
"Jadi, apa yang harus kita lakukan pada kedua orang ini?"
Valdo menanyakan itu sambil melihat Gregori dan Selena yang masih tidak sadarkan diri di dekat mereka.
Awalnya Alexei berpikir apa yang harus ia lakukan. namun tak lama kemudian ia pun memutuskan pilihannya.
"Untuk sekarang mari kita kembalikan mereka ke Carla."
Amaliya yang dengar itu merasa kaget, namun ia tetap mengikuti apa yang Alexei katakan. begitupun dengan Valdo.
""Baik.""
Setelah itu, mereka berdua lalu melempar tubuh Gregori dan Selena yang masih tidak sadar, ke arah Carla.
Carla yang melihat itu merasa sedikit kebingungan dan bertanya - tanya
"Apa yang kau lakukan? apa kau pikir dengan melepaskan mereka akan meredakan amarahku?"
Alexei lansung membantah hal tersebut dan berkata
"Sayangnya aku tidak pernah berpikir seperti itu. aku melepaskan mereka karena aku ingin menunjukkan padamu kalau kami benar - benar tidak ingin melawan mu."
"Sungguh naif. tindakanmu itu tidak ada gunanya. lihat saja kau pasti akan menyesalinya nanti."
Setelah Carla mengatakan itu, ia lalu memperhatikan kondisi dua anggotanya dimana Selena baik - baik saja sedangkan Gregori mengalami luka parah di sekujur tubuhnya bahkan Senjata S Gearnya sudah tidak ada. kemungkinan besar telah di hancurkan oleh pedang besar yang muncul tadi.
Carla buru - buru melihat ke belakang dan menatap Mael.
"Mael."
Dari tatapan itu saja Mael seolah mengerti apa yang Carla inginkan. Mael langsung berlari ke arah depan dan mendekati Gregori serta juga Selena yang tergeletak di bawah.
Mael membuka kopernya dan mengambil dua kapsul dari dalam sana. dimana dua Kapsul itu berisikan sebuah cairan hijau.
Melihat hal itu Vincent dan Alexei merasa terkejut sebab mereka berdua tau, cairan hijau itu apa.
(Bukankah itu potion?) pikir Vincent.
(Baru - baru ini aku dengar bahwa potion orang itu sering kali hilang. sepertinya merekalah yang telah mencurinya.)
Pikir Alexei saat melihat Mael yang sedang masukkan cairan hijau itu ke dalam mulut Selena dan juga Gregori.
Setelah mereka berdua meminumnya. beberapa detik kemudian baik Selena ataupun Gregori, luka mereka perlahan mulai sembuh total dan akhirnya mereka pun bangun.
"Syukurlah, kalian sudah bangun." Kata Mael yang terlihat senang.
"~Ughh dimana ini? bukankah tadi aku sedang bertarung dengan Gadis itu? apa yang terjadi?"
Selena sepertinya masih dalam kondisi lupa ingat jadi Meal pun mencoba memberitahu mereka apa yang terjadi.
"Sepertinya kalian berdua telah di kalahkan oleh mereka."
__ADS_1
"Apa! bagaimana mungkin itu bisa terja-!!"
Selena seolah tidak bisa menerimanya namun tiba - tiba ia berhenti saat mengingat waktu ia di kalahkan. dimana saat itu ia ingat dengan jelas bagaimana rasa sakit yang ia rasakan di dalam tubuhnya. di tambah lagi saluran pernapasan nya juga seperti sedang tersumbat oleh sesuatu sehingga membuat ia tidak bisa bernapas. Dan pada akhirnya ia pun jatuh pingsan di dataran salju.
(Aku ingat sekarang, aku memang telah di kalahkan oleh Gadis itu. setelah itu aku kehilangan kesadaran.-
-Tunggu! saat aku tidak sadar apa yang terjadi? apa Carla sudah mulai bergerak?)
Selena buru - buru mengalihkan pandangannya ke arah Carla dan memperhatikan belum ada garis - garis akar di wajahnya. dimana garis itu menandakan saat pengguna TUPXION menggunakan kekuatannya.
(Sepertinya Carla masih belum menggunakannya.)
"Fuuu Syukurlah."
Pada saat Selena mengumamkan itu, Mael kebingungan dan bertanya - tanya
"un? apanya yang di syukuri?"
"Hah! tidak, bukan apa - apa." Balas lansung Selena.
Lalu Kemudian Selena berdiri, di ikuti dengan Gregori. mereka berdua lalu menatap Alexei dan yang lainnya dengan tatapan tajam sambil mengeluarkan aura membunuh yang membuat mereka semua menjadi waspada, Kecuali Valdo.
Valdo pikir tidak ada ancaman lagi dari kelompok Carla, sebab ia telah berhasil menghancurkan Senjata S Gear milik Gregori. Yang dimana Gregori sendiri adalah senjata terkuat Carla.
