
Saat beberapa tentakel, mencoba menyerang Helikopter yang Mael dan Dux naiki.
Dengan cepat, Sang Pilot menghindarinya ke arah samping.
di saat bersamaan, Mael dan Dux juga lansung menembaki, setiap Tentakel yang masih menyerang mereka. menggunakan Senjata Mesin Guns.
DORRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!
Setiap tembakan yang di lakukan Mael dan Dux. Lansung menghancurkan Tentakel itu.
Namun, ketika Tentakel itu hancur. Hanya dalam Waktu singkat ia tumbuh kembali. Dan lansung menyerang mereka.
"SIAL, INI TIDAK ADA HABISNYA!"
Ucap Dux yang terlihat kesal. Setelah itu Mael mencoba menghubungi Carla.
"CARLA. APA KAU BELUM MENEMUKAN INTINYA?"
{tunggu sebentar lagi, aku pasti akan menemukannya.}
Setelah mendengar jawaban Carla. Mereka berdua terus menghancurkan Tentakel Tersebut.
setelah beberapa saat mereka menghancurkan Tentakel itu. tak lama kemudian Mael dan Dux mendapatkan panggilan dari Carla.
{Mael, Dux apa kalian baik - baik saja.}
"Yaa, kami Masih baik - baik saja."
Jawab Mael, setelah itu Carla melanjutkan lagi.
"Begitu,...kalau begitu dengarkan ini baik - baik, aku sudah menemukan Inti Monster itu.}
"oh Benarkah. Di mana?"
Saat Dux bertanya. Carla lansung menjawabnya.
"Ia berada 3 KM dari kalian."
Mendengar jawaban Carla membuat mereka berdua lansung melebarkan mata karena Terkejut.
Sebab Monster itu jelas - jelas ada di depan mereka. Tapi kenapa Intinya berada 3 KM jauhnya dari mereka.
Ketika mereka berdua merasa Bingun. Mael mencoba bertanya.
"Carla, apa maksudmu 3 KM dari kami? Bukankah Monster itu jelas - jelas ada didepan sana?"
{Memang ia ada di sana. Tapi itu hanya tubuhnya saja. Sedangkan Intinya berada di tempat lain.}
"Tempat lain?"
{Benar. Coba Kau lihat di bawah perut Monster itu.}
ketika Carla mengatakan itu. Mael lansung mengambil Snipernya dan mencoba mengeker tepat di bawah perut Monster itu.
dimana, di bawah perut Monster tersebut, terdapat satu Tentakel besar sedang masuk ke dalam pasir.
Melihat hal itu. Membuat Mael lansung menyadari sesuatu.
"Carla jangan bilang. intinya berada di ujung tentakel itu?"
saat Mael bertanya. dengan cepat Carla menjawabnya.
{Benar,...apa kalian masih ingat, Saat Dux meledakkan Monster itu. kalian tidak bisa melihatnya karena di tutupi oleh debu?}
"yah, aku ingat itu."
"nah, saat itu juga. ia memisahkan Intinya dari Tubuh. Dan lansung melarikan diri.}
Mendengar apa yang di katakan Carla Membuat Mael sekali lagi terlihat terkejut.
Sebab ia tidak pernah mengirah, kalau Monster itu akan menggunakan serangan mereka untuk melarikan diri.
ketika memikirkan itu, Mael mencoba bertanya lagi ke Carla.
"Jadi Carla. Apa kau sudah Tau Lokasi?"
{Yah, aku akan kirimkan Lokasinya sekarang.}
Setelah Mael mendapatkan Lokasi Inti Monster itu. Ia lansung melihat ke arah sang Pilot, dan mengulurkan sebuah Tap ke arahnya.
"Yosh, kalau gitu bisa kau antar kami ke sini."
saat Mael menunjukkan Lokasi Intinya ke sang Pilot. Ia lansung di hentikan oleh Carla.
{Mael Tunggu sebentar. Apa kau ingin lansung pergi ke sana?}
"Eh yah, itu benar."
{Apa kau membawa Dux juga?}
__ADS_1
"tentu saja. Lagi pula tidak ada gunannya melawan Monster itu. Jika ia terus- terusan bergenerasi kan?"
ucap Mael sambil melihat Tentakel itu bergenerasi terus, ketika di tembak oleh Dux.
setelah itu Carla bicara.
{Memang benar, tidak ada guannya melawan Monster itu jika ia bergenerasi terus. Tapi jika kalian Berdua pergi ke sana. Kalau begitu Siapa yang akan menghalagi Monster itu mendekati Kota?}
Mendengar apa yang di katakan Carla membuat Mael lansung sadar. Sebab jika mereka berdua pergi ke tempat intinya berada.
