BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
IA BERBEDA DENGAN DIRINYA YANG DULU


__ADS_3

Setelah Bulan memberitauku, semua yang ia bicarakan di kantor Polisi. Dengan tenang aku meminum air di gelasku, setelah itu aku melihat ke arahnya.


"Begitu, jadi mereka belum menemukan Petunjuk tentangku yah?"


"Umm." angguk Bulan. Setelah itu ia lanjutkan lagi.


"Selain itu, saat aku coba tanya, apa mereka dapat Rekamanmu di CCTV atau tidak. Ia bilang, kalau Ini rahasia dari Kepolisian."


"Rahasia Kepolisian kah,...Heh."


ucapku sambil seringai jahat. Bulan yang melihat itu merasa Bingun dan mencoba bertanya.


"Ada apa? Apa ada yang salah?"


"Tidak, bukan apa - apa kok. Hanya saja Sepertinya Polisi itu masih memikirkan keselamatan Rakyatnya yah."


"Hah, apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti sama sekali?"


Ucap Bulan yang terlihat kesal. Namun tanpa pedulikan itu, aku hanya membalasnya dengan senyuman seringai.


Melihat senyumanku itu. membuat Bulan terus bertanya - tanya, apa yang sebenarnya terjadi.


Tetapi saat ia memikirkan itu, Tiba - tiba ia ingat Kalau ada sesuatu yang ingin ia tanyakan ke aku dari tadi pagi. Sehingga ia lupakan saja soal itu.


"Haa sudahlah, yang lebih penting, Leon aku ingin tau, bagaimana kau bisa dapat pesan itu?" tanya Bulan dengan serius.


"Pesan?...hah, maksudmu yang ini."


Ucapku sambil menunjukkan Pesan yang ku perlihatkan pagi tadi. Dimana pesan tersebut tidak lain adalah pesan permintaan yang di buat oleh Luis di Grup itu.


"Kenapa kau ingin tau soal itu?"


Saat aku tanya, Bulan terlihat kesal sampai - sampai ia meremas Gelas yang ia pegang.


"kau bilang kenapa aku ingin tau? Bukankah sudah jelas, kau mengancamku menggunakan pesan itu, tentu saja aku ingin tau."


Benar, alasan kenapa Bulan mau menuruti permintaanku hari ini, itu karena Aku menunjukkan pesan ini.


Sebab jika Aku tidak menunjukkan pesan Ini otomatis Bulan pasti akan Memberitau para Polisi, siapa Pelaku dari insiden itu.


Itulah kenapa aku mengancam ia menggunakan pesan ini. Karena Jika aku sampai di tangkap.


Maka sudah pasti aku akan tunjukkan Pesan ini, dimana itu bisa jadi barang bukti kalau aku hanya membela diri dari anak - anak itu.


Terlebih lagi, Bukan hanya aku bebas dari Hukuman mereka, melainkan bisa - bisa para Polisi itu malah mencari siapa yang membuat Pesan ini. Dimana tidak lain adalah Mereka berlima.


Itulah kenapa Bulan mau menuruti perintahku. Karena ia tau, jika ia sampai di tangkap Polisi, maka sudah pasti Keluargannya pun akan di kena juga.


Sebagai contoh, orang tuanya akan depresi karena mendengar para tetangga menggosipkan anaknya yang di tangkap. Atau kedua adiknya akan di ejek terus oleh teman sekelasnya karena Punya Kakak yang seperti itu.


(Yaa, meski aku belum yakin apa itu akan benar - benar terjadi atau tidak. Namun aku sudah melihat hal itu di kehidupanku sebelumnya.)


Selain itu, salah satu alasan, kenapa Luis sering menghapus pesan tersebut, itu karena ia juga tau, jika pesan ini sampai di temukan oleh Pihak lain sudah pasti mereka semua akan mendapatkan masalah.


Namun, bagaimana aku bisa dapat pesan ini, itu karena....


"Bulan apa kau ingin tau, bagaimana aku bisa dapat pesan ini?"


Saat aku tanya, dengan Kesal Bulan menjawab..


"Yah, dari yang aku tau, Luis sudah menghapus pesan Itu secara permanen di Grup, jadi bagaimana kau bisa dapat?"


Sambil terus menatapku dengan Kesal, aku dengan tenang menjawab..


"Sebelum aku jawab pertanyaanmu, aku ingin tanya dulu apa kau tau tanggal dan Bulan berapa ini sekarang?"


"Tanggal? Bulan?"


"Yah."


Jawabku dengan santai


Awalnya Bulan tidak mau menjawab apapun, karena ia merasa sedang di permainkan Olehku. Namun ketika melihat tatapanku yang serius, Bulan Mulai menjawab.


"Hari ini Tanggal 24 Bulan 1X."


"Nah, kalau begitu, coba lihat di pesan ini, menurutmu Tanggal berapa pesan ini masuk?"


