
Ketika aku masuk kedalam kafe, aku lansung pergi duduk di salah satu meja yang berada di dekat Jendela. Dimana aku bisa melihat Orang - orang yang berada di luar.
Setelah beberapa saat aku melihat, tak lama kemudian, dari jauh ada seorang gadis yang mendekatiku.
"Maaf membuat anda menunggu. Boleh aku tau, anda ingin pesan apa?"
Tanya gadis itu, mendengar itu aku lansung mengalihkan pandanganku ke arahnya.
Dimana saat gadis itu melihat wajahku, sentak membuat matanya lansung melebarkan karena terkejut.
"LEON!"
Ucap gadis itu, yang tidak lain adalah Bulan.
"Yo, lama tidak bertemu,...BULAN."
Ucapku sambil seringai sedikit. Melihat itu, Bulan lansung mengertakkan giginya dan wajahnya terlihat kesal.
"Kau,....apa yang kau lakukan di sini?"
"Apa? Bukankah sudah jelas aku ingin nongkrong di sini dan,...BICARA DENGANMU BULAN."
Ucapku sambil melihat ke arahnya, dimana tatapanku terlihat sangat tenang namun tajam.
Bulan yang lihat tatapanku bukannya takut ia malah terlihat tambah kesal dan berkata..
"Bicara? Maaf aku tidak punya waktu bicara denganmu sekarang, aku lagi Sibuk."
Mendengar hal itu, Untuk sementara aku tidak mengatakan apapun "......" namun setelah beberapa detik kemudian bibirku lansung melengkun dan menjawab..
"Bulan, kau tak usah khawatir, lagi pula aku akan menunggumu di sini sampai kamu selesai"
"Hah, apa kau gila, Aku itu selesai kerja jam 1 malam, jadi cepat pulang saja sana tidur."
Ucap Bulan sambil terlihat geram. Namun bukanmya takut aku malah tertawa sedikit. "~Pfffft" dimana membuat Bulan bertanya - tanya apa yang sedang ku tertawakan.
"Leon. Kenapa kau tertawa?"
"Ya kau tau, biasanya para pelayan berusaha untuk membuat pelanggangnya agar tetap tinggal di sini, tapi kau,...malah.....~Pffffft!"
Melihat aku tertawa lagi, membuat Bulan tambah geram dan lansung memukul meja yang ku tempati.
BUKKK!!
"LEON, BERHENTILAH TERTAWA."
Ucap Bulan dengan keras, dimana membuat para Pelanggang lain lansung terlihat kaget dan melihat ke arah kami.
"Ada apa?"
"Apa mereka bertengkar?"
"Sepertinya begitu."
Bisik para Pelanggang.
Di sisi lain, Bulan yang menyadari kalau ia sudah buat keributan lansung melihat ke para pelanggang dan menundukkan kepalanya untuk mencoba minta maaf.
"Maaf sudah mengganggu waktu kalian semua."
Ucap Bulan, dimana ia bisa lihat para Pelanggang tidak terlalu mempedulikan hal itu.
Melihat itu, Bulan lansung merasa lega "fuuu..." dan melihat ke arahku lagi.
"sudahlah, yang lebih penting, Leon apa yang ingin kamu pesan?"
Ketika Bulan bertanya, aku tidak mengatakan apapun, dan hanya menatapnya dengan ekspresi datar.
"........??"
__ADS_1
Melihat itu, Bulan lansung terlihat kesal. Namun, karena Bulan tidak mau membuat para Pelanggangnya terganggu lagi, sehingga ia mencoba menahan ke kesalannya.
"Le~Leon, bisa cepat apa yang ingin kamu pesan?"
"......."
"Leon apa kau dengar?"
"......."
"BOCAH SIALAN, CEPAT JAWAB!"
Bisik Bulan dengan nada tajam di dekat telingaku, dimana wajahnya terlihat sangat geram sambil meremas Pundakku dengan erat.
Hingga membuat aku kembali sadar dan menatap dirinya.
"Hah, Bulan maaf aku tadi sedang melamun."
"Melamun?"
"Yah, tadi aku sedang memikirkan...HUKUMAN APA YANG BAGUS BUAT KALIAN BERLIMA!"
Ucapku sambil menyipitkan mataku ke arahnya dengan tajam. Dimana membuat Bulan lansung meneteskan keringat dingin di wajahnya.
"Le-Leon, apa maksudmu tiba - tiba bilang begitu?"
Saat Bulan bertanya, aku lansung mendesah "haaa.." dan berkata..
"Tidak, bukan apa - apa. Yang lebih penting tadi kamu bilang apa lagi?"
Ketika aku bertanya, Bulan terlihat tenang kembali sambil menjawab..
"Aku Bilang, apa yang ingin kamu pesan?"
"Oh, kalau begitu aku pesan......."
