BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
AKU AKAN DATANG


__ADS_3

Setelah beberapa detik Mereka Bertiga(Rezvan, Haira dan Kana) Lari Dari Leon.


Tak lama Kemudian Tidak jauh di depan mereka, Haira melihat Sebuah Lorong tepat di pembelokkan. Dimana Lorong itu terlihat sedikit gelap karena di Halangi Oleh Bangunan tinggi di antara kiri dan kanannya.


Namun tanpa pedulikan itu Haira tetap Mencoba masuk ke dalam sana.


"Kita lewat sana."


Sayangnya setelah beberapa detik mereka berlari ke dalam sana, tak lama kemudian Rezvan melihat keadiran seseorang tidak jauh di depan mereka dan dengan cepat ia lansung menghentikan Haira dan Kana Yang berlari.


"Kalian berdua tunggu sebentar."


"Ada apa Rezvan? Kita harus cepat keluar dari sini."


"Aku tau, tapi coba perhatikan di depan sana."


Saat Rezvan menunjuk ke arah Depan, Baik Haira dan Kana Lansung melihat ke arah sana. Dimana tidak jauh di depan mereka Terlihat 6 anak Berandalan yang sedang Nongkron sambil pesta minuman Keras.


Dimana sebagian dari mereka ada yang bermain Gitar dan bernyanyi.


"Me~Mereka....Anak berandalan?"


Guman Kana.


"Yah, Re~Rezvan apa yang harus kita lakukan?"


Tanya Haira dimana ia terlihat sedikit ketakutan. Bukan hanya Dia Kana pun juga sama.


Di sisi lain Rezvan mencoba untuk tetap terlihat tenang dan menjawab..


"Pertama - tama ayo kita keluar dari tempat ini dulu."


"Kau benar, tapi bagaimana kalau kita bertemu dengan Leon?"


Tanya lagi Haira dimana Rezvan dengan tegas menjawab...


"Soal itu kalian tidak usah khawatir, biar aku yang mengurusnya."


Meskipun Haira tidak ingin membiarkan Rezvan atau Kakaknya mengurus Leon Sendirian. Tetapi ia juga tidak ingin meninggalakan Kana sendirian karena takutnya terjadi apa - apa padanya jadi...


"Baiklah, aku mengerti, kalau gitu aku serahkan Leon padamu Kak, jika hal itu terjadi."


"Yah."


Jawab Rezvan secara singkat.


Setelah itu mereka bertiga pun mulai berjalan dan mencoba keluar dari Lorong dari arah yang berlawanan dengan Anak - anak berandalan itu.


Namun, di saat mereka baru saja mau berjalan tiba - tiba mereka bertiga berhenti bergerak, alasannya itu karena dari arah berlawanan mereka juga melihat Satu anak Berandalan yang baru saja masuk ke dalam Lorong dan menuju ke arah mereka.


Dimana anak itu membawa kantong Hitam di tangan kanannya yang berisikan Minuman keras dan beberapa Cemilan. Seperti ia baru saja belanja di Luar sana.


"Ki~kita tidak bisa keluar!"


Ucap Kana yang gemetar. Sedangkan Rezvan yang terus menatap Anak berandalan itu lansung mengertakkan Giginya dan Terlihat Kesal...


"Sial, ini benar - benar Buruk."


Mendengar itu Haira lansung melihat Rezvan dan bertanya...


"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Tidak ada yang bisa kita lakukan, lagi pula Kita sudah terjebak di antara mereka."


Balas Rezvan dengan Serius sambil meneteskan keringat dingin di dahinya.


________________________________


_____________________________


>Sementara itu.


Tepat di pinggir jalan, Aku(Leon) yang terus berlari dan melihat - lihat sekitar mencoba mencari Mereka bertiga(Rezvan, Haira dan Kana). namun tetap saja aku tidak bisa menemukan mereka.


"Sial, kemana anak - anak itu pergi."


Ucapku dengan Kesal, dimana PIX yang melihat itu lansung berkata..


[Sepertinya mood anda sedang Buruk yah, apa gara - gara selangkang anda Di tendang tadi.]


"DIAMLAH."


