
Aku pulang kerumah pas sudah di malam hari dan aku lihat semua orang berada di halaman sedang membantu Brid memasukkan barang - barangnya ke dalam bagasi mobil.
(Sepertinya ia sudah mau berangkat.)
Aku mendekati mereka dan menyapanya...
"Aku pulang."
"Oh Leon akhirnya kamu pulang juga."
Ucap Ibu.
"Ada apa kalian kumpul di sini?"
Meskipun aku sudah tau, tetapi aku tetap bertanya.
"Seperti yang kamu lihat tamu kita sudah mau pulang dan saat ini Ayahmu dan Rangga sedang membantu ia mengangkat barang - barangnya masuk ke dalam mobil."
"Hmm begitu."
Brid yang baru menyadari keberadaanku. Lansung mendekatiku.
"Leon jadi kau sudah pulang. Nyonya bisa aku pinjam anak anda sebentar ada yang ingin ku bicarakan dengannya."
"Oh tentu saja, silahkan."
"Kalau begitu, Leon bisa ikut aku sebentar?"
"Um."
Aku mengangguk dengan pelang. Setelah itu aku mengikuti Brid dan ia membawaku ke belakang rumah. Dimana tempatnya sangat sepi dan tak seorangpun ada di sini kecuali kami berdua.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?"
"Pertama - tama tolong ambillah ini."
Brid menyerahkan sebuah Bola kristal hitam yang ukurannya sama seperti bola Golf padaku.
"Apa ini?"
"Ini adalah kristal Monster. Atau lebih tepatnya ini adalah Kristal dari Bos Monster yang hanya muncul saat Lubang Abnormal terjadi."
"Hmm untuk apa kau berikan ini padaku?"
"Ini untuk membangkitkan kekuatan Tupxianmu."
"Apa! Membangkitkan Kekuatan Tupxionku."
"Benar, dengan menggunakan ini maka kau akan memiliki kekuatan lain, selain kekuatan Reinkarnasimu saat ini."
Mendengar hal itu tentu saja membuat aku kaget sebab jika apa yang di katakan Brid benar maka ini bisa membantuku untuk menghadapi para pengguna Tupxian dari dunia lain.
"Aku mengerti, jadi bagaimana caranya menggunakan ini? Apa aku harus menyerapnya seperti yang Selena lakukan saat mengisih Senjata S Gearnya? Atau...."
"Tidak, kau tidak perlu melakukan itu, kau hanya perlu menelang kristal itu."
Mataku sontak lansung melebar karena terkejut.
"Apa! Di telang? Kau bercandakan?"
__ADS_1
"Tidak, aku serius. Dengan menelang itu maka Kekuatan Tupxionmu akan bangkit dan kau akan mendapatkan kekuatan baru."
"Aku mengerti itu tapi tetap saja menelang kristal sebesar ini, apa kau mau membunuhku?"
"Tenang saja kau pasti akan baik - baik saja, bahkan Carla sudah 7 kali menelang itu dan ia tidak apa - apa."
Meskipun Brid berkata begitu tetapi tetap saja aku masih ragu. Namun karena aku juga sadar bahwa aku saat ini sangat lemah dan sangat membutuhkan kekuatan untuk bisa menghadapi mereka jadi mau tidak mau aku harus menelang ini.
"Sial, ini hal terburuk yang pernah aku lakukan." gumanku.
Lalu perlahan aku mendekatkan Kristal itu ke dekat mulutku dan mulai ingin memakanya.
Namun sebelum aku berhasil makan, tiba - tiba PIX menghentikanku.
[Master, aku sarangkan sebaiknya anda tidak menelang itu sekarang.]
Aku kebingungan dan bertanya...
(Memang kenapa?)
[Jika anda menelang itu sekarang maka keberadaanku akan lansung di ketaui oleh mereka.]
Tentu saja aku tau, mereka yang di maksud PIX itu siapa. Itu pasti para pengguna Tupxion dari dunia lain yang mencoba mengincar nyawaku.
[Seperti yang anda tau, membangkitkan kekuatanku bisa menyebatkan auraku keluar yang dimana hal itu bisa membuat mereka mendeteksi keberadaanku. Jadi...]
(Jadi jika aku menelang ini sekarang maka aku harus bersiap menghadapi mereka?)
Sambungku lansung, dimana PIX dengan serius menganggukkan kepalanya.
[Um.]
Setelah beberapa menit aku berpikir tak lama kemudian akhirnya aku memutuskan untuk menyimpannya dan menggunakan nya ketika sudah waktunya tiba untuk ku gunakan.
Aku pun memasukkan Kristal hitam itu ke dalam kantong celanaku.
