
setelah beberapa saat aku menempuh perjalanan, aku akhirnya sampai di super market, dan lansung menyandarkan sepedaku di tembok.
setelah itu, aku mulai berjalan memasuki super market.
dan saat aku sudah berada didalam, aku lansung pergi mengambil beberapa cemilan yang aku inginkan, dan juga mengambil Eskrim Sendotan rasa Strawberry, yang Kak Siska mau.
setelah itu, aku mulai berjalan ke arah kasir dan membayarnya. saat aku sudah membayarnya, aku lansung berjalan pergi, untuk keluar dari super market.
dan saat aku sudah berada di luar sambil membawa kantong yang isinya cemilanku dan Eskrim Kak Siska.
tiba - tiba beberapa anak muda yang sedang nongkrong di dekat super market memanggilku sambil mengerakkan tangannya naik, turung.
"Woy, kau Bocah disana, kesini dulu?!"
dan saat aku mendengar orang itu memanggilku bocah, aku lansung terlihat sangat kesal. namun karena aku sudah dewasa, tidak ada untungnya meladeni anak - anak yang masih, di masa puber ini.
"haaa..sabar - sabar, aku itu sudah dewasa tidak perlu maladeni anak kecil!!"
setelah aku mengatakan itu, tampa pedulikan panggilan mereka, aku lansung berjalan pergi ke arah sepedaku.
dan saat anak muda itu melihatku tidak mempedulikannya, dia terlihat sangat kesal dan mulai berdiri sambil berjalan ke arahku dengan beberapa temannya yang sedang mengikutinya dari belakang.
dan tak lama kemudian, mereka akhirnya sampai di depanku.
"Woy, Bocah Brengseet, apa kau tidak dengar, aku sedang memanggilmu sialan!!"
ketika aku sudah menaiki sepedaku dan menggantung kantongku di stir sepeda, aku perlahan menghembuskan nafas, karena aku tau kalo saat ini, aku sedang terlibat dengan sesuatu yang sangat merepotkan.
"haaa..ini pasti merepotkan!!"
setelah aku mengatakan itu, aku dengan tenang mengalihkan pandanganku ke arah mereka dan memperhatikan kalo beberapa anak muda ini ternyata masih berusia sekitar 16/17 tahun.
"apa kalian memiliki urusan denganku??"
aku dengan tenang mengatakan itu, meskipun mereka ada banyak, sekitar 5 sampai 6 orang, aku tetap tenang menghadapi situasi ini, meski tubuhku sudah jadi Bocah.
"Yah. kami memang memiliki urusan denganmu,..jadi cepat ikuti kami!!"
saat dia mengatakan itu, aku menatap dia dengan tatapan tajam, namun sepertinya mereka tidak melihat tatapanku, karena cahaya tempat kami berada kurang terang, sehingga mataku hampir tidak kelihatan karena di tutupi oleh bayangan.
namun untuk sekarang aku sepertinya harus bertingkah seperti seorang bocah.
karena tidak bagus jika aku menunjukkan sifat asliku di depan mereka saat ini.
"aku minta maaf, tapi aku harus cepat pulang, karena jika tidak ibuku pasti akan memukulku!?"
jujur aku sangat malu saat mengatakan ini, tidak kusangkah aku yang disebuat sebagai salah satu tentara bayaran yang paling di takuti di dunia, malah berpura - pura seperti jadi Bocah manja.
saat aku memikirkan itu, orang itu lansung memegang stir sepedaku untuk menghalangiku berjalan.
"Woy, emang siapa yang peduli jika kau di pukul sama ibumu, dasar Bocah manja sialan!!"
"ta~ tapi aku harus cepat pulang, ka~ kalau tidak ibu akan-!!"
"SIAPA YANG PEDULI DENGAN IBUMU SIALAN. CEPAT KAU IKUTI KAMI SAJA!!"
"ta~ tapi-!!"
