
Setelah beberapa saat Leon dan Fira pergi ke tempat permainan anak - anak. Tak lama kemudian, tepat di tokoh penjual Hp, Terlihat Rangga dan Siska keluar dari Tokoh.
Dimana mereka mencoba mencari keberadaan Leon dan Fira di sekitar, namun tidak menemukan di manapun.
"Dimana Leon?"
Di saat Rangga bertanya - tanya Siska lansung menjawab..
"Mungkin ia pergi ke toilet."
"Sama Fira?"
Ketika Rangga menanyakan itu, Sesaat itu juga suasan di antara mereka berdua menjadi membeku.
"....."
"....."
Namun beberapa detik kemudian Siska melihat ke arah Rangga dan berkata...
"Yah, apapun itu,...bagaimana kalau kita tunggu saja mereka di sini? Lagi pula berbahaya jika kita mencoba mencarinya dan malah tambah berpisah."
Rangga yang dengar itu, lansung mendengus dan tersenyum, kemudian ia menjawab..
"Kau benar,...kalau gitu ayo kita tunggu mereka di sini."
"Umm."
Jawab lansung Siska dengan anggukkan.
____________________________________
________________________________
Setelah beberapa menit mereka menunggu, tak lama kemudian tiba - tiba ada yang memanggil mereka dari jauh.
"Kak Siska, Kak Rangga."
Di saat mereka berdua melihat ke arah sana, di situ terlihat aku(Leon) sedang berjalan ke arah mereka sambil mengendong Fira yang terlihat sangat senang.
Sesampainya aku ke tempat mereka, Kak Siska lansung mendekatiku dan bertanya..
"Leon, Fira,...dari mana saja kalian?"
"Kami Habis bermain di sana."
Jawabku sambil menunjuk ke tempat permainan, kemudian aku melihat ke arah Fira dan berkata...
"Benarkan Fira?"
Di saat aku menanyakan itu, Fira lansung menjawabnya dengan ekspresi Ceria. Melihat itu aku lansung tersenyum dan mengelus kepalanya. Kemudian aku serahkan ia Ke Kak Rangga.
"Ini."
Di saat Kak Rangga mengambil Fira, dari samping tiba - tiba Kak Siska memanggilku.
"Leon."
"Umm, Ada ap-!!"
Sebelum aku selesai Bicara dan melihat ke arahnya, Kak Siska lansung menarik telingaku ke atas, yang membuat telingaku sakit.
"~~Aduh, aduh, aduh,..Kak, Apa yang kau lakukan?"
"Kamu ini yah, jiika kau mau pergi ke suatu tempat, setidaknya beritau kami dulu, apa kau tidak tau kami sangat khawatir jika sesuatu yang tak di inginkan terjadi pada Fira."
"~Aghhh, ~aduh sakit,..Kak Aku tau aku salah, jadi tolong lepaskan telingaku?"
Ucapku sambil merintih kesakitan, kemudian aku menambahkan..
"Lagi pula, kenapa kalian hanya khawatir sama Fira, bukankah aku ini adek kalian, setidaknya khawatirlah sedikit."
Seolah - oleh aku mencoba bercanda dengannya, Kak Siska yang mengetaui itu lansung mengerutkan dahinya dengan kesal dan menarik telingaku dengan kuat lagi..
Kreekkkk!!
__ADS_1
"~~Arghhh,...~aduh, ~aduh, ~aduh..Kak Siska ini sangat sakit, tolong lepaskan?"
"Tidak usah banyak bicara, ini hukuman untukmu."
"Hukuman apanya, Lepaskan itu sekarang,..DASAR GADIS GALAK!"
Sesaat aku mengucapakan itu, Kak Siska lansung terlihat marah dan menarik telingaku dengan kuat lagi..
KREEEK!!
"~Aghhhhhhh!!,...Sial, Sial, Sial,..Woy ini sakit."
"Diamlah."
Ucap Kak Siska sambil mencoba menambah tarikannya lagi. Namun sebelum ia menambah tarikannya, Kak Rangga lansung menahan tangannya dan berkata..
"Siska, sudah hentikan itu, lihat semua orang sedang melihat ke arah kalian."
Ucapnya sambil melihat ke arah Orang - orang yang lewat, dimana mereka semua sedang melihat ke arah kami yang sedang bertengkar.
Kemudian Kak Rangga kembali melihat ke arah Kak Siska dan menambahkan...
"Lagi pula, lihat sepertinya Fira bersenang - senang bermain dengan Leon di sana, jadi maafkanlah dia?"
Di saat Kak Rangga mengatakan itu, aku lansung melihat ke arah Kak Siska dan mencoba ikut campur....
"Benar Kata Kak Rangga, jadi cepat lepaskan tanganmu dari situ, dasar kakak ga-!!"
'Lak' ingin ucapku, namun sebelum mengucapkan itu, Kak Rangga lansung berahli ke arahku dan memotongnya dengan suara tajam..
"LEON KAU DIAM SAJA DI SITU."
Melihat tatapannya itu membuat aku lesu, seolah - olah aku sedang meleleh, kemudian aku berkata..
"..ba~baik, maafkan aku."
Ucapku dengan Lesu, melihat itu Kak Siska Lansung mendesah "haaa.." dan melepaskan tangannya dari telingaku.
"Kali ini aku maafkan, tapi jika kau ulangi....AKU AKAN MENARINKNYA LEBIH KERAS DARI PADA INI, MENGERTI?"
"~Ba~Baik,..aku mengerti."
melihat aku dan Kak Siska sudah berbaikan, Kak Rangga lansung tersenyum dan berkata...
