
Setelah Wanita itu berhasil kabur, Saat ini tepat di atas langit terlihat aku masih terjun bebas ke bawah.
Dimana sejak dari tadi aku sudah mencoba memikirkan cara untuk bisa selamat dari situasi ini.
Tetapi sayangnya aku tidak menemukam Cara apapun.
Meskipun ada Satu Cara, namun cara itu sangat Ekstrim dan berbahaya yang bisa saja menyebatkan aku Terluka parah atau mungkin mati.
"Yaa kalau bisa aku tidak ingin menggunakan cara itu."
Gumanku. Lalu aku melirik PIX dan bertanya.
"PIX, apa kau sudah menemukan Cara untuk bisa Selamat dari situasi ini?"
[Sayangnya aku tidak menemukan cara apapun Master. Meskipun ada namun cara itu hanya bisa di gunakan jika anda jatuh di laut.]
"Begitu."
Ucapku. Lalu aku mencoba mengalihkan pandanganku Ke arah Laut, dimana Meski sudah malam tetapi aku bisa Lihat di sana terdapat Sebuah Pangkalan Militer yang terletak di tepi Laut.
Kemungkinan Pangkalan itu adalah Milik dari Angkatan Laut.
"Sebuah pangkalan yah...."
Ketika aku mengumankan itu, Di sisi lain PIX yang mengalihkan pandangannya ke arah Bawah melihat bahwa sebentar lagi kami akan mencapai salah satu gedung pencakar langit.
PIX mulai terlihat cemas dan buru - buru melihat ku.
[MA~MASTER INI BENAR - BENAR GAWAT, ANDA HARUS CEPAT CARI CARA UNTUK BISA SELAMAT. JIKA TIDAK KITA BERDUA BAKALAN MATI.]
"Eh kita berdua? Memang kau mati juga ya jika aku mati?"
[Itu tentu sajalah, lagi pula Otak anda dan Rohku sudah terhubung satu sama lain. Jadi jika Anda Mati maka otomatis aku juga akan menghilang.-
-Bukankah aku sudah memberitaukan hal ini sebelummya?]
"Eh benarkah? Maaf aku sudah lupa."
[Ka~Kau...]
PIX mulai terlihat marah, tetapi aku tetap tenang dan membalas ia dengan senyuman.
Melihat hal itu PIX merasa Curiga sebab aku tidak terlihat panik sedikitpun bahkan aku terlihat tenang - tenang saja seolah tidak punya rasa takut sedikitpun akan kematian.
[Master, kenapa anda bisa bersikap tenang begitu? Apa anda tidak takut mati?]
Ketika PIX menanyakan itu aku dengan tegas menjawab...
"Yah, aku tidak takut. Meskipun aku takut namun aku akan tetap bersikap tenang karena tidak ada gunanya Juga jika kita panik di situasi seperti ini."
[Yah itu memang benar sih, tapi-]
Aku lansung menghentikan perkataan PIX, dan menambahkan...
"Selain itu bukan berarti aku tidak punya cara untuk selamat dari situasi ini, sebetulnya aku masih punya Satu Cara."
[Eh apa anda serius?]
"Yah, hanya Saja cara ini terbilang sangat ekstrim dan berbahaya yang bisa saja membuat aku terluka parah atau mungkin Mati."
[Eh Ma-Mati, ta-tapi Master Jika anda diam saja terus begini, bukankah anda tetap saja akan mati?]
"Kau Benar, itulah kenapa Sejak dari tadi aku masih berusaha mencari cara lain, tapi di lihat dari situasi sekarang Sepertinya Aku Tidak Punya Pilihan Lain Selain Menggunakan Cara ini."
Aku mengeluarkan Perisai Lipatku dari dalam Tas lalu aku melebarkannya. Kemudian aku keluarkan Granatku yang tersisa di dalam Tas dan ku masukkan di setiap kantong celanaku.
[Master, apa yang ingin anda lakukan?]
"Yaa kau lihat saja."
Balasku dengan Serigai.
Setelah persiapanku selesai, aku mulai membuang Salah satu Granatku tepat di hadapanku.
Kemudian aku buru - buru menggunakan Perisaiku untuk berlindung.
Dan saat itu juga sebuah Ledakan besar Terjadi tepat di hadapanku yang membuat Aku terlempar dan menjauh dari posisiku sebelumnya.
[I-Ini, Master jangan Bilang anda sedang...]
"Yah, aku sedang mencoba menggunakan Daya Ledakan Granat ini untuk terus mendorong Tubuhku ke belakang, agar kita bisa ke Sana."