_______________________________
Sambil menunggu Bulan selesai kerja, aku menontong Sepak Bola yang terdapat Tv layar di Tembok Kafe. Dan sesekali aku pesan juga makanan dan Minuman di situ.
Setelah beberapa jam aku menunggu, tak lama kemudian akhirnya Waktunya ia pulang. Dimana kami berdua lansung pergi meninggalkan kafe tersebut.
Setalah kami meninggalkan kafe itu, saat ini kami sedang berjalan di pinggir jalan, dimana hampir tidak ada satupun orang dan kendaraan yang lewat. Bahkan semua Toko pun sudah tertutup.
"Entah kenapa ini sangat sunyi dan sepi yah?" tanyaku.
"Kau benar."
Jawab Bulan dengan datar.
"Seolah - olah dunia ini milik kita berdua saja yah?"
Tanyaku lagi, dimana aku mencoba menggoda Bulan dan melihat Reaksinya. Namun saat aku melihat ia, bukannya ia malu malah ia menatapku dengan jijik.
"Ma~Maaf aku salah."
Ucapku lansung sambil melihat ke arah depan lagi. Di sisi lain, Bulan yang lihat itu lansung mendesah "haa..." dan berkata..
"Sudahlah, yang lebih penting bisa beritau aku sekarang, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Bulan.
"Sebelum aku jawab, boleh aku tau, apa kau akan pergi sekolah besok?"
Ketika aku bertanya balik, aku melirik ke arah Bulan dimana ia melihatku dengan tatapan bingun sambil menjawab.
"Te-tentu saja aku pergi."
"Hmm,..kalau begitu, Besok aku ingin kau tidak usah pergi sekolah."
Bulan yang dengar itu sentak lansung terlihat terkejut dan mencoba bertanya..
__ADS_1
"Eh, Memang kenapa?"
"Yaaa, kau tidak perlu tau alasanya, yang jelas aku ingin kau tidak usah pergi sekolah besok, mengerti."
Seolah - olah ia seperti sedang ku paksa, Bulan lansung terlihat marah dan berkata...
"APA KAU BERCANDA, TIDAK MUNGKIN AKU MAU MENDENGARKANMU."
"Bercanda?"
Sesaat aku membisikkan itu, aku lansung berahli ke arah Bulan, dimana aku menatapnya dengan Tajam sambil berkata..
"BULAN, KAU PIKIR AKU SEDANG BERCANDA."
Ucapku dimana tatapanku terlihat seperti memancarkan cahaya di balik bayangan.
Bulan yang lihat itu, lansung merinding ketakutan dan tubuhnya terlihat gemetar.
"~Ma~Maaf aku salah, a~aku akan mendengarkan mu." ucapnya.
"Baguslah kalau kau tau."
Ucapku sambil berahli ke arah depan dan melanjutkan lagi...
"kalau begitu, besok jam 8 pagi aku ingin kau pergi ke bangunan itu?"
"Bangunan mana?"
Saat Bulan bertanya, aku lansung meliriknya dan menjawab..
"Kau pasti tau kan Bangunan yang ku maksud."
Pada Saat Bulan dengar itu, ia lansung ingat Bangunan dimana aku menghajar beberapa anak SMA.
Setelah ia mengingat itu, ia Lansung menjawab.
"Y-yah, aku tau."
Ucapnya.
"Bagus, Kalau begitu besok pagi kita akan bertemu di sana. Mengerti?"
"A-Aku mengerti."
Jawab Bulan dengan gugup, kemudian untuk sementara suasana di tempat kami menjadi sunyi dan sepi. Dimana hanya langkah kaki kami saja yang terdengar di malam hari.
Namun, beberapa detik kemudian, tiba - tiba Bulan berhenti berjalan dan melihat ke arahku dengan serius.
Mengetaui itu aku berhenti berjalan juga dan melihat ke arahnya.
"Oi kenapa kau tiba - tiba berhenti?"
Tanyaku.
"Leon, bisa beritau aku sekarang tujuanmu yang sebenarnya. Tidak mungkin kau menungguku selarut ini hanya untuk memberitauku soal itu kan?"
Tanya Bulan dimana ia menatapku dengan Serius. Melihat itu, bibirku lansing melengkun seperti bulan sabit sambil menjawab...
"Yah, kau benar, tujuanku sebenarnya bukan hanya memberitaumu soal itu, melainkan Aku juga ingin membawamu ke suatu tempat."
"Suatu tempat? Ke mana?"
Tanya Bulan dimana ia terlihat kebingungan. Di sisi lain aku yang dengar itu lansung seringai dan menjawab..
"Kau akan tau nanti."
Ucapku sambil seringai jahat.
Melihat itu, entah kenapa membuat Bulan lansung memiliki Firasat Buruk, dan membuat Wajahnya sedikit Suram.
__ADS_1