
3 duri es meluncur ke arah Selena. Selena dengan cepat mencoba menghindarinya dengan menggunakan Kuba Es Amaliya sebagai pijakan agar bisa loncat menjauh dari sana.
Setelah Selena berhasil mendarat ia melihat serangan lainnya datang lagi, Selena secara spontan langsung lompat ke arah samping untuk bisa menghindari nya.
Namun serangan Amaliya tidak berhenti sampai di situ. duri - duri es itu terus meluncur ke arah Selena sampai - sampai membuat Selena harus lari untuk bisa menghindari nya.
Awalnya Selena masih bisa menghindari semua serangan itu tapi lama ke lamaan serangan itu makin cepat dan juga banyak hingga membuat Selena mulai kesulitan menghindari nya.
(Sial ini makin sulit, sebaiknya aku kembali ke tempat Carla.)
Selena berusaha mencari timing agar bisa menggunakan kekuatan nya. Tapi sayangnya ia terus di halangi oleh duri - duri es Amaliya yang tidak berhenti berdatangan ke arahnya hingga membuat Selena benar - benar kesulitan untuk menggunakan kekuatannya.
"Sial, duri - duri ini sangat merepotkan."
Selena sadar jika ia terus seperti ini, cepat atau lambat ia pasti akan kecapean Jadi ia pun mulai memikirkan cara agar bisa lolos dari situasi ini.
Dan tak butuh waktu lama ia pun menemukan satu cara yaitu menutupi pandangan Amaliya.
Selama pandangan Amaliya di tutupi maka ia seharusnya bisa mempunyai waktu untuk menggunakan kekuatannya dan kembali ke tempat Carla.
(Masalahnya, apa yang harus aku gunakan agar bisa menutupi pandangan dia?)
Pada saat Selena memikirkan itu ia melihat setumpuk salju di dekat Amaliya.
(Benar, kita bisa gunakan itu.)
Bibir Selena langsung berubah menjadi senyum seringai.
"Yosh, mari kita lakukan."
Tanpa menunggu lama Selena lansung berlari ke arah Amaliya. Amaliya yang melihat itu langsung meledek Selena dan berkata..
"Dasar bodoh, meskipun kau kesini aku akan tetap menyerang mu lagi pula aku sudah di lindungi oleh kubu es ini, jadi aku tidak akan kena duri es ku sendiri."
Selena seolah tidak peduli sama sekali apa yang Amaliya katakan.
Beberapa kali Selena lari siksat untuk bisa menghindari semua duri Es Amaliya, Sampai akhirnya Selena sampai di tempat Amaliya dimana Selena lansung menendang tumpukan Salju yang berada di dekat Amaliya. Dimana tumpukan salju itu langsung berhemburan dan bertebaran dimana - Dimana hingga membuat Amaliya sulit untuk melihat.
"Sial! Jadi sejak awal ini lah tujuanmu."
"Begitulah."
Seusai Selena mengatakan itu, ia seringai lalu menghilang dari pandangan Amaliya.
Amaliya buru - buru mencoba menyingkirkan semua tebaran Salju di dekatnya dengan cairan es nya.
Setelah tebaran Salju itu menghilang Amaliya melihat sekeliling dan memperhatikan Selena sudah tidak ada dan sudah kembali ke tempat Carla.
___________________________________________
______________________________________
>Di sisi lain.
Setelah Selena kembali ke tempat Carla. Selena lansung menghela nafasnya dan terlihat lelah.
__ADS_1
"~Fuuu untunglah aku berhasil lolos. Tadi itu berbahaya sekali."
Sekilas Carla melihat Selena dan bertanya...
"Apa kau tidak apa - apa?"
"Yah, aku tidak apa - apa, aku baik - baik sa-!!"
'ja' ingin ucap Selena. Namun Tiba - tiba Selena berhenti bicara saat merasakan rasa sakit di bagian pundak kanannya. Dan saat Selena menyentuh pundak kanan nya ia baru sadar ternyata ia telah mendapatkan luka goresan di sana.
"Ara sepertinya aku berhasil di kena."
"Serius! Apa kamu mau di obati dulu?"
Tanya Carla, dimana Selena lansung menolak dan berkata..
"Tidak perlu, lagi pula ini hanya goresan kecil tidak usah di pikirkan. Yang lebih penting kita harus fokus ke mereka dulu."
Selena kembali melihat ke depan, begitupun dengan Carla.
"....Kau benar."
Guman Carla, lalu kemudian Carla memperhatikan Amaliya, dimana ia masih diam saja di situ dan tidak bergerak sama sekali.
"Jadi bagaimana dengan kekuatan gadis itu(Amaliya)? Apa kamu bisa mengalahkan nya?" Tanya Carla.
