BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PENYERBUAN MONSTER Bagian 4


__ADS_3

di dalam hutan, di dekat kaki pegunungan bebatuan, tidak jauh dari lokasi unit 14.


terdapat beberapa pasukan, dari unit 15, sedang bersumbunyi di balik pepohonan.


mereka adalah pasukan yang di perintahkan oleh kolonel, untuk memberi bantuan pada unit 13 dan juga unit 14 yang baru saja di hancurkan.


dan tidak jauh di depan mereka, tepat di dekat garis pegunungan. terdapat dua pasukan sedang bersembunyi di balik bebatuan.


mereka berdua adalah, Widura, kapten dari unit 15 dan juga Respati, kapten dari unit 14.


ketika mereka berdua sedang bersembunyi di balik batu, sambil menggunakan Teropong, untuk melihat ke arah atas pengunungan, dimana lokasi unit 14 berada.


sentak mereka berdua Terlihat sangat Pucat dan tidak bisa mengatakan apapun. ketika melihat Pasukan terakhir dari unit 14. Satya dibunuh oleh monster, Ogre King.


melihat hal itu, Respati lansung menggertakkan giginya dan terlihat sangat marah, sambil melihat Ogre King dengan tatapan tajam.


"Dasar monster sialan, aku pasti akan membunuhmu!?"


ketika Respati mengatakan itu, sambil melotot ke arah Ogre King di balik teropongnya.


perlahan Ogre King berbalik ke arah belakang dan melihat tatapan mata Respati di balik teropong. sambil tersenyum menyeringai.


"tidak mungkin!!"


sentak Respati lansung melebarkan matanya karena terkejut, dan dengan cepat ia lansung bersembunyi di balik batu.


ketika Widura mengetaui hal itu, perlahan ia mengalihkan pandangannya ke arah Respati.


"ada apa Kapten Respati??"


"ba- baru saja, monster besar itu menatap mataku!?"


"matamu?..itu tidak mungkin, lagi pula, jarak antara monster besar itu dan kita sangatlah ja-!!"


ketika Kapten Widura sedang mengatakan itu, sambil memakai teropongnya untuk melihat ke arah Ogre King.


tiba- tiba ia berhenti bicara, saat Ogre King menatap balik ke arahnya, dengan tatapan tajam, sambil tersenyum menyeringai.


sentak, Widura lansung merinding ketakutan, dan dengan cepat bersembunyi di balik batu, sambil melihat ke arah bawah dengan tubuhnya yang sangat gemetar.


melihat hal itu, Kapten Respati lansung bertanya ke arahnya.


"Kapten Widura,...jangan bilang..."


"y-ya, baru saja ia menatap mataku juga!?"


"begitu,....jadi, apa yang harus kita lakukan?"


ketika Respati sedang bertanya. meskipun matanya terlihat tenang, namun, itu di penuhi dengan niat membunuh.


melihat hal itu, Widura lansung tau, bahwa Respati sangat ingin membunuh monster itu, untuk membalaskan, para pasukannya yang dibunuh.


mekipun begitu, melihat situasi sekarang, tidak ada pilihan lain selain kami semua mundur dan bergabung ke unit 13, meskipun Widura merasa, itu terlalu berat untuk Respati.


setelah memikirkan hal itu, perlahan Widura mengarahkan pandangannya ke arah Respati, sambil melihatnya dengan tatapan serius.


"pertama - tama, kita harus mundur dari sini, dan bergabung dengan unit 13,...meskipun aku merasa sangat bersalah,..tapi, maafkan aku!?"


melihat permintaan maaf Widura, perlahan Respati menghembuskan nafasnya "haaa..." dan melihat ke arah Widura, dengan ekspresi bermasalah.


"tidak perlu sampai minta maaf, lagi pula, jika kita lihat situasi sekarang, tidak ada pilihan lain selain mundurkan, selain itu.."


kata Respati, sambil mengintip di balik batu, untuk melihat ke arah para Monster, dan mulai melanjukan lagi.


"....meskipun kita melawan Para Monster di atas sana, aku yakin kita hanya akan di bantai, seperti yang ia lakukan oleh pasukanku!?"


kata Respati sambil menatap para monster di atas sana dengan tatapan tajam.


"begitu,..kalo begitu, ayo kita kembali ke pasukanku?"


"yah."


jawab Respati secara Singkat.


setelah itu, ketika mereka berdua baru saja berdiri dan mencoba berjalan masuk ke arah hutan, tiba - tiba suara Teriakan Monster yang sangat keras terdengar di belakang mereka.


bukan hanya Mereka berdua saja yang mendengar Teriakan itu, bahkan dari unit 12, 16 dan juga unit 9, yang berdekatan dengan pegunungan itu, bisa mendengar teriakannya.


GUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!


mendengar teriakan itu, secara sentak mereka berdua lansung menutup telinga mereka masing - masing, dengan sangat rapat.


