BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
CARA MENGHENTIKANNYA


__ADS_3

Sementara Amaliya menunjukkan Roh TUPXION nya di atas. Di sisi lain Alexei melihat penghalan Vincent telah selesai dan sudah tertutup seutuhnya sehingga tidak ada lagi serangan yang bisa mengenai mereka.


"Sepertinya sudah Selesai, kalau begitu..."


Alexei mengalihkan pandangannya ke arah atas dan melihat Valdo yang lokasi tidak jauh dari mereka.


Valdo saat ini sedang terbang juga di atas sana sambil membantu Amaliya menghancurkan semua serangan yang tak henti - hentinya di lancarkan oleh Carla.


"VALDO."


Sejenak Valdo berhenti bergerak dan melihat ke arah Alexei.


"Seperti yang kamu lihat, Penghalan nya sudah selesai, kami sudah aman di sini. kau bisa melakukan tugas mu sekarang."


"Baik, aku mengerti." Balas Valdo.


Valdo langsung meninggalkan tempatnya dan menuju ke arah Carla. melihat itu Carla segera memperingati anggotanya untuk bersiap bertarung.


"Semuanya bersiaplah, mereka akan menyerang."


Valdo meluncurkan ratusan pedang ke arah Carla.


Carla dan anggota yang lainnya langsung berpencar untuk menghindari serangan itu.


Mael yang sejak tadi sudah bersiap menembak mengambil ancang - ancang dan melepaskan tembakan ke arah Valdo.


Awalnya hanya satu laser saja yang menuju ke arah Valdo, namun tiba - tiba laser itu menyebar menjadi sepuluh bagian dan mengepung Valdo.


Valdo segera mengambil dua pedang dari lingkaran sihirnya dan membela semua laser itu hingga tak tersisa.


"Pak tua, ini belum selesai."


Tiba - tiba Valdo dengar suara wanita di belakangnnya. dan saat Valdo berbalik ia melihat sebuah cahaya.


(Tunggu cahaya itu kan...)


Valdo lansung mengenali cahaya itu berasal dari kemampuan Senjata S Gear milik Selena.


Lalu dari dalam cahaya itu bukan hanya Selena saja yang terlihat tapi Gregori juga. dimana Gregori lansung menerjang Valdo.


"Dasar bodoh, kau itu sudah tidak memiliki Senjata S Gear. kau pikir pukulan mu itu bisa mengalahkanku?"


Valdo menyilangkan kedua pedangnya dan mencoba menahan pukulan itu. namun Valdo merasa kaget sebab pukulan Gregori ternyata lebih kuat dari yang ia kira.


(Apa - apaan ini, kenapa pukulannya kuat sekali?)


Saking kuatnya pukulan Gregori, sampai - sampai Valdo merasa kesulitan menahannya. hingga akhirnya Valdo terhempas dan jatuh ke tanah.


Namun Valdo berhasil memperbaiki posisinya tepat waktu. sedangkan Gregori, ia kembali di teleportasi oleh Selena ke tempat Carla.


(Sial kenapa pukulan dia bisa sekuat ini, bukankah ia sudah tidak memiliki Senjata S Gear? apa sebenarnya yang terjadi?)

__ADS_1


Valdo merasa kebingungan. lalu LIEV(Roh TUPXIONnya) pun mencoba menjelaskan.


[Master, apa anda lupa, meskipun ia sudah tidak memilki Senjata S Gear tapi anda harus ingat orang ini sangat kuat, bahkan ia berhasil menahan salah satu seragan terkuat kita(Pedang Besar) dengan kekuatannya sendiri.-


-Selain itu orang ini juga telah sembuh total berkat potion yang di berikan padanya tadi, sehingga tenaganya juga sudah kembali seperti semula.-


-Master, aku sarankan sebaiknya anda tidak terlalu meremehkan nya.]


(Um aku tau.) Balas Valdo sambil menganggukkan kepalanya.


Lalu dari depan Valdo melihat Gregori berlari ke arahnya bersama dengan Selena. Mereka berdua berpencar dan mengelilingi Valdo.


Valdo mengamati gerak gerik mereka sambil memegang erat kedua pedangnya.


"..."


Setelah menunggu beberapa detik akhirnya Selena dan Gregori maju ke depan dan menyerang Valdo.


Selena menargetkan leher Valdo menggunakan belatinya, Sedangkan Gregori, ia mencoba memukul perut Valdo.


Namun sayangnya serangan mereka berhasil di tangkis oleh kedua pedang Valdo. Tak cukup sampai di situ Valdo juga melancarkan serangan balik yang membuat Selena terhempas.


~Ughhh!!


Selena berhasil memperbaiki posisinya dan kembali menyerang.


Mael seolah tak mau diam saja dan ikut membantu juga. dimana sesekali ia melepaskan tembakan agar bisa memberi Selena dan Gregori ruang untuk menyerang.


(Sial, laser ini sangat mengganggu.)


