BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
SURAT YANG DI TINGGALKAN


__ADS_3

Di pagi hari pada pukul 05 : 38, Rina mulai membersihkan halaman rumah. Mulai dari menyapu hingga menyirami tanaman.


Setelah Rina selesai melakukan itu semua. ia melihat hari sudah mulai terang jadi ia memutuskan kembali masuk ke dalam rumah dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi buat majikannya.


Setelah Rina selesai menyiapkan sarapan ia mulai membawa semuanya ke ruang makan dan menaruknya di atas meja. Dan saat itu juga beberapa orang datang, dimana mereka adalag Miki(ibu), Siska, Airani atau biasa di panggil Rani(Istri Rangga) hingga juga anaknya yaitu Fira.


Rina lansung menghentikan pekerjaannya dan menghampiri mereka semua.


"Nyonya selamat pagi."


"Ooh Rina selamat pagi. Sepertinya kamu sudah selesai menyiapkan sarapan ya. Kerja bagus."


Ucap Ibu, dimana Rina dengan tenang membalas..


"Itu sudah pekerjaanku."


Lalu setelah itu Ibu melihat masih ada beberapa orang yang tidak hadir sehingga ibu mencoba menyuruh Rina memanggil mereka.


"Rina, Bisa kau panggil suamiku? Ia berada di ruang tamu bersama dengan Rangga."


"Siap nyonya."


"Ooh dan juga tolong bangunkan Leon."


"Aku mengerti."


Setelah Rina mengatakan itu. Ia mulai pergi ke ruang tamu dan memanggil mereka berdua untuk pergi ke ruang makan, Sarapan.


Setelah itu Rina naik ke lantai atas dan mencoba pergi membangunkan Leon.


"Tuan muda, apa anda sudah bangun?"


Rina menunggu beberapa detik tetapi tidak ada balasan dari dalam sana sehingga Rina memutuskan untuk lansung masuk ke dalam.


"Aku masuk ya."


Ketika Rina sudah masuk ke dalam Rina merasa kaget sebab ia tidak melihat Leon dimana pun.


"Ke-Kemana Tuan muda ! Apa ia sedang keluar, lari pagi?"


Rina melihat sekeliling ruangan dan ia menemukan sebuah surat di atas laci.


Rina mengambil surat itu dan membacanya, dimana sesaat kemudian wajahnya tiba - tiba berubah menjadi shock setelah membaca isi surat tersebut.


"I-ini......."


____________________________________


________________________________


Semua orang sudah kumpul di ruang makan tetapi mereka belum menyantap sarapan mereka karena mereka masih menunggu satu orang yaitu Leon.


Di saat mereka semua sedang menunggu tiba - tiba Rina menerobos masuk ke dalam dan menghampiri Miki(Ibu).

__ADS_1


"Nyo-nyonya."


"Oh Rina, kenapa kamu kelihatan panik begitu? Dimana Leon?"


"So-Soal itu,....tolong bacalah, aku menemukan ini di kamar Tuan muda."


Rina menyerahkan surat itu pada Ibu dimana ibu mengambilnya dan mulai membacanya.


"EEEEEEEH APA - APAAN INI!!"


Tiba - tiba Ibu teriak dengan cukup keras hingga mengagetkan semua orang yang ada di ruangan itu kecuali ayah.


"I-Ibu ada apa, kau tiba - tiba teriak begitu?" Tanya Siska yang khawatir.


"Siska adekmu,... Sepertinya Leon meninggalkan rumah tadi malam."


"Apa!!"


Siska merasa sangat kaget. Bukan hanya dia tapi Rangga dan juga istrinya Rani juga sama.


Sedangkan Ayah yang sudah tau kepergian Leon merasa bahwa ini bukan waktu yang pas untuk memberitahu mereka soal pembicaraan ia dengan Leon tadi malam, sehingga Ayah memilih untuk diam saja dulu dan akan memberitahu mereka nanti.


Lalu adapun Siska, ia seolah tidak senang dan lansung berdiri dari tempat duduknya kemudian ia pergi ke tempat ibu.


"Ibu sini aku mau lihat surat itu."


Ibu lansung menyerahkan surat itu pada Siska dan Siska mulai membacanya, dimana isinya...