"UGH!!, SUARA APA ITU?"


"AKU TIDAK TAU,..TAPI, INI SANGAT MENYAKITKAN!?"


kata Widura, sambil menutup kedua telinganya, dan terus merintih kesakitan ketika mendengar teriakan itu.


_________________________


_______________


di waktu bersamaan di lokasi unit 9.


GUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!


saat mendengar teriakan itu, para pasukan yang sedang bertarung melawan para Monster di depan, lansung menutup telinga mereka masing masing, dan jatuh berlutut di tanah, sambil merintih kesakitan.


"ugh,..suara apa ini??"

__ADS_1


"te- telingaku,..sangat sakit!?"


"arghh,..aku akan gila!?"


"ugh,..jika kita begini terus,..kita akan di habisi oleh para mons-..eh!!"


ketika salah satu pasukan mengatakan itu, dan mencoba untuk melihat ke arah para Monster di depan.


sentak ia lansung terkejut dan tidak percaya, ketika Melihat para monster di depannya, Sedang merintih kesakitan, seperti yang mereka alami sekarang.


"sepertinya,.untuk saat ini kita masih aman,....tapi..."


"ya, suara teriakan ini, bikin telingaku sangat sakit,..sialan!?"


saat para pasukannya sedang merintih kesakitan di depan, Rangga yang berada di bagian belakang, saat ini sedang duduk, di salah satu atas tank.


ia sedang menutup telinganya juga, sambil matanya melihat ke arah atas pegunungan. dengan tatapan tajam.


"ugh,..Di sana kau ternyata,..Boss Monster!?"


kata Rangga, sambil terus melihat ke arah atas pegunungan, dimana suara Teriakan itu berada.


_____________________________


___________________


kembali ke lolasi unit 15 dan juga unit 14, dimana kapten Respati dan juga Kapten Widura saat ini berada.


Setelah beberapa saat mendengar teriakan itu, tak lama kemudian, perlahan teriakan mulai mereda.


secara perlahan Kapten Respati dan juga Widura, mulai melepaskan tangannya dari telinga, dan lansung berbalik, melihat ke arah atas pegunungan. dimana, Suara teriakan itu terdengar.


"apa - apaan itu tadi?"


kata Widura


"aku tidak tau,..tapi, aku punya firasat burut."


"benarkah?"


"yah"


setelah Respati menjawabnya secara singkat, untuk sementara mereka berdua terus melihat ke arah atas pegunungan.


namun, setelah beberapa detik kemudian...


"oi, apa,..apa yang para monster itu lakukan!?"


ketika mendengar suara Widura dari samping, Perlahan Respati mengarahkan pandangannya ke arah Widura.


dan melihat kalo Widura sedang memakai Teropong dan mengarahkannya ke arah atas pegunungan.


"..sebaiknya kau lihat saja sendiri!?"


saat Widura mengatakan itu, perlahan Respati memakai teropongnya dan melihat ke arah atas juga.


ketika sudah melihat ke arah atas, sentak ia lansung terkejut melihat para Monster di atas sana.


mereka tidak percaya, bahwa Monster yang membunuh semua pasukan Respati, saat ini sedang mengatur Pulahan ribu Monster di atas sana, seperti layaknya seorang polisi yang sedang mengatur pengendara lalu lintas. untuk terus berjalan maju ke arah depan.


"oi, bukankah arah itu..."


"ya, itu arah dimana lokasi unit 9 berada!?"


jawab Widura


"tapi, kenapa monster itu, tidak pergi kesini, bukankah tadi dia melihat kita?"


"aku tidak tau,....tapi, setidaknya ini memberi kita peluang untuk mundur ke unit 13, tampa menghadapi mereka!?"


"....yaa, kau benar!?"


setelah Respati menjawabnya. untuk sementara, mereka berdua terus melihat para monster di atas sana, seperti layaknya kereta.


namun, setelah beberapa detik kemudian, tiba - tiba benda seperti Headset, yang berada di telinga kanan Respati dan juga Widura, mengeluarkan suara panggilan dari kolonel.


{Respati, Widura, apa kalian dengar??}


"Kapten Widura di sini, aku mendengarnya dengan baik pak"


"di sini Kapten Respati, aku mendengarnya juga pak."


{baiklah,..kalo begitu, dengarkan baik - baik, situasi kita saat ini sudah berubah, dan aku ingin unit 15 mundur dari sana, dan bergabung dengan unit 13, mengerti}


"BAIK PAK."


jawab Widura dengan nada tegas.


namun, sesaat kemudian...


"...ummm?...pak bagaimana dengan Kapten Respati, apa ia ikut denganku?"


kata Widura.


{sebelum itu,...Respati.}


ketika namanya tiba - tiba di panggil, Respati sesaat kaget, dan lansung menjawabnya.


"y- ya, ada apa pak?"

