BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BRID VE RANGGA Bagian 3


__ADS_3

"BAIKLAH, SEKARANG MARI KITA MULAI PERTARUNGAN ANTARA SESAMA PENGGUNA SENJATA S GEAR."


Ucap Brid, dimana Rangga yang dengar itu lansung terlihat waspada. sebab meskipun Brid berkata pertarungan antara sesama pengguna Senjata S Gear tetapi di lihat dari manapun sudah jelas pertarungan ini akan berat sebelah.


Karena meski Kekuatan S Gear Brid bukan tipe petarung seperti Milik Rangga, tetapi keberadaannya yang di hilangkan serta tidak bisa di rasakan sama sekali membuat Rangga sudah pasti sangat kesulitan untuk melawannya, bahkan meski ia menggunakan kekuatan S Gearnya sekalipun.


(Karena itulah, aku tidak boleh membiarkan ia sampai menggunakan kekuatan S Gearnya jika tidak aku pasti akan kalah.)


Pikir Rangga. Lalu Dengan tatapannya yang memancarkan cahaya dalam sekejap Rangga lansung Hilang dari tempatnya dan Muncul tepat di hadapan Brid, dimana ia mencoba menargetkan Senjata S Gear milik Brid, yang berada di genggamannya.


Tentu saja Brid mengetaui niatnya itu dan buru - buru melempar Senjata S Gearnya ke atas, dimana Membuat Pandangan Rangga lansung berahli ke arah Atas juga.


Menggunakan kesempatan itu Brid lansung melancarakan Sebuah pukulan Kuat tepat di perut Rangga, dimana membuat Tubuh Rangga lansung berbentuk seperti C dan ia terhempas jauh ke belakang, hingga ia berhenti setelah menabrak dinding di sana.


"~~Ughh...Sial ini sakit sekali."


Ucap Rangga yang merintih kesakitan. Meski begitu ia berhasil menahannya dan mencoba melihat ke arah depan, dimana ia melihat Brid sedang lompat Tinggi ke atas untuk merahi Senjata S Gearnya.


Lalu di saat Brid sudah berhasil Mendapatkan Senjata S Gearnya ia lansung menggunakannya, dimana ia mengeluarkan Sebuah asap seperti Rokok dari mulutnya, yang dimana Asap itu lansung menyelimuti seluruh bagian badannya hingga tak terlihat.


Setelah Asap itu mulai menghilang Brid juga sudah tidak ada di sana. Melihat hal itu Rangga lansung mengertakkan giginya dan terlihat kesal.


"Cih. Aku sudah terlambat."


Rangga mencoba untuk berdiri, lalu Dari udara yang kosong tiba - tiba terdengar suara Brid yang mencoba bicara dengan Rangga.


"Rangga kamu tau, kau itu sangat kuat tapi sayangnya kau sudah lupa Kata - kata Dirman atau Gurumu."


"Hah Apa maksudmu?"


Tanya Rangga sambil tetap waspada.


"Bukankah kau juga sudah pernah di beritau oleh Gurumu, dalam pertarungan apapun kau tidak boleh memperhatikan satu hal saja melainkan perhatikanlah sekitarmu jika tidak kau hanya memberi kesempatan buat Musuhmu untuk menyerangmu.-


-Tapi apa yang kau lakukan tadi benar - benar sudah melanggar apa yang pernah Gurumu katakan, karena itulah aku berhasil menyerangmu dengan mudah."


Ucap Brid, kemudian ia menambahkan...


"Yaa meski aku bilang begitu aku juga tidak bisa menyalahkanmu sih, lagi pula kau ini masih muda, tentu saja pengalaman Bertarungmu masih belum banyak di bandingkan kami."


Rangga Seolah tidak mempedulikan Apa yang Brid katakan dan terus Fokus mencari Keberadaan Brid sambil tetap waspada.


Tetapi berapa kalipun ia lakukan, ia benar - benar tidak bisa merasakannya bahkan ia tidak tau Brid ada di dimana sekarang.