Melihat hal itu Brid kebingungan dan bertanya - tanya....
"Ada apa? Kenapa kau tidak menelang itu?"
"Maaf Brid, setelah aku pikir - pikir lagi aku rasa sebaiknya tidak menggunakannya dulu."
"Kenapa?"
"Aku belum siap menghadapi mereka."
"Mereka? Siapa yang kau maksud?"
Brid sepertinya masih belum mengetaui soal keberadaan mereka. Yaa sangat gampang untuk memberitaunya namun aku ingin ia fokus saja dulu pada pertemuan itu sebelum memikirkan hal lain, Jadi untuk sekarang aku akan memilih untuk diam.
"Tolong lupakan saja apa yang ku katakan tadi." Jawabku.
Karena aku tidak ingin membuat suasananya menjadi aneh jadi aku mencoba mengganti topik pembicaraan.
"Omong - omong kemana Selena, sejak tadi aku tidak melihatnya."
"Oh kalau kau cari dia, dia di dalam sini."
Brid melihat ke arah Koper besar yang ia seret terus dari tadi.
__ADS_1
"Di dalam koper! Apa yang ia lakukan di dalam situ?" Tanyaku.
"Tentu saja untuk menyembunyikan keberadaannya, bagimanapun juga ia adalah buronan." Jawab Brid.
"Aku tau itu, tapi bukankah ia bisa menggunakan kekuatannya untuk kembali ke markas."
"Oh kalau itu aku melarangnya."
"Mengapa?"
"Itu karena kau mungkin tidak tau tapi setelah ia keluar dari Markas ia banyak sekali menghabiskan Kristal yang di berikan.-
-Bahkan baru - baru ini aku memberikan ia lagi, tetapi lagi - lagi ia ingin menghabiskannya. Ia bilang ingin singga ke beberapa negara sebelum kembali ke Markas. Apa kau pikir aku akan membiarkannya? Tentu saja tidak.-
-Bagaimanapun juga kristal - kristal ini sangat di butuhkan untuk menghadapi Alexei pada pertemuan itu. Karena itulah aku menyita semua Kristal yang ia punya dan memasukkan ke dalam koper agar bisa membawanya pulang."
"Hmm aku mengerti."
Yaa bisa di bilang cara yang di gunakan Brid untuk menangani Selena terbilang cukup bagus, hanya saja....
"Brid, apa Selena tidak melakukan perlawanan saat kau memasukkan nya ke dalam Koper?"
"Apanya tidak, ia melawan terus, bahkan beberapa kali ia mencakarku dan menggigitku. Namun untungnya aku berhasil menenangkannya setelah membiusnya."
"Apa! Bius,...tunggu, itu berarti Selena saat ini...."
"Yah, dia sedang tidur di dalam koper."
Sambung lansung Brid.
(Pantas saja sejak tadi aku tidak dengar suaranya sama sekali, ternyata ia sedang tidur.) pikirku.
Lalu saat itulah aku ingat apa yang Selena lakukan tadi pagi, dan aku rasa ini adalah waktu yang pas untuk balas dendam padanya.
"Heh."
Entah kenapa Brid merasakan firasat buruk saat melihat senyum seringaiku.
Dan seperti yang ia pikirkan, tiba - tiba aku menendang Koper itu, sampai - sampai Koper itu terguncang dengan cukup keras hingga membuat Selena yang berada di dalam terbangun.
"~Aghhh aduh!..du..du!! punggungku sakit sekali,...Tunggu! Apa - apaan ini, Aku ada dimana ini? Sial di sini sempit sekali?"
"Yo Selena, sepertinya kau sudah bangun."
"Suara ini...Leon! Woy apa yang sudah kau lakukan padaku?"
"Aku tidak melakukan apapun padamu, yang memasukkanmu ke dalam situ bukan aku tapi Brid."
"Brid?"
Selena mencoba mengingat lagi apa yang terjadi sebelum ia pingsan. Saat itu ia menolak menyerahkan Kristalnya pada Brid. Karena Selena ingin bebas dan singga ke beberapa negara sebelum ia kembali ke markas.
Namun Brid menolaknya, karena itu hanya akan membuang - buang persediaan kristal mereka.
Karena itulah Brid menyarankan Selena untuk bersembunyi di dalam koper agar keberadaannya tidak di ketaui oleh orang - orang yang mencoba mengincarnya.
Tetapi Selena menolak. Ia tidak ingin dirinya di sembunyikan di dalam koper pada akhirnya Selena pun melawan, namun sayangnya ia berhasil di bius oleh Brid sehingga membuat ia kehilangan kesadaran.
Dan saat ia bangun ia sudah berada di tempat gelap dan sempit seperti ini.
__ADS_1