
Setelah waktu istirahat berakhir. Kami semua lansung kembali ke kelas masing - masing.
Dimana ketika waktu pelajaran Berlansung. Tepat di samping bangku ku seperti tadi, terlihat Bu Linda sedang berdiri sambil mengawasiku yang sedang belajar. Diikuti dengan wajahnya yang sedang cemberut.
"Bu Linda. Berhentilah melihatku seperti itu, Apa kau tidak lelah melakukan ini terus?"
Tanyaku sambil melirik ke arahnya. Namun, tanpa pedulikan itu Bu Linda menjawab..
"Tidak, aku tidak lelah sama sekali, selain itu, tadi aku pergi ke ruang UKS tapi aku tidak menemukanmu, Dari mana saja kau?"
Tanya Bu Linda sambil meremas pundakku dengan erat.
Merasakan hal itu, Untuk sementara aku melirik ke arahnya. Namun setelah beberapa detik kemudian aku kembali belajar dan menjawab.
"Aku tadi keluar untuk menghirup udara segar, karena terlalu bosan di dalam sana."
"Eh, Bosan?"
Ucap Bu Linda dimana ia terlihat kebingungan. Namun, tanpa pedulikan aku menjawab.
"Yah, jujur tidak ada yang bisa di lakukan di dalam sana selain baring - baring. Apa lagi di sana juga ada Monster pemakan anak - anak."
"Eh Monster? Dari tadi kau bicara apa sih Leon?"
Ketika Bu Linda bertanya, aku lansung berhenti belajar dan melihat ke arahnya. Dimana aku perhatikan sepertinya ia belum tau Sifat asli Dokter Nara.
Setelah itu, aku mendesah "haaa.." dan berkata...
"Tidak, lupakan saja apa yang barusan aku katakan. Yang jelas sekarang aku sudah baik - baik saja, jadi tidak Usah pedulikan lagi soal itu. Mengerti."
Ucapku sambil menatap matanya dengan tenang namun tajam.
Tetapi bukannya takut, Bu Linda malah menatap Balik ke arahku. Dimana membuat kami berdua saling menatap satu sama lain.
"......"
"......"
Setelah beberapa detik kami saling menatap, tak lama kemudian tiba - tiba Bu Linda menusuk salah satu mataku menggunakan jarinya...
CLURKK!!
..Hingga membuat mataku terasa sangat sakit dan perih....
"~Aghhhh,...Sial, ~mataku, ~mataku, apa yang kau lakukan?"
Tanyaku sambil menutup mataku yang sakit. Bu Linda yang lihat itu lansung tertawa licik sambil berkata...
"Kamu itu seorang Murid, tidak boleh menatap Gurumu seperti itu lagi. Mengerti."
"MENGERTI APANYA- ~Aduh.~Aduh.~Aduh."
Ucapku sambil mengosok mataku yang lagi sakit. Melihat itu, membuat Bu Linda lansung tersenyum dan berkata...
"Kalau begitu, aku pergi dulu"
"~~Hah, kau mau pergi ke mana? Woy Kembali ke sini- ~Aghhh!"
Namun tanpa pedulikan itu, Bu Linda terus berjalan ke tempat duduknya, di mana Ia terlihat sangat senang.
"Fufufu."
Tawa Bu Linda.
ketika Bu Linda sudah agak menjauh dari bangku. Aku bisa rasakan semua tatapan para Murid mengarah kepadaku, kecuali Sara yang lagi asik belajar.
Dan Saat aku melihat ke arah para murid. Mereka semua sentak terlihat kaget dan lansung kembali belajar. Seolah - olah mereka takut denganku.
Melihat itu aku lansung mendesah "haaa.." dan berahli ke arah Bu Linda, dimana mataku yang tidak sakit lansung menyipik dengan tajam ke arahnya.
Sambil mengingat lagi apa yang dikatakan Dokter Nara saat itu.
Dimana, ketika Dokter Nara menanyakan soal Luka yang di terima Bu Linda. Bu Linda menjawab....
