BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PENYELAMATAN LEON


__ADS_3

Salah satu ruangan di Pangkalan Militer dari AL(Angkata Laut.) di sana terdapat seorang Pria kekar yang sedang duduk di Sofa sambil membaca beberapa laporan yang ada Di atas meja.


Pria itu bernama Bajradaka Seorang Laksamana sekaligus Komandan yang memimpin Pangkalan ini.


Di saat ia lagi Seriusnya membaca. Tiba - tiba terdengar suara Ketokan dari arah Pintu.


TOK!!...TOK!!...TOK!!....


Saat Bajradaka melihat ke arah sana ia dengar suara seseorang yang berada di balik Pintu.


"Komandan apa anda ada di dalam?"


"Yah, ada apa?"


Tanya balik Bajradaka.


"Ada sesuatu yang ingin ku beritaukan ke anda Pak, Ini Darurat."


"Darurat?...Baiklah masuklah, pintunya tidak terkunci."


Setelah Bajradaka mengizinkan mereka untuk masuk ke dalam, pintu Itu pun terbuka dan memperlihatkan Dua sosok Prajurut yang Wajahnya terlihat Cemas.


Dimana Mereka berdua buru - buru mendekati Bajradaka dan Beri Hormat.


"Maaf sudah mengganggu waktu anda Pak."


"Itu tidak apa - apa, yang lebih penting ada apa mencariku?"


"Baik, sebetulnya...."


Prajurit itu mulai memberitaukan semuanya ke Bajradaka apa yang ia lihat tadi.


Dimana ia melihat sebuah Bom Cahaya yang meledak beberapa kali di atas langit, di ketinggian Puluhan Meter di atas laut.


Tidak lupa ia juga beritaukan soal Bocah itu, dimana Bocah itu mengirimkan mereka Sebuah pesan berbentuk Kode Morse yang Bertuliskan sebelum ia Jatuh ke laut.


Setelah Bajradaka dengar itu semua ia lansung berguman "Begitu." lalu ia berdiri dari sofa dan pergi mengambil Topinya yang ia gantung di dinding.


Setelah itu, ia melihat ke arah dua Prajurit itu lagi dan Berkata...


"Baiklah, Kalian Berdua Suruh Armada 1 untuk Bersiap, kita akan Berangkat dan pergi menyelamatkan Anak itu.-


-Hah Jangan Lupa, Kerahkan 1 Helikopter Juga agar bisa membantu dan menerangi tempat Pencarian. Mengerti?"


""BAIK, KAMI MENGERTI PAK.""


"Bagus, kalau begitu cepat bergerak."


""SIAP PAK.""


Balas Kedua Prajurit itu secara serentak dan juga tegas, Lalu tanpa menunggu lama mereka berdua lansung berlari keluar dan Pergi ke tempat pasukan Armada 1 berada.


_______________________________


_____________________________


Setelah mereka selesai melakukan persiapan, beberapa menit Kemudian tepat di lokasi tempat Anak itu tenggelam. Di sana terdapat sebuah Kapal Perang KRI xxx serta 1 Helikopter yang sedang melakukan Pencarian.


Dimana Mereka semua menyenter setiap Lokasi tempat anak itu jatuh dan meneranginya.


Tidak lupa Mereka juga mengerahkan beberapa pasukan Penyelam untuk turung ke bawah agar bisa mencari keberadaan anak itu.


"Bagaimna, apa kalian sudah menemukan anak itu?"


Bajradaka yang berada Di dalam Kapal KRI menanyakan hal itu ke para pasukannya.


Lalu Salah satu pasukannya yang melakukan Komunikasi dengan dia pun menjawab..


{Maaf Pak, kami belum menemukan apapun.}


"Begitu. Baiklah terus lanjutkan pencarian."


{SIAP PAK.}


Balas Pasukan itu dengan tegas.


lalu Kemudian Bajradaka mengalihkan pandangannya ke arah Dua Prajurit yang melaporkan kejadian ini dan bertanya..


"Kalian berdua, apa kalian yakin anak itu jatuh di sekitar sini?"


"Yah, tidak salah lagi Pak, anak itu memang jatuh di sekitar sini."


"Begitu."


Guman Bajradaka, lalu ia mencoba mengganti topik pembicaraan.

__ADS_1


"Omong - omong apa kalian tau sudah berapa Lama Waktu terlewat sejak anak itu jatuh ke dalam laut?"