-Tentu saja aku tidak memberitau kalian karena aku tau kalian pasti tidak akan setuju, karena itulah aku pergi secara diam - diam.-


-Selain itu, soal masalah sekolahku kalian tidak usah khawatirkan itu juga karena aku sudah mendapatkan surat izin libur selama beberapa hari.-


-Baiklah, hanya itu saja yang ingin ku katakan, kalau begitu jaga diri kalian.-


-Salam dari anak ganteng kalian....Leon.>


Setelah Siska membaca isi surat itu, ia tidak merasakan kekhawatiran sedikitpun pada adeknya malahan ia merasa sangat kesal sampai - sampai ia remas surat itu hingga rontok.


"DASAR ADEK BODOOOOOH!! SIAPA JUGA YANG KHAWATIR DENGANMU, DAN JUGA APA - APAAN INI ANAK GANTENG.-


-LIHAT SAJA SAAT KAU PULANG NANTI AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU."


_____________________________________


________________________________


Sementara itu di waktu bersamaan tepat di dalam pesawat. Saat ini aku(Leon) sedang bersantai di tempat duduk ku lalu tiba - tiba aku merasa menggigil.


"~Huuu!!"


[Ada apa master?]


(Entah kenapa tubuhku tiba - tiba menggigil, apa mungkin ada orang yang sedang membicarakanku?)

__ADS_1


[.....Mungkin itu hanya perasaanmu saja.]


(Hmm....aku harap begitu.)


Aku kembali bersantai, lalu saat itulah aku ingat sesuatu dan lansung mengeluarkan Hpku kemudian aku perlihatkan pada PIX.


(Oh iya PIX, apa kau masih bisa merasakan keberadaan Noel di hp ini?)


[Ya aku masih bisa merasakannya tapi hanya sedikit, sepertinya ia menyembunyikan auranya dengan baik.]


(Begitu.)


Setiap TUPXION memiliki rohnya masing - masing, contohnya saja punyaku, Roh TUPXION Ku ialah PIX. Begitupun dengan Carla, Roh TUPXION Nya adalah Noel.


Jujur saja aku tidak terlalu banyak tau soal Roh TUPXION Carla karena aku tidak mempunyai banyak informasi tentangnya.


Namun dari yang Brid katakan Noel itu semacan AI yang mempunyai kesadarannya sendiri. Ia bisa mengakses internet dan meretas segala Sistem serta mengubah password sesuka yang ia mau.


Beberapa hari yang lalu ia berhasil meretas Hpku dan memilih untuk menetap di hpku karena ia di suruh oleh Carla untuk mengawasiku.


Tentu saja aku mengabaikannya karena aku rasa meskipun ia mengawasiku pada akhirnya cepat atau lambat Carla akan tetap mengetaui identitasku jadi tidak ada gunanya meladeni dia.


~Unghhhhh!!


Aku meregangkan kedua tanganku sambil melihat sekeliling dimana aku tidak melihat Reyna dimanapun, sehingga aku mencoba bertanya pada PIX.


(Omong - omong PIX kemana Reyna?)


[Oh dia tadi pergi ke belakang waktu anda tidur.]


(Apa yang ia bikin di belakang sana?)


[Saa aku juga tidak tau. Bagaimana kalau anda pergi saja ke sana dan melihat apa yang ia lakukan?]


(Sudahlah, lebih baik aku di sini saja menunggunya.)


Setelah beberapa menit aku menunggu tak lama kemudian akhirnya Reyna dan pengawalnya datang, dimana Reyna lansung duduk di kursi yang bersebelahan denganku.


"~Haaa kamu bikin aku kaget saja, aku pikir ada barang pentingku yang ketinggalan ternyata tidak."


Pengawalnya itu seolah merasa bersalah dan lansung menundukkan kepalanya dan minta maaf.


"Maafkan aku, karena sudah keliru."


"Sudahlah, yang lebih penting bisa tidak kamu kapas aku, aku agak kepanasan gara - gara mengecek barang - barangku tadi."


"Baik Nyonya."


Reyna bersandar di kursinya sambil di kipasi oleh pengawalnya. Lalu saat itulah Reyna menyadari bahwa aku ternyata sudah bangun.


"Ara kamu sudah bangun. Bagaimana tidurmu apa nyenyak?"


"Yaa begitulah." Balasku.

__ADS_1


Meskipun pesawat ini bukan pesawat berkelas tetapi setidaknya fasilitas yang dimilikinya sangat baik. Bahkan aku bisa mendorong sandaran tempat duduknya ke arah belakang sehingga aku bisa tidur dengan nyenyak.


Yaa bisa di bilang pesawat ini cukup nyaman untuk di naiki.


__ADS_2