Mengetaui itu, Brid lansung menghela nafas "Haaa..." kemudian berkata...


"Sepertinya sudah tidak ada gunanya lagi bicara denganmu, kalau begitu ayo kita mulai sekarang."


Mendengar hal itu, Rangga lansung menambahkan kewaspadaanya dan Sorot matanya terlihat memperhatikan sekitar.


(Baiklah, dia akan menyerang kemana?)


Di saat Rangga sedang menunggu, tanpa ia sadari dari samping tiba - tiba ada sesuatu yang sedang memukul wajahnya. Dan bukan hanya sekali tapi beberapa kali hingga membuat Rangga terhempas kesana kemari.


BUK!!...BUK!!...BUK!!...BUK!!....


~Ughh!!


Rangga tak tinggal diam ia lansung mengeluarkan Aura Merah di belatinya kemudian menebas ke arah tempat barusan ia di pukul.


Namun sayangnya Aura itu tidak mengenai apapun dan malah terus melaju ke depan hingga akhirnya ia mengenai dinding di sana dan menghancurkannya.


(Sudah kuduga ini memang tidak mempang, kalau begitu...)


Rangga buru - buru mengumpulkan Aura merah di belatinya kemudian ia mengambil ancang - ancang.


Dimana Sesaat ia mendapatkan serangan dari Brid, ia lansung memutar tubuhnya dan menyebarkan Aura merahnya itu di sekiling Ruangan. Dimana Aura itu membuat Dinding di Sekitar Gudang lansung hancur dimana - mana.


Bahkan Selena yang memperhatikan itu buru - buru tiarap agar tidak kena.


Lalu di saat serangan itu mulai berhenti Rangga mencoba memperhatikan Ruangan sekitar dimana ia Mencoba mencari tau keberadaan Brid, apa ia berhasil di kena atau tidak. Tetapi sayangnya ia tidak menemukan tanda - tanda Keberadaan Brid dimanapun.


"Ka~Kau pasti bercandakan, apa dia berhasil menghindari serangan Barusan?"


"Tidak, seranganmu tadi berhasil mengenai salah satu kakiku Rangga."

__ADS_1


Balas Brid, dimana membuat Rangga sedikit kaget dan lansung mencoba mencari tau dari mana sumber suara itu berada. Namun tetap saja ia tidak tau.


Sampai akhirnya ia merasakan ada sesuatu yang sedang menyentuh kepalanya dari atas.


"Atas?"


"Benar, jika aku terlambat sedikit saja Lompat tadi, aku pasti benar - benar akan dalam bahaya.-


-Karena itulah sudah waktunya aku mengakhiri ini, sekarang tidurlah."


Rangga Merasakan Firasat Buruk dan Mencoba Menebas ke atas sana, tetapi karena Serangan yang ia lancarkan tadi cukup banyak menguras Tenaga serta energi dari Senjata S Gearnya sehingga ia tidak bisa menggunakan kekuatannya lagi.


Dan pada akhirnya Brid pun berhasil Menyerang Leher Rangga hingga Membuat Rangga perlahan mulai kehilangan kesadaran dan jatuh terbaring di tanah.


BUSTT!!..


Selena yang melihat pertarungan mereka sudah selesai lansung merasa senang dan sedikit lega.


"Ooh sepertinya Pertarungan mereka sudah selesai."


Sementara itu disisi lain tepat di dekat Rangga yang sudah tak sadarkan diri, di sana terlihat sebuah asap Tebal tiba - tiba muncul dan dari dalam asap itu keluar Rangga yang sedang berjalan pincang di karenakan salah satu kakinya Mengalami Luka tebasan dari serangan tadi.


"B~Brid kakimu, apa kau tidak apa - apa?"


"Yah. Aku tidak apa - apa."


Balas Brid sambil menuju ke tempat Selena. Dimana ia lansung menggunakan Belatinya untuk memotong borgol yang menahan salah satu tangan Selena.


Setelah itu ia duduk di dekat Selena dan Istirahat sebentar.


