
Setelah beberapa saat aku berbaring di kasur, tak lama kemudian tiba - tiba aku mendegar suara Bel. Tanda waktu istirahat sudah berakhir, sehingga aku lansung turung dari kasur dan menuju ke arah meja Bu Nara.
"Bu Nara, sepertinya waktu istirahat sudah berakhir."
"Kau benar."
Balas Bu Nara sambil mendengar suara Bel. Kemudian ia melihat ke arahku dan bertanya.
"Apa kau sudah tidak apa - apa?"
"Yah Berkatmu. Aku sudah mendingan."
"Begitu."
Ucap Bu Nara sambil mendengus. Setelah itu aku berbalik dan mencoba meninggalkan Ruangan ini.
"kalau begitu aku permisi dulu."
"Yah hati - hati."
Balas Bu Nara sambil tersenyum, Namun di saat aku sudah berada di dekat pintu, Tiba - tiba aku berhenti berjalan dan melihat ke arah belakang dari balik pundak.
"Oh iyah, Omong - omong Bu Nara, apa tidak ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan padaku?"
Di saat aku menanyakan itu, Terlihat Bu Nara sangat terkejut dan kebingungan. Hingga ia mencoba bertanya balik..
"Eh,..Le-Leon apa maksudmu?"
"Seperti yang aku katakan, alasan anda mencariku, itu karena ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan padaku kan?"
"Ba-bagaimana bisa kamu tau itu?"
"Soal itu, kau tidak perlu tau, yang jelas cepat katakan saja, apa yang ingin kamu tanyakan?"
Ketika aku menanyakan itu, untuk sementara Bu Nara tidak menjawab apapun dan hanya menundukkan kepalanya terus.
"......"
Namun beberapa detik kemudian, tiba - tiba ia mengangkat kepalanya ke atas dan menatapku dengan serius.
"Seperti yang kamu katakan, memang benar ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu. Namun bukan hanya itu saja. Melainkan aku ingin minta Bantuanmu juga."
"Bantuan?"
Tanyaku.
"Yah."
Jawab Bu Nara secara singkat, kemudian ia melanjutkan lagi..
"Leon kamu masih ingatkan, ketika aku memberitaumu soal Bu Linda yang sering mendapatkan luka, gara - gara perkelaian Rumah tangganya?"
"Yah, aku masih ingat."
Jawabku dengan tenang.
"Nah, Alasan aku memanggilmu kemari itu karena aku ingin minta bantuanmu, untuk membantu Bu Linda memecahkan masalah itu.-
-meskipun aku tau ini sangat memalukan bagi orang dewasa sepertiku, minta bantuan pada anak kecil sepertimu, tetapi...-"
__ADS_1
Sesaat Bu Nara Berhenti, ia berahli ke salah satu kasur, yang sering di gunakan Bu Linda saat berada di sini. Kemudian ia berkata..
"AKU TIDAK TAHAN LAGI MELIHAT DIA DI PERLAKUKAN SEPERTI ITU TERUS."
Ucap Bu Nara dengan tegas sambil memiliki kilatan tajam di matanya.
Seolah - olah mengerti apa yang ia rasakan, aku lansung mendesah "haaa.." dan menatap ia dengan serius.
"Baiklah, aku mengerti aku akan membantumu."
"Benarkah?"
Tanya Bu Nara yang terlihat senang.
"Yah, lagi pula kau sudah merawatku jadi aku harus membalasnya,...TIDAK, malahan kau merawatku itu karena kau ingin aku menerima ini kan?"
"Hehehe aku ketahuan yah?"
"Tentu saja, itu sangat jelas."
Jawabku dengan santai. Kemudian aku menatap ia dengan serius dan bertanya..
"tapi sebelum itu boleh aku tanya sesuatu?"
"Apa?"
"Aku ingin tau, kenapa kau minta bantuanku? Bukankah lebih baik jika kau minta bantuan pada orang dewasa atau melaporkan hal ini pada polisi?"
Disaat aku menanyakan itu, terlihat tatapan Bu Nara kelihatan sedih dan menjawab.
"Yaa sebetulnya aku ingin melakukan itu, tetapi Bu Linda bersihkeras melarangku, ia bilang ia tidak ingin membuat masalahnya menjadi besar.-
"begitu."
Ucapku dengan tenang, kemudian Bu Nara menatapku dengan serius dan melanjutkan lagi..
