
setelah Rangga melihat ke arah Ogre King, ia memperhatikan bagian lehernya, dimana, Di lehernya tersebut tidak terlihat sama sekali Inti dari Monster ini. melainkan hanya darahnya yang terus mengalir keluar dari dalam.
(Oi, kau pasti bercandakan, jika di lehernya tidak ada, itu berarti, satu - satunya harapan kita saat ini di Tali pusarnya. dan jika di tali pusarnya juga tetap tidak ada,..maka....)
sambil memikirkan itu semua, perlahan keringat dingin mulai menetes di dahi Rangga, sambil menatap tajam Ogre King.
"cih, ini benar - benar situasi yang sangat buruk."
setelah mengatakan itu. kepala Ogre King yang tergeletak di tanah, secara perlahan mulai mengering.
setelah beberapa detik ia mengering, ia lansung menjadi debu dan melayang di udara.
pada saat bersamaan, di dalam leher Ogre King yang sudah terpotong. keluar sebuah gumpalan daging, dimana Gumpalan itu, perlahan membentuk seperti kepala Ogre King yang sudah terputus.
namun, saat Rangga melihat hal itu semua, ia tidak memperlihatkan ekspresi apapun. melainkan ia hanya terus melihat Ogre King dengan tatapan tajam, sambil mengeluarkan niat membunuhnya.
seusai ia menatap Ogre King selama beberapa detik, perlahan Rangga mengerakkan tangannya ke telinga kanan. setelah itu, ia mencoba menghubungi Respati.
"Kapten Respati apa anda dengar??"
{y~ya, aku dengar.}
"baiklah, sekarang dengarkan baik - baik. saat ini kita hanya memiliki satu kesempatan lagi."
{satu kesempatan??}
"yaa, karena kita sudah tau, kalau Inti Monster ini tidak berada di Lehernya, itu berarti satu - satunya yang belum kita ketaui adalah di tali pusarnya kan?"
{i-itu benar juga....kalau begitu, aku akan tetap membantu anda untuk menahan, setiap Serangan Monster itu.}
"tidak,...kau tidak perlu menahan semuanya, aku ingin anda Fokus saja untuk menahan, serangan yang di lancarkan tangan Kanannya. sedangkan Tangan kirinya biar aku yang atasi."
{apa anda baik - baik saja dengan itu??}
"ya, kau tenang saja, lagi pula ini satu - satunya kesempatan kita untuk mengetaui, apa di tali pusarnya ada Inti monsternya atau tidak ada. dan jika serangan kita Gagal, maka besar kemungkinan kita akan susah untuk membunuh ia lagi."
{eh, benarkah itu??}
"ya,...KALAU BEGITU, BERSIAPLAH KAPTEN RESPATI!?"
Saat Rangga meneriakkan itu, ia memperhatikan kepala Ogre King yang sudah kembali seutuhnya. sambil berbalik ke arah belakang untuk melihat Rangga.
setelah Ogre King melihat Rangga, ia lansung mengambil pedang besarnya yang jatuh ke tanah, sambil mengatur posisinya untuk bersiap menyerang.
melihat hal itu, Rangga pun tidak tinggal diam, ia juga mengatur posisinya untuk bersiap menyerang.
GIRRRRRR!!
"........"
untuk sementara mereka berdua saling menatap satu sama lain. namun, tak lama kemudian, ketika terdengar suara tembakan jauh di dalam hutan.
sesaat itu juga, mereka berdua lansung berlari, sambil mulai melancarkan serangan masing - masing.
namun, sesaat Rangga baru saja mau melancarkan sebuah serangan, tiba - tiba Ogre King menambahkan kecepatan ayunannya dari samping.
sehingga membuat Rangga lansung kaget dan dengan cepat menundukkan kepalanya ke arah bawah, untuk menghindari serangan itu.
