BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
ALIANSI TUPXION


__ADS_3

"A~APA!..ALIANSI KAU BILANG?"


Brid terlihat sangat Shock, namun aku mengabaikannya dan dengan tenang mencoba menjelaskan..


"Benar, Di lihat dari bagaimana Alexei ingin mempertemukan Carla dengan Orang itu dan juga Pengguna TUPXION lainnya, kemungkinan Besar hal itu bisa saja terjadi kan?"


"Jika di pikir - pikir itu benar juga. Kalau begitu apa mungkin alasan Alexei ingin melindungi orang itu karena ia ingin orang itu masuk ke dalam Aliansi TUPXION?"


"Kalau itu aku belum tau juga, karena Itu bisa saja iya bisa saja juga tidak.-


-Karena seperti yang aku katakan tadi saat ini aku belum tau pasti alasan sebenarnya kenapa Alexei ingin melindungi orang itu.-


-Yang jelas aku bisa pastikan bahwa ia benar - benar berniat ingin membentuk sebuah Aliansi TUPXION."


Ucapku dengan Serius. Lalu kemudian aku menambahkan.


"Jika kalian memang sangat ingin tau alasan sebenarnya kenapa Alexei ingin melindungi Orang itu, maka kalian hanya bisa bersabar dan menunggu.-


-Karena semua Jawaban yang Kalian inginkan saat ini pasti akan terjawab nanti Setelah kalian bertemu dengan Orang itu. Karena itulah kita hanya bisa menunggu sampai waktu itu datang."


"Hmm begitu."


Guman Brid, Seolah ia sudah mulai mengerti semua yang aku jelaskan. Tanpa Kecuali Selena yang terus memperhatikan aku.


"....."


Tentu saja Aku menyadari itu dan mencoba bertanya padanya(Ke Selena) tetapi....


BIP!!...BIP!!...BIP!!...


....tiba - tiba Aku merasa Hpku bergetar sehingga aku lansung berhenti dan mencoba mengambil Hpku dari dalam saku, kemudian aku lihat.


Dimana di situ aku melihat Ada sebuah Panggilan dari Bulan.


Tanpa menunggu lama Aku lansung angkat panggilan tersebut.


Klik!


"Ada apa?" tanyaku.


{Leon, beberapa hari yang lalu kamu bilang kamu ingin pergi menjenguk Endru di rumah sakit kan?}


"Yah."


{Kapan kamu ingin menjenguknya?}


Tanya Bulan. Dimana aku merasa ada yang aneh dengan pertanyaannya, sehingga aku mencoba bertanya balik dulu padanya.


"Memang ada apa?"


{Hah tidak Bukan apa - apa, hanya saja jika kau memang ingin menjenguknya, aku rasa sebaiknya kau Cepat - cepat pergi ke sana(Rumah Sakit), Karena aku dengar Beberapa hari lagi sepertinya Endru sudah boleh keluar dari Rumah sakit.}


(Hmm, aku pikir ada masalah apa ternyata hanya itu.)


Pikirku. Lalu kemudian aku balas perkataan Bulan.


"Baiklah, Aku mengerti, kalau begitu ayo kita menjenguknya besok."


{Jam Berapa?}


"10 pagi. kita akan Bertemu di bangunan tua itu."

__ADS_1


{Hmm ya sudah, hanya itu yang ingin ku bicarakan denganmu. Kalau begitu aku tutup dulu.}


Setelah panggilan itu berakhir aku memasukkan kembali Hpku ke dalam Saku. Kemudian aku melihat ke arah Brid dan Selena. Dimana Selena sepertinya sedikit penasaran Dengan Orang yang barusan ku temani bicara di telepon dan bertanya..


"Anu, siapa tadi yang menelponmu?"


Tanpa pikir panjang aku lansung jawab.


"Pionku."


"Eh Pi~Pionmu? Apa maksudmu?"


Selena terlihat kebingungan dan bartanya - tanya. Namun bukan aku yang lansung jawab pertanyaannya melainkan Brid yang lansung jawab.


"Pion yang di maksud Ketua, itu sama saja seperti orang Suruhan."


"Suruhan? Kenapa dia tidak bilang saja begitu Lansung?"


"Itu karena Bagi Ketua kata Suruhan sama saja seperti ia masih memiliki hubungan dengan orang itu, Namun berbeda dengan Pion.-


-Pion bisa di bilang seperti hanya sebuah Alat bagi ketua yang bisa ia gunakan(Perintahkan) sesuka yang ia mau. Dan jika Alat itu tidak berguna atau tidak bisa di gunakan lagi, maka alat itu bisa ia lansung buang sesukanya, seperti layaknya Membuang barang Rongsokan di tempat sampah."


"Hmmm...."


(Tidak ku sangka ia punya pemikiran seperti itu. Itu berarti ia sama saja menganggap manusia seperti layaknya sebuah Alat?-


-Memikirkan hal itu saja, entah kenapa membuat aku semakin yakin kalau dia Ini bukan hanya sekedar penjahat tapi dialah penjahat yang sesungguhnya.)


Pikir Selena dengan wajah yang sedikit suram. Namun Sesaat kemudian ia Kembali tenang lalu mencoba mencari topik pembicaraan.


