
"Oh iya omong - omong apa yang kau lakukan tadi di belakang?"
Meskipun aku sudah tau jawabannya tetapi aku tetap bertanya. Lalu dengan tenang Reyna pun menjawab...
"Ooh itu aku hanya sedang mengecek barang - barangku."
"Barangmu?"
"Ya Kata pengawalku ada beberapa barangku yang ketinggalan sehingga aku pergi mengeceknya. Tapi untungnya tidak ada satupun barang pentingku yang ketinggalan sehingga aku merasa lega."
"Hmm jadi barang apamu yang ketinggalan?"
"I-itu...."
Wajah Reyna tiba - tiba memerah dan ia tersipu malu. Lalu ia memalingkan pandangannya ke arah lain seolah tidak ingin memberitahuku.
"Ma-Maaf aku tidak bisa memberitahumu."
Yaa sejujurnya aku tidak terlalu peduli si soal itu tapi Reyna sepertinya masih memikirkannya, ia tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini jadi ia buru - buru mencoba mencari topik lain.
"Yang lebih penting Bocah-!!"
"Astaga sudah berapa kali aku bilang aku punya nama jadi berhentilah memanggilku seperti itu."
"Baiklah kalau begitu Leon, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu."
"Apa?"
"Apa tujuanmu pergi ke negara CN? Jujur aku sudah bertanya pada pak tua itu tapi ia tidak mau memberitauku."
Itu tentu sajalah lagi pula Genus sendiripun belum tau tujuanku pergi ke sana(Negara CN) itu apa.
Yaa meskipun Reyna sudah berbaik hati membiarkan aku naik ke pesawatnya dan mau membawaku ke Negara CN tetapi aku tidak punya niat untuk memberitaunya. Karena informasi soal keberadaan Boktis itu sangat di rahasiakan.
Bahkan para intel di seluruh duniapun menganggap kalau Boktis itu sudah mati tapi pada kenyataannya dia itu masih hidup dan hanya 2 orang saja yang mengetahuinya, Yang pertama Carla dan yang kedua adalah aku.
Aku yakin kalian pasti bertanya - tanya bagaimana bisa hanya kami berdua saja yang tau kalau Boktis masih hidup. Itu karena sebelum aku reinkarnasi atau lebih tepatnya setelah aku mengalahkan Boktis, saat itu sebetulnya aku sudah menyuruh Carla untuk menculik Boktis dan menyembunyikannya di suatu tempat, agar aku bisa mengajaknya bergabung ke KSP.
(Ini juga menjadi alasan kenapa hanya Carla saja yang tau lokasi Boktis ada dimana.)
Tentu saja saat itu aku belum tau kalau Boktis adalah pengguna TUPXION. aku hanya merasa kalau ia pantas saja untuk bergabung ke kelempokku karena ia memiliki kekuatan yang sungguh sangat besar dan kuat seperti layaknya monster.
Tapi sayangnya aku malah keburu meninggal sehingga tidak ****** mengajaknya bergabung.
"On...Leon!!"
Sementara aku tenggelam dalam pikiranku, di sisi lain Reyna terus memanggil namaku. Namun karena aku tidak meresponnya sehingga membuat Reyna sedikit kesal dan lansung mencubit tanganku.
Sontak saja hal itu membuat aku kaget dan merintih kesakitan.
"~Aghhhh!! Aduh du du..!! Woy apa yang kau lakukan, itu sakit tau."
"Itu salahmu sendiri, aku panggil - panggil tapi kamu tidak jawab. Kamu melamun saja terus dari tadi, memang apa sih yang kamu pikiranku?"
__ADS_1
"I-Itu...kau tidak perlu tau."
Reyna seolah tidak senang dan lebih kuat lagi mencubit tanganku.
"~Aghhhh hentikan, itu benar - benar sakit!"
Setelah Reyna merasa puas, ia pun berhenti mencubit tanganku.
"Baiklah aku akan berhenti, lagi pula aku juga tidak terlalu peduli soal apa yang kau pikirkan tadi.-
-Yang lebih penting Leon, bisa beritahu aku sekarang apa tujuan pergi ke negara CN?"
Jujur aku tidak ingin membicarakan soal ini tapi Reyna sepertinya tidak mau berhenti. Ia sangat ngotok dan ingin sekali tau soal itu.
"Haaa kau ini ternyata ngotok juga ya."
Gumanku. Reyna yang dengar itu langsung tertawa licik.
"Fufufu itu tentu sajalah lagi pula mana mungkin aku tidak penasaran saat tau anak kecil sepertimu mencoba pergi ke sana seorang diri. Apa lagi setelah mendengar kalau kau juga mencoba menggunakan jasa pak tua itu untuk pergi ke sana secara ilegal. Itu tambah membuatku penasaran.-
-Karena di lihat dari manapun sudah jelas kalau hal ini tidaklah biasa, aku yakin pasti ada hal luar biasa yang ingin kau lakukan di sana sampai berani menggunakan jasa dari pak tua itu."