"Harus ku katakan kalau dia sangat kuat terlebih duri - duri es nya itu sangat mengerikan, namun meski begitu aku belum bisa pastikan apa aku bisa mengalahkannya atau tidak. Karena seperti yang kamu tau gadis itu sepertinya masih menahan dirinya."
Carla setuju juga dengan itu, sebab sejak tadi baik Amaliya ataupun Valdo, mereka berdua belum mengeluarkan Roh TUPXION nya sama sekali. Padahal jika mereka mengeluarkan nya maka mereka bisa mendapatkan support yang dimana hal itu bisa membuat kekuatan mereka bertambah kuat berkali - kali lipat.
"Selena, seberapa yakin kamu bisa menahan gadis itu(Amaliya)?"
"Kalau soal menahan dia seharusnya aku masih bisa, karena meskipun kekuatan TUPXION dia sangat kuat tapi ia masih memiliki beberapa kekurangan salah satunya pengalaman ia dalam pertarungan.-
-Dari yang aku lihat gadis itu tidak memiliki banyak pengalaman dalam bertarung sama sekali jadi seharusnya aku masih memiliki kesempatan untuk bisa menahannya."
"Hmm aku mengerti. kalau begitu Selena aku serahkan gadis itu padamu."
"Um baik."
Balas Selena sambil mengangguk...
"Sekarang..."
Carla berahli ke arah Mael, dimana saat ini Mael masih menembak Valdo menggunakan senjata S Gear.
"Mael."
"Un! Ada apa?"
"Apa kamu bisa menahan pak tua itu(Valdo)?"
Ketika Carla menanyakan itu sontak membuat Mael langsung berhenti menembak dan melihat Carla.
"Menahan dia?"
__ADS_1
"Yah."
"Hmm jujur saja aku rasa itu sulit. Karena bagaimanapun juga sepertinya ia sudah terbiasa menggunakan kekuatan TUPXION nya apa lagi ia juga sepertinya memiliki banyak pengalaman dalam bertarung.-
-Karena itulah aku rasa sangat sulit menahannya kecuali kita masih menjalankan rencana awal yaitu memanggil Gregori ke sini."
"Hmm begitu."
Sebetulnya sebisa mungkin Carla tidak ingin memanggil Gregori dulu ke sini, karena ia ingin menyimpan Gregori sebagai senjata rahasia agar bisa membantu dirinya nanti ketika menghadapi Alexei, Vincent dan juga Sherlie.
Namun karena Mael tidak bisa menahan Valdo seorang diri jadi Carla rasa ia tidak punya pilihan lain selain memanggil Gregori ke sini.
"Baiklah, kalau begitu Selena bisa kau bawa Gregori ke sini?"
Tanya Carla sambil melihat ke arah Selena, dimana Selena menjawab..
"Tentu, tapi bagaimana dengan gadis itu(Amaliya)? Bukankah Gadis itu bisa saja pergi ke tempat Brid saat aku tidak ada?"
"Soal itu kau tidak usah khawatir. Selama kamu pergi, Mael yang akan berusaha menahannya."
Mael yang dengar itu merasa gelisah, sebab tidak mungkin ia bisa menahan dua pengguna TUPXION sekaligus. Malahan ia akan di habisi sebelum Selena berhasil membawa Gregori ke sini.
"Oi kau pasti bercandakan, mana mungkin aku bisa menahan mereka berdua sekaligus."
"Tenang saja, aku memiliki rencana."
Ucap Carla.
"Rencana?"
"Yah."
___________________________________________
______________________________________
Sementara itu di sisi lain. Amaliya sejak tadi hanya diam saja memperhatikan Selena dan yang lainnya dari jauh.
Mereka seperti sedang membicarakan sesuatu. Namun di karenakan suara mereka sangat kecil sehingga Amaliya tidak bisa dengar apa yang mereka bicarakan.
"Cih tidak ada gunanya berdiam saja terus di sini. Sebaiknya aku bergegas pergi ke ruang bawah tanah untuk menahan satu orang lagi di sana."
Amaliya mencoba berlari ke arah Mansion. Alexei yang menyadari itu langsung mencoba menghentikannya.
Sebab dari serangan barusan sudah jelas kalau pihak Carla berusaha menghalangi siapa saja yang mencoba pergi ke ruang bawah tanah.
Jadi jika Amaliya sampai mencoba pergi ke sana lagi maka sudah pasti ia akan di serang.
Setidaknya Alexei ingin menghindari itu dulu.
"Amaliya tunggu dulu, jangan terlalu gegabah bergerak, nanti kamu di se-!!"
Sebelum Alexei selesai memperingati Amaliya. Mael dengan cepat melepaskan sebuah tembakan yang dimana lasernya itu lansung menuju ke arah Amaliya.
Sontak saja hal itu membuat Amaliya dan yang lainnya kaget tanpa kecuali Valdo sendiri.
__ADS_1
"Cih!"