
"Ini benar - benar gawat."
Kata Vincent saat melihat satu persatu helikopter di pihak mereka di hancurkan.
Tidak hanya itu saja, Mereka juga terus di hujani peluru dari segala arah sampai - sampai mereka kesulitan untuk menyerang balik.
Mereka hanya bisa berlindung di dalam Kuba Es raksasa milik Amaliya.
"Sial mereka tidak punya rasa ampun sama sekali, mereka terus menyerang kita." Ucap Amaliya
Amaliya sebisa mungkin berusaha mempertahankan kuba esnya sambil memperbaiki setiap ada retakan di kuba es nya.
Valdo tak tinggal diam saja, ja juga ikut membantu dengan mengirimkan beberapa pedangnya di luar sana dan menghancurkan semua misil yang mengarah ke mereka.
"Cih, ini terlalu banyak, Tuan Alexei apa yang harus kita lakukan? kita tidak boleh diam saja terus seperti ini bisa - bisa kuba es ini hancur."
Ucap Valdo. Alexei setuju juga dan mengangguk.
"Kau benar, kalau begitu Vincent, apa kau memiliki Senjata S Gear yang bisa melindungi kita dari serangan mereka?"
"Yah aku punya, Perisai yang ku gunakan tadi. perisai itu bisa di lebarkan dan menciptakan sebuah penghalan yang sama seperti kuba es milik Amaliya."
"Baguslah, kalau begitu sementara kita bertiga berlindung di dalam penghalanmu-
-Valdo, Amaliya aku ingin kalian keluar dan menghancurkan semua Alutsista yang menyerang kita."
"Eh."
Bukan hanya Amaliya saja yang terkejut mendengar itu tapi Valdo pun sama.
"Tuan Alexei, apa anda yakin?"
Tanya Valdo. Alexei kebingungan dan bertanya balik..
"Yakin? Apanya?"
"Maksudku menghancurkan semua alutsista di luar sana?"
"Oh Tentu saja aku serius, memang kenapa, apa ada masalah?"
"Tidak ada, hanya saja bukankan semua Alutsista itu milik negara? Selain itu yang ia(Carla) kendalikan juga ada banyak.-
-jika kita menghancurkan semuanya maka negara pasti akan mengalami kerugian yang sangat besar, terutama anda."
Benar, harga penjualan alutsista itu sangat mahal. satu alutsista saja itu bernilai lebih dari miliaran, sedangkan Carla sendiri saat ini mengendalikan hampir semua alutsista yang ada di tempat ini.
Jika mereka sampai menghancurkan semuanya maka kalian bisa bayangkan sendiri berapa kerugian yang di alami.
Tentunya itu tidak sedikit, pasti ada banyak, Di tambah lagi pertahanan di tempat ini juga akan melemah. yang dimana hal itu pastinya membutuhkan waktu yang lama sekali untuk bisa mengembalikannya seperti semula.
__ADS_1
Karena itulah Amaliya dan Valdo masih sedikit khawatir, memikirkan menghancurkan Alutsista - Alutsista itu.
"Tuan Alexei, aku punya saran."
Valdo mencoba memberi sebuah saran, Alexei penasaran dan bertanya
"Katakan?"
"Dari pada kita menghancurkan semua Alutsista itu lebih baik kita serang saja dia(Carla).-
-Selama kita mengalahkannya maka semua Alutsista yang di kendalikannya juga pasti akan berhenti menyerang."
Saran Valdo sangat bagus. Alexei juga tidak masalah dengan itu dan setuju.
"Baiklah, lakukan jika kalian memang bisa melakukannya tapi ingat kalian tidak boleh sampai membunuhnya mengerti?"
Amaliya dan Valdo dengan kuat lansung menganggukkan kepalanya.
""Baik kami mengerti.""
"Bagus, kalau begitu bersiaplah kita akan mulai sekarang."
