BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MEMULANGKAN FIRDAUS


__ADS_3

Di saat kami mencoba berjalan ke arah Selena, tiba - tiba Firdaus jatuh. Kemungkinan besar kakinya masih lemas sehingga aku mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri.


"Sini aku bantu."


"Makasih Leon."


Setelah Firdaus berhasil kembali berdiri, kami lanjut berjalan dan akhirnya kami sampai di tempat Selena, dimana ia saat ini sedang bersiap - siap menggunakan kekuatan Senjata S Gearnya.


"Jadi bagaimana Selena?"


Tanyaku.


"Um semuanya sudah selesai, kita bisa berangkat kapan saja."


"Bagus, kalau begitu cepat antar ia kembali ke rumahnya(Firdaus), kau taukan rumahnya?*


"Tentu saja, lagi pula selama beberapa hari ini aku sudah mengawasinya."


"Bagus, kalau begitu cepat lakukan."


Setelah aku mengatakan itu, aku dan Firdaus berdiri di depan Selena, dimana Selena memegang pundak kami.


Lalu seketika Selena menyuruh kami loncat bersama dan saat itulah sebuah cahaya terang muncul di sekujur tubuh Selena dan menerangi ruangan ini.


Dan di saat cahaya itu mulai memudar kami semua sudah tidak berada di ruangan itu lagi, melainkan berada di halaman rumah Firdaus.


"Aku sudah merasakannya sekali, tapi tetap saja kekuatanmu itu membuat aku terkejut. Kau bisa membawa kami ke tempat ini dalam waktu sesingkat itu."


Guman Firdaus yang merasa kagum dengan Kekuatan Selena.


"Baiklah, Kak Firdaus sekarang masuklah, aku yakin keluargamu pasti khawatir padamu, apa lagi adikmu."


Firdaus yang dengar itu lansung menggangguk kuat sambil memberikan aku senyuman hangat.


Namun di saat Firdaus baru saja mau masuk ke dalam, tiba - tiba aku ingat, masih ada satu hal penting yang ingin ku tanyakan pada Firdaus sehingga aku buru - buru menghentikannya.


"Kak Firdaus tunggu dulu sebentar."


Firdaus yang dengar itu lansung berhenti jalan dan berbalik melihat ke arahku.


"Ada apa?"


"JIKA KAU MASIH INGIN MENCARI BUKTI - BUKTI UNTUK MENANGKAPKU AKU TIDAK MASALAH, TAPI KAU HARUS INGAT SELAMA KAU MELAKUKAN ITU, KEHANCURAN KOTA INI JUGA AKAN TERUS SEMAKIN DEKAT JADI AKU HARAP KAU INGAT ITU BAIK - BAIK."


Setelah aku mengatakan itu aku pun berbalik sambil melambaikan tanganku.


"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu."


Namun sayangnya sebelum Selena menggunakan kekuatannya kali ini Firdaus yang malah menghentikanku..


"Leon tunggu dulu!"


...Yang dimana membuat aku lansung berbalik dan melihat ke arahnya.


"Leon, soal tawaranmu tadi(jadi pionmu), bisa tidak kau berikan aku waktu untuk memikirkannya.-

__ADS_1


-Bagaimanapun juga tiba - tiba di beritau soal keberadaan mahklut dunia lain yang akan menyerang kota ini, jujur saja ini masih membuat aku tidak bisa menerimanya. karena itulah tolong berikan aku waktu untuk memikirkannya."


Tentu saja aku mengerti apa yang Firdaus rasakan, jadi


Tanpa pikir panjang aku menyetujuinya.


"Baiklah, aku mengerti."


"Makasih Leon. yaa udah kalau begitu aku masuk dulu."


Sambil melambaikan tangannya, Firdaus berjalan masuk ke dalam rumahnya, dimana sekarang hanya tersisa aku dan Selena doang di sana.


"Baiklah, Sudah waktunya kita kembali juga."


"Kau benar."


Balas Selena.


Lalu kemudian aku memegang tangan Selena dan kami berdua Loncat bersama di iringi dengan sebuah cahaya yang menerangi kami berdua.


Dan ketika cahaya itu memudar kami berdua sudah tidak ada di sana.


_____________________________________


_________________________________


Keesokan paginya, Rina, pelayan rumah ini sedang berjalan menaiki tangga sambil mencoba menuju ke lantai dua, dimana kamar Leon berada.


Setelah Rina sampai di kamar Leon, ia mengetok - ngotok pintunya sambil mencoba memanggil Leon yang berada di dalam.


"Tuan muda, apa anda sudah bangun, sudah waktunya anda bersiap pergi ke sekolah."


"......."


"Tuan muda?"