"fuuu,...itu hampir saja!!"
setelah pedang itu sudah lewat di atas kepalanya, Rangga mencoba untuk menyerang balik ke arah Ogre King.
namun, sebelum ia menyerang balik, tiba - tiba ia merasakan sebuah pukulan datang lagi, dari atas kepalanya.
"hmmm!!"
mengetaui hal itu, ia tidak pedulikan sama sekali, sebab ia tau bahwa pukulan itu tidak akan mengenai dia,....karena.....
DORR!!
Tembakan yang di lancarkan Respati lansung menghempaskan pukulan itu, sehingga Rangga bisa terus melanjukkan serangannya, dimana target ia adalah Tali pusar Ogre King.
"DI SANA!!"
saat Rangga sudah melihat Tali pusarnya, ia mencoba menusukkan kerisnya ke arah sana.
sayangnya sebelum ia berhasil menusukkan kerisnya, tiba - tiba ia merasakan sebuah serangan lagi, datang dari arah bawah.
dengan cepat Rangga lansung melihat ke arah bawah, dan memperhatikan kaki kiri Ogre King sedang mencoba, menendang perut Rangga ke arah atas.
namun, hanya dalam waktu singkat, Rangga lansung menghindari tendangan itu, dengan berputar ke arah samping.
setelah ia berputar, ia lansung menusukkan satu kerisnya, ke arah Tali pusar Ogre King.
"TERIMALAH INI!!"
setelah Tali pusarnya di kena, Keris itu lansung tertusuk masuk ke dalam.
tapi, sayangnya karena Tusukannya tidak terlalu dalam, sehingga Rangga tidak bisa mengetaui, apa Didalam sana, ada Intinya atau tidak ada.
(sial, ini terlalu keras,....kalau begitu!?)
dengan menggunakan seluruh tenagannya, Rangga berusaha sekuat tenaga untuk menusuk keris itu, agar masuk lebih dalam ke tubuh Ogre King.
"MASUKLAAAAAAAAAAH!!"
ia terus berusaha untuk mengeluarkan semua tenaga yang ia punya, agar kerisnya itu terus masuk ke dalam.
dan saat Kerisnya sudah agak masuk ke dalam, tak lama kemudian,...tiba - tiba
TINK!!
sesaat Rangga bisa merasakan, ada sesuatu yang ia tabrak di dalam perut Ogre King.
dan saat ia tau apa yang ia tabrak itu,tampa sadar, Bibir Rangga lansung melengkun seperti bulan sabit, sambil di matanya memancarkan sebuah cahaya di balik poninya.
"AKHIRNYA, AKU MENEMUKANMU!"
ucap Rangga dengan nada tajam.
setelah itu, dengan cepat ia mencoba untuk menarik kerisnya keluar dari dalam perut Ogre King. dan mencoba melompat ke arah belakang, untuk menjauh darinya.
namun, saat Rangga masih dalam keadaan melayang, tiba - tiba sebuah pukulan lansung mengarah ke arah wajahnya.
sayangnya Rangga tidak pedulikan hal itu sama sekali, sebab ia tau bahwa pukulan itu akan di hempaskan lagi, oleh tembakan Respati.
DORR!!
Seperti yang Rangga prediksi, Pukulan itu lansung terhempas, setelah di hantam sebuah Peluru dari Sniper laras Panjang milik Respati.
hingga membuat Ogre King lansung terlihat sangat kesal.
GIRRRRRRRRRRRRRRRR!!
setelah Rangga berhasil menjauh dari Ogre King. ia lansung berlutuk dengan satu kaki. sambil terlihat terhengah - engah..
"haa,...haa,...haa,....haaa.."
setelah beberapa detik Rangga berhasil mengatur nafasnya, ia mulai mengatakan sesuatu didalam pikirannya.
(karena aku sudah memakai seluruh tenagaku untuk menusuk tali pusarnya, sehingga saat ini aku hanya bisa mengandalkan kekuatan kerisku..)
sesaat Rangga berhenti sambil melihat ke arah Kerisnya.
setelah itu, ia melanjukkannya lagi.
