
setelah itu, Ketika aku melihat ekspresi Ardi yang masih tercengan, tampa menunggu lama, aku mulai menjelaskannya.
"betul, menurut apa yang aku dan Kolonel pikirkan, besar kemungkinan jika Boss Monster di atas sana menguasai tempat ini, maka, Ia tidak mengarahkan Rombonganya ke arah Markas Militer, melainkan ia membagi dua Rombongan itu, dan mengarahkannya Ke arah lokasi dimana Unit 11 dan juga unit 17 tadi berada, sehingga membuat setiap dari unit 13, 15, 16, 10, 11, 17 dan juga unit 12 tidak akan bisa mundur lagi, atau di sebut kita sudah Skatmat!?"
ketika aku mengatakan itu, dengan tatapan Serius, setiap pasukan dan juga Ardi menatapku dengan sangat Terkejut.
melihat mata mereka semua yang masih melebar karena terkejut. tampa menunggu lama, aku lansung melanjukkan lagi.
"jadi, jika kalian meninggalkan Tempat ini dan mundur Ke Markas Militer maka, itu sama seperti kalian meninggalkan teman kalian sendiri, ...demi apa...??"
untuk sementara aku berhenti bicara dan Menatap setiap pasukanku dengan tatapan tajam.
"TENTU SAJA DEMI KEHIDUPAN KALIAN SENDIRI!?"
kataku dengan nada Tajam.
ketika, Ardi dan setiap pasukan mendengar apa yang aku katakan,sentak membuat wajah mereka terlihat sangat geram.
melihat hal itu, bibirku lansung melengkun dan mengarahkan pandanganku lagi ke arah para pasukan.
"baiklah,..kalo begitu aku tanya sekali lagi,...APA KALIAN INGIN MENINGALKAN TEMAN KALIAN SENDIRI, DEMI MENJALANI KEHIDUPAN KALIAN??"
"TENTU SAJA TIDAK!?"
"YAAA, LEBIH BAIK KITA MATI DARI PADA HIDUP SEPERTI ITU!?"
"ITU BENAR, LEBIH BAIK AKU MATI, DARI PADA MENINGGALKAN TEMANKU SENDIRI?"
mendengar setiap jawaban dari pasukanku, membuat ekspresiku berubah terlihat sangat senang.
"bagus,..kalo begitu, aku tanya sekali lagi,..APA KALIAN TAKUT MELAWAN PARA MONSTER JOROK DI ATAS SANA!?"
kataku dengan sangat Keras, sambil menujuk ke arah atas pegunungan.
"TAKUT, LEBIH BAIK AKU MATI DARI PADA TAKUT SAMA MEREKA!?"
"YAAA, LEBIH BAIK MELAWAN PARA MONSTER ITU DARI PADA MENINGGALKAN TEMAN!?"
"ITU BENAR, LAGI PULA, SIAPA JUGA YANG TAKUT, SINI SURUH MEREKA MAJU, BIAR GUE BANTAI MEREKA SEMUAAAAAAAA!?"
"oi kecilin suaramu,..lagi pula, bukannya kau yang paling takut tadi!?"
"AH, SIAPA YANG PALING TAKUT??"
"tentu saja kau,...benarkan semuanya??"
"""""""""" umm,..umm!? """"""""""
jawab setiap pasukan yang ada di sekitanya, dengan menganggukkan kepala mereka Masing - masing.
"SIALAAN, GUE BELUM BERTARUNG, TAPI SUDAH DI HIANATI TEMAN SENDIRI!?"
"Hahaha,...gue bercanda bro, Maaf."
__ADS_1
"yah, kita hanya main - main saja!?"
ketika Ardi sedang memperhatikan pembicaraan mereka, wajahnya yang tadinya sangat ketakutan, sekarang mulai berubah terlihat senang sambil menunjukkan senyum, yang terbentuk di bibirnya.
setelah itu, perlahan ia mengalihakan pandangannya ke arahku, dan lansung menatapku dengan ekspresi serius.
"Kapten, tolong beri aku perintah, meskipun aku mati nanti, aku tidak menyesal sama sekali!?"
kata Ardi dengan nada serius sambil meneggakkan punggungnya.
melihat Hal itu, setiap pasukan yang sedang bercanda tadi, lansung mengarahkan pandangannya ke arahku juga, dan melihatku dengan tatapan Serius.
"""""""""" KAPTEN, TOLONG BERI KAMI PERINTAH. MESKIPUN NANTI KAMI MATI, KAMI TIDAK MENYESAL SAMA SEKAL !?"""""""""""
ucap setiap pasukan secara serentak dan juga tegas.
setelah melihat tatapan mereka, yang sudah tidak takut apapun bahkan kamatian sekalipun. tampa sadar membuat bibirku lansung melengkun.
"baiklah,..tapi, aku ingin kalian ingat ini, aku tidak ingin melihat kalian mati, di tangan para monster jorok itu, kalian mengerti?"
""""""""ka- kami mengerti Kapten!""""""""
jawab setiap pasukan secara Serentak, sambil melihatku dengan ekspresi tercengan.
