BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BRID PERGILAH...


__ADS_3

Pada saat Carla melihat Foto Adek Rangga, Sentak mata Carla lansung melebar karena terkejut.


Sebab ia tidak pernah menyangkah bahwa Target mereka kali ini adalah Adek dari Murid Ketua mereka sendiri, yaitu Leon.


(Kau pasti bercandakan? Kenapa dari semua Orang, harus dia.)


Pikir Carla yang terlihat sedikit Pucat. Brid yang memperhatikan kondisi Carla yang seperti itu merasa khawatir dan mencoba bertanya...


"Carla kau telihat pucat, apa kau sakit?"


"~te~tenang saja aku baik - baik saja,...yang lebih penting Brid."


"Hmmm?"


"Apa Selena sudah pergi?"


Di saat Carla menanyakan itu, ia melirik Brid, dimana Brid menjawab...


"Tidak,...aku suruh ia menunggu di Ruang tamu."


"Baguslah, kalau gitu cepat beritau dia kalau permintaan orang ini kita akan batalkan."


Mendengar itu Sentak membuat Brid terlihat sangat terkejut dan kebingungan, dimana ia bertanya - tanya...


"Kenapa tiba - tiba?"


"Kamu tau, sebetulnya aku kenal dengan anak ini."


"Eh benarkah?"


"Yah, aku pernah Ngobrol dengannya sekali dan anak ini,...dia adalah ADEK RANGGA."


Ucap Carla dengan tatapan yang sangat Serius. Sedangkan Brid yang dengar itu terlihat sangat Shock, dimana ia berkata.


"A-Apa!..adeknya Rangga? Maksudmu Rangga murid ketua dulu?"


"Yah. Aku tidak tau bagaimana ia bisa di jadikan Target oleh salah satu anggota VIP kita tapi, bagaimanapun caranya kita harus batalkan permintaan ini, meskipun kita harus melanggar salah satu aturan yang di buat Oleh ketua."


Ucap Carla dengan nada tegas. Mendengar itu Brid dengan Serius membalas...


"Kau benar,....kalau gitu, aku pergi beritau Selena dulu."


Sambil mengucapakan itu, Brid lansung berlari keluar dan pergi meninggalkan Ruangan Carla.


___________________________________


______________________________


Sementara itu di Ruang tamu, di saat Mael sedang mencoba memasang kembali Snipernya yang terbongkar.


Dari arah tangga tiba - tiba terdengar suara Langkah kaki yang berlari, dimana langkah kaki tersebut berasal dari Brid yang tengah menuju ke Ruang tamu.


"Kenapa ia lari - lari begitu?"


Di saat Mael bertanya - tanya. Beberapa detik kemudian akhirnya Brid pun sampai di Ruang tamu, dimana ia kaget ketika ia tidak melihat Selena di manapun...


"Eh, dimana dia?"

__ADS_1


Saat Brid mencoba melihat Ruangan sekitar ia tetap tidak menemukan Selena, sehingga ia pun bertanya ke Mael.


"Mael, apa kau tau dimana Selena?"


"Selena? Dia baru saja menggunakan Kekuatannya dan pergi."


"Apa!...Kau Bercandakan?"


"Tidak, Aku Serius."


"CIH!..DASAAAAR WANITA SIALAAAAN KEMBALI KAU KESINIIIIII!!"


Teriak Brid dengan sangat Marah......


_____________________________________


__________________________________


Di waktu bersamaan di malam hari tepatnya di tengah malam. Di atap gedung pencakar langit, di sana Terlihat Seorang wanita sedang berdiri sambil mengenakan pakaian Ketat berwarna Hitam, dimana pakaiannya itu hampir menutupi seluruh bagian tubuhnya(kecuali Rambutnya yang terikat Ponytail).


Bukan hanya itu saja, Ia juga mengenakan Topeng Putih yang Bibirnya Seringai, dimana Topeng itu Seolah membuat Orang yang melihatnya merasa ketakutan.


"~Fuuuu udara segar ini sudah lama aku tidak menghirupnya."


Ucap Si wanita sambil melepas Topengnya dan menghirup udara sekitar. Dimana Wanita itu tidak lain adalah Selena.


Saat ini ia berdiri di dekat pembatas dan melihat pemandangan Kota di bawah sana, dimana lampu Kota dimalam hari terlihat sangat indah.


Terlebih saking tingginya Gedung ini, Selena bahkan hampir tidak bisa melihat Orang - orang di bawah sana.


"Uwaaa!! ini benar - benar sangat Tinggi hahahah,....jika aku buang target ku ketinggian seperti ini, sudah pasti ia akan hancur berkeping - keping."


