BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MENGURUSI YANG MANA TERLEBIH DAHULU


__ADS_3

Setelah beberapa saat melakukan perjalanan, tak lama kemudian akhirnya aku sampai di depan rumah.


Dimana aku berjalan masuk ke dalam dan menuju ke ruang tamu.


TAP!!...TAP!!...TAP!!...


Pada saat aku sudah masuk di ruang tamu, di sana aku melihat Kak Siska dan Kak Rani yang tengah memangku Fira, sedang duduk di Sofa sambil ngobrol satu sama lain.


"~aku pulang."


Ketika aku mengucapkan itu, Kak Siska dan Kak Rani lansung berbalik dan melihat ke arahku, dimana wajahku terlihat kelelahan.


"Ara Leon selama datang."


Ucap Kak Rani dengan senyuman,


"Leon Sepertinya kau terlihat lelah, dari mana saja kau?"


Tanya Kak Siska yang terlihat khawatir. Namun tanpa pedulikan itu aku berjalan ke arah mereka dan dengan tenang menjawab...


"Aku tadi habis jalan - jalan."


"Jalan - jalan?"


Tanya Kak Siska sambil memiringkan kepalanya ke samping.


"Yah."


Jawabku dengan Lesu.


Kemudian aku membuang diriku di sofa, dan baring - baring di sana, dimana aku menghembuskan nafasku dengan kuat.


"Fuuuuuu,...akhirnya bisa istirahat juga."


Ucapku sambil tersenyum. Di sisi lain Kak Rani yang dengar apa yang tadi ku katakan, Seolah - olah seperti baru ingat sesuatu dan lansung melihat ke arahku.


"Oh iyah Leon, tadi kamu bilang habis jalan - jalan kan? apa mungkin kau memakai Motor kakakmu?"


Ketika Kak Rani menanyakan itu, sentak membuat aku terkejut dan lansung bertanya balik..


"Eh bagaimana Kak Rani bisa tau?"


"Yaa tadi pagi Rangga yang memberitauku kalau kamu sedang meminjam Motornya, ia juga bilang kau ingin membawa pacarmu jalan - jalan."


Mendengar apa yang Kak Rani katakan, membuat aku dan Kak Siska lansung membeku.


Namun ketika aku kembali sadar dan mencoba mengatakan sesuatu, tiba - tiba aku merasakan niat Buruk dari arah samping.


Saat aku melihat ke arah sana, di situ terlihat Kak Siska sedang menatapku dengan tajam sambil bertanya..


"LEON, APA MAKSUDNYA INI?"


Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat aku merasa menggigil dan terlihat gemetar. Meski begitu aku tetap mencoba menjawab.


"Tu~Tunggu,...tunggu dulu Kak Siska, kau sepertinya telah salah paham."


"Salah Paham?"


"Ya-Yah aku,...aku tidak pernah bilang begitu ke Kak Rangga, aku hanya bilang ingin bertemu dengan Cewek yang aku kenal. Itu saja."


"Tapi, bukannya tadi kamu bilang habis jalan - jalan, itu berarti,...KAMU MEMBAWA GADIS ITU JUGA KAN?"


Tanya Kak Siska dengan nada tajam.


"So-Soal itu..."


Seolah - olah aku susah untuk mengatakannya, aku lansung berdiri dan mengambil tasku. Kemudian aku melihat ke arah mereka berdua dan berkata..

__ADS_1


"maaf aku sangat lelah hari ini. Aku pergi dulu istirahat."


"Eh, Tu-Tunggu,..tunggu dulu Leon, kita belum selesai bicara, kau mau kemana?"


"Aku mau ke kamar."


Jawabku sambil berlari ke arah Tangga, melihat itu Kak Siska mencoba memanggilku...


"Leon kembalilah ke sini."


Namun tanpa pedulikan itu aku terus berlari ke arah tangga dan naik ke lantai dua, dimana Kamarku berada.


Setelah aku sudah naik. Di sisi lain, terlihat Kak Siska terus menatap ke arah Tangga dimana aku sudah tidak ada di sana.


"Apa - apaan anak itu."


Ucap Kak Siska, yang terlihat kebingungan.


__________________________________


_______________________________


Di malam hari tepat jam 8 malam, di dalam kamar terlihat aku sedang baring - baring di kasur sambil bermain Hp, dimana Hp tersebut tidak lain adalah Hp dari anak berandalan yang aku ambil.


Ketika aku sedang melihat - lihat dan mencari beberapa Informasi di hp tersebut, tiba - tiba PIX bertanya di dalam pikiranku.


[Master, apa yang sedang kau lakukan?]


"Umm! Yaa aku hanya sedang mencari beberapa informasi."