Maka otomatis, Monster itu akan pergi memasuki Kota, bahkan bisa - bisa ia Membantai setiap penduduk di sana.
Memikirkannya saja membuat Mael Lansung mengertakkan giginya. Sambil bicara kembali Dengan Carla.
"Baklah sekarang aku mengerti, dengan kata lain. Salah satu dari kami harus tinggal di sini dan menahan Monster itu kan?"
{Benar. Sedangkan yang satunya lagi. Pergi dan menghancurkan Intinya..}
lanjut Carla, setelah itu ia menambahkan lagi.
{Sebab. Jika Intinya tidak di hancurkan, maka kalian tidak akan pernah bisa membunuh Monster itu. Kamu mengertikan?}
"Yah, aku mengerti,...tapi bisa aku tau satu hal lagi?"
Saat Mael mencoba bertanya. Dengan cepat Carla jawab.
{Apa?}
"Jika aku lansung menyerang Tentakel di perutnya. Bukankah penghubung antara Inti dan tubuhnya akan terpisah, itu berarti-!!"
Sebelum Mael mengucapkan IA AKAN MATI. Carla lansung memotongnya.
{Tidak, itu percuma saja. Sebab jika kalian menghancurkan tentakel itu. Ia pasti akan tersambung kembali. Selama kalian tidak menghancurkan Intinya.}
"Begitu yah..."
Ucap Mael. setelah itu Carla bicara.
{Baiklah, sekarang aku tanya, Siapa yang akan tinggal di situ?}
Ketika Carla bertanya. Untuk sementara Dux berhenti menembak dan melihat ke arah Mael.
Namun setelah beberapa detik kemudian ia kembali menembak dan mencoba mengajukan diri.
"Kalau gitu, biar aku saja yang per-!"
sebelum Dux selesai bicara. Mael Lansung memotongnya.
Ketika Dux melihat ke arah Mael. Di sana ia sudah bersiap - siap Turung. Sambil mengaitkan Snipernya di belakang Punggung.
"Oi, apa kau tidak apa - apa melawan Monster itu sendiri?"
"Ya kau Tenang saja. Lagi pula di bandingkan Monster itu. Ketua lebih mengerikan."
Saat Mael bicara soal ketuanya yang sudah mati. Ekspresi Dux terlihat sedih. namun ia tetap tersenyum saat bicara kembali dengan mael.
"Yaa, kau benar. Bagaimanapun Sebisa mungkin jangan sampai mati."
"Yah, aku mengerti. Lagi pula meskipun aku mati, aku bisa pergi ke tempat ketua."
Saat mael mencoba bercanda sedikit. Dux ikutan juga.
"Oi, hentikan saja itu. Apa kau ingin mengganggu kesenangan Ketua di bawah sana?"
"Hahaha kesenangan,...apa maksudmu para Succubus itu."
"yah."
jawab lansung Dux sambil terlihat senang.
Setelah mereka berdua selesai bercanda, tiba - tiba tatapan Mael lansung berubah terlihat serius, sambil menatap lurus ke arah Dux.
"Kalau begitu, aku pergi dulu."
"Yaa, hati - hati."
Jawab Dux sambil tersenyum sedikit.
Setelah itu Mael lansung turung dari Helikopter menggunakan tali.
Sesampainya ia di tanah. Ia lansung mengambil Snaipernya yang di kaitkan di belakang punggung dan lansung bersembunyi di tumpukan Pasir.
Setelah ia bersembunyi di sana. Ia melihat Helikopter itu mulai berjalan dan meninggalkan tempat ini.
"baiklah, Aku mengandalkanmu Dux."
setelah Mael membisikkan itu. ia lansung mengalihkan pandangannya ke arah Monster itu. Dimana Monster itu sedang mau menuju ke arah Kota.
"Oi, kau pikir aku membiarkanmu menuju ke sana."
__ADS_1
sambil mengucapkan itu Mael lansung mengeker tepat di kepalannya dan lansung menekan pelatuknya.
DORR!!
Sesaat suara tembakan Terdengar. Peluru itu lansung melaju dengan kecepatan tinggi. Hingga ia mengenai kepala Monster itu.
PUKK!!
Namun, ketika kepalanya di kena, peluru itu lansung terpantul tinggi di udara hingga akhirnya jatuh ke tanah.
(Seperti yang kuduga. Di bandingkan Tentakelnya. Tubuhnya jauh lebih kuat.)
