
Beberapa menit yang lalu di Lokasi unit 9
ketika Rangga terlihat kelelahan "haa..haa...haa" sambil saling menatap satu sama lain dengan Ogre King.
ia memperhatikan. bahwa pasukannya yang sudah memasuki jalur yang di lalui Rombongan Ogre King sudah tidak terlihat.
mengetaui hal itu, tampa sadar Rangga lansung tersenyum.
"bagus, Tahap akhir Rencana sudah selesai, sekarang tinggal membunuhmu MONSTER ITU!!"
setelah mengatakan itu. tampa menunggu lama, Rangga lansung berlari ke arah Depan dan mencoba untuk menebas badan besar Ogre King.
namun, ketika satu Kerisnya sudah menebas badan Ogre King. hanya dalam waktu singkat, badan Ogre King lansung pulih kembali.
seolah olah ia tidak pernah mendapatkan luka sedikitpun.
(haaa,...tubuhnya pulih kembali. jika ini di biarkan terus bisa - bi-!!)
ketika Rangga sedang memikirkan hal itu tiba - tiba ia lansung berhenti, sebab ia merasakan bahwa ada sebuah pukulan datang dari arah kanannya.
tampa melihat ke arah sana. Rangga lansung menghindarinya dengan membuang badannya ke arah bawah, hingga mirip seperti *r*.
sesaat itu juga, pukulan Ogre King datang dari samping dan terlihat tepat di atas Rangga.
(hampir saja.)
setelah Pukulan Ogre King melewati Rangga, tampa menunggu lama Rangga lansung melompat ke arah belakang selama beberapa kali, hingga akhirnya berhenti dan melihat ke arah Ogre King lagi.
namun, saat ia melihat ke arah Ogre King, tiba - tiba ia terkejut, sebab hanya dalam waktu singkat itu, Ogre King sudah tidak terlihat lagi di depannya atau dimanapun
"a-apa, kemana ia pergi!?"
ucap Rangga sambil mencoba mencarinya ke segala arah. namun, tetap saja ia tidak bisa menemukannya.
hingga beberapa detik kemudian, tiba - tiba ia merasakan, ada niat membunuh datang dari atasnya.
sentak membuat Rangga lansung merinding dan melihat ke arah atas.
dan saat ia melihat ke arah atas, tiba - tiba ia melihat, ada sebuah pedang besar, datang tepat di depan wajahnya, hingga membuat Rangga sedikit kaget.
"APA!!"
Tampa menunggu lama, Rangga lansung mencoba melompat ke arah belakang, sehingga pedang itu lansung menabrak tanah dan menciptakan sebuah ledakan yang sangat besar.
BUKSSSSSSSSSSS!!
karena kekuatan Ledakan itu yang sangat kuat, sehingga membuat Rangga yang belum menginjak tanah, lansung terpental ke arah belakang, hingga menghancurkan beberapa Pohon dan berhenti tepat di dalam hutan.
AGHHHH!!
melihat Rangga terpental masuk ke dalam hutan, Ogre King mencoba untuk berjalan masuk ke dalam hutan.
namun, sebelum ia masuk ke dalam hutan,....tiba - tiba.....
"WOY, KAU PIKIR BISA MENGALAHKANKU HANYA DENGAN ITU!!"
Dari dalam hutan, terlihat 2 cahaya hijau yang sedang melaju, dengan kecepatan tinggi dan menuju ke arah Ogre King.
dan saat Cahaya itu keluar dari dalam hutan, terlihat dua keris Rangga sudah di penuhi garis - garis hijau di mata kerisnya. mirip seperti ketika ia berhasil memotong Tangan Ogre King.
melihat hal itu, Ogre King lansung kaget dan mencoba menahan serangan Rangga.
namun, sebelum ia menahannya, tiba - tiba Rangga langsung mengilang tepat di depan matanya.
GRHHHHHH??
"OI, AKU ADA DI BAWAH SINI!?"
Saat Ogre King melihat ke arah bawah, dengan cepat, Rangga lansung memotong kaki Kiri Ogre King dengan kecepatan tinggi, hingga ia tidak bisa di lihat oleh mata telanjang.
SHUUUUUUUUUUUUUT!!
Silauan silet melintas tepat di bawah kaki Ogre King, hingga Rangga lansung berdiri tepat di belakangnya. dan pada saat bersamaan, sebuah darah lansung muncret di kaki Ogre King.
melihat kaki Ogre King, yang terus mengeluarkan darah, secara perlahan, Garis - Garis hijau yang ada di mata Keris Rangga, mulai terhisap masuk ke dalam Kristal yang ada di kerisnya.
