BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MELAWAN TIGA PRIA PEMBUAT ONAR DI APARTEMEN BU LINDA


__ADS_3

Tepat di depan pintu apartemen Bu Linda, terdapat 3 pria berbadan besar sedang marah - marah. dan salah satu di antara mereka terus mengetuk Pintu apartemen Bu Linda dengan cukup keras.


"WOY ******, JANGAN DIAM SAJA DI DALAM SANA CEPAT KELUAR, APA KAU BENAR - BENAR INGIN MATI?"


Sementara Pria itu marah - marah, salah satu temannya merasa ada seseorang yang sedang mendekati mereka, sehingga ia mencoba melihat ke arah sana.


Dan di situ ia melihat seorang bocah berumur sekitar 13 tahun. Dimana Bocah itu tidak lain adalah aku(Leon).


"Bocah, apa kau punya urusan di sini? Jika tidak maka pergilah."


Aku mengabaikan perkataan pria itu dan terus mendekati mereka sampai akhirnya aku berada tepat di hadapan Mereka.


Dimana aku menatap tajam pria yang terus mengetuk pintu apartemen Bu Linda.


"Permisi Om, apa kalian punya urusan dengan Wanita di dalam?"


"Yah itu benar. Omong - omong kamu ini siapa Bocah?"


"Aku? Namaku Leon, aku murid Wanita yang di dalam."


"Murid?...Begitu, jadi wanita itu seorang guru ya, kalau begitu..."


Seolah mendapatkan ide Bagus Pria itu lansung seringai, kemudian ia kembali melihat Pintu apartemen Bu Linda dan berkata...


"Woy ****** dengar baik - baik, jika dalam hitungan ketiga kamu belum keluar juga maka jangan salahkan aku jika muridmu ini kami lukai."


Mendengar hal itu membuat Bu Linda yang berada di dalam apartemen merasa sangat Shock...


"Apa Muridku!...jangan bilang itu Leon!!"


...Lalu ia buru - buru pergi ke depan dan membuka Pintu apartemen nya.


"Tidak, tolong jangan sakiti dia. Dia tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah ini."


Teriak Bu Linda. Sayangnya yang menunggu ia depan pintu adalah Pria besar dengan senyuman menyeramkan terpancar di bibirnya.


Yang dimana itu membuat tubuh Bu Linda merasa gemetar karena ketakutan.


"~A-anu....aku....."


"Oh - oh akhirnya kamu keluar juga. Dasar ****** sialan."


Pria itu mencoba menangkap Bu Linda, namun.....


"GORILA APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK."


...Dengan cepat aku loncat tinggi ke atas dan lansung melayankan sebuah tendangan berputar ke arah wajahnya.


BUKK!!


Hingga membuat Pria itu terpental dan menabrak Dinding yang di ujung Lorong.


Tentu itu membuat Bu Linda merasa sangat terkejut tanpa kecuali 2 teman Pria itu.


Dimana mereka berdua kelihatan sangat marah sampai - sampai salah satu di antara mereka mencoba menangkapku yang masih melayan di udara.


"BOCAAAAAH BERANI - BERANINYA KAU!!"


Sayangnya Sebelum tangannya itu berhasil menangkapku, aku lansung memutar tubuhku untuk menghindarinya.


(Fuuu Itu hampir saja.)

__ADS_1


Kemudian aku bergelantungan di tangannya yang besar lalu dengan kuat aku melayankan sebuah tendangan dari bawah ke atas dan berhasil mengenai rahangnya.


KRIIIIKKKK!!


Hingga membuat pria itu perlahan mulai kehilangan kesadaran dan ia pun mau jatuh.


Namun sebelum ia jatuh ke lantai aku menggunakan badannya sebagai pijakan untuk loncat ke Pria yang satunya.


Lalu aku hantam wajahnya menggunakan Lututku yang dimana itu membuat hidung ia retak dan lansung jatuh ke lantai.


Namun karena aku lihat ia masih sadar sehingga aku melancarkan serangan terakhir dengan menendang Lehernya hingga dalam seketika ia lansung pingsan total.


"Fuuu akhirnya selesai juga."


Aku pikir begitu, tetapi......


"SELESAI? JANGAN MIMPI BOCAH."


Pria yang tadinya ku pentalkan ke ujung lorong sekarang sudah bangkit kembali dan saat ini ia berada tepat di belakangku, Dimana ia mencoba melayankan sebuah pukulan kuat ke arah wajahku.


"HANCURLAH SIALAN!!"


Dengan cepat aku menunduk untuk menghindari pukulannya, kemudian aku seleding di bawah selangkannya dan pergi ke belakangnya.


lalu Setelah itu aku loncat tinggi ke atas dan lansung mengunci Leher nya dari belakang, hingga membuat ia kesulitan untuk bernafas dan mulai memberontak serta melawan.


"~~UGHHHH! SIAL...SIAL...SIAL BOCAH LEPASKAN AKU."