(Seperti yang di harapkan dari ratu judi, ia sungguh sangat tajam.)
Memang benar tujuanku ke sana bukan hanya sekedar menemui Boktis saja melainkan aku juga ingin minta bantuannya agar bisa mencegah dunia ini dalam kekacauan yang di sebabkan oleh Carla.
Yaa itu pun jika Carla memang ingin melakukannya, kalau tidak maka aku tidak butuh bantuan Boktis.
Tapi tidak ada salahnya juga jika kita berjaga - jaga kalau hal itu benar - benar terjadi. Sebab jika tidak maka besar kemungkinan kehancuran dunia ini bisa terjadi.
(~Haaaa!! Sungguh merepotkan.)
Aku menghela nafasku sambil memalingkan pandanganku ke arah luar jendela pesawat. Reyna yang melihat itu merasa tidak senang dan langsung mengerutkan keningnya.
"Leon ada apa? Apa kamu tidak mau memberitahuku?"
Dengan singkat aku jawab...
"Yah."
"Kenapa?" Tanya lagi Reyna.
"Itu karena tidak ada gunanya kau mengetahuinya. Selain itu dia(Noel) juga masih mengawasi ku di sini."
"Dia? Siapa yang kau maksud?"
".....Maaf sepertinya aku salah ngomong barusan, Tolong lupakan saja apa yang ku katakan tadi."
Setelah aku mengatakan itu, aku langsung terdiam dan tidak mengatakan apa - apa lagi.
Di sisi lain, Reyna masih ingin menanyakan sesuatu padaku tetapi ia sadar jika ia terus memaksa maka itu hanya akan membuat aku tidak nyaman. Jadi ia kembali bersantai di tempat duduknya.
__________________________________________
__ADS_1
______________________________________
Jauh di pedalaman hutan, di sana terdapat seorang Pria kekar sedang menebang pepohonan.
Pria itu berumur sekitar 54 Tahun, ia tak memiliki rambut di atas kepalanya alias botak. Ia memiliki tubuh yang besar dan kuat serta terdapat luka goresan di mata kirinya yang membuat dirinya terlihat sangat menakutkan.
Pria itu bernama Boktis biasa di panggil Bot. Ia adalah salah satu dari 7 PENGGUNA TUPXION yang ada di dunia ini.
Saat ini ia pemegang TUPXION 06 bercode name GOR.
"~Fuuuu aku rasa ini sudah cukup."
Setelah Boktis menebang beberapa pohon ia pun pergi istirahat, dimana ia duduk di dekat pohon yang sudah ia tebang dan bersandar di sana.
"~sial aku haus."
Boktis mengambil sebotol air putih yang di letakkan tidak jauh darinya dan meminumnya.
~Glup!...Glup!!....Glup!!!....
Setelah Boktis selesai minum, ia memandang ke atas awan dan mencoba menikmati pemandangan langit biru yang terbentang di atas sana.
"~Haaa ini sungguh damai. Jujur saja aku tidak pernah berharap bisa merasakan kehidupan damai seperti ini."
(Ini semua berkat wanita itu dan juga orang itu.)
Boktis mencoba mengingat hari - hari yang ia lalu dulu dimana ia terus berada di Medan perang.
Bukan hanya itu saja bahkan saking banyaknya orang yang ia bunuh ia sampai di kejar dan di incar oleh beberapa orang. Dan salah satunya adalah orang - orang dunia bawah.
Dan tidak hanya dirinya saja yang di incar tapi Istri dan anaknya juga sampai terseret kedalamnya.
Karena itulah Boktis sangat berterima kasih pada mereka berdua(Carla, Leon), karena berkat mereka yang telah memalsukan kematian Boktis serta juga menyembunyikannya di hutan ini sehingga Boktis dapat hidup damai bersama keluarganya di sini.
(Aku ingin tau kenapa mereka melakukan ini semua untukku? Apa yang mereka inginkan dariku?)
Sementara Boktis memikirkan itu tiba - tiba ia melihat ada sebuah makhluk kecil yang terbang ke arahnya. Ukuran makhluk itu sangat kecil, sejingkal tangan.
Namun meskipun ukurannya kecil tetapi Ia adalah seorang pria kekar yang melebihi Boktis. Ia bahkan memiliki tubuh yang tidak biasa yaitu setengah manusia dan setengah hewan.
Kepalanya mirip singah sedangkan tubuhnya seperti manusia. Terdapat juga sebuah perisai besar yang tergantung di belakang punggungnya.
Dia Adalah Roh TUPXION Boktis bernama GOR.
[Master!]
"Ooh GOR! Kenapa kau ke sini? Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menjaga istri dan anakku saat aku pergi?"
[Maaf Master aku tidak bisa menjelaskannya sekarang. pertama - tama tolong kembalilah ke rumah, istri dan anak anda sedang dalam bahaya.]
Sontak saja hal itu membuat mata Boktis langsung melebar kerena terkejut.
"Apa!!"
__ADS_1
Lalu tanpa menunggu lama Boktis langsung mengambil kapaknya dan berlari meninggalkan tempat itu.