(...sebab, ketika aku menggunakan kekuatan keris ini. meski hanya sesaat, tapi kekuatan ini akan menambah staminaku berkali - kali lipat dan karena aku sudah mengetaui dimana letak Inti Monster itu berada......jadi...)
"...AKU TIDAK PERLU MENAHAN DIRI LAGI, UNTUK MENGGUNAKAN SELURUH KEKUATAN KERIS INI!?"
setelah Rangga membisikkan itu. perlahan ia mencoba mengeluarkan kekuatan kerisnya.
namun, sesaat ia baru saja mau mengeluarkannya, tiba - tiba ia lansung berhenti, sebab ia merasakan sebuah serangan datang dari arah depan.
dan saat Rangga melihat ke arah depan. ia lansung terkejut. sebab di depan matanya ia melihat sebuah pedang besar sedang melayang ke arahnya.
(WOY, AKU MASIH LELAH SIALAN!!)
dengan posisi berlutuk satu kaki, dengan cepat Rangga lansung melompat ke arah samping untuk menghindari pedang itu.
sehingga pedang itu terus meluncur ke arah belakang, hingga menghancurkan beberapa pohon yang ada di depannya.
setelah mengancurkan beberapa pohon, ia lansung berhenti dan tertancap, di salah satu pohon di dalam hutan.
di sisi lain, Rangga yang terus melihat pedang itu masuk ke dalam hutan, tiba - tiba merasakan sebuah serangan, datang lagi dari arah atas.
namun, tampa melihat ke arah atas, dengan cepat Rangga sekali lagi melompat ke arah samping, untuk menghindarinya.
dan hanya dalam beberapa detik saja, setelah ia melompat, sesaat itu juga, pukulan Ogre King lansung menghantam tanah, hingga menciptankan sebuah Ledakan dan debu di sekitarnya.
__ADS_1
BUSSSSSSSSSSSSSSS!!
saat Rangga selesai melompat, ia mencoba untuk mengeluarkan kekuatan kerisnya secepat mungkin,.....sayangnya...
"...!!"
dari dalam debu ia melihat sebuah bayangan, dan tak lama bayangan itu lansung keluar dan mencoba melayankan sebuah pukulan ke arah wajah Rangga.
melihat hal itu, Rangga mencoba menghindarinya lagi, dengan melompat ke arah samping,...sayangnya.
(SIAL, AKU SUDAH TIDAK PUNYA TENAGA LAGI!!)
mengetaui bahwa ia tidak bisa melompat untuk menghindari pukulan itu, tampa menunggu lama, Rangga mencoba menahan pukulan itu dengan menyilankan kedua kerisnya ke depan.
sayangnya, karena kekuatan Pukulan itu yang sangat kuat, sehingga Rangga tidak bisa menahan nya dan lansung terlempar tinggi ke belakang.
saat Rangga sedang terlempar dan masuk ke dalam hutan. ia melihat sebuah ranting pohon tepat di belakangnya.
dengan cepat Rangga menangkap ranting itu dengan kuat, sambil memutarinya dan lansung berjongkok tepat di atas Ranting itu.
"haaa,...haaa,...haaa,...."
saat Rangga sedang Berjongkok, ia terlihat sangat lelah. namun, meski begitu ia tidak pernah sekalipun mengalihkan pandangannya dari Ogre.
(SIAL,..KENAPA MONSTER ITU TIBA - TIBA SAJA MENYERANG SECARA AGRESIF,....JIKA BEGINI TERUS, BISA - BISA AKU BAKALAN KALAH, SEBELUM MENGELUARKAN KEKUATAN KERIS IN-!!)
sesaat Rangga sedang memikirkan hal itu. tiba - tiba ia lansung berhenti, sebab ia seperti sudah menyadari sesuatu.