__ADS_1
"haa, dengan begini, untuk sementara, seharusnya ia tidak bisa bergerak."
ucap Rangga, sambil menatap Ogre King dengan wajah lelah.
di sisi lain, Ogre King yang merasakan bahwa satu Kakinya sudah terpisah dari tubuhnya, dengan cepat ia menancapkan pedang besarnya ke dalam tanah, untuk menahan agar ia tidak jatuh.
"Ooh, seperti yang di harapkan dari Monster Class C, ia masih bisa menggunakan otatnya."
setelah Rangga mengatakan itu, perlahan Ogre King berjongkok, sambil menggunakan satu kakinya untuk mendorong ia dengan kuat ke arah belakang.
sehingga ia terlempar dengan kecepatan tinggi ke arah Rangga, dan mencoba mengayunkan pedang besarnya.
"WOY, KAU PASTI BERCANDAKAN!!"
melihat Ogre King yang mencoba menebas kepalannya, dengan cepat Rangga lansung menunduk, sehingga pedang itu lansung melewatinya dari atas kepalanya.
"sial itu hampir saja,....sekarang gili-!!"
ketika Rangga mengatakan itu, sambil mencoba melihat ke arah belakang, dari balik pundaknya.
sentak ia lansung berhenti, sebab tepat di belakangnya, ia melihat Ogre King yang berada di udara, dan mencoba untuk melayankan sebuah pukulan tepat di wajah Rangga.
melihat hal itu, Rangga tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya.
"~A-APA - APAAN...MONSTER INI...."
dengan memperlihatkan gerakan lambat, Rangga lansung melihat keadaan sekitar, sambil mulai memikirkan sesuatu.
(ba- bagaimana bisa ia secepat ini menyerang. dengan kekuatan Dorongan yang kuat tadi, seharusnya ia masih terlempar beberapa meter ke arah belakang. jadi bagaimana bi-!!)
ketika Rangga sedang memikirkan hal itu, tiba - tiba ia lansung berhenti, sebab ia melihat pedang besar Ogre King, sedang tertancap Di tanah, tidak jauh dibelakangnya.
(begitu, jadi ia menggunakan Pedang besarnya untuk menahan kekuatan dorongan, sehingga ia tidak terlempar jauh ke belakang, dan pada saat bersamaan ia juga menggunakan pedang besarnya untuk menerjan ke arahku.)
setelah memikirkan itu, Rangga mulai membisikkan sesuata, sambil meneteskan keringat dingin di pipinya.
"SIAL, KAU INI BENAR - BENAR MONSTER YANG SANGAT MENGERIKAN!?"
setelah membisikkan itu, sesaat itu juga, pukulan Ogre King, beberapa senti lagi hampir mengenai Wajah Rangga.
namun, sebelum ia mengenai wajah Rangga Tiba - tiba........
Terdengar suara tembakan dari atas pegunungan, dan sesaat itu juga. tangan Ogre King yang mencoba mengenai Wajah Rangga lansung terpental ke arah samping.
dan pada saat bersamaan, sebuah peluru terlihat sedang terbang di udara, hingga akhirnya jatuh ke tanah.
(tembakan ini,....jangan bilang.)
melihat bahwa Ogre King masih terkejut dengan situasi yang ia alami barusan.
tampa menunggu lama, Rangga lansung melompat dan menjauh dari Ogre King.
setelah ia menjauh, ia lansung melihat ke arah Ogre King yang masih terkejut dengan situasi tadi.
sambil memperhatikan Ogre King yang masih diam, perlahan Rangga mengerakkan tangannya ke telinga kanan, dan mencoba menghubungi Respati.
"Kapten Respati, sepertinya anda sudah selesai, bicara dengan Kapten yang lain!?"
{maafkan aku, bagaimanapun, aku ingin mengetaui, setiap situasi para unit saat ini.}
"jadi begitu,...yaa, bagaimanapun apa anda sudah siap."
{ya, tolong beri aku intruksi, apa yang harus aku lakukan Kapten Rangga.}
"baiklah, kalo begitu......"
_________________________________
_____________________________
setelah beberapa Saat kemudian, Rangga akhirnya selesai, memberi intruksi apa saja, yang harus di lakukan Respati.
"baiklah, apa anda sudah mengerti Kapten Respati."