(Gawat dia menargetkan ku.)


Mael buru - buru lompat ke arah samping dan berhasil menghindari dua pedang, sedang tiga lainnya masih mengejarnya.


Lalu saat ketiga pedang itu sudah hampir mengenai Mael tiba - tiba Selena muncul di atas dan menepis semua serangan itu dengan belatinya.


"Se~Selena." Mael.


"Tidak usah khawatir aku akan mengurus semua pedang yang menyerangmu. kau fokus saja menembak orang itu, mengerti."


"Um, aku mengerti." Angguk Mael.


Lalu setelah itu mereka bekerja sama menghadapi Valdo. dimana mereka tak henti - hentinya menyerang Valdo..lagi..lagi..dan lagi.


___________________________________


_____________________________


Sementara mereka bertiga menghadapi Valdo. Carla saat ini sedang memperhatikan Amaliya. dimana Amaliya sedang menyerap energi alam di sekitarnya dan mengumpulkannya di satu titik di tangannya yang membentuk sebuah pola segitiga.


"Apa yang gadis itu lakukan?" Tanya Carla.

__ADS_1


[Sepertinya ia sedang mencoba menggunakan AREA BEKU.]


Carla kebingungan dan bertanya - tanya.


"Area Beku? apa itu?"


[Itu adalah salah satu kemampuan TUPXION nya, dimana ia bisa membekukan segala sesuatu yang ada di dalam area yang ia buat.-


-Contohnya saja artileri itu. jika artileri itu masuk dalam radius area yang ia buat maka ia bisa membekukan Artileri itu menjadi es.]


"Hmm jadi ini hampir sama seperti kemampuan DIMENSI SISTEM yang kita gunakan tadi?"


[Benar, namun kemampuan ini memiliki kelemahan.]


"Kelemahan?"


[Selama ia melebarkan area nya maka ia juga harus tetap Fokus, konsentrasi untuk mengumpulkan energi alam di sekitarnya agar Areanya bisa luas. Namun hal itu tentunya membuat ia juga tidak bisa bergerak. karena salah sedikit saja maka area dia akan hancur. Nah di situlah kesempatan anda untuk menyerangnya.]


"Hmm aku mengerti."


Carla berhenti menyerang Penghalan Vincent dan semuanya di alihkan ke satu tempat untuk di serang, yaitu Amaliya.


Mulai dari Artileri, Helikopter, Drome hingga pesawat tempur. semuanya menyerang Amaliya secara bersamaan, hingga terjadi sebuah ledakan yang sangat besar di atas sana.


"A~Amaliya!" Sherlie teriak dengan ekspresi khawatir.


Ketika asap hitam tebal dari ledakan itu sudah mulai menghilang semua orang kaget sebab Amaliya terlihat baik - baik saja di atas sana.


Sepertinya ia berhasil di lindungi oleh ke enam rantai yang mengelilingi nya sehingga ia bisa selamat.


"Ba~Bagaimana bisa ia menggerakkan rantai itu? bukankah ia harus konsentrasi mengumpulkan energi alam di sekitarnya?" Tanya Carla yang kebingungan.


[Um itu benar.]


"Kalau begitu, bagaimana bisa?"


[Ini hanya perkiraan ku saja, kemungkinan besar alasan kenapa rantai itu bisa bergerak karena dia.]


Noel tidak melihat Amaliya melainkan ia Melihat ELSIE yang sedang melayang di belakang Amaliya.


[Sejak pertarungan ini di mulai, gadis itu belum menunjukkan Roh TUPXION nya sama sekali tapi sekarang tidak. ia sudah menunjukkannya.-


-Kemungkinan besar karena gadis itu sadar bahwa dirinya tidak bisa bertarung ketika menggunakan area beku sehingga ia memanggil Roh TUPXION nya untuk melindunginya.]


"Hmm jadi apa yang harus kita lakukan? apa ada cara untuk menghentikan area bekunya?"


[Ada Master, selama anda berhasil menyentuh gadis itu maka aku bisa membatalkan dan menghilangkan semua energi alam yang telah di serapnya, dengan begitu area bekunya akan di hentikan.]


"Tapi untuk melakukan itu setidaknya kita harus melewati rantai itu dulu kan? di tambah lagi rantai itu di kendalikan oleh Roh TUPXION nya. aku rasa ini tidak mudah dari yang kita pikirkan."


[Anda benar, tapi tak usah khawatir karena mulai dari sini aku akan berusaha membantu anda agar bisa mendekati dia.]

__ADS_1


Carla dengar suara kendaraan di belakangnya. dan saat Carla balik ia melihat ada lebih dari dua puluh kendaraan tempur yang berhasil naik ke atas pegunungan, dan mereka semua baris di belakang Carla. Mulai dari Tank, kendaraan anti udara hingga pansher.


Tidak hanya itu saja, terdapat beberapa alutsista udara yang baris juga di atasnya seperti helikopter dan juga Drome.


__ADS_2