__ADS_1


{aku ingin kamu jawab pertanyaanku, apa kau ingin ikut mundur bersama Unit 15, atau membalaskan kematian pasukanmu?}


""APA!""


mereka berdua lansung terkejut dan bingun ketika mendengarkan, apa yang di katakan kolonel.


mereka tidak menyangkah bawah pilihan kedua, yang di ajukan kolonel, sekonyol ini.


setelah itu, Widura mulai bertanya duluan.


"pak, apa maksudmu? apa Anda menyuruh Kapten Respati menghadapi para monster di atas sana, seorang diri??"


{untuk saat ini, aku tidak bisa memberitaumu. lagi pula, ini bukan usulanku, melainkan ini usulan dari seseorang.}


mendengar hal itu, sekali lagi mereka berdua tambah bingun.


"seseorang? siapa yang anda maksud pak?"


kata Respati


{seperti yang aku katakan, untuk saat ini aku tidak bisa memberitaumu. yang lebih penting cepat jawab pertanyaanku saja, apa kau ingin ikut mundur dengan unit 15 atau membalaskan kematian pasukanmu,...cepat jawab!?}


mendengar suara tegas Kolonelnya, untuk sementara Respati terlihat kebingungan, dan tidak bisa mengatakan apapun.


melihat hal itu, Widura mencoba bicara dengan Kolonelnya lagi.


"Pak, tidak mungkin Kapten Respati menerima usulan i-!!"


ketika Widura mencoba mengatakan itu, tiba - tiba ia berhenti bicara dan di potong oleh Respati.


"baiklah, aku akan menerima usulan kedua itu, Pak!?"


"itu, apa aku bilang, tidak mungkin Kapten Respa-!....eh,..apa yang kamu bilang barusan??"


"aku bilang, aku terima usulan kedua, untuk membalaskan kematian pasukanku."


setelah mendengarkannya dengan jelas, apa yang di katakan Respati, sentak Widura lansung shock.


"EHHHHHHHHHH,....Tu- tunggu, Tunggu dulu, apa kau serius??"


"ya!?"


jawab Respati secara Singkat.


untuk sementara Widura terus memperhatikan wajah Respati, di mana tatapannya sangat Serius.


namun, setelah beberapa detik kemudian, Widura perlahan menghelah nafasnya sambil terlihat seperti (haa..mau gimana lagi.), setelah itu, ia melihat ke arah Respati kembali.


"baiklah, jika itu yang kau mau, tapi jika kau merasa situasinya sedang buruk, aku ingin kau melarikan diri, dan tidak usah dengarkan rencana Orang yang kita tidak tau itu, mengerti?"


"ya, aku mengerti."


setelah Respati mengatakan itu, Kolonel mulai bicara lagi dengannya.


{baiklah, kalo bagitu,...Respati, untuk sementara kau Bersiagalah di situ. nanti orang itu akan menghubungimu dan memberitaumu detailnya nanti.}


"baik pak,...tapi, bagaimana jika monster di atas sana menyeranku duluan, sebelum orang itu menghubungiku pak?"


{soal itu, kau tenang saja, menurut orang itu, selama kau tidak menembak para monster di atas sana, mereka tidak akan mengganggumu ataupun menyerangmu?}


mendengarkan hal itu, jujur Respati masih kurang percaya, namun, jika ia ingin memenuhi keinginannya untuk membalaskan kematian para pasukannya, ia tidak punya pilihan lain selain, percaya dengan orang itu.


"baiklah, untuk saat ini aku akan menuruti perkataan orang itu!?"


{bagus,..kalo begitu, Widura, apa yang kau tunggu di sana, cepat pergi ke lokasi unit 13.}


"Ba- Baik pak!?"


setelah Widura mejawabnya dengan gugup, untuk sementara Widura melihat ke arah Respati.


"kalo begitu, aku pergi dulu, Kapten Respati!?"


"yah,"


jawab Respati secara singkat.


seusai itu, dengan cepat Widura lansung berlari masuk ke dalam hutan. tempat dimana semua anggota unit 15 berada.


melihat hal itu, untuk sementara Respati terus melihat ke arah dimana Widura pergi.


setelah beberapa detik, menatap arah dimana Widura pergi, Kolonel mulai bicara lagi dengannya.


{Respati, aku harap kau berhasil membalaskan kematian pasukanmu?}


"aku harap begitu!?"


jawab Respati.


setelah itu, Kolonel mulai mengakhiri panggilannya.


{kalo begitu, aku tutup dulu?}


"ya!?"


setelah panggilan kolonelnya berakhir, Respati lansung pergi bersembunyi di balik bebatuan, sambil menggunakan Teropong dan terus memperhatikan Pulahan Ribu monster di atas sana.


"meski begitu, aku ingin tau, siapa orang yang memberiku kesempatan ini?"


ketika Respati membisikkan itu. ia meneruskan untuk memperhatikan para monster di atas sana.

__ADS_1


__ADS_2