"Lepaskan? jangan bodoh mana mungkin aku mau melepaskanku tolol."


Balasku.


Namun Pria itu tidak menyerah, ia mencoba membenturkan punggungnya ke Arah dinding Yang dimana itu bisa membuat aku terjepit sehingga aku pun melepaskan Lehernya. Kemudian aku gunakan pundaknya sebagai pijakan untuk Loncat ke depan.


BUHSS!!


"~Fuuu akhirnya ia tumbang juga. Sungguh Gorila yang sangat merepotkan."


"Leon."


Bu Linda berlari ke arahku kemudian ia mencoba memeriksa seluruh bagian badanku untuk mencari tau apa aku terluka atau tidak.


"Apa kau tidak apa - apa? Apa ada yang terluka? Jika ada, sini tunjukkan padaku biar aku obati."


"Bu Linda tolong tenang lah, aku tidak apa - apa.-


-Dari pada itu, bisa beritau aku apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa orang - orang ini mencarimu?"


"A-Anu...itu,....Maaf aku tidak bisa memberitaumu, aku tidak ingin kamu ikut terlibat dalam masalah ini."


"Apa karena aku anak kecil?"


Seolah pertanyaanku tepat sasaran Bu Linda buru - buru mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Yah, itu benar."


Balas Bu Linda.


Tentu saja itu membuat aku sedikit kesal. Hanya karena tubuhku kecil ia tidak butuh bantuanku. Sebab ia merasa anak kecil sepertiku tidak bisa di andalkan sama sekali apa lagi di situasi seperti ini.


Walau begitu, aku tetap tenang dan mencoba bicara dengannya.

__ADS_1


"Bu Linda-!!..Tidak, maksudku Linda."


Sambil memegang pundaknya aku menatap Bu Linda dengan tatapan serius.


"Aku sudah berapa kali memberitaumu hal ini sebelumnya, tolong jangan perlakukan aku seperti anak kecil. Meskipun Tubuhku begini namun percayalah aku adalah orang yang paling bisa kamu andalkan di situasimu saat ini. Karena itulah tolong beritau aku apa yang terjadi?"


Suaraku memang terdengar seperti Bocah tetapi aura yang ku keluarkan terasa seperti orang dewasa yang dimana itu membuat Bu Linda merasa terkejut.


"Le-Leon."


Setelah itu Bu Linda mencoba melihat ke arah Tiga Pria yang sudah ku tumbangkan.


Dimana Cara bertarungku saat itu memang tidak terlihat seperti anak kecil. Bahkan Bu Linda merasa aku seperti orang yang berbeda sampai membuat ia merasa tencengan melihatnya.


"Kau benar,....sepertinya aku harus memberitaumu hal ini."


"Benarkah?"


"Yah. Namun tidak baik membicarakannya di sini, ayo kita masuk ke dalam."


Bu linda berjalan ke depan Seolah mencoba menuntungku masuk ke dalam apartemennya. Sedangkan aku mengikutinya dari belakang.


____________________________________


________________________________


>Di dalam Apartemen Bu Linda.


Tepat Di Ruang tamu di sana terlihat Bu Linda sedang duduk di sofa sambil wajahnya terus menunduk ke bawah.


Ia juga tidak mengatakan apapun dan hanya diam saja dengan ekspresi yang terlihat suram.


Sementara itu aku berada di dapurnya, dimana aku sedang mencoba membuatkan ia Teh.


Setelah teh itu jadi aku bawah ke ruang tamu dan ku berikan satu pada Bu Linda. Sebab aroma teh bisa menenagkan Pikiran seseorang.


"Nih, Minumlah dulu."


Bu Linda mengambil Teh itu lalu ia mencoba mencium aromanya yang dimana membuat Pikiran ia merasa nyaman. Lalu Setelah itu Ia minum.


Husss!!...Huss!!


Seusai ia minum, ia menaruk teh itu kembali ke Atas Meja lalu melihat ke arahku.


"Makasih Tehnya. Entah kenapa aku sudah mulai merasa sedikit tenang sekarang."


"Syukurlah kalau begitu."


Balasku dengan Senyuman.


Lalu kemudian aku melihat sekitar untuk mencari keberadaan anaknya...Yaitu Kana, namun aku tidak melihat dia di manapun.


"Omong - omong dimana Kana? Dari tadi Aku tidak melihatnya?"


"Oh ia sedang tidur di kamarnya."


Mendengar hal itu membuat aku terkejut.


"Apa tidur! Saat orang - orang di luar sana sedang ribut?"


"Yah. Tentu saja aku pakaikan ia Headset, jadi ia tidak bisa dengar suara keributan di luar."

__ADS_1


"Hmm begitu, aku mengerti."


Meskipun sangat berbahaya membiarkan Anak kecil seperti Kana menggunakan Headset saat ia lagi tidur. Namun aku rasa hanya ini yang bisa Bu Linda lakukan pada anaknya agar ia tidak mengalami trauma masa kecil.


__ADS_2