(-TUNGGU DULU,...JANGAN BILANG ALASAN IA MENYERANG SECARA AGRESIF SAAT INI. ITU KARENA, IA TIDAK MAU MEMBIARKAN KU MENGELUARKAN KEKUATAN KERIS INI.)
(SEBAB, JIKA AKU MENGELUARKAN KEKUATAN KERIS INI, MAKA, SUDAH PASTI TENAGAKU YANG SAAT INI SUDAH TIDAK ADA, AKAN PULIH KEMBALI DAN....)
ketika Rangga sedang memikirkan hal itu, tiba tiba ia berhenti, sebab ia memperhatikan, Ogre King sedang mengambil beberapa batu besar yang ada di dekatnya, dan mencoba melemparkannya ke Arah Rangga.
melihat hal itu, dengan cepat Respati lansung menembakkan Snipernya ke arah Tangan Ogre King.
DORR!!
sayangnya, saat puluru itu sudah hampir mengenai Tangan Ogre King, yang megenggam beberapa batu.
sesaat itu juga, peluru itu lansung di halangi dengan tangan yang satunya, sehingga membuat Respati lansung melebarkan matanya karena terkejut.
"APA!!"
setelah ia berhasil menghalangi peluru itu, tampa menunggu lama, dengan kuat Ogre King lansung melempar batu - batu itu ke arah Rangga.
melihat beberapa batu melayang ke arahnya. dengan wajah tenang, Rangga mencoba megenggam Ranting dibawahnya dengan erat, sambil membuang dirinya ke bawah dan bergelantungan di Ranting itu.
sesaat itu juga, beberapa batu yang mencoba menyerang Rangga, lansung lewat di atas Ranting dan terus menuju ke arah belakang.
"baiklah, sekarang ki-!!"
saat Rangga mencoba mengatakan sesuatu, tiba - tiba ia lansung berhenti, sebab ketika ia melihat ke arah depan, ia tidak melihat sosok Ogre King di manapun.
(APA!!..KEMANA IA,...JANGAN - JANGAN!!)
Sesaat Rangga memikirkan itu, tiba - tiba ia merasakan keadiran datang dari arah kirinya.
dengan cepat, Rangga mengalihkan pandanganbya ke arah sana, dan melihat Ogre King yang tingginya hampir sama dengan beberapa pohon di sekitarnya. sedang berlari dan mencoba menyerang Rangga.
"OI TIDAK BISAKAH KAU BIARKAN AKU ISTIRAHAT SEBENTAR SAJA, DASAR MONSTER SIALAN!!"
sambil mengatakan itu. dengan cepat Rangga melepaskan genggamannya dari Ranting pohon, sehingga ia lansung jatuh ke bawah.
hanya dalam beberapa detik saat ia jatuh ke bawah, pukulan Ogre King lansung terlihat di atasnya, dan dengan kuat menghantam pohon, tempat yang ia tadi injak.
sehingga membuat pohon itu lansung hancur dan berterbangan di sekitar.
(sial, jika aku tadi kena pukulan itu. sudah pasti gue bakalan mati!!)
sambil memikirkan itu, perlahan Rangga mulai menginjak tanah.
setelah satu kakinya menginjak tanah, ia mengunakan seluruh tenagannya yang tersisa, untuk mendorong badannya ke arah depan, agar keluar dari dalam hutan.
saat ia sudah keluar dari dalam hutan, untuk sementara Rangga berguling di tanah selama beberapa kali, hingga akhirnya ia berhasil mengatur posisinya kembali.
"haaaa!!,......haaaa!!,.......haaaa!!...."
(BAGUS, SEKARANGLAH WAKTUNYA!)
Melihat Ogre King yang tidak kunjung keluar dari dalam hutan. tampa menunggu lama, Rangga lansung mencoba untuk mengeluarkan kekuatan Kerisnya kembali.
sayangnya, saat Garis - garis hijau yang ada di kerisnya, baru saja mau keluar dari dalam Kristal.
hingga dalam waktu singkat ia lansung berada di depan Rangga dan ingin melayankan sebuah pukulan.
