
Tepat di depan warnet, terlihat 5 anak SMP dari tahun ke 3 sedang keluar dari dalam sana. Dimana mereka semua Habis bermain game di dalam warnet.
"Waaah tadi itu benar - benar seru yah guys" Ucap salah satu anak bernama Ares.
"Yah, tidak ku sangkah kita naik Rank sebanyak ini." Jawab temannya yang di samping, bernama Gany.
"Kau benar, bagaimana menurutmu permainan kita hari ini bro?"
Ucap temannya yang lain bernama Deni, dimana Si Deni bertanya ke pemimpinnya yang bernama Abel.
"Yah, kita main sangat bagus hari ini."
Jawab Abel sambil menggosok bawah hidungnya dengan bangga. Kemudian ia menambahkan lagi..
"Tapi sayang sekali, kita tidak melihat anak - anak itu main hari ini."
Di Saat Abel mengucapakan itu, satu lagi temannya yang bernama Bery mencoba bertanya...
"Maksudmu, anak - anak yang kita ganggu kemarin?"
"Yah, padahal aku pikir kita bisa bersenang - senang hari ini, sayangnya tidak, Cih."
Jawab Abel, sambil mendecakkan Lidahnya dengan kesal. Melihat itu temannya yang bernama Deni mencoba bertanya juga..
"Meski begitu, kenapa kamu tiba - tiba ganggu gadis itu dan teman - temannya kemarin, apa kau punya Masalah dengannya?"
"Masalah?, yaa itu tentu saja, lagi pula gadis itu-!!"
Sebelum Abel selesai bicara, dari depan tiba - tiba sebuah batu kecil melayang ke arahnya hingga mengenai kepalannya.
TUK!!
"~~Aghhh!"
"Abel, apa kau tidak apa - apa?"
Tanya si Gany dengan khawatir.
"~~Ughh, yah, aku tidak apa - apa."
Jawab Abel sambil menggosok kepalanya yang sakit, kemudian ia mengertakkan giginya dan bertanya dengan suara keras..
"WOY SIAPA YANG LEMPAR BATU SEMBARANGAN?"
Di saat Abel menanyakan itu, ia melihat ke arah depan dimana tidak jauh darinya terlihat salah satu Gadis yang ia ganggu kemarin sedang menatap dirinya, dimana Gadis tersebut tidak lain adalah Lia.
"Ka-kau, bukankah kau temannya Sara? APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI?"
Ketika Abel bertanya dengan marah, terlihat tubuh Lia sangat gemetar, dan wajahnya di penuhi oleh keringat dingin.
Namun tanpa pedulikan itu, Lia berusaha mengarahkan tangannya kedepan dimana ia menunjukkan jari tengahnya ke arah Abel dan temannya yang lain.
"~~Ughh, KAU,...BERANINYA KAUUU!"
Di saat wajah Abel dan teman - temannya yang lain marah, Lia buru - buru berbalik ke belakang dan lansung berlari meninggalkan mereka.
"Hah, WOY JANGAN KABUR SIALAN!"
Ucap Abel dengan keras sambil berlari dan mencoba mengejar Lia. Melihat itu teman - temannya yang lain lansung mengikutinya juga dari belakang.
__ADS_1
TAP!!..TAP!!...TAP!!...TAP!!...
Di saat Abel dan ketiga temannya terus mengejar Lia. Dari depan Tiba - tiba mereka melihat Lia berbelok ke sebuah Lorong yang agak sempit dan Gelap, dimana Lorong tersebut jarang Orang lewati.
Namun tanpa pedulikan itu Abel beserta teman - temannya yang lain tetap mencoba mengejar Lia di dalam Sana.
"CIH, BERHENTI KAU!"
Teriak Abel dengan geram sambil mendecakkan lidahnya dengan kuat. Namun tetap saja Lia tidak berhenti berlari.
Hingga beberapa detik kemudian, ketika Lia melihat sebuah pembelokan di depannya, entah kenapa Bibirnya tiba - tiba melengkun seperti bulan sabit dan lansung menuju ke pembelokan tersebut.
(SIAL, KENAPA DIA CEPAT SEKALI LARI.)
Ucap Abel di dalam pikiran sambil mencoba masuk ke pembelokan itu juga.
Namun, di saat ia baru saja berbelok, tiba - tiba ia berhenti dan matanya melebar.
Alasannya itu karena tepat di depan matanya, terlihat Lia sudah berhenti berlari, dimana pembelokan yang ia lalui itu ternyata adalah jalan Buntu.
"HEH, AKHIRNYA KAU BERHENTI JUGA."
Ucap Abel dengan senang sambil senyum Seringai. di sisi lain ketika teman - temannya yang lain melihat Abel berhenti berlari, salah satu dari mereka yang bernama Gany mencoba bertanya..
"WOY ABEL KENAPA KAU BERHENTI, CEPAT KEJAR DI-!!"