{umm, aku sudah mengerti,..meskipun sulit, aku akan tetap mencobanya.}
__ADS_1
"tenang saja, aku yakin anda pasti bisa,...lagi pula Anda adalah Kapten dari unit pengintai."
{benarkah?}
"tentu saja,...selain itu, anda juga salah satu penembak jitu terbaik di negara ini kan?"
mendengar apa yang di katakan Rangga, membuat Respati lansung melebarkan matanya karena terkejut.
{Ka- Kapten Rangga, bagaimana anda bisa tau soal itu??}
"saat ini, aku tidak bisa memberitaumu,...selain itu, kita harus fokus dulu untuk mengalahkan Monster itu?"
{.........yaa, anda benar juga.}
setelah Respati mengatakan itu, panggilan mereka lansung berakhir.
seusai itu, dengan cepat Rangga lansung memperhatikan lagi Ogre King, dimana Kakinya sudah mulai kembali seutuhnya.
"baiklah, ayo kita cari, dimana kau sembunyikan itu."
saat Rangga mengatakan itu, ia memperhatikan bahwa Ogre King tidak melihat ke arahnya, melainkan tatapannya terus mengarah ke atas pegunungan, tempat dimana Respati berada.
namun, ketika Rangga melihat tatapan jenkel Ogre King, tampa sadar Rangga lansung melengkunkan bibirnya, sambil mulai memanggilnya.
"WOY."
Saat Rangga memanggilnya, perlahan Ogre King melihat ke arahnya, sambil menatap Rangga dengan tatapan tajam.
GIRRR??
"APA KAU PENASARAN, SIAPA ORANG DI ATAS SANA?"
GIRRRRRRRR!!
"YAA, TENTU SAJA KAU PENASARAN, LAGI PULA DIA BERHASIL MEMBUNUH PASANGANMU, APA LAGI DIA MENGHALANGIMU UNTUK MEMBUNUHKU TADI,...KAU PASTI SANGAT KESAL KAN??"
GIRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!
"HAHAHA, SEPERTINYA KAU TERLIHAT MAKIN KESAL,.....YAA, TERSERAHLAH, LAGI PULA, SEBENTAR LAGI, SELANJUTNYA IA AKAN MEMBUNUHMU."
ucap Rangga, dengan menatap tajam Ogre King sambil memperlihatkan senyum menyeramkan di bibirnya.
seolah - olah mengerti bahwa ia sedang di olok - olok oleh Rangga, Ogre king lansung terlihat sangat marah dan mulai teriak dengan sangat keras.
GUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!
sambil menutup kedua telinganya, Rangga terus menatap Ogre King dengan tatapan tajam. sambil mulai memikirkan sesuatu.
(~ugh....Teriakan ini,......jika dia berteriak sekeras ini, itu berarti......)
saat Rangga memikirkan hal itu, perlahan teriakan Ogre King mulai mereda.
seusai ia berteriak, Ogre King lansung melihat ke arah belakang dari balik pundaknya.
melihat hal itu. bibir Rangga lansung melengkun seperti bulan sabit, sambil terlihat senang.
"sudah kuduga,......WOY, APA KAU MENUNGGU ROMBONGANMU??"
Saat Rangga mengatakan itu, perlahan ia melihat ke arah depan lagi. sambi menatap Rangga dengan tatapan marah.
GIRRRRRR!?
"begitu,....YAA, DARI YANG AKU TAU, KETIKA KAU TERIAK SEKERAS ITU, AKU MEMPERKIRAKAN ADA DUA HAL YANG SEDANG KAU LAKUKAN."
GIRRRRRRRRRR!?
"YANG PERTAMA, KAU AKAN MENYURUH ROMBONGANMU UNTUK MELAKUKAN PENYERANGAN, DAN YANG KEDUA, KAU MENYURUH ROMBONGANMU UNTUK BERKUMPUL DI TEMPATMU KAN?"
Mendengar apa yang Rangga katakan, Ogre King lansung mengerutkan keningnya, sambil terlihat sangat kesal.
"ohh, sepertinya aku benar!?"
GIRRRRRRRRRRRR!!
"yaa, apapun itu, sebaiknya kau menyerah saja, sebab Rombonganmu tinggal menunggu,..."
__ADS_1
"WAKTU SAMPAI MEREKA DI BANTAI HABIS OLEH PARA PASUKAN!?"
ketika Rangga mengatakan itu dengan nada tajam, Tatapannya terus mengarah ke arah Ogre King. dimana, di balik ponynya, matanya seperti memancarkan sebuah cahaya yang bisa menembus tubuh seseorang, saat melihatnya.