(WOY, SUDAH KUBILANG BERI AKU WAKTU ISTIRAHAT SIALAN!!)
sambil terlihat kesal, Rangga terus menatap pukulan itu, yang sedikit lagi mengenai wajahnya.
namun, sesaat pukulan itu hanya beberapa senti lagi dari wajahnya. tiba - tiba suara tembakan terdengar lagi di atas pegunungan, sehingga pukulan itu lansung meleset dan tidak mengenai wajah Rangga.
"ohh...itu hampir saja!"
ucap Respati
setelah itu ia mengisi kembali pelurunya.
Namun, saat Respati sedang mengisi kembali pelurunya, tiba - tiba Ogre King melancarkan serangan lagi dengan tangan yang satunya, sehingga membuat Respati lansung melebarkan matanya karena terkejut.
(SIAL AKU TIDAK AKAN SEMPAT!!)
Namun, berbeda dengan Respati yang sangat terkejut.
Rangga, dengan ekspresi tenang terus melihat serangan itu, sambil mencoba untuk menahannya, dengan menggunakan dua keris yang sedang di silangkan.
dan saat Serangan itu menghantam kedua Kerisnya. dengan cepat Rangga lansung terlempar tinggi ke arah belakang. sehingga ia lansung masuk, jauh ke dalam hutan.
namun, sesaat Rangga terbang tinggi ke belakang, saat itu Ogre King melihat bibir Rangga sedang melengkun seperti bulan sabit, sambil melirik ke arah Ogre King, dimana matanya seperti memancarkan sebuah cahaya, dan niat membunuh yang sangat kuat.
melihat hal itu, Ogre King tidak bisa menyembunyikan Ekspresi pucatnya.
karena tidak merasa enak dengan senyuman Rangga yang ia lihat saat itu. Ogre King mencoba berlari masuk ke dalam hutan, untuk menghentikan Rangga menggunakan kekuatan kerisnya.
melihat hal itu, Respati tidak tinggal diam, ia lansung mengeker tepat di kepala Ogre King dan lansung menembaknya.
DORR!!
sayangnya, Ogre King lansung menahan serangan itu, dengan menggunakan tangannya, sehingga hanya memhempaskan tangannya saja dan tidak menahan laju larinya.
melihat hal itu, Respati terus mencoba untuk menahan laju lari Ogre King. namun, sayangnya ia tetap saja tidak bisa menahan pergerakannya.
hingga saat Ogre King mulai hampir memasuki hutan, tempat Di mana Rangga berada.
tiba - tiba, suara Rangga terdengar jauh di dalam hutan yang sangat gelap sambil bergema.
"WOY PERCUMA SAJA KAU MASUK KE DALAM SINI,...LAGI PULA KAU SUDAH TERLAMBAT!?"
GIRRRRRRRR!!
tampa pedulikan suara Rangga yang bergema di dalam hutan, ogre king terus saja mencoba masuk ke dalam hutan.
dan pada saat ia sedikit lagi masuk ke dalam hutan,...tiba - tiba.....
BUK.....................!!
BUK.....................!!
BUK.....................!!
dari samping Ogre King terdengar suara 3 tembakan. dan pada saat Ogre King melihat ke arah sana, ia melihat 3 rudal sedang mengarah ke arahnya.
karena jaraknya yang terlalu pendek.hingga akhirnya ia tidak bisa menghindar dan sesaat kemudian, sebuah ledakan besar terjadi di tempat itu.