"SUDAH KUBILANG CEPAT IKUTI KAMI BOCAH SIALAN, APA KAU INGIN KU HAJAR DI SINI..HAH!!"
__ADS_1
saat aku melihat kalau mereka tidak mau membiarkanku lolos, sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti mereka.
"...baiklah, aku akan ikuti kalian!?"
"Kalau begitu cepat ikuti kami Bocah sialan!!"
setelah itu, aku mulai mengikuti mereka dari belakang, sambil mendorong sepedaku saat berjalan dan membisikkan sesuatu.
"haaa...sepertinya anak jaman sekarang, sudah tidak bisa menghormati orang yang lebih tua dari dia yah,!?"
"Woy, apa kau bilang sesuatu tadi??"
"tidak, aku tidak mengatakan apapun."
tak lama kemudian, kami akhirnya sampai di tempat belakang lestoran yang sudah tertutup.
dan ketika aku memperhatikan area sekitar, disini tidak ada seorangpun selain aku dan beberapa anak berandalan ini.
"bisa aku tau, kenapa kalian membawaku ke tempat seperti ini??"
"diamlah dulu disitu bocah!!"
setelah dia mengatakan itu, dia lansung melihat beberapa anggotanya dan lansung menyuruh mereka untuk mengepungku, agar aku tidak bisa lari dari sini.
setelah itu, dia mulai memanggil salah satu anggotanya.
"woy, coba gue lihat pesan yang kau dapat itu!?"
"yah,!"
temannya yang di panggil, lansung menyerahkan hpnya ke orang itu, dan tak lama kemudian setelah dia memainkan hp itu terus. di mulai mengalihkan pandangannya ke arahku.
(dialah orangnya?? apa maksud dia??)
ketika aku memikirkan itu, salah satu anggotanya terlihat sangat ragu - ragu saat ingin berbicara dengan orang itu.
"bro, apa kita benar - benar akan melakukan ini, bagaimana kalo pesan itu cuma Prank saja??"
"terserah, ini Prank atau bukan, yang penting aku ingin memukul Bocah ini. lagi pula aku sangat kesal dengan sikap Bocah sialan ini, jadi meskipun ini hanya Prank aku tidak masalah sama sekali!?"
setelah dia mengatakan itu sambil memukul - mukul tangannya, dia perlahan mulai mendekatiku.
dan saat dia terus mendekat, aku masih terlihat sangat tenang mekipun situasinya terlihat sangat buruk.
"Bocah, aku sebetulnya tidak punya dendam denganmu, tapi karena sikapmu yang tadi, sepertinya kau harus di beri pelajaran!?"
saat dia mengatakan itu, dia melihat - lihat beberapa anggotanya yang sedang mengepungku. dan lansung menyuruh mereka untuk menjauhkanku dari sepeda.
setelah anggotanya memisahkanku dari sepeda, salah satu dari mereka, lansung menahan kedua tanganku dari belakang, sambil menarik rambutku kebawah, untuk melihat ke arah atas, di mana tatapanku bisa bertemu lansung dengan orang itu.
"oh, sepertinya, kau masih punya keberanian. bahkan saat situasi beginipun, kau masih saja terlihat sangat tenang!...kalo begitu!!"
dia lansung mengalihkan pandangannya ke beberapa anggotanya. salah satunya yang ia pinjam hpnya tadi.
"woy, kalian kenapa diam saja di situ, cepat pergi hancurkan sepeda bocah ini!?"
""""BA- BAIK!!""""
setelah dia mengatakan itu, beberapa anggotanya lansung mengambil sepedaku, dan terus memukulnya dengan balok yang ia dapat dari area sekitar sini. sambil mengangkatnya tinggi - tinggi dan lansung melempar sepedaku ketanah.
__ADS_1
sedangkan Kantong dimana Cemilan dan Eskrim Kak Siska berada, aku sedang memegangnya.
sambil terus memperhatikan orang - orang itu yang sedang merusak sepedaku dengan tatapan tajam yang bisa menembus naluri seseorang.
aku perlahan mengalihkan pendanganku lagi ke arah orang itu.
sambil memperingatinya dengan tatapan dingin.