Ucap Mael di dalam pikiran. Setelah itu ia memperhatikan Monster itu berlari ke arahnya.
Namun dengan tenang Mael menghadapi Monster itu, dengan mengeker ke arah kakinya.
"Yaa, bagaimanapun aku hanya harus menahannya saja. Agar ia tidak menuju ke kota."
Sambil membisikkan itu. Mael lansung menekan pelatuknya, hingga Kaki Monster itu lansung di kena.
Saat kaki Monster itu kena. Ia lansung terjatuh dan berhenti bergerak.
"Yosh, sekaranglah saatnya..."
Ketika Mael melihat itu. ia mencoba berlari dan menjauh dari Monster itu.
Namun, saat ia baru saja mau berlari, Tiba - tiba ia merasakan perasaan buruk dan dengan cepat ia melompat ke arah samping.
seketika itu juga sebuah serangan lansung terlihat dan tertancap tempat ia tadi berdiri.
Dimana Serangan itu adalah Pisau dari ujung Tentakel Monster itu.
"Uwah,..Itu Hampir saja."
Sambil mengucapkan itu. Perlahan Mael mencoba berdiri namun, saat ia baru saja berdiri tiba - tiba ia merasakan Rasa sakit yang sangat kuat di bagian Perutnya.
"~~Ughhh"
Ketika ia mencoba melihat ke arah sana. Ia memperhatikan kalau ia mendapatkan sebuah luka Goresan di bagian perutnya.
"Sial, tidak ku sangkah aku kena serangannya yang barusan."
Sambil mengucapkan itu, Mael mencoba menutupi lukanya, menggunakan perban.
Namun ketika ia sedang menutupi Lukanya. Tiba - tiba ia merasakan lagi perasaan buruk dari arah depan.
Tanpa melihat ke arah sana, dengan cepat Mael melompat ke arah belakang. dimana tempat penurunan pasir berada.
Ketika ia sedang berseluncur di penurunan pasir tersebut. ia merasakan lagi perasaan buruk datang dari arah bawah.
tanpa menunggu lama. Mael mencoba berbelok ke arah samping.
Dan sesaat itu juga sebuah serangan Tentakel, lansung terlihat dan keluar dari bawah pasir.
"Sial, jadi sekarang dari bawah yah."
Sambil membisikkan itu. Mael terus berseluncur ke arah bawah. Sambil menghindari setiap Serangan Tentakel, yang di lancarkan Monster itu dari bawah pasir.
Hingga setelah beberapa saat kemudian, ketika Mael sudah selesai menuruni pasir. Ia lansung berbalik ke arah belakang dan mengeker ke arah atas, Tempat ia tadi melompat.
Setelah beberapa saat ia mengeker ke arah sana. Tak lama kemudian ia akhirnya melihat Monster itu sedang berdiri, sambil Melihat ke arahnya.
"Oh Akhirnya kau muncul juga. kalau begitu terima in-....eh."
ketika Mael baru saja mencoba menekan pelatuknya. Tiba - tiba ia berhenti, sebab pandangannya entah kenapa menjadi kabur.
Bukan hanya itu saja. Bahkan ia merasa kalau tenaganya tiba - tiba hilang semua, sehingga ia lansung jatuh dan berlutut di tanah.
"~a-apa,...apa yang sedang terjadi?"
Ketika ia sedang bertanya - tanya. Ia ingat kalau ia tadi mendapatkan luka Goresan, dari Tentakel Monster itu.
Dimana Tentakel tersebut memiliki sebuah Cairan Racun tepat di Ujung tentakelnya.
mengingat hal itu, membuat Mael lansung menjadi pucat sambil di penuhi keringat dingin di wajahnya.
"~~Ja-jadi begitu,....aku kena Racun yah?"
Sambil membisikkan itu, Kesadaran Mael secara perlahan mulai menghilang.
(Sial, apa aku akan mati di sini,....tidak, aku belum bisa mati di sini.)
Ketika ia memikirkan itu. Ia lansung menggigit Bibirnya hingga berdarah. Sambil mengambil belatinya dan menusukkannya ke paha.
"~~Ughhh,....ini sakit sekali. Sialan"
Ucap Mael sambil Menahan Rasa sakit yang ia rasakan. Setelah itu ia melihat ke arah Atas. Dimana Monster itu mulai berjalan turung ke bawah.
"~Bagus mendekatlah, setidaknya aku akan melawanmu sebelum,...AKU MATI DI SINI."
__ADS_1
Ucap Mael sambil menatap tajam Monster itu.