Ucapku sambil mengarahkan pandanganku ke arah Laut yang jaraknya hanya sekitar puluhan meter lagi di belakangku.
[Begitu aku mengerti sekarang, Tapi Master apa anda tidak apa - apa menggunakan Cara ini terus? Bisa - bisa anda...]
"Tenang saja aku tidak apa - apa, Selama aku berlindung di balik perisai ini aku tidak akan mati-.
__ADS_1
-Yah palingan aku hanya mengalami patah tulang di beberapa bagian, Namun itu lebih baik dari pada aku mati di sini, benarkan?"
[Y-yah, anda benar.]
Balas PIX yang sedikit khawatir.
Lalu setelah itu aku mulai melanjutkan lagi cara Yang ku lakukan tadi.
Dimana setiap kali aku menahan antaman dari Daya Ledakan Granat yang terus ku lempar, aku merasa tangan serta kaki ku mengalami patah tulang.
Terlebih lagi seluruh badanku juga mengalami dampatnya sehingga membuat aku merasa kesulitan bergerak dan sangat kesakitan.
BOMMMM!!
"~URGHHHHHH!!..Sial ini sakit sekali!"
BOMMM!!
"~Arghhhhh!!..A~Aku..aku harus bertahan."
BOMM!!
"~~ughhhhhhh!!"
________________________________
_____________________________
Setelah beberapa saat aku melakukan itu serta menahan rasa sakit dari Lengan dan kaki ku yang patah, tak lama kemudian akhirnya aku sampai di tempat tujuan.
Dimana saat ini aku masih berada di Ketinggian 80 Meter di atas laut dan sedang terjung ke bawah.
"~Ughhh..Kamu Lihatkan PIX, sepertinya kita berhasil sampai di sini."
[Yah.]
Balas PIX dengan Eskpresi senang. Kemudian ia Melihat ke arah Lengan serta kaki ku yang patah dan bertanya...
[Anu Master, Bagaimana Kondisi anda? Apa anda tidak apa - apa?]
"~Ugh Apa aku terlihat seperti itu?"
[A-aku...aku minta maaf.]
"Sudahlah tidak usah di pikirkan aku hanya bercanda, yang lebih penting tadi kami bertanya bagaimana Kondisiku sekarang kan?"
"Baiklah. Seperti yang kamu lihat saat Ini Lengan serta kaki ku sudah patah di tambah lagi aku tidak bisa menggerakkan badanku. Satu - satunya yang bisa ku gerakkan saat ini hanya tangan kiri ku saja."
[Eh Tangan kiri? Itu berarti....]
Seolah tau apa yang ingin PIX katakan aku lansung jawab..
"Yah, saat ini aku tidak bisa berenang, dan jika aku jatuh ke bawah sana kemungkinan...AKU AKAN TENGGELAM."
Mendengar hal itu sentak saja PIX lansung melebarkan matanya karena terkejut. Lalu ia buru - buru bertanya padaku...
[Ma-Master Kau Pasti Bercandankan. Jika itu memang benar, Kalau begitu buat apa anda melakukan Cara yang tadi, jika anda tetap saja akan mati?]
"Woy siapa yang bilang aku mati bodoh, aku hanya bilang aku akan tenggelam."
[Bukankah itu sama saja?]
"Tentu saja tidak sama Bodoh. Meskipun aku tenggelam namun setidaknya aku masih bisa minta bantuan ke Seseorang untuk menyelamatkanku."
[Oh jadi begitu. Tapi kepada siapa anda ingin minta bantuan? dari yang aku lihat sepertinya tidak ada satupun perahu di bawah sana.]
"Kalau itu..."
Aku berhenti bicara dan lansung mengalikan pandanganku ke arah daratan dekat tepi laut.
PIX mencoba mengikuti arah pandanganku dan melihat di sana terdapat sebuah pangkalan Militer dari AL(Angkatan Laut).
[Itu, Bukankah Pangkalan Militer? Master jangan bilang anda...]
"Yah aku akan minta bantuan pada mereka."
[Tapi bagaimana Caranya? Lagi pula jarak anda dan pangkalan itu sangat jauh jadi tidak mungkin mereka bisa mendengar anda. apa lagi ini juga sudah malam.]
"Heh Kalau itu kau tidak usah khawatir. Lagi pula Kita masih bisa gunakan ini."
Balasku sambil mengeluarkan beberapa Bom cahaya dari dalam Tasku lalu aku tunjukkan ke PIX.
______________________________
___________________________
Sementara itu di sisi lain, Di sekitar pangkalan Militer dari AL(Angkatan Laut.), di sana terdapat sebuah Menarah pengawas. Dan di atas menarah itu ada dua prajurit yang sedang istirahat sambil memandang Laut di malam hari.