Bentak aku lansung karena jengkel. Kemudian aku menghela nafasku untuk menenangkan diriku kembali. Setelah aku tenang aku melirik PIX dan bertanya..


"Omong - omong kau dari mana saja, mulai dari tadi pagi kau tidak bicara Sedikitpun?"

__ADS_1


[Aku sedang menonaktifkan Diriku Master.]


"Menonaktifkan?"


[Yah, entah kenapa akhir - akhir ini aku merasa Energi di dalam Diriku terus terkuras.-


-aku tidak tau penyebabnya. Namun aku merasa ini ada hubungannya dengan saat Lubang putih itu muncul.]


"Oh yang waktu itu yah."


Gumanku sambil mengingat lagi Lubang Putih yang ku lihat waktu di dalam Hutan.


Dan Di saat aku mengingat itu, tiba - tiba aku dengar Suara seorang gadis yang lagi Teriak.


"Kyaaaa!!"


"Suara ini kan!"


Saat Tau Pemilik suara itu adalah Haira, aku lansung berbalik ke arah sana.


Meskipun Suaranya tidak terlalu keras untuk bisa di dengar oleh Orang sekitar tetapi dengan Perndengaranku yang tajam aku lansung bisa tau jarak suara itu.


"Sepertinya ia tidak terlalu jauh dari sini, kalau gitu...."


Tanpa menunggu lama aku pun lansung berlari ke arah sana.


________________________________


_____________________________


Di waktu bersamaan, Setelah Rezvan, Haira dan Kana di tangkap Oleh anak Berandalan itu, mereka lansung di bawah masuk ke dalam Lorong dan di dorong ke hadapan Anak berandalan yang lainnya.


Dimana Mereka semua menatap Rezvan, Haira dan Kana dengan tatapan yang bertanya - tanya...


"Apa yang anak - anak ini lakukan di sini?"


"Tidak tau."


Jawab Temannya yang lain. Kemudian anak berandalan yang seperti pemimpin mereka maju ke depan dan melihat Rezvan, Haira dan Kana. lalu ia berahli ke arah temannya yang membawa mereka bertiga di sini dan bertanya...


"Woy, buat apa kau bawah anak - anak ini kemari?"


"Yaa kau tau anak - anak ini dari tadi sepertinya sedang mengawasi kalian. Aku tidak tau tujuannya jadi aku bawah kemari."


"Hmm."


"Woy namamu, siapa namamu?"


"A~aku...Namaku Rezvan."


"Kalau kau?"


"Sa~Saya...Na~Nama Saya Kana."


"Hmm...Kana ya, kalau kau?"


"Aku Haira."


Setelah mengetaui Nama Mereka bertiga, orang itu lansung mendekati Rezvan, Haira dan Kana yang lagi berlutut di tanah lalu bertanya...


"Baiklah, Rezvan, Kana, Haira aku ingin tanya kalian, apa yang kalian lakukan di sini?"


Ketika Haira mencoba menjawab Rezvan lansung menghentikannya. Kemudian ia yang gantikan menjawab...


"Pertama - tama Kami minta maaf karena sudah mengganggu kalian.-


-Alasan kami masuk ke Lorong ini itu karena kami sedang di kejar oleh Seseorang."


"Di kejar?"


"Yah. Seandainya kami tau bahwa kalian ada di lorong ini, kami pasti tidak akan masuk dan mengganggu kalian.-


-jadi aku mohon tolong lepaskan kami."


Ucap Rezvan sambil bersujud di hadapan orang itu.


Rezvan tau hal ini seharusnya tidak perlu ia lakukan. Namun demi membawa Adik dia dan Kana pergi dari tempat ini. Ia tidak punya pilihan lain selain menggunakan Cara seperti ini,


"Baiklah, karena kau segitunya memohon padaku maka aku akan lepaskan."


"Benarkah?"


"Yah, tapi ada syaratnya."


"Sya-Syarat? Apa syaratnya?"

__ADS_1


"Sini, berikan Uang kalian padaku."


"Eh!"


Tentu saja Rezvan merasa sangat terkejut mendengar itu. Bukan hanya dia Bahkan Haira dan Kana pun sama.