BOMMMMMMMMMMMMMM!!
setelah ledakan itu terjadi. dari dalam asap, Ogre King lansung terlempar keluar. hingga ia beberapa kali berguling di tanah, sampai akhirnya mengatur posisinya kembali.
setelah ia sudah mengatur posisinya, Ogre King lansung melihat ke arah tembakan itu, dan disana ia melihat 3 Tank sedang keluar dari kain yang dipenuhi dengan rerumputan dan dedaunan di atasnya.
kain itu menutup seluruh bagian Body tank, hingga hanya Moncongnya saja yang terlihat keluar dan mengarah ke arah Ogre King.
GIRRRRRRRRRRRRRRR!!
ketika ia terlihat sangat jengkel, saat menatap 3 Tank di depannya. tiba - tiba suara Rangga terdengar lagi, jauh di dalam hutan yang sangat gelap.
"OI KAU TAU, JUJUR SAJA, SEBETULNYA NIATKU UNTUK MENYEMBUNYIKAN 3 TANK ITU DI SANA, AWALNYA AGAR KAU TIDAK MENGHANCURKAN MEREKA-"
ucap Rangga dengan nada bergema, setelah itu ia melanjukkannya lagi.
__ADS_1
"-BUKAN BERARTI AKU TAKUT KAU MEMBUNUH MEREKA,....HANYA SAJA KAU TAU, KOLONEL KAMI TUH TIDAK SUKA, KALO IA MELIHAT ALUTSISTA NEGARA SAMPAI DI HANCURKAN DAN MEMBUAT NEGARA MENGALAMI KERUGIAN. MAKANYA AKU MENYURUH MEREKA BERSEMBUNYI DI SANA-"
"-TAPI, KARENA AKU TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN, SELAIN MENGGUNAKAN MEREKA,...JADI-!!"
Sesaat suara Rangga tidak terdengar. sambil terlihat cahaya hijau sedang bersinar, jauh di dalam hutan yang sangat gelap.
Melihat hal itu, Ogre King tidak bisa menyembunyikan ekspresi pucatnya dan mencoba berlari masuk ke dalam hutan,....sayangnya....
BUK.....................!!
BUK.....................!!
BUK.....................!!
melihat 3 Rudal sedang mengarah ke arahnya, Ogre King lansung menghindarinya dengan melompat tinggi ke atas.
namun, saat ia sedang melayang di udara, tiba - tiba terdengar suara tembakan dari atas pegunungan.
DORR!!
karena tidak sempat menahan tembakan itu. hingga akhirnya peluru itu dengan kuat lansung menghantam kepalanya.
hingga la terlempar dan terjatuh berbaring di tanah.
"heh, jangan harap aku membiarkanmu lolos lagi."
ucap Respati, sambil tersenyum tipis di balik Scopenya.
setelah Ogre King berbaring di tanah, ia mencoba berdiri kembali dan ingin berlari masuk ke dalam hutan....namun,.....
"BAIKLAH, SAATNYA MENGAKHIRI PERTARUNGAN INI!!"
setelah Rangga mengatakan itu, jauh di dalam hutan yang sangat gelap, terlihat sebuah cahaya Hijau seperti lampu neon, sedang begerak seperti layaknya ular, dan mencoba keluar dari dalam hutan.
dan saat Cahaya itu sudah keluar dari dalam hutan, Terlihat kedua keris Rangga sudah di penuhi garis - garis Hijau di mata Kerisnya.
melihat hal itu, Ekspresi Ogre King lansung terlihat pucat dan bersiap menahan serangan Rangga.
sayangnya, saat ia bersiap menahan serangan Rangga. ia baru memperhatikan bahwa saat ini ia tidak megenggam pedang besarnya, sehingga ekspresi ketakutan lansung terlihat di wajahnya.
melihat hal itu, bibir Rangga lansung melengkun seperti bulan sabit. sambil menatap Ogre King dengan tatapan tajam.