Sementara mereka sedang bersiap di dalam sana. di luar terlihat Selena, Gregori dan juga Mael kagum melihat bagaimana Carla mengendalikan semua Alutsista yang ada di tempat ini. Sampai - sampai mereka tidak percaya Carla bisa memojokkan Alexei dan yang lainnya di dalam kuba es itu.
yaa meskipun Valdo telah mengirim puluhan pedangnya keluar untuk menghalau semua serangan tetapi itu tidak ada gunanya.
"Woo ini hebat sekali."
terkesan Mael. kemudian di sambung oleh Selena.
"Benar, tidak ku sangka Carla mempunyai kekuatan sebesar ini. jika kita terus menyerang mereka seperti ini maka kita mungkin bisa menang."
Mael seolah setuju juga dan mengangguk..
"Um."
Namun di sisi lain Carla malah berpikir sebaliknya dan berkata.
"Kalian salah, serangan seperti ini tidak akan bisa mengalahkan mereka. serangan ini hanya untuk bisa memberi kita sedikit waktu agar bisa mendapatkan itu darinya."
Selena penasaran apa Yang ingin Carla dapatkan dan bertanya..
"Apa yang ingin kau dapatkan?"
"Itu-!!"
Sebelum Carla jawab tiba - tiba mereka melihat Kuba es di depannya perlahan mencair di susul oleh dua sosok bayangan yang terbang ke atas.
Satunya Valdo, sedangkan yang satunya lagi adalah Amaliya. mereka berdua terbang di atas sana menggunakan pedang melayang milik Valdo.
__ADS_1
"Sekarang Vincent." Alexei.
"Aku mengerti."
Vincent segera mengeluarkan Perisainya yang di simpan di dalam gelangnya(Item Box).
Perisai itu melebar dan membentuk sebuah lingkaran yang mengelilingi mereka.
Di atas lingkaran itu terdapat sebuah penghalan yang mirip dengan penghalan kuba es Amaliya.
Namun Penghalan Vincent membutuhkan waktu yang agak lama agar bisa menutup sentuhnya.
(Sial proses penghalan ini terlalu lama, kita akan keburu di tembak.)
Sebelum Vincent menyelesaikan penghalannya, serangan lain datang lagi dari segala arah. dan serang kali ini dua kali lebih banyak dari serangan sebelumnya.
(Sepertinya ia(Carla) sudah menunggu kesempatan ini untuk menyerang kita dengan kekuatan penuh.) pikir Alexei.
"Kalau begitu...."
Alexei segera melihat ke atas dan memerintahkan Amaliya untuk menahan semua serangan itu.
"Amaliya Giliranmu."
"Baik."
Amaliya berdiri di atas pedang dan melebarkan tangannya, saat itu juga semua serangan yang datang ke arah mereka sekejap membeku dan menjadi es. hingga jatuh ke tanah.
"Apa! dia membekukan semua serangan itu!" Ucap Mael yang terkejut.
Tak hanya itu saja, Amaliya juga menaikkan tangannya ke atas. lalu dari bawah tanah tiba - tiba enam rantai es besar muncul ke permukaan.
Ke enam rantai itu mengelilingi Amaliya, mulai dari depan, kiri, kanan hingga belakang.
Rantai - rantai itu menghancurkan semua serangan yang mencoba menargetkan Amaliya.
"Di~Dia masih punya kekuatan sebesar ini! sepertinya sejak tadi ia memang belum serius melawan kita."
Bisik Selena. Carla merespon bisikkan Selena dan mengangguk kuat.
"Kau benar, namun kali ini berbeda, mulai dari sini ia akan serius."
Tepat di belakang Amaliya, Carla melihat sebuah serpihan cahaya berkumpul menjadi satu. lalu serpihan cahaya itu membentuk sebuah wujut seorang wanita dewasa berumur sekitar 30 tahun.
Wanita itu melayang di belakang Amaliya dan mempunyai tubuh yang lansin.
Dia mengenakan gaun Dress yang agak sedikit terbuka berwarna silver dan mempunyai rambut putih panjang yang berkibar serta memiliki bola mata yang besar yang berbentuk seperti cristal Es.
Tanpa perlu di katakan lagi Carla langsung mengenal sosok wanita itu, ia adalah Roh TUPXION Amaliya bernama ELSIE.
__ADS_1