BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KE TEMPAT JUDI


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Setelah aku Menyiapkan makan Malam. Aku mencoba membangunkan Bu Linda.


"Linda, bangunlah."


Ucapku. Kemudian di sambung oleh Kana.


"Ibu, cepat bangun. Lihat Kak Leon menyiapkan makan malam untuk kita."


Sementara itu Bu Linda yang merasa Tubuhnya sedang di guncang - guncang oleh anaknya, perlahan mulai membuka matanya.


"Unghh Leon,..Kana..."


Guman Bu Linda.


"Kak Leon, lihat Ibu sudah bangun."


"Kau benar."


Balasku.


Lalu Bu Linda menguap sambil bangkit dari Sofa dan melihat ke arah kami.


"~Kalian berdua, ada apa? Kenapa Membangunkanku?"


Tanya Bu Linda, dimana bukan aku yang lansung jawab pertanyaannya melainkan Kana.


"Ibu cepat, waktunya kita makan Malam."


"Makan Malam?"


Untuk sementara Bu Linda melamun. Namun tak lama kemudian tiba - tiba ia lansung kaget dan buru - buru melihat ke arah luar Jendela dimana Hari sudah malam.


"Oh benar juga aku lupa, aku harus menyiapkan makan Malam. Kana Maaf Ibu ketiduran, Ibu akan segera menyiapkan makan malam Untukmu."


Kana mencoba menenangkan Ibunya yang sedang panik dan berkata..


"Ibu tenanglah, kamu tidak usah khawatir soal itu, karena Kak Leon sudah menyiapkan makan Malam untuk kita."


"Eh Leon?"


"Yah, lihat di sana."


Kana menunjuk ke arah Meja makan, dimana terdapat Banyak sekali makanan di sana, mulai dari Nasi, Ayam Goreng, Daging, Telur, tempe, Ikan hingga Sup dan masih banyak lagi.


Melihat hal itu semua membuat Bu Linda merasa sangat terkejut dan buru - buru pergi ke sana.


"Le~Leon, apa kamu yang menyiapkan ini semua?"


"Yah."


"Ta-Tapi, dari mana kamu mendapatkan bahan - bahan ini? Dari yang Aku Ingat aku tidak pernah memiliki bahan sebanyak ini di dalam Kulkasku?"


"Oh tadi, aku keluar membelinya. Sekalian aku beli banyak dan menyimpan lebihnya di kulkas."


Bu Linda merasa tidak enak dan mencoba menolaknya.


"Tidak,...aku tidak bisa melakukan itu. Berapa total harga semua bahan yang kamu beli?"


Bu Linda mengeluarkan Dompetnya dan ingin membayarku untuk mengganti semua bahan yang telah ku beli, tetapi aku lansung menghentikan nya dan mendorong uang itu kembali padanya.


"Kamu tidak perlu melakukan itu."

__ADS_1


"Apa yang kau katakan, kamu itu sudah membantuku melunasi Utang suamiku tadi, jadi aku tidak bisa menerima bantuanmu lebih dari ini."


"Linda, aku melakukan ini bukan hanya semerta - merta merasa kasihan padamu, tapi aku melakukan ini karena atas kemauanku sendiri.-


-Selain itu alasan aku beli semua bahan ini karena aku juga sangat ingin memakannya di sini. Jadi tak usah terlalu di pikirkan."


"Me-Meskipun kamu bilang begitu, tetap saja, aku....."


Bu Linda sepertinya masih merasa tidak enak menerima semua bahan yang ku berikan. Jadi aku pun mencoba menggunakan cara lain untuk membujuknya.


"Jika kamu segitunya tidak ingin menerimanya bagaimana kalau begini saja, mulai besok aku akan datang lagi ke sini untuk makan bersama dengan kalian. Sebagai ganti dari semua bahan yang ku belikan.-


-Tentu saja tidak selamanya aku datang ke sini, aku hanya datang beberapa hari saja. Bagaimana?"


Tanyaku. Dimana Bu Linda untuk sesaat Berpikir. Namun tak lama kemudian ia pun kembali melihatku dan menjawab.


"Baiklah, aku mengerti."


"Bagus, kalau begitu ayo kita makan."


"Yah. Namun sebelum itu Leon bisa tidak kamu berhenti memanggil namaku."


"Memang kenapa? Apa ada masalah."


"Tidak, hanya saja entah kenapa aku merasa aneh kamu memanggilku seperti itu."


"Hmm ya udah kalau begitu aku akan memanggilmu seperti biasanya."


"Makasih. Kalau begitu ayo kita makan."


Ucap Bu Linda dengan senyuman, Lalu setelah itu Bu Linda duduk di samping Kana, Sedangkan aku duduk berhadapan dengannya. Dan tak lama kemudian kami pun mulai Makan Bersama.