"oi, jujur saja, saat kau melempar pedang besarmu, aku sangat berterima kasih, sebab selain penghalan goblin shaman, pedang besarmu juga tidak bisa aku hancurkan, bahkan dengan kekuatan keris ini sekalipun-"
"-itulah kenapa, saat kau melempar pedangmu ke arahku, aku sangat kaget, sebab aku tidak pernah memprediksi itu sama sekali-"
"-namun, karena pedangmu sudah tidak ada dan takkan bisa lagi melindungimu ,..jadi-"
"-BERSIAPLAH,...AKU AKAN POTONG - POTONG TUBUH BESARMU ITU!!"
ucap Rangga dengan nada tajam, sambil tatatapannya memancarkan sebuah cahaya.
setelah itu, tampa menunggu lama, Rangga lansung menerjang ke arah Ogre King dengan kecepatan tinggi. hingga ia tidak bisa di lihat oleh mata telanjang.
meski Ogre King tidak bisa melihat pergerakan Rangga. namun, saat ia merasakan niat membunuh datang dari arah depannya, dengan kuat ia mencoba melancarkan sebuah pukulan ke arah depan.
namun, sesaat itu juga, dari depan silauan silet lansung mengelilingi tangan Ogre King seperti layaknya ular.
mulai dari pergelangan tangan, hingga sampai pundaknya.
seusai itu, ia lansung lewat, dan menuju ke arah belakang Ogre King.
dan ketika silauan silet mulai berhenti tidak jauh di belakang Ogre King, saat itu juga sosok Rangga mulai terlihat di sana.
pada saat bersamaan, tangan Ogre King lansung memuncretkan sebuah darah, tepat dimana Silauan silet itu mengelilingi tangannya. hingga Perlahan Tangannya terlihat terpotong - potong beberapa bagian dan lansung jatuh ketanah.
tidak pernah merasakan Tangannya di potong - potong, Ogre King tidak bisa menahan Rasa sakit yang ia terima, hingga akhirnya ia menjerit dengan sangat keras.
ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!
Mendengar jeritan Ogre King yang sangat keras, beberapa pasukan yang sedang membantai sisa - sisa Rombongan Ogre King didalam hutan, lansung mengalihkan pandangannya ke arah teriakan itu.
begitupun dengan Widura, Raditya dan surya yang sedang istirahat sambil duduk - duduk di pepohonan yang sudah di tebang. lansung melihat ke arah sana.
bahkan, Kolonel dan Jendral Alexei yang melihat pertarungan Rangga di Monitor, tidak bisa menyembunyikan Ekspresi Terkejutnya.
sedangkan di sisi lain, Rangga yang mendengar jeritan Ogre King, hanya memperlihatkan ekspresi tenang. sambil sedang membisikkan sesuatu.
"BAIKLAH, SEKARANG TINGGAL 2 KALI LAGI,...KALO BEGITU!?"
pada saat Garis - garia hijau yang ada di mata keris Rangga mulai menghilang.
perlahan, Garis - garis itu sekali lagi muncul di mata Kerisnya, dan sesaat itu juga, Rangga lansung menghilang dari situ, dan hanya menyisahkan kumpulan debu yang berterbangan di udara.
SHUUUUUT!!
setelah Rangga dah menghilang, ia lansung muncul tepat di atas Ogre King. sehingga membuat Ogre King lansung melihat ke arah atas.
namun, Sebelum ia melihat ke arah atas, tampa menunggu lama Rangga lansung memutar tubuhnya dengan cepat seperti gasing, dan dengan kuat lansung menyerang Tangga Ogre King.
sehingga tangan Ogre king lansung terpisah dari tubuhnya dan melayang di udara.
ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!
"BAIKLAH, TINGGAL SEKALI LAGI!!"
saat membisikkan itu, perlahan Garis - garis Hijau yang sudah hilang di mata keris Rangga, sekali lagi muncul kembali.
pada saat Rangga mulai menginjak tanah, ia lansung mengilang lagi, dan muncul tepat di depan Wajah Ogre King, sambil melayang di udara.
