
>Di waktu bersamaan.
Carla saat ini sedang menganalisa satu persatu lubang dimensi di komputernya. Lalu Dari layar monitor yang satunya tiba - tiba Noel muncul dan memanggil Carla.
{Master, aku sudah kembali.}
"Oh, jadi bagaimana apa kamu menemukan sesuatu?"
{Yah. Seperti yang master perkirahkan orang itu(Brid) memang mengirimkan Informasi keberadaan Boktis ke seseorang.}
"Ke siapa?"
Tanya lagi Carla.
{I-itu......}
Noel tiba - tiba berhenti bicara dan menundukkan kepalanya. Carla merasa ada yang aneh dengan tingkah Noel dan bertanya...
"Ada apa? Apa ada masalah?"
{Bukannya masalah sih hanya saja,....Mungkin lebih baik jika anda melihatnya sendiri.}
Noel menampilkan sebuah Foto anak kecil di monitor. Dimana Anak itu mengenakan seragam sekolah dan wajahnya terlihat sangat polos.
"I-ini.....!"
Carla sontak terlihat sangat terkejut setelah melihat Foto anak itu, Sebab ia tau betul siapa anak ini. Ia adalah Adek Rangga bernama Leon.
"Noel, jangan bilang Brid mengirimkan informasi keberadaan Boktis ke anak ini?"
{Itu benar.}
"Apa kau yakin?"
{Yah, tidak salah lagi dialah yang menerima pesan itu.}
Jawab lansung Noel. Dari tatapannya Carla bisa tau bahwa Noel tidak bohong sama sekali.
Tapi......
"Untuk apa Brid mengirimkan informasi keberadaan Boktis ke anak ini?"
{Kalau itu aku pun tidak tau. Namun satu hal yang pasti bahwa dia(Brid) memang seperti sedang merencanakan sesuatu.}
"Hmm begitu."
Setelah mengumankan itu Carla bersandar di kursinya dan memandang langit - langit di ruangannya.
Di sisi lain, Noel merasa penasaran dengan langkah apa yang akan Carla ambil selanjutnya dan bertanya.
{Jadi mulai sekarang apa yang akan anda lakukan Master? Apa anda mau aku terus mengawasi ia(Brid)?}
Carla lansung menolak tawaran tersebut dan berkata...
"Tidak, Itu tidak perlu. Lagi pula itu hanya akan menambah perseturuhan di antara kami berdua jika kamu sampai ketauan mengawasinya."
{Hmm itu berarti apa anda ingin melepaskannya.}
"Tentu saja tidak."
{Eh kalau begitu apa yang ingin anda lakukan?}
"Kita akan ubah target kita, ke anak ini."
Carla kembali melihat monitornya dan menatap foto Leon dengan tajam. Melihat itu saja Noel lansung mengerti apa yang ingin Carla lakukan.
__ADS_1
{Jadi begitu, aku mengerti. Dengan kata lain selama kita mengawasi anak ini maka kita mungkin saja bisa mengetaui rencana dia(Brid) seperti apa.}
"Benar sekali. Kalau begitu Noel bisa kau awasi anak ini?"
Dengan percaya diri, Noel menjawab...
{Tentu saja.}
Lalu setelah itu Noel menghilang dari layar monitor dan hanya menyisahkan Carla seorang di sana yang masih melihat foto Leon dengan tatapan yang serius.
___________________________________
______________________________
>Kembali di kamar Leon.
Setelah PIX memberitaukan bahwa yang meretas Hpku barusan itu adalah TUPXION 03 Bercode Name Noel.
Sontak saja hal itu benar - benar membuat aku merasa sangat terkejut, sebab dari yang aku tau TUPXION 03 itu adalah milik Carla.
Dan jika TUPXION Carla sampai meretas Hpku itu berarti....
"Sepertinya Carla sudah mulai mencurigai pergerakan Brid."
PIX seolah setuju denganku dan membalas.
[Kau benar. Aku sarankan sebaiknya anda memutuskan hubungan dengan mereka berdua(Brid, Selena) dulu sebelum identitas anda di ketaui olehnya.]
"Yaa sebetulnya aku tidak masalah si jika ia sampai mengetaui identitasku. Lagi pula cepat atau lambat ia juga pasti akan tetap mengetauinya."
Tidak seperti PIX yang masih merasa khawatir, aku terlihat biasa - biasa saja seolah sudah mengetaui semuanya.