'A' ingin Ucapnya, namun sebelum Gany mengucapakan itu, ia lansung berhenti saat melihat ke arah pembelokan. Dimana pembelokan tersebut ternyata adalah jalan Buntuh dan saat ini gadis yang mereka kejar sedang berdiri diam di sana.
"I-Ini...."
Di saat semua temannya Terkejut, Abel melihat ke arah mereka dimana ia terlihat senang.
"Yah,..dari pada itu, Gadis itu sepertinya sudah terjebak?" ucap Gany.
"Yaa, kau benar."
Jawab Abel
"Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?"
Ketika Ares menanyakan itu, Abel lansung seringai jahat dan berbalik melihat Lia dengan tatapan tajam..
"Kau bilang apa yang akan kita lakukan? TENTU SAJA KITA AKAN MENGHABISINYA."
Ucap Abel dengan tajam sambil mulai berjalan dan mencoba mendekati Lia. Namun bukannya takut, Lia malah menatap balik mereka dimana tatapannya terlihat sangat tegas. Seolah - olah ia tidak punya rasa takut sedikitpun.
Melihat itu membuat Abel tambah seringai dan berkata...
"Oh Sepertinya ia tidak takut sama sekali, kalau begitu AKU TIDAK AKAN MENAHAN DIRI."
Ucap Abel sambil mencoba melancarkan sebuah pukulan kepada Lia. Namun di saat ia baru saja mau memukul. Dari belakang tiba - tiba ia mendegar suara Bery yang lagi kesakitan..
"~Ughhhh!!"
Saat Abel dan ketiga temannya yang lain melihat ke arah belakang, di situ ia melihat Bery sedang di cekik oleh seorang Bocah di belakangnya
Dimana Bocah tersebut tidak lain adalah aku (Leon).
"Ka-Kau,..Siapa kau?"
__ADS_1
Tanya Abel.
"Aku?"
Ucapku sambil memiringkan kepalaku kesamping, kemudian aku menatap mereka semua dengan tenang dan menjawab...
"Aku teman gadis di belakang kalian itu."
Di saat aku mengucapkan itu mereka semua lansung berbalik ke belakang dan melihat ke arah Lia. Setelah itu Abel kembali melihat ke arahku dan berkata...
"Begitu jadi kau temannya yah. Kalau begitu aku peringatkan, sebaiknya kau lepaskan dia(temanku) jika tidak aku akan menghabisimu juga."
"Menghabisiku? Heh, Justru aku yang harusnya bilang begitu BRENGSETT."
Ucapku sambil mengencangkan cekikanku ke leher Bery, hingga membuat Bery kesulitan bernafas dan akhirnya jatuh pingsan.
"~KAU,...BERANINYA KAU, AKU AKAN MEMBUNUHMU."
Ucap Abel dengan marah, namun bukannya takut, aku malah seringai saat mendengar itu, "Heh!" dan lansung melempar temannya yang pingsan ke tembok.
Kemudian Aku berlari cepat ke arah mereka, yang dimana membuat mereka semua lansung terlihat kaget.
""""A-Apa!!""""
Namun tanpa pedulikan itu, aku terus berlari ke arah mereka dan melompat, hingga akhirnya aku melancarkan sebuah serangan Lutut, tepat di wajah Abel.
BUKKK!!
Di saat Lututku mengenai wajahnya, membuat hidungnya mengeluarkan banyak darah dan lansung terlempar ke belakang.
"~~Aghhhh!!"
"ABEL!...BOCAH SIALAN, APA YANG KAU LAKUKAN!"
Ucap Deni yang melihat Abel terlempar ke belakang dan lansung berahli ke arahku. Kemudian ia mencoba melancarkan sebuah pukulan juga tepat di wajahku.
Namun dengan tenang, aku menghindari pukulan itu dengan memiringkan kepalaku ke samping. Dan tanpa menunggu lama aku melancarkan sebuah serangan balik ke peruknya.
BUKK!!
"~~Arghh!!"
Melihat Deni terjatuh, baik Gany maupun Ares lansung menatapku dengan marah dan mencoba melancarkan Serangan juga...
"BOCAH, AKU AKAN MENGHABISIMU!"
"MATILAAA!!"
..Namun, dengan cepat aku menghindari dua Serangan tersebut dan melakukan serangan balik ke arah mereka.
Dimana Satu pukulan mengarah ke leher Gany, sedangkan yang satunya lagi mengarah ke rahang Ares. hingga membuat mereka berdua kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan.
PUSSSS!!
Melihat pemandangan di depannya membuat Abel yang sedang berlutut di tanah lansung terlihat kaget.
Sebab, ia tidak pernah menyangkah aku dengan mudahnya membuat teman - temannya jatuh pingsan seperti itu.
(Apa - apaan Bocah ini, bagaimana bisa ia mengalahkan mereka semua hanya dalam waktu sesingkat itu.)
__ADS_1
Ucap Abel Di dalam Pikirannya sambil wajahnya Di penuhi oleh keringat Dingin. bukan hanya ia saja Bahkan Lia pun juga sama, dimana ia terlihat sangat terkejut.