"WOY BERHENTILAH BERTERIAK, KAU SANGAT BERISIK BRENGSEET!!"
tampa menunggu lama, Rangga lansung melancarkan sebuah serangan silang, tepat di leher Ogre King.
hingga kepala Ogre King sekali lagi terpisah dari tubuhnya dan melayang di udara.
secara bersamaan Darah dari leher Ogre King lansung muncret ke arah atas, hingga mengenai seluruh bagian wajah Rangga.
namun, meskipun wajahnya sudah di penuhi oleh darah, Rangga tetap tidak peduli sama sekali dan hanya terus menatap leher Ogre King, dimana tatapanya memancarkan sebuah cahaya saat melihatnya.
"Baiklah,...Kapten Respati, sekarang giliranmu!?"
dengan bisikan yang sangat tenang, perlahan Rangga menyentuh pundak Ogre King dengan kedua kakinya.
seusai itu, ia dengan kuat mendorong pundaknya itu ke arah belakang, sehingga membuat Ogre King yang tidak mempunyai kesadaran, saat ini perlahan jatuh ke tanah, sambil menghadap ke arah pegunungan.
namun, Saat Ogre King perlahan jatuh ke tanah. dengan gerakan lambat, Respati yang berada di atas pegunungan lansung mengeker tepat di tengah - tengah Leher Ogre King yang sudah terpotong. sambil menatap Tajam Ogre King di balik Scopenya.
".......!!"
merasa bahwa Tubuh Ogre King yang perlahan jatuh ke tanah, sudah bersejejer dengan arah tembakannya.
tampa menunggu lama. Respati lansung menekan pelatuknya.
sehingga peluru itu lansung keluar dengan kecepatan tinggi, dan melaju ke arah Ogre King.
SHUUUUUUUUUUUT!!
saat peluru itu terus melaju dan mendekati lehermya.
beberapa saat kemudian. tampa menunggu lama, peluru itu lansung masuk ke dalam dagingnya, hingga menembus setiap Organ Tubuh bagian dalam Ogre King.
mulai dari leher, dada, hati dan usus, hingga akhirnya ia sampai di tali pusar, Tempat Intinya itu berada.
TINK!!
sesaat Peluru itu sudah mengenai dan menghancurkan intinya.
sesaat itu juga, Ogre King perlahan mulai mengering, dan beberapa detik kemudian ia menjadi debu, hingga akhirnya melayang dan menghilang di udara.
Respati, yang melihat hal itu, ekspresi wajahnya tidak terlihat sama sekali. sebab Setengah wajahnya sedang di tutupi oleh bayangan.
namun, meski begitu, air mata terlihat sedang menetes dari dalam wajahnya yang gelap. dan terus mengalir hingga akhirnya sampai di dagu dan jatuh ke tanah.
"~~Semuanya,...aku,...aku berhasil."
di sisi lain, Rangga yang masih melayang di udara akibat dorongan yang ia buat, perlahan mulai jatuh ke tanah.
namun, sesaat ia jatuh, ia memperhatikan debu itu melayang tinggi ke atas, hingga akhirnya menghilang.
"haaa,...Akhirnya selesai juga!!"
dengan membisikkan itu, perlahan kekuatan keris Rangga mulai menghilang.
seusai itu, ia lansung jatuh dan berbaring di tanah, sambil menghadap ke atas untuk melihat indahnya langit biru yang membentang di atas awan.
"haaa,...haaaa,....sudah lama aku tidak melawan musuh semerepotkan ini,......tapi-!!"
perlahan Rangga mulai menutup kedua matanya, sambil mulai membisikkan sesuatu dengan nada tenang namun bergema.
__ADS_1
"-TAPI, GURU DIRMAN LEBIH MEREPOTKAN LAGI, DI BANDINGKAN MONSTER INI!?"
setelah itu, pertarungan Antara Para pasukan dan penyerbuan Monster akhirnya selesai.