BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MENGAMBIL AHLI CONTROL ROOM


__ADS_3

Setelah beberapa menit Brid berlari akhirnya ia sampai di sebuah pintu baja yang tebal dan juga besar. Pintu itu di lapisi beberapa laser di sekitarnya.


Laser itu akan memotong segala hal yang menyentuhnya atau yang mencoba memaksa masuk ke dalam sana.


Pertama - tama Brid mencoba menghilangkan laser - laser itu. Dimana ia mengeluarkan sebuah flashdisk yang telah Carla berikan sebelumnya.


Flashdisk itu di masukkan ke sebuah celokan yang terdapat di bawah alat pengaman yang terpasang di dinding.


Setelah Flashdisk itu di masukkan ke situ beberapa detik kemudian semua laser di depan Brid berkedip - kedip dan tak lama kemudian Laser itu pun menghilang.


Dan Sekarang hanya tersisa Pintu bajanya saja yang belum terbuka.


Brid mengambil secarik kertas di jaketnya. Kertas itu berisikan sebuah angka, dimana angka - angka tersebut Brid masukkan ke sebuah Alat pengaman door yang terpasang di dinding tadi.


Setelah Brid memasukkan angka - angka itu, pintu bajanya perlahan mulai terbuka di iringi dengan udara segar yang terhirup dari dalam sana.


"Baiklah, mari kita masuk."


Tanpa menunggu lama Brid langsung berjalan masuk ke dalam, dimana ia melihat ruangannya sangat luas serta juga terdapat banyak sekali komputer di hadapan nya. satu monitor besar juga terlihat sedang terpajang di dinding.



Ruangan ini di sebut Control room. Salah satu ruangan Control militer yang di miliki negara RS.


Ruangan ini biasanya di gunakan Alexei untuk memantau setiap pertarungan yang terjadi di seluruh dunia. baik mengamati situasi dunia ataupun peperangan antara manusia dengan para Monster.


Tidak hanya itu saja ruangan ini juga adalah pusat komando yang mengendalikan setiap sistem pertahanan negara RS. Tentu saja tidak semua yang bisa di kendalikan hanya sebagian saja.


"Meski begitu tempat ini sangat sepi, aku tidak melihat siapapun di ruangan ini."


(Kemungkinan besar mereka semua sudah kabur.) Pikir Brid.


"Yaa apapun yang jelas ini bagus, karena aku tdak perlu lagi susah payah menumbangkan mereka satu - persatu."


Brid melangkah ke depan sambil mengeluarkan Hpnya, lalu ia memanggil Roh TUPXION Carla yang sedang menetap di hpnya.


"Noel, apa kau dengar."


[Unggh! Yah, aku dengar.]


Karakter gadis Lolita muncul di layar Hp Brid. Dimana Gadis itu sedang mengusap matanya dan terlihat baru saja bangun.


[Astaga, tidak ku sangka aku ketiduran.]


Brid sedikit cemas dan bertanya..


"Apa kau tidak apa - apa?"


[Yah, aku tidak apa - apa, aku hanya merasa bosan saat melihat Pertarungan kalian tadi makanya aku ingin istirahat sedikit tapi tidak ku sangka aku malah ketiduran.]


Brid tidak tau harus berkata apa dan ia hanya bisa merespon dengan tawa.


Dan setelah Noel memperbaiki perasaannya ia lalu memanggil Brid dan menatapnya dengan serius.


[Omong - omong apa kamu sudah sampai di Control room?]


"Yah, baru saja aku sampai." Jawab Brid.

__ADS_1


[Bagus. Kalau begitu sambungkan Hp ini ke salah satu Komputer yang ada di sana. Setelah itu kau nyalakan alat yang Masterku(Carla) berikan padamu.]


"Baik, aku mengerti." Balas Brid.


Lalu setelah itu Brid pergi menghubungkan hpnya ke salah satu komputer yang ada di sana menggunakan kabel data.


Setelah Hpnya terhubung ia lalu mengambil satu alat yang Noel sebutkan barusan, Dimana Alat itu bentuknya kotak dan terdapat sebuah duri kayak paku di bawahnya. Alat itu berukuran seperti tangan orang dewasa dan berwarna Silver.


"Noel, aku hanya perlu menancapkan alat ini ke mesin di depan sana kan?"


Brid menunjuk mesin yang terdapat di bawah monitor besar di depan sana.


[Yah kamu cuma perlu menancapkan alat itu di situ, setelah itu kau aktifkan dengan menekan tombol On yang ada di samping kanan alat itu.]


Brid mencoba mengeceknya dan memang benar terdapat sebuah tombol ON dan OFF di samping kanan alat itu.


Tanpa menunggu lama Brid langsung pergi menancapkan alat itu ke mesin yang ada di depan sana. Kemudian Brid menekan tombol On dan tak lama kemudian alat itu bergetar serta memancarkan cahaya dan juga di ikuti dengan ratusan garis hijau bercahaya yang keluar dan terus bergerak memenuhi ruangan ini.


Brid tidak tau apa yang sedang terjadi namun ia bisa melihat bahwa garis - garis itu sedang mengoperasikan semua komputer yang ada di ruangan ini secara otomatis.