Mengingat jawaban tersebut membuat aku menatap Lurus ke arah Bu Linda. Dimana tatapanku terlihat sangat tenang sambil memancarkan Cahaya di balik bayangan.
__________________________________
_______________________________
*Bonus*
[Master.]
__ADS_1
"Apa?"
[Aku ingin tanya, apa matamu sudah baik - baik saja?]
"......"
[......]
"......"
[.......]
"~~BE-BENAR JUGA, ~MATAKU, MASIH SAKIT ~ARGHHH!!"
Ucapku sambil menggosok terus mataku yang sakit. Hingga aku melakukan itu sampai waktu pelajaran berakhir.
__________________________________
_______________________________
Pada saat sudah waktunya pulang sekolah, Tepat di dekat gerbang terlihat aku sedang berdiri sambil bersandar di tembok.
Dimana tepat di Sampingku ada juga Sara yang kelihatan sedang ngambek.
Meski aku tidak tau alasanya, kenapa ia ngambek terus sejak makan Di kanting, namun tanpa pedulikan aku mencoba untuk cari topik pembicaraan.
"Sepertinya kelas mereka belum selesai yah?"
Tanyaku, dimana Rusli dan Lia belum keluar dari Sekolah. Sara yang dengar itu tidak menjawab apapun dan hanya memperhatikan para Murid yang keluar dari sekolah.
Mengetaui itu, aku lansung mendesah "haaa.." dan melihat ke arahnya, dimana ia terlihat masih ngambek.
"Sara, dari tadi kamu kenapa si ngambek terus, apa aku telah melakukan kesalahan?"
Ketika aku bertanya, tanpa melihat ke arahku Sara lansung menjawab..
"Tidak, kamu tidak salah apapun."
"Kalau begitu, kenapa kamu begini terus?"
Ketika aku tanya lagi, sesaat Sara melihat ke arahku. Namun beberapa detik kemudian ia kembali melihat para murid yang keluar dari sekolah dan menjawab..
"Aku mau begini atau tidak, itu bukan urusanmu."
Ucapnya, dimana membuat aku lansung terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun.
(Haaa, inilah kenapa aku tidak suka anak kecil. Ketika ia sudah marah, susah untuk di ladenin.)
Pikirku sambil mendesah. Setelah itu, untuk sementara suasana di antara kami berdua menjadi sunyi.
Namun setelah beberapa saat kemudian, aku ingat ada sesuatu yang ingin ku katakan ke Sara dan lansung melihat ke arahnya.
"Oh iyah Sara, aku ingin tau apa kau sudah beritau kakakmu, kalau kau akan pergi main dengan kami?"
Saat aku tanya, dengan tenang Sara menjawab...
"Yah, aku sudah mengirim ia pesan tadi."
"Begitu." Ucapku.
setelah itu Suasana kembali menjadi sunyi. Dan ketika aku mencoba melihat langit biru di angkasa tiba - tiba Sara memanggilku.
"Leon."
Mendengar itu, aku lansung melirik ke arahnya, dimana Ia melihat ku dengan sangat serius.
"Ada apa?"
Tanyaku.
"Leon, jujur aku tidak ingin percaya ini, tapi, apa benar kamu suka menggoda Wanita?"
Mendengar pertanyaan seperti itu. Membuat Tempat kami lansung menjadi membeku..
"......" Aku
"......" Sara
[......] PIX
Setelah beberapa detik terdian, tak lama kemudian Wajahku tiba - tiba berubah menjadi suram sambil berkata..
(Jangan Bilang, gadis ini ngambek mulai dari tadi, hanya karena gara - gara ini?)
Ucapku didalam pikiran. PIX yang dengar itu, lansung menjawab..
__ADS_1
[Sepertinya begitu. Kemungkinan ia ngambek karena ia sedang cemburu.]
(Cemburu? Tidak, tidak, tidak...tidak mungkin Gadis ini Cemburu dengan Om - Om seperti aku.)