"Oh iya Dirman-!!"


"Tidak usah memanggilku Dirman, kalian panggil saja namaku yang saat ini, karna aku juga sudah terbiasa menggunakan Nama ini."


Tanya Selena sambil melihat ke arah Brid, dimana Brid dengan senang menjawab juga.


"yah kau benar."


Namun berbeda dengan mereka Berdua, aku terlihat tidak senang sama sekali, malahan aku merasa sedikit kesal dan lansung menatap mereka dengan tajam.


"KAU BILANG APA, SENANG? JANGAN MAIN - MAIN DENGANKU, KAU PIKIR AKU SENANG DI HIDUPKAN KEMBALI JADI BOCAH SEPERTI INI.-


-ASAL KALIAN TAU SAJA, AKU INI SANGAT SUKA WANITA TAPI APA KALIAN TAU SAAT AKU GODA MEREKA? MEREKA SEMUA MEMPERLAKUKAN AKU SEPERTI ANAK KECIL. BAHKAN DI ANTARA MEREKA ADA YANG SUKA MENGELUS KEPALAKU ADA JUGA YANG SUKA MENCUBIT PIPIKU. DI TAMBAH LAGI MBAK YANG DI SUPER MARKET, DIA ITU SUKA SEKALI MEMBERIKU PERMEN SAAT KU GODA. APA KALIAN PIKIR AKU SENANG DI PERLAKUKAN SEPERTI ITU?-


-TENTU SAJA TIDAK, AKU TIDAK SUKA SAMA SEKALI!!"


Aku sangat marah dan meluapkan semua kekesalanku selama ini pada mereka. Dimana Brid dan Selana buru - buru berusaha menenangkan diriku.


"Le-Leon aku tau aku salah, jadi tolong Tenanglah." Ucap Brid.


"Ya Itu benar. Lagi pula mana mungkin tidak ada satupun wanita yang memperhatikan dirimu, aku yakin pasti ada setidaknya satu atau dua Wanita yang saat ini sedang memperhatikan dirimu, atau mungkin saja wanita yang saat ini kamu ingin incar. Benarkan?"


Tanya Selena, dimana aku lansung mengingat wajah Kak Siska, Rina, Putri dan Juga Bu Linda. Lalu membuat aku kembali tenang.


"Oh itu benar juga."


Gumanku. Mendengar hal itu Selena terlihat tertarik dan matanya bersinar - sinar, kemudian ia bertanya.


"Jadi - Jadi siapa yang saat ini kamu incar?"


"Kenapa kau ingin tau itu?"

__ADS_1


"Memang kenapa? Apa ada masalah?"


"Tidak."


"Ya udah, kalau begitu cepat beritau aku?"


Karena Selena sangat Ngotok dan sepertinya ia juga tidak mau menyerah. Jadi mau tidak mau aku pun pasrah dan memutuskan untuk memberitaunya.


"Baiklah, aku akan beritau. Sebetulnya ada 4 wanita yang saat ini aku coba incar."


"Eh! E~Empat!"


"Yah Empat. yang Pertama Putri, dia adalah Kakak Perempuan dari Sahabat Bocah ini. Sedangkan yang kedua Rina, Pelayan Rumah ini.-


-Aku yakin kalian seharusnya juga sudah tau dia kan?"


"Huh Y~Yah kami tau😒"


Balas Brid.


"Lalu yang ketiga, dia adalah Guru Sekolahku."


Mendengar hal itu sontak membuat Mereka berdua lansung kaku dan tidak bisa berkata apa - apa.


"😐"


"😐"


Namun tanpa pedulikan itu, aku melanjutkan lagi.


"Kemudian yang Terakhir...dia Adalah Kakak Perempuanku."


Setelah mendengar itu, aku bisa lihat tatapan mereka, dimana Mereka semua melihat aku seperti layaknya sampah.


"Ka~Kakakmu kau bilang😦" Selena.


"Di tambah lagi Gu~Gurumu juga😧" Brid.


Nada Bicara mereka terdengar sangat datar dan ekspresi mereka membuat aku sedikit kesal dan bertanya...


"A-Ada apa? Kenapa Ekspresi kalian seperti itu?"


"Tidak bukan apa - apa, hanya saja aku tidak menyangkah Wanita yang kau incar itu ternyata saudara perempuanmu sendiri."


Ucap Selena kemudian di sambung lagi oleh Brid.


"Kau benar, di tambah lagi ia juga ingin mengincar Gurunya. Aku tidak tau lagi harus berkata apa."


"Sama aku juga. Aku hanya berharap Nih Bocah cepat - cepat di bawa ke rumah sakit dan di beri perawatan supaya otaknya itu bisa kembali Ke jalan yang benar."


"Um, aku setuju."


Balas Brid sambil menganggukkan kepalanya, diikuti dengan tatapannya yang terlihat sangat Serius.


Tentu saja itu membuat aku marah Dan kesal lalu aku ketuk kepala Mereka berdua dengan keras....


BUKK!!


BUKK!!


Hingga membuat mereka lansung merintih kesakitan.

__ADS_1


"~Aduh!!"


"~Ughhhh!!"


__ADS_2