"~Haaa...haaa akhirnya selesai juga aku sangat lelah." ucap Brid.


Sedangkan di sisi lain Selena mencoba memperhatikan Rangga. Dimana ia berguman....


"Meski begitu. Ia sungguh kuat yah? Tidak kusangka dia bisa membuatmu sampai seperti ini."


Brid yang dengar itu lansung menganggukkan kepalanya seolah ia setuju dengan Selena.


"Um Kau benar, Harus ku katakan ia memang pantas jadi muridnya Dirman."


Dimana Hawa itu membuat sekujur tubuh Brid dan juga Selena merasa menggigil.


(Apa ~ apaan ini, hawa membunuhnya sangat kuat, dari mana datangnya?)


Brid buru - buru mencoba mencari sumber hawa Membunuh itu dan akhirnya ia menemukan bahwa Hawa membunuh itu berasal dari Tubuh Rangga yang sedang mencoba bangkit dan menatap Mereka berdua.


Dimana Gerakan Rangga seperti layaknya Zombie.


"Woy kau pasti bercandakan, bagaimana bisa ia bangun secepat ini?" ucap Brid


"Brid, apa kau benar - benar sudah membuatnya pingsan?"


Tanya Selena, dimana Brid dengan serius menjawab..


"Yah, aku sudah mengeceknya dan ia benar - benar sudah pingsan. setidaknya ia membutuhkan Satu jam atau paling Cepat tiga puluh menit untuk bisa kembali sadar."


"Begitu....kalau gitu kenapa dia bisa-!!"


Di saat Selena ingin mengatakan sesuatu tiba - tiba ia berhenti ketika memperhatikan tatapan Rangga, dimana Matanya terlihat sangat kosong dan tidak memancarkan cahaya seolah ia masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.


"B~Brid coba kau perhatikan matanya. Bukankah ia terlihat seperti masih tidak sadar?"


Mendengar hal itu Brid buru - buru melihat ke arah Rangga, dimana Matanya memang seperti orang yang masih belum sadarkan diri.


"Kau benar, kalau begitu apa mungkin ia bergerak dalam kondisi Tidak sadarkan diri?"


"Sepertinya begitu."


Balas Selena.


Lalu di saat mereka berdua sedang waspada, Terlihat Rangga sedang mencoba mengatakan sesuatu kepada mereka...


"AKU TIDAK BOLEH KALAH, AKU HARUS MEMBUNUHNYA, AKU HARUS MEMBUNUH TARGETKU .... BUNUH,...BUNUH,...BUNUH!!"


Ucap Rangga Dengan nada dingin sambil menatap Lurus ke arah Selena, dimana membuat Sekujur tubuh Selena merasa merinding dan ia terlihat ketakutan.

__ADS_1


"~Apa - apaan dia ini. Woy Brid cepat lakukan sesuatu dong."


"Meskipun kau bilang begitu aku juga tidak tau apa yang harus ku lakukan. Lagi pula sejak tadi ia tidak bergerak sama sekali dari tempatnya."


"Kalau begitu kau majui saja. Lagi pula ia juga sepertinya sudah tidak memegang Senjata S Gearnya."


"Hmm......Kau benar, kalau begitu aku kesana dulu seben-!!...EH!"


Sebelum Brid menyelesaikan kata - katanya tiba - tiba ia kaget saat melihat Rangga sudah tidak ada di sana dan Muncul tepat di belakang Selena.


(APA! BAGAIMANA BISA DIA SECEPAT INI? PADAHAL DIA SUDAH TIDAK MEMEGANG SENJATA S GEARNYA.)


Pikir Brid, Bukan hanya dia saja yang kaget bahkan Selena pun sama, dimana ia benar - benar terlihat sangat Pucat di karenakan Hawa membunuh yang di keluarkan Rangga terlalu mengerikan.


Terlebih lagi ia terus menatap Kosong Selena yang membuat Selena benar - benar ketakutan.


"~~Hiiiii aku tidak ingin mati, aku masih perawan cok."