Sambil mengucapkan itu, aku mendorong Hpku di atas meja ke arah Bulan.


saat Bulan Melihat tanggal di pesan itu, Matanya lansung melebar karena terkejut.


Sebab Tanggal Hari ini dengan tanggal di pesan itu sangat berbeda, dimana tanggalnya 13 sedangkan Bulannya 0X, itu berarti Pesan ini di ambil 1 bulan yang lalu. Yang artinya...

__ADS_1


"Le~Leon jangan Bilang pesan ini..."


"Yah, pesan Ini hanya sebuah Foto yang ku ScreenShot, sebelum Temanmu (Luis) menghapusnya."


Benar, apa yang ku perlihatkan Bulan pagi tadi bukanlah Pesan yang ada dari Grup melainkan ini hanyalah sebuah Foto yang sudah ku Screenshot sebelum ia menghapusnya.


Alasan aku Screenshot pesan ini. Itu karena sejak awal aku merasa aneh, kenapa Luis sering menghapus pesan tersebut dan membuat yang baru.


Terlebih lagi, ia terlihat tidak mau berurusan lansung denganku. Seolah - olah ia tidak mau di ketaui kalau ia sedang terlibat denganku.


Meskipun aku belum tau alasannya, tetapi berkat itu, aku Bisa yakin kalau Ia tidak mau Pihak lain melihat Pesan ini.


Makanya aku Screenshot pesan ini, karena jika suatu saat ada sesuatu yang tak ku inginkan terjadi, maka aku bisa gunakan Pesan tersebut.


Salah satunya adalah saat terlibat dengan kepolisian...


(Namun, aku tidak pernah menyangkah kalau aku menggunakan Pesan ini untuk membuat Gadis ini menjadi PION ku.)


Ucapku di dalam Pikiran, sambil Bibirku tersenyum seringai.


Di sisi lain, Ketika Bulan dengar apa yang aku katakan, untuk sementara ia terus terdiam.


Namun, setelah beberapa saat kemudian, ia melihat ke arahku.


"Haa, baiklah aku sudah mengerti bagaimana kau dapat pesan itu. Tapi ada satu hal lagi yang ingin aku tau?"


"Apa?"


Tanyaku


"Aku ingin tau, bagaimana kau bisa masuk di Grup itu, dari yang aku dengar Grup itu sangat ketat dan susah untuk di masuki. Jadi, bagaimana kau bisa masuk."


Saat Bulan Bertanya ia menatap mataku dengan serius. Melihat tatapannya itu membuat Bibirku lansung melengkun. Sambil mulai mengetuk - ngetuk Hp yang Kuperlihatkan di Atas meja.


"Jadi kau ingin tau, bagaimana aku bisa masuk di Grup itu?"


Tanyaku. Setelah itu Bulan lansung menjawabnya secara singkat.


"Yah."


"Baiklah, pertama - tama Sebetulnya bukan aku yang masuk ke Grup itu, tapi Hp (yang ku ketuk) ini yang masuk."


Mendengar Ucapanku membuat Bulan lansung menyipitkan matanya dan melihat ke arah Hp itu.


"Benar, Hp ini bukanlah Milikku. Melainkan Hp ini aku ambil dari anak - anak yang sudah gabung di Grup itu."


Mendengar hal itu untuk sementara Bulan Melihat Hp yang ku ketuk terus. Namun setelah beberapa detik kemudian ia melihat ke arahku lagi.


"Tapi, bukankah agak berbahaya jika kau pegang Hp ini terus. Bagaimana kalau pemiliknya mencari Hp ini? Bisa - bisa kau.."


"Soal itu kau tidak perlu khawatir, lagi pula aku sudah mengatasinya."


"Maksudmu?"


Saat Bulan bertanya, aku mulai memberitaukan apa yang ku lakukan 1 Bulan yang lalu-


************


Author: omong" ini kejadiannya bersamaan dengan, saat Rangga Melawan Penyerbuan Monster.😅


************


-dimana setelah aku menghajar 3 anak di Lorong itu. Ke esokan harinya aku pergi ke sebuah Tokoh penjual Hp.


Dimana aku membeli 2 Hp yang merek dan desingnya sama persis dengan Hp yang aku ambil dari anak - anak itu.


Setelah aku membeli 2 Hp tersebut, aku lansung mempalu - paluinya sampai Hancur, hingga Hp itu tidak bisa di gunakan lagi.


Setelah itu, aku memberikan 2 Hp tersebut ke pihak Rumah sakit. Agar memberikan Hp ini ke anak - anak itu saat ia sudah sadar.


Dengan melakukan ini. Sudah pasti Mereka berdua tidak akan Mencari Hpnya, Yang saat ini aku Genggam.


Setelah memberitaukan semua itu, Bulan yang dengar terlihat agak terkesan.


Sebab di lihat dari manapun itu bukanlah sesuatu yang bisa di pikirkan oleh anak Kecil, namun bagaimana bisa Leon memikirkan itu dengan gampangnya.