[Dari pandangan Master memang terlihat seperti itu. Tapi dari pandangan Gadis ini tidak seperti itu-
-lagi pula selain aku, semua orang yang anda kenal saat ini tidak melihat anda sebagai om - om, melainkan melihat anda sebagai Bocah yang bernama Leon.]
Setelah PIX mengucapkan itu, aku ingat lagi, kalau sampai saat ini memang benar, belum ada yang tau identitasku yang sebenarnya.
Meskipun ada 3 orang yang sedang mencurigaiku(Kak Rangga, Ayah, Bulan), Tetapi mereka bertiga hanya percaya 50% saja, sedangkan 50%nya lagi mereka masih mengira kalau aku ini adalah Leon yang sesunggunya.
"Leon kau kenapa, dari tadi diam saja terus?"
Saat aku sedang memikirkan itu, tiba - tiba Sara memanggilku dari samping. Tanpa menunggu lama aku lansung melihat ke arahnya.
"Tidak, bukan apa - apa."
Jawabku, setelah itu aku menatap lurus ke arah Sara dan bertanya...
"Omong - omong Sara, tadi kamu bilang apa lagi?"
"Hah, tadi Aku bilang, apa kau suka menggoda wanita, Leon?"
"Yaa itu dia. Tapi sebelum itu Boleh tidak aku tanya sesuatu."
"Apa?"
Tanya Sara
"dari mana kamu dengar itu?"
Saat aku tanya dari mana Sara dengar kalau aku suka goda wanita, Sara lansung memiringkan kepalanya kesamping dan dengan santai ia menjawab...
"Hmm, aku dengar dari Lia dan Rusli."
Mendengar itu, sentak membuat wajahku lansung terlihat kesal, dimana Urat - uratku sampai terlihat di dahiku dan berkata...
(DASAR PARA BOCAH, GUE MAU JAHIT MULUT MEREKA.) Ucapku di dalam pikiran.
Setelah aku mengucapkan itu, Sara mencoba bertanya sekali lagi...
"Jadi bagaimana Leon, apa kau benar - benar suka menggoda Wanita atau tidak?"
Tanya Sara dimana ia menatapku dengan ekspresi serius. Melihat itu aku lansung mendesah "haaa..." dan dengan tenang aku menjawab...
"Yah kau benar, aku memang suka goda wanita. Apa salah?"
Saat aku tanya, Sara tidak mengatakan apapun dan hanya menatap mataku dengan diam.
hingga membuat mata kami saling menatap satu sama lain.
"....."
"....."
Setelah beberapa detik kami saling menatap, tak lama kemudian, Bulan berbisik "Begitu." dan lansung melihat ke arah depan lagi.
(Aku pikir ia akan marah atau memukulku. Tapi sepertinya ia biasa - biasa saja.)
Ucapku di dalam Pikiran, dimana aku perhatikan Sara terlihat sangat tenang dan tidak marah atau ngambek sedikitpun.
Meskipun aku tidak tau alasanya. Tetapi syukurlah dia sudah baik - baik saja.
Setelah memikirkan itu, untuk sementara kami berdua terus berdiri di tempat itu.
Dimana kami menunggu kedatangan Lia Dan Rusli, sambil melihat beberapa Siswa yang keluar dari sekolah.
Namun, setelah beberapa saat kami menunggu tak lama kemudian, tiba - tiba Sara memanggilku.
"Leon"
"Hmm?"
"Boleh aku tanya satu hal lagi."
"Apa?"
Ketika aku bertanya, Sara lansung berahli ke arahku dengan sangat serius, dimana tatapannya terlihat sangat tenang namun tajam.
"Leon,...Tidak,....Kau, APA KAU BENAR - BENAR LEON?"
tanya Sara dengan nada Tajam.
Mendengar pertanyaan seperti itu membuat mataku dan PIX lansung melebar karena terkejut.
__ADS_1
"EH!"
[EH!]