BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MENELUSURI HUTAN, TEMPAT LUBANG PUTIH TERBUKA


__ADS_3

Setelah aku mengantar Putri pulang, aku kembali kerumah.


"Aku pulang."


Di ruang tamu aku melihat Selena sedang baring - baring sambil bersantai di Sofa dengan kedua kakinya berada di atas Meja.


(Ni ****** apa ia tidak sadar ia buronan yang sedang di cari - cari banyak orang? Bisa - bisanya ia bersantai begitu.)


Pikirku. Lalu aku menggaruk - garuk kepalaku karena kesal, kemudian aku mendekatinya dan menyentil dahinya hingga ia kesakitan.


TUK!!


"~Aduuhh!"


Selena buru - buru bangun kemudian ia melihat ke arahku.


"Sialan ternyata kau. apa yang kau lakukan?"


"Justru aku yang harusnya bilang begitu, apa yang kau lakukan bersantai begitu? Apa kau tidak khawatir di luar sana banyak orang yang sedang ingin mengincar nyawamu?"


"Oh kalau itu tak ada yang perlu di khawatirkan, lagi pula di sini ada banyak Orang kuat yang bisa melindungiku, jadi tak usah khawatir. Selain itu di sini juga ada kamu."


"......"


Aku diam dan tidak bisa berkata apa - apa. Sebab Bagaimana Pun juga aku sudah berjanji akan melindungi Mereka(Anggota KSP), itu berarti Selena juga termaksud yang harus ku lindungi.


"Cih."


Aku mendecatkan lidahku karena kesal kemudian aku pergi duduk dan mengambil Remote TV untuk mengganti Siaran Sinetron ke Berita. Yang dimana Membuat Selena tidak senang dan marah.


"Woy kenapa kau ganti?"


"Suka - suka gue dong. Lagi pula ini rumahku, jadi Aku mau ganti apa itu bukan urusanmu."


"Ka~Kau...."


Selena merasa jengkel dan ingin mengatakan sesuatu tetapi ia tidak bisa sebab Ia tidak tau mau bilang apa.


Sedangkan aku yang udah mengganti Siaran berita. Pergi ke sofa dimana aku lansung membuang diriku dan baring - baring di sana.


"~Haaaa aku sangat capek."


Ucapku. Kemudian aku ingat sesuatu dan mataku lansung melirik ke arah Selena, dimana aku bertanya...


"Oh iya omong - omong Selena aku lupa Menanyakan ini. Apa kamu tau kapan Pertemuan mereka akan di adakan?"


"Maksudmu pertemuan Carla dengan Orang itu?"


"Yah."


Jawabku.


"Maaf kalau soal itu sayangnya aku belum di beritau. Namun menurut Carla Pertemuan itu seharusnya sebentar lagi akan di lakukan."


"Begitu."


(Itu berarti aku masih punya waktu untuk mempersiapkan Rencanaku.) pikirku.


Setelah itu aku mencoba melihat - lihat Sekitar. Dimana Membuat Selena kebingungan dan bertanya...


"Apa yang kau lakukan?"

__ADS_1


"Aku sedang mencari Brid, aku tidak lihat dia di manapun."


"Oh kalau kau cari dia, dia sedang keluar sama Rangga."


Aku sedikit terkejut mendengar itu.


"Keluar! Apa kau tau mereka pergi kemana?"


"Tidak, aku tidak tau."


Balas lansung Selena.


___________________________________


________________________________


Di sebuah Hutan, tempat dimana Leon Membunuh Luis dan Felik. Di dalam Sana terdapat dua sosok orang yang sedang berjalan Menelusuri Hutan.


Dimana Mereka berdua adalah Brid dan Rangga.


"Paman Brid, kenapa anda mengajakku ke Sini?"


"Nanti aku akan beritau, pertama - tama Tolong ikutlah dulu."


Balas Brid dengan Serius, lalu kemudian ia melihat ke layar Hpnya, dimana di situ memperlihatkan sebuah Map yang lokasinya berada di Hutan tempat mereka saat ini berada.


Lalu tak lama setelah mereka Menelusuri hutan itu akhirnya mereka pun sampai, dimana mereka berada di sebuah dataran yang sedikit luas di tengah - tengah pedalaman Hutan.


"Akhirnya Kita sampai juga. Sepertinya itu muncul disini."


Ucap Brid, dimana Membuat Rangga kebingungan sekaligus Penasaran Dan bertanya.


Untuk sesaat Brid tidak menjawab apa - apa dan hanya diam saja.


"......."


Namun, setelah beberapa detik kemudian ia pun menjawab....


"Rangga Sebetulnya Aku sedang mencari lokasi tempat dimana Lubang Abnormal yang baru - baru ini terbuka di sini."


Mendengar hal itu sontak membuat Rangga Shock sekaligus bertanya - tanya...


"APA! LU~LUBANG ABNORMAL, KAPAN?"


"Tak lama setelah aku datang ke Kota ini."