Lalu di saat aku mencoba menyalahkan Hpku kembali dan melihat apa ada yang rusak atau tidak, tiba - tiba Hpku mengalami Nge glitch lagi yang dimana membuat tatapanku dan PIX lansung berubah menjadi serius.
(Yah, aku tau.)
Karena aku tidak ingin pembicaraan kami sampai di dengar olehnya(Noel) jadi aku memutuskan bicara dengan PIX di dalam pikiranku.
(Apa kau masih bisa merasakan auranya?)
[Yah. Tidak seperti tadi kali ini ia berusaha menyembunyikan keberadaannya. Kemungkinan besar ia ingin menetap di hp anda.]
(Menetap ya, Hmm....dengan kata lain ia ingin mengawasiku kan?)
PIX seolah setuju denganku dan mengangguk.
[Sepertinya begitu.]
Lalu setelah itu PIX melirikku dan bertanya...
[Jadi, apa yang harus kita lakukan?]
(Tidak ada yang perlu kita lakukan.)
[Eh ta-tapi jika kita tidak melakukan apapun ia(Noel) bisa saja mengetaui identitasmu.]
(Itu tidak masalah. Lagi pula seperti yang aku katakan tadi cepat atau lambat Carla juga akan tetap mengetaui identitasku. Jadi mau ia(Noel) tau identitasku atau tidak tetap tidak ada yang berubah.)
[itu memang benar sih, tapi....]
PIX seolah masih ingin mengatakan sesuatu tetapi ia lansung hentikan. Karena ia sadar tidak ada gunanya mengatakan apapun lagi padaku jadi ia memilih untuk diam saja.
Di sisi lain aku tidak ingin pembicaraan ini terus di lanjutkan jadi aku mencoba mengakhirinya.
(Yaa apapun itu yang jelas karena aku sudah mendapatkan lokasi orang itu(Boktis). Jadi aku rasa aku harus pergi menemuinya.)
__ADS_1
[Eh! Tunggu apa anda ingin pergi menemui orang itu?]
Dengan senyuman seringai yang terpancar di bibirku, aku pun menjawab...
(Tentu saja.)
_____________________________________
_________________________________
Keesokan paginya, di sekolah. Pada saat pelajaran sedang berlansung. Aku menutup buku pelajaranku dan mengeluarkan hpku dari kantong celana kemudian aku nyalakan dan melihat jam di hpku sudah pukul 08 : 39. Yang artinya sebentar lagi waktu istirahat tiba.
"Sudah waktunya."
Aku mematikan hpku kembali dan mengalihkan pandanganku ke arah PIX.
(PIX, bisa kau membantuku sebentar?)
[Apa?]
(Aku ingin kau menyakiti Kepalaku, seperti yang kau lakukan dulu.)
PIX merasa kebingungan, ia tidak pernah menyangkah aku akan meminta hal itu padanya.
[Ma-Master, apa anda serius?]
(Yah. Lagi pula aku butuh alasan agar bisa mendapatkan izin untuk pulang lebih awal agar bisa pergi menemui Boktis.)
[Hmm....aku mengerti.]
PIX tidak banyak bertanya dan lansung mulai menyakiti kepalaku yang dimana membuat aku lansung merintih kesakitan.
"~Ughhhhh!!"
Sara yang duduk di sampingku merasa khawatir denganku dan bertanya..
"Leon ada apa, kamu terlihat kesakitan begitu, apa kamu baik - baik saja?"
"Y~Yah, aku baik - baik saja."
Jawabku. Meski begitu Sara tetap khawatir denganku. Aku mencoba mengabaikannya dan kembali melihat PIX.
(Woy ini belum cukup, lakukan lebih keras lagi.)
[Ta-Tapi, jika aku melakukannya lebih dari ini anda bisa saja-!!]
(Sudah cukup, cepat lakukan saja.)
[Aaargh baiklah, jika terjadi sesuatu pada anda, itu bukan salahku.]
Setelah PIX mengatakan itu, sesaat kemudian sebuah sengatan listrik mengalir dengan deras di dalam otak ku hingga membuat aku merasa sangat - sangat kesakitan.
Saking sakitnya, otakku kayak sudah seperti di peras oleh sesuatu.
(~Ughhh ini terlalu sakit goblok.)
[Kan aku sudah memperingatimu, itu salah anda sendiri.]
(Sial!!)
Aku tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang ku terima sampai pada akhirnya aku terjatuh dan terbaring di lantai.
"Huh!! Leoooon!"
Hal terakhir yang aku lihat sebelum aku pingsan adalah Bu Linda berlari ke arahku dengan ekspresi khawatir.
__ADS_1