BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PERGI KE TENGAH KOTA


__ADS_3

"Leon,...Tidak,....Kau, APA KAU BENAR - BENAR LEON?"


Mendengar pertanyaan seperti itu membuat mataku dan PIX lansung melebar karena terkejut.


"EH!" [EH!]


Sebab. Dari pertanyaan itu sudah jelas kalau Sara sudah tidak menganggap aku lagi seperti Leon. Melainkan sesuatu yang lain.


Meskipun aku tidak tau alasanya, tetapi untuk saat ini aku mencoba untuk tetap tenang dan pura - pura saja terlebih dahulu...


"Sara, kenapa kau bertanya seperti itu?"


Saat aku bertanya, Terlihat Sara masih menatapku dengan tajam dan menjawab..


"Kenapa? Bukankah sudah jelas karena kau-!!"


..namun, sebelum ia selesai jawab, tiba - tiba ada yang memanggil kami dari jauh.


"Sara, Leon, maaf membuat kalian menunggu."


Saat kami melihat ke arah sana, di situ terlihat Lia Dan Rusli sedang berlari keluar dari gerbang sekolah dan mencoba mendekati kami.


Namun, ketika mereka sudah mendekat. Lia perhatikan ada sesuatu yang aneh dengan kami berdua, sehingga ia mencoba bertanya.


"Kalian berdua kenapa, terlihat serius begitu?" tanya Lia.


Untuk sementara aku dan Sara saling menatap satu sama lain. Namun setelah beberapa detik kemudian aku kembali melihat Lia dan menjawab..


"tidak, Bukan apa - apa, kami tadi hanya sedang membicarakan, Soal Game apa yang bagus di mainkan."


"Hmm Begitu."


Ucap Lia.


Setelah itu, aku menatap mereka semua, dimana aku merasa akan sangat merepotkan jika mereka bertanya lagi soal itu, jadi...


"Nah, Karena kalian Sudah datang, bagaimana kalau kita pergi sekarang?"


Tanyaku, dimana aku melihat Lia dan Rusli lansung saling menganggukkan kepala mereka masing - masing....


""Umm.""


...dan berjalan melewatiku, pergi meninggalakan tempat ini.


TAP!!...TAP!!....TAP!!....


Di saat aku mengikuti mereka dari belakang. Aku perhatikan Sara yang sedang bicara dengan Lia di depan.


Dimana aku menatap ia dengan tenang namun tajam sambil mengingat apa yang ia tanyakan tadi, dimana ia berkata...



Setelah aku mengingat itu, aku lansung mendesah "haaa.." dan berpikir.


(Sial, aku terlalu lengah tadi.)


Ucapku didalam pikiran, PIX yang dengar itu lansung menjawab..


[Anda benar, anda terlalu lengah tadi karena menganggap Gadis itu anak kecil, sehingga tanpa pikir panjang, anda menjawab semua pertanyaannya.]


(......)


Saat aku tidak mengatakan apapun, PIX lansung melirik ke arahku dimana ia mencoba bertanya...


[Jadi, apa yang akan Master lakukan?]


Untuk sementara aku tidak mengatakan apapun. (......) namun setelah beberapa detik kemudian aku mencoba menyusul mereka bertiga sambil menjawab.


(AKU TIDAK AKAN MELAKUKAN APAPUN.)


___________________________________


______________________________


Di sore hari, dimana Matahari sudah mulai tenggelam.


Tepat di Rumah Leon. Di sana terlihat aku yang baru saja pulang bermain dengan Sara dan lainnya, sedang membuka Pintu rumah "Knock!!" Dan masuk kedalam.

__ADS_1


Ketika aku sudah berada didalam, aku mencoba pergi ke ruang tamu, dimana aku melihat Kak Siska, Kak Rangga dan juga istri dan anaknya sedang duduk di Sofa sambil menontong Siaran TV.


"Aku pulang."


Ketika aku mengucapkan itu, mereka semua lansung melihat ke arahku.


"Ara Leon, selamat datang."


Ucap Airani, Istri Kak Rangga.


"Leon dari mana saja kau, baru pulang jam segini?"


Tanya Kak Rangga dimana ia terlihat sedang marah. Namun sebelum aku bicara, Kak Siska yang lansung jawab.


"Bukankah sudah jelas, Palingan ia baru pulang dari warnet."


Ucap Kak Siska dimana ia memainkan Hpnya. Di sisi lain Kak Rangga yang dengar itu lansung berahli ke arah Kak Siska dan bertanya.


"Dari mana kau tau itu?"


"Nih, baru saja putri memberitauku."


Ucap Kak Siska sambil memperlihatkan Hpnya ke Kak Rangga, dimana ia menunjukkan sebuah Chat antara ia dan sahabatnya Putri yang mengatakan.


kalau Adeknya baru saja pulang dari Warnet bersama dengan Leon dan juga temannya yang lain.


Setelah melihat itu, Kak Rangga lansung berbisik. "Jadi begitu." dan melihat ke arahku.


"Baiklah aku mengerti. Tapi lain kali jangan pulang lagi selarut ini mengerti?"


"yaa Aku mengerti."


Jawabku dengan datar.


"Bagus, Kalau begitu cepat sana ganti pakaianmu dan bersiap makan malam."


"......"