____________________________________


_______________________________


"Leon, bukankah ini sudah larut malam, apa tidak apa - apa kamu tidak pulang, bukankah keluargamu akan khawatir denganmu?"


Seolah setuju dengan apa yang Bu Linda katakan, aku lansung menjawab.


"Kau benar. Kalau begitu sudah saatnya aku pulang."


Mendengar hal itu sontak Kana terkejut dan bertanya..


"Eh! apa Kak Leon sudah mau pulang? Bagaimana jika Kak Leon bermalam saja di sini?"


"Tidak, aku yakin semua orang di rumahku pasti khawatir denganku."


"Begitu..."


Kana merasa murun dan sedih, Jadi aku mencoba menghiburnya dengan mengelus kepalanya sambil berkata...


"Astaga tidak usah sedih begitu, lagi pula Besok aku akan datang lagi kok, main denganmu."


Kana tidak berkata apa - apa namun membalasku dengan anggukkan Kuat. Melihat hal itu aku pun tersenyum.


Setelah itu aku berahli ke arah Bu Linda dimana aku memcoba berpamitan padanya.


"Kalau begitu, aku permisi dulu."


Seusai mengatakan itu aku lansung berjalan keluar dari apartemen Bu Linda dan pergi dari tempat itu.

__ADS_1


___________________________________


______________________________


Setelah aku berjalan menjauh dari Apartemen Bu Linda, tidak jauh di depanku aku melihat Brid sedang bersandar di Mobil putihnya yang sedang terpakir di pinggir jalan sambil merokok.


Lalu di saat ia memperhatikanku ia lansung memanggilku.


"Oh Leon, kamu sudah keluar, kamu lama juga ya."


"Maaf."


Balasku secara singkat. Kemudian aku tatap Brid dan bertanya..


"Jadi, apa kamu sudah menemukan dia?"


"Yah. Aku menemukan tempat yang sering ia kunjungi."


"Kalau begitu, cepat antar aku kesana."


"Baik."


Jawab lansung Brid dengan Serius. Lalu setelah itu tanpa menunggu lama Kami lansung masuk ke dalam Mobil dan meninggalkan tempat itu.


_____________________________________


_________________________________


Tak lama setelah kami menempuh perjalanan akhirnya kami sampai di tempat tujuan yaitu sebuah Bar. Dimana kami lansung masuk ke dalam sana dan melihat Ada banyak sekali orang yang sedang minum - minum bersama temannya.


Walau begitu Brid mengabaikan mereka semua dan menuntungku ke sebuah Pintu Yang ada di sudut ruangan. Dimana Pintu tersebut memiliki sebuah Tangga yang menuju ke ruangan bawah tanah.


Kami berdua lansung menuruni tangga tersebut, dan melihat Ada sebuah Lorong yang di ujungnya terdapat sebuah Pintu besar yang di jaga ketat oleh dua orang.


Brid lansung mendekati salah satu penjaga itu dan mengeluarkan sebuah Kartu dari dalam sakunya yang bertuliskan VIP, kemudian kartu tersebut di perlihatkan ke Penjaga itu.


Untuk sesaat Penjaga itu mengecek kartu Brid. Lalu tak lama kemudian ia mengembalikan kartu itu ke Brid dan mulai membuka Pintu besar yang mereka jaga untuk mempersilahkan kami masuk.


Setelah kami masuk ke dalam, kami melihat sebuah Ruangan yang sangat - sangat Luas dan megah, dimana ruangan itu di penuhi oleh orang - orang kaya serta banyak sekali permainan judi yang biasanya ada di kasino seperti Blackjack, Roulette, Poker Texas hold'em, Five-card draw, Omaha hold'em, Big Six wheel dan masih banyak lagi.


"Brid, apa orang itu ada di sini?" Tanyaku.


"Yah, menurut informasi seharusnya ia berada di tempat ini."


Jawab Brid sambil melihat ke layar Hpnya, dimana terdapat Foto Suami Bu Linda. Yang ku kirimkan ke Brid ketika Bu Linda masih tidur.


Saat itu aku mengambil gambar suami Bu Linda dari Foto pernikahan mereka untuk menyuruh Brid mencari tau keberadaan orang ini.


Namun tidak ku sangka ia berada di tempat seperti ini.


(Ini menjelaskan alasan Kenapa Hutang dia bisa sebanyak itu.)


Pikirku. Kemudian aku lanjutkan lagi...


(Namun, Masalahnya tempat ini sangat luas, sangat sulit untuk bisa menemukan dia. Kalau begitu....)


Aku buru - buru melihat Brid dan berkata...


"Brid, ayo kita berpencar mencari dia."


"Um Kau benar, kalau begitu aku akan mencari dia di sana sedangkan anda ke situ."

__ADS_1


"Aku mengerti."


Balasku. Lalu Setelah itu kami mulai berpencar dan mencari Suami Bu Linda di tempat kami masing - masing.


__ADS_2