"Tunggu bukankah itu baru - baru sekali, kenapa Kalian tidak memberitauku?"


"Yah. Sebetulnya Carla sudah pernah ingin memberitaumu lewat Email. Tapi ia takut informasi ini akan Tersebar, jadi-!"


"Ia mengirim anda kesini bukan hanya untuk melindungi adekku, tapi untuk memberitaukan hal ini juga."


Sambung lansung Rangga. Dimana Brid membalas dengan anggukkan.


"Um."


Setelah itu Brid mengeluarkan sebuah flashdisk dari kantong celananya dan melihat Rangga.


"Rangga, kamu membawa Laptopmu kan?"


"Yah, aku bawa seperti yang Paman Brid suruh."

__ADS_1


"Bagus, kalau begitu Nih ambil lah.-


-Di dalam flashdisk ini sudah ada semua Informasi soal Lubang itu."


Brid menyerahkan flashdisknya kepada Rangga. Dimana Rangga lansung mengambilnya, kemudian ia mengeluarkan Laptopnya dari dalam Tas Dan memcoba melihat isi flashdisk itu.


Dimana di dalamnya terdapat Dua File. Satu sebuah Video sedangkan satunya lagi Sebuah Dokumen.


"Paman Brid, Video apa ini."


"Kau nonton saja, kau akan tau sendiri nanti."


Balas Brid. Lalu tanpa menunggu lama Rangga pun menontong Video tersebut.


Dimana ia melihat sebuah Peta Dunia dengan di penuhi oleh beberapa Titik Hijau, Biru dan Ungu yang tersebar dimana - mana.


Titik itu adalah tempat dimana Lubang Dimensi Terbuka.


Lalu di saat Rangga terus menonton Video itu, Video itu tiba - tiba mendekat ke Wilayah Indonesia, sampai akhirnya ia berhenti tepat di Kota Sulsel.


Di situ terdapat sebuah Lubang(Titik) di tepi laut, dimana warnanya sangat berbeda di bandingkan Lubang yang lainnya yang terdapat di seluruh dunia.


Lubang itu Berwarna -Warni seperti pelangit. Dan batas waktu Lubang itu terbuka atau muncul ke dunia ini Pun tidak ada.


Biasanya setiap Lubang mempunyai batas waktunya Masing - masing. Namun Lubang pelangit ini tidak ada sama sekali. Yang ada cuman tanda tanya saja Di atasnya.


Namun ketika Rangga terus memperhatikan Lubang itu. Lubang itu tiba - tiba memperlihatkan batas Waktu kapan ia terbuka.


Dan batas waktunya hanya Beberapa Menit saja, yang dimana membuat Rangga benar - benar sangat terkejut.


"Pa~Paman Brid, ini...."


"Yah, batas waktu Terbukannya benar - benar sangat cepat kan? Di tambah lagi Lihat itu...."


Rangga Melihat kembali Lubang pelangit itu, dimana Lokasinya yang tadinya berada di tepi Laut sekarang Sudah berpindah tempat di sebuah Hutan. Tempat dimana Saat ini mereka berada...


"Woy Apa - apaan ini? memang adakah lubang Abnormal yang bisa berpindah - tempat ke tempat yang lainnya?"


Tanya Rangga, Dimana Brid lansung mengelangkan kepalanya, seolah ia membantahnya.


"Aku rasa tidak. Menurut Carla hanya Lubang inilah yang bisa melakukan itu. Selain itu...."


Brid kembali melihat Video itu dan Rangga mengikutinya, dimana Rangga sangat kaget saat melihat Lubang yang tadinya warna - warni seperti pelangit sekarang sudah berubah menjadi Putih polos.


Lubang Ini tidak pernah sekalipun muncul di dunia ini. Itu berarti....


"PA~PAMAN BRID, JANGAN BILANG LUBANG INI, LUBANG ABNORMAL BARU?"


Tanya Rangga. Dimana Brid dengan wajah Serius lansung menjawab....


"Yah itu benar, Ini Lubang Abnormal baru. Saat pertama kali aku lihat jujur saja aku juga kaget, Sebab Lubang ini sangat aneh, ia Bisa pindah tempat di tambah lagi Waktu terbuka nya pun sungguh sangat cepat. apa lagi Tingkatan Monster dari lubang ini pun masih belum di ketaui.-


-Rangga, aku yakin kau pasti juga sadar seberapa Berbahaya nya Lubang ini. Jika Lubang ini sampai pindah tempat dan terbuka Di tengah Kota maka.....KAU PASTI TIDAK AKAN MUNGKIN BISA SEMPAT MENGEVAKUASI PARA WARGAMU-


-Oleh Karena itulah, Carla ingin menawarkan Bantuan padamu."


"Bantuan?"


"Yah, kau bisa cek detailnya di dokumen itu."


Tanpa menunggu lama Rangga lansung membuka Dokumen itu dan mulai membacanya.

__ADS_1


__ADS_2