"Mungkin sekitar 3 sampai 4 menit pak."


"4 menit yah."


Rata - rata orang dewasa biasanya hanya bisa menahan Nafas di dalam air selama 3 sampai 5 Menit sementara anak Kecil hanya 2 menit, jadi jika kita tidak cepat - cepat menemukan Anak itu maka kemungkinan besar Anak itu benar - benar akan Mati.


"Cih,...Semua Tim Penyelam bagaimana Situasi di bawah, apa kalian sudah menemukan sesuatu."


{Di sini Tim Penyelam 3 kami belum menemukan apapun Pak.}


{Di sini Tim Penyelam 1 Sama Kami juga belum menemukan apapun.}


"Begitu...bagaimana dengan Tim Penyelam 2?"


{Di sini Tim Penyelam 2, kami baru saja menemukan sebuah Tas Pak. Kami menduga kemungkinan ini milik anak itu.}


Mendengar laporan tersebut membuat Bajradaka Lansung terlihat senang.


"Bagus, Tim Penyelam 2 lanjutkan pencarian kalian di Sekitar situ,"


{Baik Pak.}


"Sedangkan untuk Tim Penyelam 1 dan 3, Kalian Pergi ke lokasi Tim Penyelam 2, bantu mereka cari anak itu di sekitar sana."


{{Kami Mengerti Pak.}}


"Yosh Kalau begitu, Sekarang Cepat Bergerak."


{{{SIAP PAK.}}}


Jawab Ketiga Tim Penyelam itu secara serentak. Lalu mereka pun mulai Menfokuskan pencarian mereka di sekitar Lokasi Tim Penyelam 2 berada.


________________________________


_____________________________


Saat ini aku(Leon) sudah sampai di dasar laut dan sedang terbaring di sana dengan seluruh badanku di penuhi oleh luka dan tak bisa ku gerakkan sama sekali kecuali tangan kiriku.


Aku mencoba membuka Mataku dan melihat ke atas. Dimana aku melihat ada sebuah cahaya dan 1 Kapal perang Serta Suara Helikopter yang ku dengar di atas sana.


Terlebih lagi aku juga merasakan beberapa Keadiran seseorang yang sedang menyelam di sekitar sini.


kemungkinan mereka semua adalah Tim Penyelam yang sedang mencari keberadaanku.


[Ooh Master anda baik - baik saja.]


(Yah. Entah bagaimana.)


Balasku di dalam pikirkan. lalu aku melirik PIX dan bertanya...


(Omong - Omong sudah berapa lama aku tenggelam?)


[Mungkin sekitar 6 sampai 7 menit Master.]


(7 menit yah. untung saja aku barlatih teknit pernapasan jika tidak aku pasti sudah mati 3 menit yang lalu.-


-yah apapun itu Aku harap mereka segera menemukanku, karena aku juga sudah hampir mencapai batasku.)


[Eh apa maksudmu?]


Di saat PIX bertanya, tiba - tiba tubuhku di dorong oleh ombak di bawah Laut yang membuat Tangan serta Kaki ku yang patah menabrak batu karang hingga aku merintih kesakitan.


~~Ughhh!!


Di saat aku kesakitan Tanpa sengaja mulutku terbuka lebar yang membuat air laut lansung masuk ke dalam.


~Glup!!...Glup!!...Glup!!....


[MASTER!]


PIX teriak dan wajahnya terlihat khawatir, meski begitu aku mengabaikannya dan buru - buru menutup mulut ku menggunakan tangan kiri ku.


(~Sial, Sial, Sial ini benar - benar gawat, aku merasa kesulitan untuk menahan nafas.)


[Master, tolong bertahanlah sebentar lagi mereka pasti akan menemukan mu?]


(Tidak, jika aku menahan nafasku lebih lama lagi, aku mungkin akan mati.)


[Ta-Tapi kan-!!]


Sesaat PIX ingin mengatakan sesuatu tiba - tiba kami di terangi oleh sebuah Cahaya. Dimana Cahaya itu berasal dari salah satu senter milik Tim Penyelam yang sudah menemukan kami.


[Master Lihat, sepertinya anda sudah di temukan.]

__ADS_1


PIX terlihat senang dan buru - buru mengalihkan pandangannya ke arahku, Namun ia lansung kaget sesaat melihatku, sebab saat ini aku sudah kehilangan kesadaran terlebih lagi mulutku terus mengeluarkan gelembung yang membuat PIX sangat khawatir.