Lalu di saat Rangga mengepalkan tangannya dan bersiap ingin memukul Selena. Brid lansung menggunakan Seluruh tenaganya yang tersisa untuk lompat ke Arah selena, dimana ia mendorong Selena Agar menjauh dari tempat itu.


Seolah Tau targetnya sudah tidak ada di situ Rangga lansung menghentikan niatnya untuk menyerang, kemudian ia berbalik ke arah Selena dan Brid, dimana Gerakannya seperti mayat hidup, layaknya Zombie.


"Ke~Kenapa...Kenapa dia bisa tiba - tiba jadi kuat seperti ini?" tanya Selena.


"Aku juga tidak tau, tapi aku rasa mungkin Inilah Kondisi yang Ketua sebutkan di pesan itu."


(Ketua? Apa yang ia maksud Carla?)


Di saat Selena memikirkan itu Sekali lagi ia merasa Sekujur tubuhnya merasa Menggigil dan wajahnya sangat Pucat, begitu juga dengan Brid.


Alasannya, itu karena Hawa Membunuh yang tadinya berada di depan mereka sekarang sudah berada di belakang.


(Woy Ini pasti bercandakan, kapan ia bergerak di belakang kami?)


Dengan tubuh yang gemetar mereka berdua mencoba melihat ke arah belakang, dimana disitu terlihat Rangga sedang menatap mereka dengan tajam.


Salah satu Kakinya juga sedang terlentang ke belakang seolah ia bersiap ingin menendang Selena.


Seolah Mengetaui itu Brid lansung mendorong Selena ke samping dan menggantikan posisinya, dimana ia Mencoba menahan tendangan itu.


Namun sayangnya di karenakan tenaga ia sudah tidak banyak di tambah lagi salah satu kakinya sedang Terluka parah jadi pertahanannya pun lansung Runtuh dan ia terlempar ke depan.


Dimana ia Beberapa Kali berguling di tanah sampai akhirnya ia berhenti ketika menabrak Tiang Besi yang ada di sana.


~Aghhhhhh!!


Brid terlihat sangat kesakitan dan ia juga batuk beberapa kali sambil mengeluarkan darah dari mulutnya.


"~Cough!!..~Cough!!..~Cough!!...Sial i~ini sakit sekali."


Brid berusaha menahan Rasa sakit yang ia dapatkan dan mencoba melihat ke arah depan.


Dimana ia perhatikan Selena sedang terbaring lemas di sana, dengan Rangga yang duduk di atasnya.


Salah satu tangan Rangga sedang mencekit leher Selena sedangkan tangan yang satunya lagi ia angkat tinggi - tinggi ke atas dan di kepal dengan kuat, seolah ia bersiap ingin Memukul wajah Selena hingga hancur.


Tentu saja Brid tidak membiarkan hal itu terjadi ia memaksa dirinya untuk bangkit namun sayangnya karena Rasa sakit yang ia terima terbilang cukup kuat jadi ia pun kembali jatuh.


"Sial...Bergeraklah diriku bergeraklah, aku tidak boleh membiarkan ia membunuh Selena disini."


Meskipun Brid berkata seperti itu tetapi tetap saja Tubuhnya tidak mau bergerak.


Sementara itu di sisi lain, Ketika Selena Mencoba melawan untuk Lepas dari Cekikan Rangga, ia melihat Rangga sudah mulai Melancarkan sebuah Pukulan kuat ke arah Wajahnya.


Sontak saja Selena lansung menyipitkan matanya dan ia terlihat pasrah.


"Haaa Apa aku akan mati disini?"


Namun Di saat Selena mengumankan itu, tiba - tiba Pukulan itu di tahan oleh Seseorang, yang dimana membuat Selena merasa kaget sekaligus terkejut.


"Eh!"


Bukan hanya dia saja Bahkan Brid pun sama. Dimana ia sangat shock ketika mengetaui bahwa Yang menahan Pukulan itu tidak lain adalah Ayahnya Rangga yaitu....


"BAGAS."

__ADS_1


__ADS_2