"aku akan memberimu kesempatan terakhir, hentikan sekarang ini juga, jika kalian masih menghargai nyawa kalian!?"
"""""""""....!!!"""""""""
saat aku mengatakan itu, sentak semua anak berandalan yang ada disini lansung shock dan terdiam, tidak bisa mengatakan apapun.
namun, setelah beberapa saat, mereka semua, entah kenapa tiba - tiba lansung tertawa.
"pffft...HAHAHAHA!!"
Berbeda dengan yang aku harapkan. sepertinya, mereka mengira apa yang aku katakan tadi hanyalah sebuah lelucon.
"HAHAHA..apa kalian dengar itu, Bocah ini, sepertinya punya nyali besar!!"
"woy, apa yang kalian semua sedang tertawakan Brengseet!!"
saat aku mengatakan itu dengan sangat kesal, tiba - tiba mereka semua berhenti tertawa dan mulai melihatku dengan tatapan yang sangat marah.
"kau, barusan kau bilang apa Bocah sialan!!"
"apa kau tidak dengar, aku bilang, apa yang sedang kalian semua tertawakan BRENGSEET!!"
saat dia mendengarkan apa yang aku katakan lagi, dia lansung terlihat sangat marah, dan ingin melayankan sebuah pukulan pas di depan wajahku.
"BOCAH SIALAAAN, BERANINYA KAU MENGATAKAN ITU!!"
saat pukulan itu hampir mengenai wajahku, aku dengan santai memiringkan kepalaku ke arah samping, sehingga pukulan itu, lansung melewatiku. dan mengenai dada orang yang sedang menahanku di belakang.
BUK!!
"Ughh!!"
setelah orang itu, memukul temannya sendiri dengan sangat keras, dia lansung terjatuh sujud ke bawah. sehingga kedua tanganku yang ditahan tadi akhirnya terlepas.
dan saat tanganku sudah terlepas,tampa memberikan jeda, aku lansung memegang rambut orang yang menahanku tadi, sambil mengeluarkan aura intimidasiku agar semua temannya tidak bisa bergerak karena naluri ketakutan yang ia rasakan terhadapku.
setelah itu, aku menarik rambutnya keatas ketika dia masih bersujud karena kesakitan. dan tampa ampun, aku lansung menghatamkan lututku tepat di depan wajahnya, terutama hidungnya yang sedang aku incar dengan sangat kuat, secara terus menerus,
BUK!!!...BUK!!...BUK!!...BUK!!...BUK!!...
dan ketika aku terus melakukan itu, semua temannya bahkan orang itupun, tidak bisa bergerak sama sekali saat melihatku terus - menerus menghantakan lututku ke wajah temannya.
itu karena saat ini, aku sedang mengeluarkan aura intimidasiku, sehingga mereka semua tidak bisa bergerak, karena sangat ketakutan.
setelah beberapa saat, aku perlahan melepaskan rambutnya dan dia lansung terjatuh di bawah tanah sambil tak sadarkan diri.
dan ketika aku memperhatikannya, wajah dia sepertinya sudah di penuhi oleh benjolan, bahkan hidungnya yang aku fokuskan untuk ku hantam sepertinya sedang mengalami patah tulang.
setelah itu, aku perlahan mengalihkan pandanganku ke arah orang itu, sambil menatapnya dengan tatapan dingin, hingga membuat dia sangat merinding.
"kenapa kau diam saja disitu, bukankah kau ingin memberiku pelajaran tadi. kalau begitu, cepat maju sini kau Brengseeet"
__ADS_1
saat aku mengatakan itu, aku terus menatap dia dengan tatapan yang sangat tajam, sambil memperlihatkan mataku yang sedang menyala di dalam kegelapan, ketika wajahku sedang di tutupi oleh bayangan.