Carla seolah tau apa yang Valdo pikirkan dan ia hanya membalas dengan senyum seringai.
Kemudian Carla melangkah ke depan dan berhenti tepat di antara Selena dan Gregori.
"Sudah ku bilang sebelumnya kan, kau itu sangat naif Alexei. apapun yang kau lakukan tidak ada yang bisa menghentikan pertarungan ini sebelum mereka berdua mati di tanganku."
Di sisi lain Alexei hanya diam saja memperhatikan Carla.
Untuk sementara mereka berdua saling menatap satu sama lain. namun tak lama kemudian Alexei mulai bicara
"Carla, apa kau benar - benar tidak ingin mengakhiri pertarungan ini?"
Dengan singkat Carla jawab
"Yah."
"Meskipun kami sudah memberitahu mu Bahwa Dirman masih hidup."
Sekali lagi Alexei mengungkit soal Dirman, yang dimana hal itu membuat Carla sangat marah sampai - sampai ia menggigit bibirnya hingga berdarah.
Berbeda dengan Carla, anggota yang lainnya malah terlihat sangat terkejut terutama Mael yang lansung pergi ke depan dan menatap Alexei.
"~Ke-Ketua masih hidup? apa maksudmu?"
Tanya Mael, namun Alexei tidak membalas apa - apa dan hanya terus memperhatikan Carla.
Melihat hal itu Mael langsung mengerutkan keningnya dan terlihat kesal.
__ADS_1
"Woy kenapa kau diam saja, cepat beritahu kami apa maksudmu Ketua masih hidup?"
"Baiklah akan ku beritahu, Sebetulnya-!!"
Alexei baru saja mau bicara tapi Carla langsung menghentikannya.
"SUDAH CUKUP."
Teriak Carla. semua orang sontak kaget, namun Carla tidak peduli sama sekali dan lansung mengalihkan pandangannya ke arah Mael.
"Mael, tidak ada gunanya kau menanyakan hal itu pada mereka. mereka mengatakan hal itu karena mereka ingin menarikku masuk ke dalam Aliansi TUPXION Mereka."
"Aliansi TUPXION?"
Bukan hanya Mael saja yang terkejut mendengar itu, Selena pun sama. dimana Selena ingat saat itu Leon mengatakan bahwa tujuan dari pertemuan ini adalah untuk membentuk sebuah Aliansi dari para pengguna TUPXION.
(Sepertinya perkiraan ia benar. aku sungguh tidak percaya ini.) pikir Selena.
Di sisi lain, Mael tidak mengerti sama sekali alasan Alexei mengatakan itu, jadi ia bertanya ke Carla.
"Ta-Tapi Carla, untuk apa mereka melakukan itu?"
"Itu karena mereka sadar, mereka tidak akan pernah bisa membujuk ku masuk ke dalam Aliansi mereka, apa lagi di dalamnya ada juga dua orang itu(Sherlie, Vincent).-
-Itulah kenapa mereka menggunkan cara ini, sebab hanya inilah satu - satunya cara yang mungkin bisa menggerakkan hatiku sekarang."
"Hmm dengan kata lain mereka hanya menggunakan Ketua kita supaya bisa membujuk mu masuk ke dalam Aliansi mereka."
"Begitulah."
jawab Carla dengan santai. kemudian ia menambahkan lagi....
"Selain itu kebenaran bahwa ketua masih hidup itu tidak lah benar. aku yakin 100% itu semua pasti hanya omong kosong belaka yang mereka buat.-
-Sebab saat itu kita sendiri lihat bahwa Ketua sudah meninggal. Di tambah lagi kita juga sudah melakukan pengecekan untuk jaga - jaga jika itu tubuh orang lain tapi ternyata tidak. itu benar - benar Ketua.-
-Aku bahkan masih bisa merasakan bagaimana saat - saat terakhir kita menguburnya. karena itulah tidak mungkin Ketua masih hidup."
"Kau benar."
Mael setuju dengan apa yang Carla katakan, sebab ia sendiripun masih mengingat kejadian waktu itu.
Ia bahkan kadang - kadang melihat Darah ketua mereka di telapak tangannya, ketika ia mengingat waktu mereka mengangkat tubuh ketua mereka yang bersimpah oleh darah.
(SIAL TIDAK KU SANGKA MEREKA MENCOBA MENGGUNAKAN KETUA KITA-
-AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN KALIAN AKU PASTI AKAN MEMBUNUHMU.)
Mael memegang erat Senjata S Gearnya dan memberikan tatapan membunuh pada Alexei. begitu juga dengan Carla.
Di sisi lain, Selena hanya diam saja sambil memperhatikan Carla dan Mael dari samping.
__ADS_1
(Jujur aku terkejut, Jendral Alexei mengetahui orang itu masih hidup. tapi tidak apa, karena semuanya masih berjalan sesuai rencana dia-
-Sekarang aku hanya perlu menunggu waktu yang pas untuk bergerak.)