"bagus,..kalo begitu, pertama - tama aku ingin membentuk kalian menjadi 4 grup."
setelah aku mengatakan itu, aku mulai mengatur mereka menjadi 4 Grup, kecuali Ardi dan juga 3 pasukan dan 2 Tank yang saat ini, sedang menahan para Monster yang keluar dari dalam hutan.
tak lama kamudian setelah aku selesai membentuk beberapa pasukanku menjadi 4 Grup, aku lansung memberi mereka perintah.
"baiklah,..kalo begitu, Grup pertama, aku ingin kalian pergi membantu pasukan di sana!?"
""""""BAIK KAPTEN!?""""""
jawab setiap pasukan secara serentak dan juga tegas. setelah itu, aku mengalihkan pandanganku ke arah Ardi.
"Ardi!?"
"hmmm??"
"untuk sementara, aku ingin kau yang memimpin mereka, dan menghadapi para Monster di sana, MENGERTI!?"
kataku dengan nada tegas, sambil menatapnya dengan tatapan serius.
"BAIK, AKU MENGERTI KAPTEN,!?"
setelah mendengar jawaban tegas Ardi. sekarang aku mengarahkan pandanganku ke arah 3 Grup yang tersisa.
"Baiklah, untuk kalian, aku ingin kalian mengikutiku, untuk menghadapi para monster di atas sana, kalian mengerti??"
"""""""" MENGERTI KAPTEN!? """""""""
Jawab mereka semua secara serentak dan juga tegas.
"BAGUS,...KALO BEGITU, SEKARANG PERGI KETEMPAT KALIAN MASING - MASING!?"
Setelah aku mengatakan itu, setiap Grup mulai pergi ketempat yang sudah ku intruksikan.
__ADS_1
seusai itu, perlahan aku melompat Dari atas Tank, dan melihat Ardi yang tidak bergerak sama sekali dan hanya melihatku terus.
"Ada apa Ardi, kenapa kau diam saja di situ??"
"um, ka- kapten, aku,....maafkan aku atas sikapku yang tadi, meskipun pangkat anda lebih tinggi dari saya, tapi, aku,.. aku...-!"
melihat ekspresi Ardi yang sangat menyesal, karena mencoba melawan perintahku tadi. perlahan bibirku mulai melengkun dan lansung megenggam pundaknya sambil tersenyum.
"tidak perlu minta maaf, lagi pula, apa yang kau lakukan tadi, menurutku itu tidak salah sama sekali. dan juga, seandainya, jika aku tidak mengetaui tujuan para Monster itu, aku yakin akan melakukan hal yang sama seperti denganmu, jadi tidak perlu sampai minta maaf, paham!?"
"....baiklah , jika Kapten mengatakan itu."
"bagus, kalo begitu, sekarang pergilah!?"
"BAIK KAPTEN!?"
Setelah Ardi mengatakan itu, ia mulai pergi ke tempat yang aku intruksikan.
namun, ketika baru beberapa detik ia berjalan, tiba - tiba ia lansung berhenti dan melihat ke arah ku.
"ah,..aku lupa bilang. kapten, bagaimana anda bisa mengetaui Tujuan para Monster itu?"
saat Ardi mencoba untuk bertanya. untuk sementara aku tidak mengatakan apapun dan hanya menatapnya terus.
"....."
namun, setelah beberapa detik kemudian. aku mulai memberitau Ardi.
"....bukannya aku tau Tujuan mereka, tapi, waktu aku masih kecil, aku sudah sering kali di ajarkan Cara untuk menjebak atau membuat mangsaku tidak bisa melarikan diri oleh guruku. jadi, entah kenapa, saat aku melihat jalur Para monster itu, aku merasa bahwa mereka menggunakan cara yang pernah di ajarkan oleh guruku. itulah kenapa aku bisa tau tujuan mereka!?"
Ketika aku mengatakan itu, meskipun aku tersenyum namun wajahku terlihat sedih.
"jadi bagitu,...ngomon - ngomon Kapten, aku ingin tau, orang seperti apa Guru anda ini?"
ucap Ardi sambil tersenyum.
"dia,..dia dulunya mantan tentara sama seperti kita. dan saat ini,..ia sedang tidur lelap dan tidak bisa dibagunkan!?"
ucapku sambil tertawa sedikit, meskipun wajahku masih terlihat sedih.
merasa bingun dengan apa yang aku katakan, Ardi mencoba untuk bertanya lagi.
"hmm, tidak bisa di bangunkan? apa guru anda Sakit??"
"bukannya sakit, tapi.....sudah cukup, cepat pergi saja ke tempatmu sekarang, musuh sebentar lagi menyerang!?"
"ba- baik, kalo begitu aku pergi dulu kapten!?"
Setelah Ardi mengatakan itu, ia lansung berlari dan pergi ke arah Grup 1 berada.
untuk sementara aku melihat punggung Ardi yang sedang meninggalkan tempat ini.
setelah beberapa detik kemudian,perlahan aku melihat kearah atas langit, sambil menatap langit itu dengan tatapan sedih dan juga ada rasa rindu.
"Benar,..Guruku sedang Tidur lelap di bawah tanah dan sudah tidak bisa di bangunkan lagi,...benarkan Guru Dirman!?"
ketika aku mengumankan itu, wajahku terlihat sangat sedih, sambil menatap langit biru di atas awan.
__ADS_1
tak lama kemudian, setelah aku menatap langit. aku mulai berlari ke arah lokasi, dimana ketiga Grup lainnya berada.