"Haaa,...Bintang di malam Hari memang sangat Indah, aku senang bisa keluar dari tempat itu(Markas KSP)."


Guman Selena yang terlihat senang, kemudian ia menyipitkan matanya dan berpikir....


(Selama beberapa hari ini, kami sudah di cari - cari oleh beberapa Organisasi dunia bawah dan juga Negara. Sehingga kami tidak punya pilihan lain selain bersembunyi di Markas Carla.-


-Namun, karena di sana tidak banyak hal yang bisa di lakukan sehingga membuat aku merasa sangat Bosan.-


-Untunglah ada Permintaan seperti ini, berkat permintaan ini aku bisa bebas dan Keluar dari tempat itu.)


Pikir Selena sambil Senyum - senyum. Namun saat itu juga ia lansung mengelangkan kepalanya untuk mendapatkan kesadarannya kembali dan melihat ke arah Bawah.


"Baiklah, karena ini sudah tengah malam, sebaiknya aku cari penginapan, Setelah itu aku akan lanjutkan lagi perjalananku besok."


Sambil mengucapkan itu Selena lansung berdiri di atas Pembatas kemudian ia berkata....


"Yosh, saatnya kita turung."


Setelah mengucapkan itu, Tanpa ragu sedikitpun Selena lansung Loncat dari atas Gedung dan terjun bebas ke bawah.


Dimana pada saat ia terjun, tiba - tiba Kristal merah yang terdapat di Gelang perak Selena beransur - ansur mulai bersinar Hingga terang.


Hingga beberapa detik kemudian, ketika Cahaya itu mulai mereda, Selena yang tadinya terjun bebas disana entah kenapa sudah menghilang dan hanya menyisahkan Udara Kosong saja.


____________________________________

__ADS_1


________________________________


Di waktu bersamaan di kamar Carla. setelah Brid memberitau Carla bahwa Selena Sudah pergi, Carla terlihat sangat marah, dimana ia meremas kepalanya sambil berkata....


"Dasar Wanita Sialan, beraninya dia main pergi begitu saja."


Brid yang dengar itu lansung bertanya...


"Jadi apa yang harus kita lakukan, apa aku perlu menghubunginya?"


"Tidak, kau tidak perlu menghubunginya, lagi pula meskipun kau hubungi dia apa kau pikir ia akan jawab?"


"Aku pikir tidak."


Jawab Lansung Brid.


"Benar. Selain itu kamu taukan saat ini Komunikasi antara tempat ini dan Dunia Luar sedang Ku Blokir. jika kita menghubungkannya kembali, kamu tau sendirikan apa yang akan terjadi?"


Seolah tau bahwa Keberadaan kelompok Gregori bisa saja di temukan, Brid lansung menjawab...


"Yah aku tau. Tapi, tidak mungkin kita biarkan Selena pergi begitu saja kan?"


"Itu tentu sajalah, lagi pula apa kau pikir aku akan biarkan Wanita itu membunuh Adeknya Rangga."


"Setelah kau mengatakannya, benar juga."


Balas Brid seolah sependapat Dengan Carla. Setelah itu Untuk sementara Carla berpikir. Namun beberapa menit kemudian ia kembali melihat Brid dengan Serius..


"Baiklah Brid, untuk sekarang aku ingin kau batalkan tugas yang sudah ku berikan dan pergi mengejar Wanita Sialan itu."


"Eh, apa tidak masalah?"


Tanya Brid.


"Yah, tenang saja aku bisa mengurusnya. Selain itu Dengan Kekuatan S Gearmu seharusnya kau bisa Menangkap Dia dengan mudah kan?"


Tanya Carla sambil seringai. Melihat itu Brid lansung mendengus dan menjawab..


"Tentu saja."


Setelah itu ia berbalik dan berkata....


"kalau gitu aku bersiap - siap dulu dan pergi mengejar Selena."


"Ya, kau bisa pakai salah satu Pesawat yang ada di dermaga."


"Eh, benarkah?"


Tanya Brid yang sedikit terkejut.


"Yah, itu lebih baik dari pada menunggu di bandara kan?"


"Itu memang benar tapi bukankah kita akan mendapatkan masalah jika kita melintasi Wilayah negara lain, Tanpa Izin?"


"Soal itu kau tidak usah khawatir, lagi pula aku bisa minta Dia(Alexei) mengurusnya jadi,....pergilah, bawah Wanita sialan itu kembali ke sini."


"....Baik, aku mengerti."

__ADS_1


Setelah Brid menjawab, ia pun lansung berlari keluar dan pergi meninggalkan Ruangan Carla. Dimana Hanya menyisahkan Carla Seorang di dalam.


__ADS_2