Bahkan jika itu Bulan sekalipun ia yakin kalau ia tidak pernah memikirkan cara yang seperti itu.


Terlebih lagi Saat ia ingat tatapan Leon di atap bangunan. Ia rasa kalau itu bukanlah tatapan Leon yang sesunggunya, melainkan tatapan Orang lain.


Sebab jika ia bandingkan Lagi tatapan Polos Leon yang dulu Dengan Tatapan Leon yang Sekarang. perbedaannya sangat Besar. Bagaikan Air dan Api.


Makanya, setiap kali Bulan Melihat tatapan Leon. Ia merasakan Sebuah detakan Di jantungnya. Seolah - olah ia merasakan sebuah ketakutan yang tidak ia ketaui.

__ADS_1


"Oi, kenapa kau diam saja?"


Sesaat Bulan memikirkan itu, tiba - tiba aku memanggilnya dari samping, sehingga ia lansung kaget dan melihat ke arahku.


"Ma-Maaf, aku,...aku hanya memikirkan sesuatu tadi."


"Sesuatu?"


"Yah, aku tidak mengirah kalau kau segampang itu Merusak Hp yang baru kau beli. hanya untuk mengambil Hp ini."


Ucap Bulan sambil menunjuk ke arah Hp yang dari tadi ku ketuk terus. Setelah itu aku jawab...


"Kau benar, jujur saja Uang yang ku keluarkan untuk beli Hp ini hampir mencapai 10jt."


Mendengar harga Hp itu, membuat Mata Bulan Lansung melebar. Sebab dari pandangannya Uang sebanyak itu sangat susah untuk ia dapat.


Namun, Leon dengan entengnya membuang Uang itu, layaknya sedang membakarnya.


"Se~Sepuluh juta! Leon, dari mana kau dapat Uang sebanyak itu?"


Saat Bulan bertanya, dengan santai aku menjawab..


"Dari mana, tentu saja uang jajan bulananku. Bukan hanya itu saja, aku juga menjual beberapa Barang yang ku punya."


"Barang?"


"Yah." jawabku


alasan aku bisa punya uang sebanyak itu, itu karena saat aku membersihkan kamarku, aku menemukan sebuah Kardus yang isinya tidak lain adalah Barang - barang Bocah ini (Leon), Seperti PSP, PS4, XBOX, dan sebagainya...


Awalnya aku tidak mau menjual barang - barang ini. Karena aku merasa ini barang yang sangat penting bagi Bocah itu.


Tapi, karena aku membutuhkan Dana, di tambah lagi ia (Leon) sudah tidak ada di dunia ini, sehingga mau tidak Mau aku jual saja barang ini di apk online.


Sambil memikirkan itu, di sisi lain Bulan mencoba bertanya.


"Meski begitu, bukankah kau sangat berlebihan hanya untuk menukar Hp itu?"


"Berlebihan? Justru karena Hp inilah aku rela melakukan itu. Karena berkat Hp ini aku bisa menghancurkan,..KEHIDUPAN KALIAN BERLIMA."


Jawabku, sambil menatap tajam Bulan. Di sisi lain Bulan yang di tatap seperti itu merasa merinding.


Sebab ia tau dan sudah merasakannya hari ini, jika bukan karena Hp itu, tidak mungkin ia berada di situasi seperti ini.


Sehingga, mau tidak mau ia harus percaya, kalau apa yang Leon katakan Barusan itu bukan hanya sebuah Gertakan saja. Melainkan itu sungguhan.


"Maaf mambuatmu menunggu."


Pada saat Bulan memikirkan itu, tiba - tiba terdengar suara Wanita dari samping.


Saat kami melihat ke arah sana, di situ terlihat Fitri, Istri Fadli sedang membawa Gado - Gado Pesanan kami.


"Ini pesanan kalian."


Ucapnya, sambil menaruk Gado - gadonya tepat di depan kami.


"Makasih."


Ucapku


Mendengar hal itu Fitri hanya menjawab dengan senyuman. Setelah itu ia lansung berjalan dan meninggalkan tempat kami.


Di sisi lain, ketika Fitri sudah pergi, aku lansung mengambil Sendok di atas meja. Setelah itu aku melihat ke arah Bulan.


"Kalau begitu, ayo kita makan dulu, Kita lanjutkan lagi, bicarannya nanti."


"Umm."


angguk Bulan. Setelah itu kami berdua mulai Makan bersama....


Namun saat kami sedang makan, Tiba - tiba PIX membisikkan sesuatu di dalam pikiranku.


[Master, Bukankah Gadis itu terlalu banyak bertanya? Seperti ia sedang mencari sesuatu untuk melawanmu.]


(Um, aku tau itu.)


[Kalau kau tau, kenapa kau jawab semua pertanyaannya tadi?]


Pada saat PIX bertanya, sesaat aku melirik ke arahnya. Setelah itu aku melanjutkan makan ku lagi...


(Soal itu, kau tidak perlu tau.)


Ucapku dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2