Seolah - olah aku seperti sedang mengabaikan apa yang barusan Kak Rangga katakan, aku lansung berjalan naik ke lantai dua.


Melihat tingkahku yang seperti itu, membuat mereka bertiga terlihat kebingungan. Kecuali Fira, yang lagi asik main boneka di pangkuan ibunya.


__________________________________


______________________________


TAP!!...TAP!!....TAP!!..


Ketika aku sudah menuruni tangga, aku melihat Semua orang sedang berkumpul di ruang tamu. Dimana mereka semua tengah duduk di Sofa sambil ngobrol satu sama lain.


Namun tanpa pedulikan itu, aku mencoba mengendap - ngendap dan berjalan keluar dari Rumah.


Sayangnya ketika baru saja mau berjalan, dari Ruang Tamu terlihat ibu memperhatikanku dan lansung memanggilku.


"Hmm, Leon kau mau kemana?"


Pada saat Ibu memanggilku, semua orang yang ada di ruangan itu lansung berhenti ngobrol, dan melihat ke arahku.


"Oh aku, aku mau keluar dulu."


Jawabku, dimana aku berhenti berjalan dan melihat ke arah mereka. Kak Rangga yang dengar itu lansung terlihat bingun dan mencoba bertanya..


"Keluar? Malam - malam begini?"


"Umm."


Angguk ku. Melihat itu, ayah menatap lurus ke arahku dimana ia menyipitkan matanya sambil berkata....


"Leon, memang kamu mau pergi ke mana malam - malam begini?"


tanya ayah.


"Aku mau ke rumah teman kelasku untuk kerja kelompok."


Jawabku lansung, mendengar itu. kak Rangga bertanya lagi..


"Apa Rusli ikut juga?"

__ADS_1


"Tidak, dia tidak ikut. Lagi pula Rusli tidak sekelas denganku."


"Setelah di pikir - pikir benar juga."


Ucap Kak Rangga sambil tertawa Sedikit.


Kemudian, merasa tidak ada lagi gunanya Bicara dengan mereka, sehingga aku mencoba pergi meninggalkan tempat ini.


"Kalau begitu aku pergi dulu."


Sambil mengucapkan itu, aku mencoba berjalan ke arah pintu. Namun ketika aku baru berjalan beberapa langkah, sejenak aku berhenti dan melihat ke arah mereka.


"Omong - omong aku lupa mengatakan ini, tapi malam ini aku makan di Luar saja, jadi tidak usah menungguku."


Ucapku dengan datar, Kak Siska yang dengar itu, lansung berhenti main Hp dan melihat ke arahku.


"Leon, Memang Jam berapa kamu akan pulang?"


"Tidak tau, yang jelas kemungkinan aku akan pulang pas tengah malam, jadi tidak usah mencariku mengerti."


Ucapku sambil menatap mereka semua dengan tatapan serius. Dimana mereka semua hanya terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun.


Mengetaui hal itu, aku lansung berbalik lagi dan berjalan keluar dari Rumah.


"Kalau begitu. Aku pergi sekarang."


Ucapku sambil membuka Pintu rumah "Knock!!" dan munutupnya kembali.


_________________________________


____________________________


Setelah aku berada di luar. Aku melihat hari sudah gelap dan Bintang - bintang mulai menghiasi angkasa di malam hari.


Namun tanpa pedulikan itu, aku mulai memakai sepatuku di teras rumah. Dimana setelah aku pakai aku melakukan pemanasan sedikit dan lansung berlari meninggalkan Rumahku.


TAP!!..TAP!!..TAP!!....


TAP!!..TAP!!..


TAP!!...


!!......


Di saat aku sudah berada di tengah kota, Aku memperhatikan ada banyak sekali orang yang baru saja Pulang dari kerja.


Terlebih aku juga melihat beberapa Toko yang sedang terbuka dan anak - anak yang lagi asik nongkrong.


"Area sini banyak juga yah orang?"


Ucapku sambil berjalan dan melihat area sekitar, PIX yang dengar itu lansung menjawab....


[Yaa tidak bisa di pungkiri, lagi pula kita berada di tengah Kota. Jadi sudah pasti banyak orang.]


(Kau benar juga.)


Ucapku di dalam pikiran, agar membuat orang sekitar tidak melihatku dengan aneh.


Setelah itu, Ketika aku terus berjalan di kerumunan orang sambil memperhatikan sekeliling.


Di sisi lain, untuk sementara PIX melirik mataku terus [....] namun setelah beberapa detik kemudian ia mencoba bertanya.


[Omong - omong Master, dari tadi aku ingin tanya?]


(Apa?)


Tanyaku di pikiran.


[Aku sudah dengar pembicaraan anda tadi, tapi tidak mungkin anda pergi kerja kelompok dengan teman sekelasmu kan?]


Tanya PIX dengan ekspresi serius, mendengar itu, aku dengan tenang menjawab..


(Tentu sajalah. Lagi pula sejak awal tidak ada namanya kerja kelompok.)


[Hmm Kalau begitu, bisa beritau aku, kemana kita akan pergi?]


Ketika PIX bertanya lagi, aku lansung berhenti tepat di depan kafe di area ini. dimana aku menatap tajam Kafe tersebut sambil menjawab...

__ADS_1


(Kita akan....MENEMUI BULAN DIDALAM.)


__ADS_2