelakang, dimana wajahnya terlihat merinding dan Tubuhnya Gemetar.


namun, tanpa pedulikan itu, Carla mencoba bertanya lagi..


"Woi apa kau tidak dengar, aku tanya, sudah berapa banyak kau membunuh orang??"


"~~I~itu....tidak mungkin aku memberitaumu!!"


ucap Gadis itu, seolah - olah ia mencoba melawan.


namun ketika Carla memperhatikan Gadis itu, ia benar - benar terlihat sangat ketakuatan.


bahkan Carla yang melihat itu merasa, kalau Gadis itu benar - benar seperti tidak pernah membunuh seseorang. namun...


(bagaimana bisa ia merasakan niat membunuhku?)


ketika Carla memikirkan itu, ia merasa sudah puas mempermainkan Gadis itu, sehingga ia mencoba menghilangkan niat membunuhnya dan melihat ke arah Gadis itu.


dimana Gadis itu, terlihat seperti sudah menurunkan kewaspadaannya.


(sepertinya dia memang bisa merasakan niat membunuh seseorang.) Pikir Carla


setelah itu. perlahan Carla berjalan ke arah Gadis itu..


TAP!!...TAP!!...TAP!!..


" ! "


si gadis yang tau, kalau Carla mencoba mendekatinya, mulai ketakutan lagi.


"~~ja-jangan mendekat."


"....."


tanpa pedulikan itu, Carla terus mendekati Gadis tersebut.


mengetaui hal itu, Si gadis lansung mengambil batu di tanah dan mengarahkannya ke Carla.


"a~aku bilang jangan mendekat,...kalau tidak...a~aku pasti akan membunuhmu."


ucapnya dimana Tangannya terlihat sangat gemetar. melihat hal itu, Carla lansung tersenyum..


"HEH.!!"


..sebab, melihatnya saja ia sudah yakin kalau gadis ini memang tidak pernah membunuh seseorang.


TAP!!...TAP!!....TAP!!....


ketika Carla sudah berada di dekatnya, Carla lansung mengarahkan tangan kanannya ke Leher gadis itu. sedangkan tangan kirinya berada di pinggang.


"ti~tidak menjauh dariku."


ucap Gadis itu, namun tanpa pedulikan, Carla langsung mendorong kepala Si gadis ke pundaknya. dan ia peluk gadis itu dengan erat.


Hingga membuat Gadis itu, terlihat sangat terkejut.


"EH!"

__ADS_1


__ADS_2