"Baiklah, karena semuanya sudah selesai, kalau gitu ayo kita jalan - jalan sebentar ke tokoh lain?"
Tanya Kak Rangga dimana kami berdua lansung menjawabnya dengan anggukkan.
""umm.""
namun sebelum kami berjalan. aku melihat ke arah Kantong hitam yang di genggam Kak Rangga dan bertanya...
"Omong - omong Kak, apa Itu Hpku?"
Ucapku sambil menunjuk kantong tersebut. Melihat itu Kak Rangga lansung tersenyum dan mengulurkan Kantong itu padaku.
"Yah, ini Hpmu."
Di saat aku mengambil kantong tersebut aku lansung terlihat senang dan berkata...
"Yeah, aku sudah punya Hp."
Melihat tingkahku yang seperti anak kecil membuat Kak Rangga dan Kak Siska lansung tersenyum tipis, tanpa kecuali Fira.
Setelah itu, Kak Rangga melihat ke arahku dan Kak Siska, kemudian ia berkata lagi..
"Baiklah bagaimana kalau kita pergi sekarang."
"Umm, ayo kita pergi."
Jawabku sambil mengangguk senang. Setelah itu Kak Rangga dan Kak Siska mulai berjalan di depanku sambil aku mengikuti mereka dari belakang.
Namun, di saat Kak Rangga baru berjalan beberapa langkah, tiba - tiba ia berhenti berjalan dan melihat ke arah belakang.
Melihat hal itu, Kak Siska lansung bertanya...
__ADS_1
"Ada apa Kak Rangga?"
Namun, di saat Kak Siska menanyakan itu, untuk sementara Kak Rangga tidak menjawab apapun dan hanya melihat ke belakang terus, dimana tatapannya terlihat sangat tajam.
"......."
Setelah beberapa detik kemudian, ia melihat ke arah Kak Siska dan menjawab..
"....tidak, bukan apa - apa. Ayo kita pergi."
Ketika Kak Rangga dan Kak Siska mulai berjalan lagi, aku yang mengikuti mereka dari belakang, untuk sesaat berhenti berjalan dan melihat ke arah belakang dari balik Pundak.
Dimana aku bisa perhatikan beberapa anak yang mengawasiku tadi sedang pura - pura belanja di salah satu Tokoh yang ada di sana.
Melihat itu bibirku lansung tersenyum seringai dan kembali melihat ke arah depan, kemudian aku berjalan dan mencoba menyusul mereka berdua(Kak Rangga dan Kak Siska.)
_____________________________________
_________________________________
Di saat kami berjalan - jalan dan berkeliling di dalam Mall, kami mencoba memasuki beberapa tokoh.
Mulai dari Tokoh pakaian, tokoh aksesoris dan Kosmetik sampai ke Tokoh mainan. Dimana Kak Rangga membelikan beberapa mainan untuk Fira di dalam sana, Seperti mainan masak - masak dan Boneka Lucu.
Setelah beberapa saat kami berkeliling, tak lama kemudian haripun sudah menjelang sore.
Dimana saat ini kami sedang istirahat di salah satu Restoran yang ada didalam Mall. Dimana aku dan Kak Siska yang memangku Fira, sedang duduk di salah satu meja, sambil menunggu Kak Rangga yang lagi beli makanan.
"Haaa, aku sangat lelah."
Ucapku sambil bersandar di kursiku, kemudian Kak Siska yang duduk tepat di sampingku mencoba mamanggilku..
"Leon."
"Um, ada apa?"
Tanyaku sambil melihat ke arahnya, dimana ia sedang memperlihatkan Gantungan Hp boneka Beruang, yang ia beli waktu di tokoh aksesoris. Kemudian ia bertanya...
"Bagaimana menurutmu?"
"Yah, itu terlihat sangat imut."
"Benarkah?"
Ketika Kak Siska bertanya lagi. Aku menyentuh gantungan Hpnya dan menjawab...
"Yah, ini sangat Lucu, benarkan Fira?"
Tanyaku sambil berahli ke arah Fira yang duduk di pangkuan Kak Siska. Di mana seperti biasa Fira menjawabnya dengan ekspresi Ceria.
Melihat itu Kak Siska lansung tersenyum dan berbisik..
"Begitu."
Namun, di saat ia membisikkan itu, tiba - tiba ada seseorang yang mendekati kami. Dimana Orang tersebut tidak lain adalah Kak Rangga.
"Maaf membuat kalian menunggu."
"Oh Kak Rangga, akhirnya kau datang juga."
Balasku sambil berahli ke arah Kak Rangga, dimana ia sedang membawa beberapa ayam Goreng dan 3 piring nasi putih yang ia Genggam di kedua tangannya, kemudian ia menyerahkan Piring itu ke padaku, Kak Siska dan juga dirinya sendiri.
Setelah itu, ia duduk di Kursi yang saling berhadapan denganku dan mengarahkan pandangannya ke arah Fira.
"Fira, sini duduk di pangkuan Ayah?"
"Papa."
Balas Fira yang terlihat senang, melihat itu Kak Rangga lansung tersenyum dan melihat ke arah Kak Siska.
"Makasih Sudah menjaganya."
"Itu tidak apa - apa."
Balas Kak Siska sambil menyerahkan Fira ke Kak Rangga, kemudian Kak Rangga Memangku Fira yang terlihat senang dan melihat Kami berdua(aku dan Kak Siska.).
__ADS_1
"Kalau gitu, bagaimana kalau kita makan Sekarang?"
Di saat Kak Rangga menanyakan itu, baik aku ataupun Kak Siska lansung menjawab dengan Anggukkan "umm." kemudian kami pun mulai makan bersama.