__ADS_1
Mereka berdua sepertinya sedang asik membicarakan latihan yang mereka lakukan di Siang hari.
Namun, tiba - tiba salah satu di antara mereka melihat ada sebuah Cahaya agak jauh di depannya, dimana Cahaya itu berada di atas laut dengan ketinggian 40m.
Cahaya itu tidak hanya sekali terlihat tapi beberapa Kali.
"Woy cahaya apa itu?"
"Itu...bukankah Bom Cahaya? Tapi kenapa bisa ada di sana?"
"Aku juga tidak tau. Tapi coba kau perhatikan baik - baik, bukankah sesaat Bom cahaya itu meledak ada kayak bayangan orang yang sedang terjun bebas ke bawah."
"Eh benarkah?"
"Yah."
Jawab temannya dengan serius.
Karena penasaran Prajurit itu pun memakai teropongnnya yang ia gantung di leher, lalu ia coba lihat ke arah sana.
Dimana di ketinggian Sekitar 35m di atas laut ia melihat seorang Bocah yang sedang Terjung bebas ke bawah.
Terlebih lagi Bocah itu terlihat sangat berantakan dan Terdapat beberaka Luka di sekujur tubuhnya.
"Oi aku menemukan Seorang Bocah di sana."
"Apa! benarkah?"
"Yah. Dan sepertinya ia juga sedang terluka parah."
"Eh, coba aku pinjam sebentar."
Temannya buru - buru mengambil Teropong prajurit itu lalu ia melihat ke arah sana.
Dimana ia berhasil juga menemukan keberadaan Bocah itu, terlebih lagi Bocah itu terus Mengedip - ngedipkan Senter Hpnya ke arah mereka. Yang membuat Prajurit itu lansung terlihat serius.
"Kau benar ia memang terlihat sedang terluka parah. Bukan hanya itu saja sepertinya ia juga sedang mencoba mengirimkan Kode Morse ke kita menggunakan senter Hpnya."
"Apa!...jadi apa yang ia katakan?"
"Tunggu sebentar, aku perhatikan dulu.."
Temannya itu mulai Memperhatikan Senter Hp Bocah itu yang terus berkedip - kedip, lalu ia berkata...
"Ia bilang....AKU TIDAK BISA BERENANG, AKU TIDAK BISA BERENANG, AKU TIDAK BISA BERENANG."
"Aku tidak bisa berenang? Tunggu jika ia sampai jatuh ke laut maka..."
"Yah, kemungkinan Bocah itu akan mati tenggelam."
"SIAL, KITA HARUS CEPAT BERITAUKAN HAL ITU PADA KOMANDAN."
"KAU BENAR, AYO KITA PERGI."
Balas temannya. Lalu mereka berdua lansung Turung dari menarah dan buru - buru pergi ke tempat Komandan nya berada.
_________________________________
_____________________________
Sementara itu di waktu bersamaan, Ketika aku terus mengirimkan Kode Morse ke arah Pangkalan, PIX memperhatikan diriku dan bertanya...
[Master, apa anda yakin anda bisa mengirimkan kode itu ke mereka?]
"Yah tenang saja. Tadi aku lihat ada dua Prajurit yang sedang memperhatikan kita di atas menarah itu. Sepertinya mereka berdua sudah pergi untuk memberitaukan Hal ini ke atasan mereka."
[Oh Syukurlah kalau begitu. Jadi yang perlu anda lakukan sekarang hanya perlu berusaha Bertahan sampai mereka bisa menemukan anda di bawah laut.]
"Yah."
Balasku secara singkat.
Lalu beberapa Menit kemudian PIX melihat, sedikit lagi aku akan sampai ke laut sehingga ia buru - buru melihatku dan menatapku dengan Tatapan hangat.
[Master, Semoga beruntung.]
Setelah meninggalkan kata - kata itu sesaat kemudian tubuhku lansung menghantam air Laut dan membuat Air di sekitarnya lansung berhemburan dan berterbaran dimana - mana.
~~UGHHHHHHH!!
Di karenakan Hataman dari air laut membuat Kaki serta lenganku yang patah terasa sangat sakit.
Meski begitu aku berusaha untuk menahannya dan Mencoba untuk naik ke atas dengan menggunakan tangan kiriku saja.
Tetapi seperti yang aku pikirkan aku tidak bisa, jadi aku pun menyerah dan memilih untuk menahan nafasku selama mungkin sampai Mereka menemukan ku.
Hingga Aku memejamkan mataku dan perlahan mulai Tenggelam di dalam lautan.
__ADS_1