BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
SELENA MELAKUKAN SERANGAN


__ADS_3

"SE~SELENA."


Alexei meneriakkan itu. Vincent yang dengar itu langsung menyipitkan matanya, sebab ia seolah tau siapa itu Selena.


"Selena! Tunggu bukankah dia itu..."


Tau apa yang ingin Vincent katakan, Alexei langsung jawab..


"Yah, dia adalah salah satu anggota dari kelompok Gregori yang beberapa minggu lalu telah menyerang Fasilitas Penelitihan Monster yang ada di bagian timur tengah."


Mendengar hal itu sontak saja membuat mereka semua kaget. Kecuali Valdo yang masih bersiaga di depan.


Lalu kemudian Sherlie yang tau berita itu juga lansung mencoba masuk ke dalam pembicaraan.


"Ah aku juga tau itu. Aku dengar dari Jendral Bruno, sepertinya mereka sampai saat ini masih jadi buronan dan di kejar oleh beberapa pihak yang ingin mendapatkan hadiah buronannya?"


Alexei membenarkan itu dan mengangguk setuju.


"Benar, namun sayangnya meski sudah banyak pihak yang mencoba mengejar mereka tetapi tetap saja tidak ada satupun pihak yang berhasil menemukan jejak mereka.-


-Bahkan beberapa Intelijen kelas dunia pun sampai ikut membantu tapi sayangnya hasilnya tetap sama sampai akhirnya beberapa orang spekulasi bahwa mereka kemungkinan besar telah di sembunyikan oleh pihak otoritas dunia bawah.-


-Sebab hanya merekalah yang bisa menyembunyikan kelompok Gregori sesulit itu."


Baik Vincent ataupun Sherlie hanya diam saja mendengarkan Alexei. Sementara itu Alexei mencoba melanjutkan lagi...


"Tentu awalnya aku juga berpikiran hal yang sama seperti mereka tapi aku salah, aku lupa satu hal bahwa selain otoritas dunia bawah masih ada satu orang lagi yang bisa menyembunyikan keberadaan mereka sesulit itu. Dia adalah....CARLA."


Alexei lansung mengalihkan pandangannya ke arah Carla, begitupun dengan yang lainnya.


"Memang benar, jika wanita itu(Carla) menggunakan kekuatan TUPXION nya, maka bukan tidak mungkin kalau ia bisa menyembunyikan keberadaan kelompok Gregori sesulit itu, bahkan dari kejaran para intelijen kelas dunia sekalipun."


Ucap Vincent. Lalu kemudian Vincent melanjutkan lagi...


"Ini juga menjadi alasan kenapa Mereka bisa memiliki Senjata S Gear itu, Kemungkinan besar mereka telah bekerja sama menyerang fasilitas itu untuk mendapatkan beberapa Senjata S Gear yang sedang di teliti di situ."


Alexei seolah setuju juga dengan apa yang Vincent katakan dan mengangguk.


"Um kau benar."


Lalu di sisi lain, Carla yang sejak tadi hanya diam saja mendengar pembicaraan mereka(Alexei dan yang lainnya) langsung tertawa ringan dan menepuk kedua tangannya sambil berkata...

__ADS_1


"Bagus, memang benar aku dan kelompok Gregori telah bekerjasama menyerang fasilitas itu untuk bisa mendapatkan senjata S Gear ini.-


-Jadi setelah kalian mengetahui itu semua apa yang akan kalian lakukan?"


Sesaat Carla menanyakan itu, kecuali Valdo yang masih bersiaga. Vincent, Sherlie dan Amaliya langsung melihat ke arah Alexei. Dimana mereka bertiga seolah menunggu perintahnya.


"....."


Awalnya Alexei diam saja dan tidak mengatakan apa - apa, Namun tak berselang lama ia pun mulai bicara.


"Baiklah, pertama - tama Vincent apa kau masih bisa menggunakan portal mu?"


"Tentu saja aku masih bisa." Jawab Vincent.


"Baiklah, kalau begitu bersiaplah untuk membukanya. Hanya untuk jaga - jaga jika suatu saat ada sesuatu yang tak di inginkan terjadi maka kalian bisa langsung melarikan diri masuk ke dalam sana."


"Aku mengerti." Balas Vincent.


Lalu kemudian Alexei berahli ke arah Amaliya.


"Selanjutnya Amaliya, aku ingin kau pergi ke ruang bawah tanah mansion ini untuk menahan Brid di sana. Apa kamu bisa?"