[Ma~Master sadarlah...Master tolong bangunlah.]


(.......)


[Master, jika anda mendengar suaraku tolong di jawab,....Masteeeeer!]


PIX terus memanggilku tetapi sayangnya tidak ada satu pun jawaban.


Hingga akhirnya Tim penyelam sampai di tempatku dan lansung membaku naik ke atas.


________________________________


____________________________


Setelah aku di bawah ke atas, saat ini aku berada di salah satu Ruangan istirahat yang ada di dalam Kapal.


Dimana ruangan itu sedang di kelilingi oleh beberapa Pasukan yang sedang melihatku terbaring tidak sadarkan diri di kasur. Salah satunya adalah Bajradaka.


"Bagaimana Kondisi anak itu."


Bajradaka menanyakan hal itu kepada pasukan yang sedang mengecek Kondisi ku. Dimana pasukan itu menjawab...


"Tenang saja Kita sudah beri ia CPR jadi setidaknya nyawa dia sudah terselamatkan.-


-Hanya saja Komandan, Luka yang anda bilang tadi yang Anak ini miliki, Sepertinya lebih parah dari yang kita duga."


Mendengar hal itu Bajradaka lansung menyipitkan matanya dan bertanya..


"Apa maksudmu?"


"Seperti yang anda lihat, dari luar baik kaki dan tangannya memang terlihat seperti hanya mengalami luka memar saja, tapi setelah aku perhatikan baik - baik aku mengetaui bahwa Tangan kanan Serta kedua kakinya telah mengalami patah tulang."


"APA!!"


Bajradaka terkejut mendengar hal itu, bukan hanya ia saja semua Orang di ruangan ini pun sama.


Namun tanpa pedulikan itu Ia(Pasukan itu) melanjutkan lagi.


"Bukan hanya itu saja, coba anda lihat ini Komandan."


Ia membuka bajuku dan menunjukkannya ke Bajradaka. Dimana tepat di samping kanan Perutku, terdapat sebuah Luka bakar yang sepertinya baru - baru ini aku dapatkan.


Dimana luka itu agak kehitaman sedikit yang membuat Bajradaka bertanya - tanya...


"Luka apa itu?"


"Anda cium saja, anda pasti akan tau sendiri." balas pasukan itu.


Lalu tanpa menunggu lama Bajradaka lansung mendekati ku dan mulai mencium bau luka bakar yang ada di perutku. Dimana Bau Itu Mirip seperti...


"Bau bubuk Granat."


Jawab Bajradaka.


"Benar, bukan hanya di perutnya saja, aku juga menemukan di bagian Leher, kaki serta Pergelangan tangannya."


"Begitu, tapi dari mana anak ini bisa mendapatkan Luka - Luka seperti ini?"


"Kalau itu aku juga tidak tau. Yang jelas bagaimanapun kita harus cepat bawa ia ke rumah sakit untuk melakukan perawatan lebih lanjut."


"Um, Kau benar."


Balas Bajradaka sambil Mangangguk. Lalu kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah salah satu pasukan yang ada di belakangnya dan Bertanya...


"Omong - omong, Berapa lama lagi kita sampai di Pangkalan?"


"Sebentar lagi kita sampai Pak."


"Baiklah, setelah kita sampai di pangkalan aku ingin kau lansung pergi persiapkan mobil dan bawa anak ini ke rumah sakit. Nanti aku akan ikuti kamu di belakang."


"BAIK PAK."


Balas pasukan itu dengan tegas. Lalu Bajradaka mengalihkan pandangannya lagi ke arah Dua prajurit yang melaporkan kejadian ini, kemudian ia berkata...


"Untuk kalian berdua. Aku ingin salah satu dari kalian hubungi pihak Rumah sakit untuk Bersiap di sana. Supaya setelah kita sampai disana anak ini bisa lansung di tangani dengan cepat.-


-Sedangkan untuk yang satunya lagi aku ingin kau cari dan hubungi keluarga anak ini agar sesegera mungkin pergi ke sana(rumah sakit) Mengerti."


""KAMI MENGERTI PAK.""


"BAGUS, KALAU BEGITU CEPAT BERGERAK."


"""SIAP PAK."""

__ADS_1


Balas Ketiga prajurit itu dengan tegas. Lalu beberapa menit kemudian kami pun sampai di Pangkalan dan aku lansung dilarikan ke rumah sakit.


__ADS_2