Berapa kalipun Rina memanggil Leon tidak ada balasan apapun dari dalam, sehingga Rina memutuskan untuk membuka pintu itu dan masuk ke dalam, dimana ia melihat Leon ternyata masih tidur di kasurnya.


"Jadi ia masih tidur."


Guman Rina.


Lalu kemudian Rina mendekati Leon dan mencoba membangunkannya. Namun ketika ia melihat wajah tidur Leon ia merasa gemas sampai - sampai ia tidak sadar bahwa ia mulai mengelus - ngelus pipi Leon.


(Astaga, lihat wajahnya dia sungguh polos sekali. Aku ingin tau di masa depan nanti ia akan jadi seperti apa ya?)


Sementara Rina memikirkan itu, di bawah selimut Leon tiba - tiba ada sesuatu yang bergerak dimana membuat Rina kaget.


"Kyaaa apa itu!?"


Lalu di saat Rina membuka Selimut itu ternyata ada Selena yang sedang tidur di bawah Leon, dimana ia hanya mengenakan dalaman saja.


Tentu saja hal itu membuat Rina merasa shock dan lansung teriak dengan sangat keras....


"KYAAAAAAAAAAAAAA!"

__ADS_1


Teriakannya sangat keras sampai - sampai orang di lantai bawah bisa mendengarnya.


"Suara apa itu barusan? Sepertinya kayak ada orang yang sedang teriak?"


Tanya Ibu.


"Mungkin itu teriakan dari tetangga sebelah kali." jawab Ayah.


Sementara itu, di sisi lain aku(Leon) terbangun setelah mendenger teriakan barusan.


"Nghhhh!! Ada apa sih pagi - pagi begini ribut?"


Rina yang baru sadar bahwa telah mengganggu tidurku buru - buru menundukkan kepalanya dan minta maaf padaku.


"Hah tuan muda tolong maafkan aku, aku tidak sengaja, Aku....."


"Sudahlah itu tidak apa, yang lebih penting apa yang terjadi? Kenapa kau teriak begitu?"


"Yah sebetulnya...."


Rina mengalihkan pandangannya ke suatu tempat dan saat aku mencoba mengikuti pandangannya, tepat di bawahku aku melihat Selena sedang tidur nyenyak sambil hanya mengenakan dalaman saja.


Melihatnya saja aku bisa lansung tau alasan kenapa Rina teriak begitu.


"Hmm begitu aku mengerti, Rina maaf ya karena sudah membuatmu melihat sesuatu yang tidak senonoh seperti ini."


"A-Anu itu...aku tidak masalah, hanya saja kenapa wanita ini bisa tidur di tempat anda? Apa mungkin tuan muda anda...."


Tidur dengannya. Aku yakin Rina pasti ingin mengatakan itu tapi ia lansung hentikan, sebab ia tau, tidak sopan untuk menayakan hal seperti itu pada anak kecil sepertiku, jadi ia membiarkannya berlalu.


"Haa sudahlah tolong lupakan saja apa yang ku katakan barusan, yang lebih penting tuan muda sudah saatnya anda bersiap - siap pergi ke sekolah. Tuan dan Nyonya sedang menunggu anda di bawah."


"Aku mengerti, aku akan segera turung."


"Baiklah, ka-kalau begitu....apa aku perlu membangunkan dia(Selena) juga?"


"Tidak perlu, biar aku saja yang bangunkan."


"Yaa udah, kalau begitu aku permisi dulu."


Rina menundukkan kepalanya. Setelah itu ia berjalan keluar dan meninggalkan kamarku, dimana sekarang hanya tersisa aku dan Selena saja di dalam sana.


"Yosh sekarang........WOY BANGUNLAH GADIS BODOH!!"


Aku menendang Selena dengan keras hingga membuat Selena jatuh dari kasurku.


"~Aghh!!..Aduh..du..du!! Punggungku sakit sekali. Leon apa yang kau lakukan?"


"Justru aku yang harusnya bilang begitu, apa yang kau lakukan tidur di kamarku? Apa lagi dengan pakaian seperti itu. Bagaimana jika ada orang lain yang melihatnya?"


"OOH MEMANG KENAPA JIKA ADA ORANG LAIN YANG MELIHATMU, APA KAMU TAKUT?"


"Tentu sajalah aku ta-!!"


Tiba - tiba aku berhenti bicara, sebab aku baru sadar bahwa suara barusan bukan berasal dari Selena melainkan itu berasal dari arah pintu kamarku.

__ADS_1


Dan saat aku mencoba melihat ke arah sana, di situ aku melihat Kak Siska sedang tersenyum padaku, dimana senyumannya itu terlihat sangat menyeramkan sampai - sampai membuat sekujur tubuhku merasa merinding dan ketakutan.


__ADS_2