Brid merasa takjub melihat pemandangan itu.


"Ini sungguh keren." Gumamnya.


Lalu tak berselang lama sosok Noel muncul di layar Monitor besar yang ada di depan sana.


[~Fuuu akhirnya aku berhasil masuk, tidak ku sangka ini sangat mudah. Baiklah Kalau begitu waktunya kita mengambil ahli Control room ini.]


Noel memejamkan matanya dan saat itu juga semua layar monitor beroperasi dan memperlihatkan sesuatu seperti mereka sedang melakukan serangan peretasan.


*********


*********


Tak lama setelah serangan peretasan itu di mulai tiba - tiba semua layar monitor berubah warna menjadi merah, di ikuti dengan suara IA yang terdengar di seluruh ruangan ini.


Suara itu seolah - olah seperti sedang memperingatkan sesuatu.


{Peringatan, sedang terjadi serangan peretasan. Sistem Control room sedang coba di ambil ahli, Sistem pertahanan di aktifkan.}


TIP!...TIP!!...TIP!!...TIP!!...TIP!!...


{Peringatan, Sistem pertahanan telah gagal, Sistem Control room sudah mulai di ambil ahli,....10%....25%.....37%.....42%.....50%.....Setengah Sistem Control room telah di ambil ahli. Di harapkan Sistem pertahanan ke 2 segera di aktifkan.}


"....."


{Tidak ada Respon, Secara otomatis kami akan mengaktifkan Sistem pertahanan ke 2.}


TIP!...TIP!!...TIP!!...TIP!!...TIP!!...


{Peringatan, Sistem pertahanan ke 2 telah gagal. 60% Sistem Control room telah di ambil ahli,....75%....80%.....93%.........100%.}


Setelah sudah sampai 100%, suara dari IA itu sudah tidak terdengar lagi. semua layar monitor juga sudah kembali seperti semula.


"Sepertinya sudah selesai."


Ucap Brid. Saat itu juga Noel kembali membuka matanya dan melihat Brid.

__ADS_1


[Hei Pak tua, beritahu Master ku bahwa kita telah berhasil mengambil ahli Sistem Control room ini.]


"Aku tau, tidak usah memanggil ku pak tua."


Brid seolah tidak senang. Meski begitu Brid tetap mengikuti intruksi Noel.


Brid lalu pergi mengambil hpnya yang tadi ia sambungkan di salah satu Komputer yang ada di situ dan mencoba menghubungi Carla.


Namun sebelum Brid menghubungi Carla, Noel tiba - tiba merasakan ada kehadiran seseorang di ruangan ini. Noel dengan cepat menghentikan Brid.


[Tunggu dulu.]


"Un?"


[Sebelum kau menghubungi Masterku ada sesuatu yang ingin ku minta padamu terlebih dahulu.]


"Apa?"


[Kamu lihat dinding di sana kan..]


Noel menunjuk Dinding yang berada di samping kanan mereka.


"Yah aku lihat, ada apa dengan dinding itu?" Tanya Brid.


[Samar - samar aku merasakan ada hawa kehadiran seseorang di sana.]


"Apa! Tapi aku tidak melihat siapapun di sana."


[Tentu sajalah kamu tidak bisa melihatnya, lagi pula orang itu berada di balik dinding itu.]


"Di balik dinding? Tunggu! jangan bilang..."


Seolah tau apa yang ingin Brid katakan, Noel langsung menjawab..


[Yah, di balik dinding itu terdapat sebuah ruangan rahasia, kemungkinan besar orang itu sedang bersembunyi di sana. Karena itulah aku ingin kau pergi mengecek tempat itu dulu sebelum menghubungi Master ku.]


"Hmm baiklah, aku mengerti."


[Bagus, kalau begitu akan ku buka kan dinding itu. jadi tunggu lah sebentar.]


Tak lama setelah Brid menunggu dinding itu mulai bergetar dan kemudian terbelah menjadi dua.


Brid melihat sebuah pintu di sana. Ketika Brid membuka pintu itu dan masuk ke dalam ia terkejut sebab ruangan ini tidak seperti ruangan rahasia yang ia bayangkan.


Ruangan ini mirip seperti kamar dari seorang gadis, di tambah lagi ruangan ini di penuhi oleh Boneka - boneka lucu dan perabotan yang imut.


"Apanya ruangan rahasia, ini hanya kamar biasa saja."


Brid mencoba melihat - lihat sekitar, namun tanpa ia sadari ada seorang gadis yang keluar dari dalam lemari.


Gadis itu sedang memegang pemukul bisbol di tangannya dan mencoba menyerang kepala Brid dari arah belakang.


Tentu saja Brid segera menyadari itu dan buru - buru berbalik kebelakang dimana ia dengan cepat menahan pemukul itu dengan satu tangannya.


"Astaga, kamu pikir bisa menyerang ku secara diam - di...!! tunggu dulu bukankah kamu ini gadis yang waktu itu?"


Brid sangat kaget. Itu karena Gadis yang menyerangnya tidak lain adalah gadis yang pernah ia culik di pulau. Sekaligus orang yang telah membawa TUPXION ke dunia ini.

__ADS_1


__ADS_2