"Ya itu tidak masalah, tapi bagaimana dengan mereka(Carla, Selena dan Mael)? Bukankah sangat berbahaya jika aku meninggalkan tempat ini?"


"....Baiklah jika anda berkata begitu. Kalau begitu aku pergi dulu."


Pada saat Amaliya mulai mencoba berlari masuk ke dalam Mansion. Carla sekilas melirik Selena.


Selena seolah tau apa yang Carla inginkan dan langsung melompat, Kemudian tubuhnya di penuhi oleh cahaya terang.


Dari cahaya itu Valdo seolah ingat cahaya lain yang muncul di ruangan Alexei. Dimana cahaya itu muncul tak lama setelah Bom cahaya Mael meledak.


Ini hanya perkiraan Valdo semata, kemungkinan besar cahaya itu adalah effek dari kemampuan senjata S Gear milik Selena.


Selain itu melihat bagaimana kelompok Carla yang saat itu tiba - tiba menghilang ketika cahaya itu muncul itu berarti kemampuan Selena bisa saja ia memindahkan orang ke tempat lainnya dalam waktu singkat. Tanpa kecuali dirinya sendiri.


Jika itu memang benar maka saat ini Selena pasti sedang mencoba mengincar seseorang. Dan orang yang paling besar kemungkinan di incar saat ini adalah....AMALIYA.


Seperti yang Valdo pikirkan. Dua meter tepat di atas kepala Amaliya tiba - tiba muncul sebuah cahaya. Dan dari dalam cahaya itu Selena lompat keluar dengan sepasang belati di kedua tangannya.


(Gawat! Aku harus melindunginya!)

__ADS_1


Valdo dengan cepat memunculkan beberapa lingkaran sihir di sekitar Amaliya dan mencoba menyerang Selena tetapi sayangnya ia malah di halangi oleh Mael, yang dimana membuat Valdo mau tidak mau harus membatalkan semua lingkaran sihirnya dan fokus menebas tembakan laser yang sedang menuju ke arahnya agar bisa melindungi Alexei dan yang lainnya di belakang.


"Cih dasar pengganggu!"


____________________________________________


________________________________________


>Sementara itu di tempat Amaliya.


Setelah Selena teleportasi dua meter di atas Amaliya. Selena langsung meluncur ke bawah dengan sepasang dua belati di tangannya.


"Gadis kecil jangan membenci ku, salahkan dirimu sendiri karena terlalu ikut campur dengan urusan kami."


Seusai Selena mengatakan itu, ia lalu memegang erat kedua belatinya dan mulai melayankan sebuah serangan.


Serangannya itu sangat kuat hingga membuat salju di sekitarnya bertebaran di udara sampai - sampai mereka tidak bisa melihat apa - apa.


Namun saat salju itu mulai menghilang, Selena sontak langsung terlihat kaget sebab serangannya itu tidak berhasil mencapai Amaliya. Melainkan serangannya di halangi oleh sebuah perisai Es yang terbentuk tepat di atas kepala Amaliya.


"Dasar bodoh, kau pikir aku akan termakan serangan diam - diam kalian dua kali, jangan mimpi." Bisik Amaliya.


Amaliya melihat ke belakang dari balik pundaknya. Amaliya menatap Selena dengan sorot matanya yang memancarkan cahaya serta beberapa garis akar yang merambat di sekitar wajahnya.


Melihat hal itu Selena seolah mendapatkan firasat buruk dan buru - buru mencoba menjauh dari sana.


Namun sayangnya sudah terlambat. Amaliya lebih dulu menciptakan ratusan duri es di atas mereka, yang dimana hal itu membuat wajah Selena benar - benar terlihat pucat.


"O-Oi kau pasti bercandakan, jika kau menyerang ku dengan duri sebanyak itu kau pasti juga akan kena."


Amaliya hanya merespon perkataan Selena dengan senyuman. Lalu kemudian Amaliya menjentikkan jari nya...


PLOT!!


Dan saat itu juga sebuah Kuba es terbentuk dan melindungi Amaliya dari dalam sana.


"Bagaimana? Dengan begini aku tidak akan kena kan?"


Amaliya seolah menyindir Selena. Selena merasa tidak senang dan langsung mengerutkan keningnya karena kesal.


"Dasar gadis sialan, aku pasti akan membunuh mu."

__ADS_1


Bukannya takut di beri peringatan seperti itu Amaliya malah menunjukkan senyuman seringai di wajahnya.


"Oh benarkah, kalau begitu...COBALAH KALAU KAU MEMANG BISA MEMBUNUHKU."


__ADS_2