"itulah kenapa, aku minta bantuanmu, karena aku pikir mungkin saja kau bisa ke rumahnya untuk mencari tau apa yang ia alami di sana."
"Kenapa kau berpikir seperti itu?"
Tanyaku dengan tenang.
"Yaa, karena di bandingkan Orang - orang yang Bu Linda kenal di sekolah ini, hanya kamulah yang ku lihat paling dekat dengannya."
"Huh?😧"
"selain itu, kamu juga pernah bilangkan, AKU AKAN MEMBANTU BU LINDA, Itulah kenapa aku memilihmu."
"Hmm jadi begitu."
Ucapku sambil menatap matanya dimana aku tidak merasakan kebohongan sama sekali, sehingga aku lansung mendesah "haaa..." dan berkata..
"Baiklah, aku sudah mengerti apa yang kamu katakan. Kalau begitu aku akan mencari cara untuk pergi ke rumahnya nanti."
Di saat aku mengucapkan itu, Sentak membuat Bu Nara lansung terlihat senang dan berlari ke arahku, dimana ia megenggam tanganku dengan bahagia.
"Benarkah? Makasih Leon."
"Tidak perlu berterima kasih. Lagi pula aku juga tidak suka jika wanita yang ku in- Huh?...maksudku Guruku di perlakukan seperti itu."
__ADS_1
Ucapku sambil terlihat malu karena hampir kecoplosan mengucapkan 'Incar'.
Namun Bu Nara Yang melihat aku malu - malu begitu, lansung tersenyum dan mulai mengelus kepalaku dengan bahagia.
"Hehehe, kau benar - benar anak yang baik yah Leon."
"Sudahlah hentikan itu."
Ucapku sambil menyingkirkan tangannya dari atas kepalaku dan menjauh sedikit darinya.
Kemudian aku menatap ia dengan tenang dan berkata....
"Dari pada itu, bisa tidak kamu memberitau aku cepat, tujuanmu yang lain?"
"tujuanku yang lain?"
"Yah, bukankah masih ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan padaku?"
Di saat aku menanyakan itu, untuk sementara Bu Nara tidak berkata apapun dan hanya menatapku dengan tenang.
"......"
Namun, beberapa detik kemudian ia mendengus dan menjawab..
"Kau benar, tapi aku rasa, ini belum waktunya aku bertanya soal itu."
"Memang apa yang ingin kamu tanyakan?"
"Yaa ini bukan sesuatu yang spesial. Hanya saja....."
Sesaat Bu Nara Berhenti, ia buru - buru mengganti topik pembicaraan dan melihatku dengan serius.
"dari pada itu Leon, Bukankah sudah waktunya kamu pergi ke kelas?"
Ketika ia menanyakan itu, sentak membuat aku kaget dan buru - buru melihat ke arah jam yang ada di dinding. Dimana menunjukkan sudah beberapa menit waktu istirahat berakhir.
"Hah, kau benar juga, kalau begitu aku permisi dulu."
Sambil meninggalkan kata - kata itu, aku lansung keluar dari Ruangan Uks dan mulai berlari di koridor untuk pergi ke kelasku.
Di saat aku sudah tidak ada, tepat didalam Ruangan Uks, Terlihat Bu Nara masih melambaikan tangannya.
Dimana ketika ia sudah melambai, ia kembali pergi duduk di kursinya dan membuka laci mejanya, yang di dalamnya terdapat sebuah Buku.
Dimana Buku tersebut tidak lain adalah Buku tentang Shota yang pernah Leon Lihat.
"aku yakin waktu itu, Leon pasti menemukan Buku ini Saat terjatuh. Itulah kenapa sikapnya tiba - tiba berubah saat itu."
Ucap Bu Nara sambil mengingat kejadiaan, dimana ketika ia mencoba menipu Leon untuk mengoleskan salep di badannya, Leon terus mencoba menjauh darinya. Seolah - olah ia sudah tau Hobi Bu Nara saat itu.
hingga membuat ekspresi Bu Nara lansung terlihat suram.
"~Haaa..Jujur saja aku ingin menanyakan soal ini, tetapi.....!"
Sesaat Bu Nara Berhenti ia mencoba melihat buku itu sekali lagi, dimana membuat ia lansung tersipu malu dan berteriak dengan sangat keras.
"AAAAAAH AKU TIDAK BISA, AKU TIDAK INGIN ANAK ITU TAMBAH MENJAUHI KU."
Ucapnya dengan wajah yang sangat merah karena malu.
__ADS_1