Karena bagaimanapun juga Mereka bertiga sudah tak memiliki Uang lagi karena sudah Habis di belanja.


"A~Anu sebetulnya aku sudah tak memiliki Uang." ucap Rezvan


"Ah apa kau bercanda, kau pasti masih punya kan?"


"Ma~Maafkan aku, aku benar - benar tidak punya. Aku udah Habis belanjain semuanya."


Balas Rezvan, dimana Membuat orang itu terlihat kesal dan berahli ke Arah Haira.


"Kalau kau?"


"Sa~Sama Aku juga tidak punya."


Jawab Haira.


Anak Itu tambah terlihat kesal dan berahli lagi ke arah Kana. Dimana ia hanya menatap Kana seolah menunggu jawabannya.


Namun jawaban yang di berikan Kana sama juga...


"A~Aku tidak punya."


Mendengar itu membuat ia sangat marah dan menyuruh temannya yang lain untuk mengambil tas mereka bertiga.


"WOY KALIAN SEMUA PERIKSA TAS MEREKA."


Di saat Semua Anak berandalan itu mencoba mengambil Tasnya Haira, Rezvan dan Kana secara paksa.


Mereka bertiga tidak tinggal diam, mereka mencoba melawan balik untuk tidak menyerahkan tas mereka pada Anak - anak berandalan itu.


"Kalian, apa yang kalian lakukan, Lepaskan Tasku." ucap Haira.


"Ja~Jangan...Jangan ambil tasku, aku mohon." ucap Kana. Seolah ia ingin menangis.


"Kalian Semua, apa kalian tidak malu melakukan ini?"


Tanya Rezvan yang marah kepada Anak berandalan yang mencoba mengambil Tasnya. Dimana anak itu Terlihat geram Dan lansung menendang Rezvan.


"DIAMLAH BOCAH SIALAN!"


BUKK!!


"~~Aghhh!!"


Setelah tas mereka berhasil di ambil. Anak berandalan itu mulai mengeledanya. Dimana Mereka tidak menemukan apapun di dalam tasnya Rezvan dan Haira.


Namun, Di saat Tas Kana yang di geleda Mereka menemukan sebuah Hp di dalam Sana.


"Oh lihat Anak ini punya Hp bro."


"bagus, bawa ke sini kita akan jual nanti."


Tidak terima Hpnya mau di ambil Kana lansung berlari ke arah Anak itu lalu menahan kakinya untuk tidak membiarkan ia pergi.


"Ti~Tidak,...tolong jangan ambil hpku. Ibuku bekerja keras untuk membelikan Hp Itu, aku mohon jangan Di ambil..Hikss!'


Ucap Kana Yang terisap - isap dan seolah Ingin menangis.


Namun, bukannya merasa kasihan anak itu malah kelihatan kesal dan memaksa Kana untuk melepaskan Kakinya.


"Sial, Woy cepat lepaskan Kakiku?"


"Ti~Tidak,...aku mohon to~tolong kembalikan Hpku dulu."


"Hah, apa kau tidak dengar tadi, ini sudah milik kami jadi,...CEPAT LEPASKAN KAKIKU DASAR GADIS SIALAAAN!!"


Teriak Anak itu yang sangat marah dan mencoba melayankan sebuah Pukulan ke arah Kana.


Namun Sebelum pukulan itu mencapai Kana. Tiba - tiba Sebuah batu Kecil berukuran Bola Golf meluncur ke arah anak itu dan dengan Kuat mengenai dahinya.


Hingga Membuat dahinya itu berdarah dan mengalir di wajahnya.


"Sial,....WOY SIAPA YANG MELEMPARIKU BATU?"


"Maaf, itu aku yang lempar."


Di saat anak itu mendengar suara tersebut, ia lansung mengalihkan pandangannya ke arah Sana, begitupun dengan Temannya yang lain.


Dimana Di bagian Ujung Lorong, mereka melihat seorang Bocah Yang lagi menyandarkan Punggungnya ke tembok dan menatap mereka. Dimana Bocah itu tidak lain adalah...

__ADS_1


"Le-Leon."


Guman lansung Haira yang merasa sangat terkejut, Begitupun dengan Rezvan dan Kana.


__ADS_2