[Informasi? Buat apa?]


Tanya PIX sambil memiringkan kepalanya ke samping. Namun tanpa pedulikan itu aku dengan tenang menjawab...


"Tentu saja Buat para Bocah itu."


"Selain itu, masih ada beberapa hal yang harus ku urus juga."


[Jangan bilang ini soal kelompok anda?]


Di saat PIX menanyakan itu, untuk sesaat mataku lansung melebar karena terkejut. Namun setelah beberapa detik kemudian. Aku kembali tenang dan menjawab...


"Yah. Meskipun aku sudah mengatakan akan membantu mereka dari balik layar, namun untuk saat ini aku belum menemukan Rencana apapun.-


Telebih lagi, aku bahkan tidak tau, kapan pertemuan mereka akan di adakan, jadi..."


************


Author: maksudnya Leon di sini, Jika Pertemuan Kelompoknya dengan Alexei masih lama berarti ia akan mengurusi para Pembuli terlebih dahulu.


Tapi jika pertemuannya cepat, itu berarti.....kalian pasti sudah tau kan?


************


Seolah - olah tau apa yang ingin aku katakan, PIX lansung berkata...


[Begitu, aku mengerti.]


Ucapnya, kemudian ia menatapku dengan serius dan bertanya...


[Jadi apa yang akan anda lakukan?]


"Pertama - tama aku akan mengurus para pembuli itu terlebih dahulu, setelah itu, aku akan mencoba mencari tau kapan pertemuan mereka akan di adakan."


Jawabku dengan tatapan serius. Melihat itu, PIX lansung tersenyum. Kemudian dari arah Pintu tiba - tiba terdengar suara ketokan pintu.


TOK!!...TOK!!....TOK!!....

__ADS_1


Saat aku melihat ke arah Sana, dari balik Pintu terdengar suara Seorang Wanita yang aku kenal. Yang tidak lain adalah Rina, pelayan di rumah ini.


"Tuan Muda, apa anda ada di dalam?"


Tanya Rina dengan Lembut.


"Yah, ada apa?"


"Maaf mengganggu waktu anda, tapi Nyonya menyuruh anda untuk turung ke bawah makan malam, jadi..."


Seolah - olah sudah tau apa yang ingin Rina katakan, aku lansung menjawab..


"Baik, aku mengerti, tolong tunggu sebentar."


Sambil mengucapkan itu aku lansung bangkit dari kasur dan mengganti pakaianku Yang kotor di lemari.


Setelah aku berganti pakaian, aku berjalan ke arah Pintu dan membukanya, dimana tepat di hadapanku terlihat sosok Rina yang lagi menatapku dengan senyuman.


"Maaf membuatmu menunggu."


Ucapku dengan tenang.


"Itu tidak apa - apa, kalau begitu mari kita turung."


Di saat Rina mengucapkan itu aku membalasnya dengan anggukkan "umm." kemudian kami berdua lansung berjalan dan meninggalkan tempat itu.


___________________________________


______________________________


Pada saat kami berdua menuruni tangga, tepat di sampingku terlihat Rina mencoba melakukan pembicaraan denganku.


Dimana ia melirik ke arahku dan bertanya..


"Omong - omong tuan Muda, anda masih ingatkan, kemarin anda mengajak saya lari pagi?"


"Eh Yah aku masih ingat, memang kenapa?"


"Sebetulnya, besok aku tidak memiliki banyak tugas, jadi...."


"Jangan bilang, kamu ingin menemaniku lari pagi?"


Ketika aku menanyakan itu, sentak membuat Rina terlihat terkejut. Namun setelah ia kembali seperti semula ia menjawabnya dengan anggukkan.


"Umm."


Melihat itu aku lansung tersenyum dan berkata...


"Bagus, kalau begitu kita akan kumpul di halaman Rumah jam 5 pagi. Bagaimana?"


Di saat aku menanyakan itu dengan ekspresi polos, terlihat Rina sedikit kebingungan dan bertanya balik.


"Jam 5 pagi? Bukankah itu masih gelap?"


"Justru saat - saat itulah, udara sekitar menjadi nyaman."


"Nyaman? Apa maksudmu?"


"Kau akan tau sendiri nanti."


Jawabku sambil tersenyum. Melihat itu Rina lansung mendengus dan berkata..


"Baiklah, aku mengerti."


Setelah Rina mengucapkan itu, ia menambah kecepatannya dan berjalan di depanku.


Dimana, tanpa ia sadari tepat di belakangnya, terlihat wajahku yang tadinya polos tiba - tiba berubah tenang kembali, dan senyuman seringai terpancar di bibirku.

__ADS_1


"HEH."


__ADS_2