BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MENUMBANGKAN RANGGA


__ADS_3

Di tempat Selena, di situ Terlihat Bagas sedang menahan serangan dari Rangga yang mencoba Memukul wajah Selena.


Dimana ia memeras pukulan itu dengan erat agar tidak lepas dari genggamannya.


"Syukurlah, sepertinya aku tepat waktu."


Ucap Bagas yang menengok ke arah Selena. Lalu Setelah itu ia mengalihkan pandangannya ke arah Rangga dimana ia perhatikan sepertinya Rangga sedang dalam kondisi tidak sadarkan diri.


Meski begitu Bagas tidak kaget atau pun terkejut melihat itu, malahan ia terlihat sangat tenang seolah ia sudah tau Kondisi Rangga yang seperti ini.


(Tidak kusangka ia sampai masuk ke dalam kondisi seperti ini. Sepertinya ia benar - benar ingin sekali membunuh Wanita ini.)


Pikir Bagas sambil sorot matanya melirik ke arah Selena. setelah itu ia kembali melihat Rangga dan tanpa ada satupun yang bisa melihat gerakannya, Bagas lansung menendang Rangga menjauh dari Selena, Dimana membuat Brid dan Selena merasa sangat terkejut.


"A-apa yang barusan terjadi, aku tidak bisa lihat gerakannya sama sekali."


Guman Brid. Sementara itu Bagas yang sudah menendang Jauh Rangga kembali melihat Selena, dimana ia mencoba menanyakan kondisinya...


"Apa kau tidak apa - apa?"


"Eh y-yah aku tidak apa - apa."


Jawab Selena yang masih terlihat kebingungan. Namun tanpa pedulikan itu Bagas lansung membalas..."Begitu Syukurlah."...Kemudian ia berbalik ke arah Rangga dan berkata...


"Kalau begitu kau tunggulah dulu disini sebentar, aku akan ke sana menghadapinya dulu"


"A-Aku mengerti, tapi apa anda tidak apa - apa menghadapinya Sendirian, lagi pula dia itu..."


Seolah tau apa yang ingin Selena katakan Bagas lansung membalas...


"Tenang saja aku tau kok, meskipun ia terlihat sangat berbahaya dan juga kuat tapi selama kamu berhasil membuatnya Pingsan maka ia akan kembali seperti semula."


"Eh Benarkah?"


"Yah."


Jawab Bagas Secara singkat. Namun meski begitu Selena merasa penasaran bagaimana Bagas bisa tau soal itu dan akhirnya ia pun bertanya...


"Omong - omong boleh aku tau, bagaiman anda bisa tau semua itu?"


"Yah itu karena..DIA ADALAH ANAKKU."

__ADS_1


Sontak saja Selana lansung merasa kaget mendengar itu, sebab jika ia Ayah dari Rangga maka Itu berarti... Dia juga Ayah dari Bocah itu(Leon).


(Tapi kenapa ia ingin menolong ku? Padahalkan aku sudah membunuh anaknya.)


*********


Di sini Selena masih belum tau bahwa Leon Masih hidup. Karena ia pikir tidak mungkin anda yang bisa selamat setelah di buang dari ketinggian seperti itu.


*********


Di saat Selena memikirkan. Di sisi lain terlihat Bagas mulai berjalan mendekati Rangga, dimana ia membuka kacamatanya dan memperlihatkan matanya yang sangat tajam.


"Rangga, aku sudah dengar semuanya dari Leon. Wanita ini...Dia bukan orang yang melukai Adekmu, jadi hentikan saja semua ini dan sadarlah kembali."


""EH?""


Baik Brid maupun Selena yang dengar itu lansung terkejut sekaligus membatu.


Sebab di lihat dari mana pun jelas - jelas yang menyerang Leon itu adalah Selena bahkan yang membuat Leon terluka parah seperti itu juga adalah Selena jadi kenapa Bagas bisa Bilang begitu.


(Jangan Bilang....)


Seolah Brid mulai menyadari sesuatu, ia mencoba mengingat lagi apa saja yang Ia bicarakan Dengan Leon sebelum berangkat ke tempat ini, serta juga Isi pesan yang ia lakukan bersama Dengan Leon.


(Begitu, jadi ini rencanamu Ketua, membuat kebenaran menjadi kesalahpahaman.-


-Memang benar dengan Begini Rangga tidak akan menargetkan Selena lagi, tapi bukankah dengan begini ia juga harus menyiapkan kambing Hitam? Sebab tanpa ada Yang di kambing hitamkan Maka Rencana ini tidak akan berjalan lancar.)


"Aku ingin tau, kira - kira siapa yang akan Ketua kambing hitamkan? Tidak mungkin itu aku kan?"


Guman Brid yang terlihat ketakutan sambil meneteskan keringat dingin.


Namun meski begitu ia mencoba menguatkan dirinya kembali dan melihat ke arah depan.


Dimana di situ ia melihat Bagas terus berjalan mendekati Rangga tanpa memalingkan pandangannya sedikitpun dari Rangga.


Lalu di saat Rangga menghilang, dengan cepat Sorot mata Bagas lansung melirik ke arah Sampingnya, dimana ia bisa lihat Rangga sedang berlari dan mencoba melewatinya.


Tentu saja Bagas tidak membiarkan Rangga lewat begitu saja, ia lansung menangkap Rangga dan mencengkram wajahnya, kemudian ia membenturkan Kepalanya ke tanah, yang dimana Membuat Rangga lansung kehilangan kesadaran.


Baik Brid maupun Selena lansung terkejut melihat hal itu, sebab ia tidak pernah menyangka Bagas akan menumbangkan Rangga semudah itu.

__ADS_1


"Woy, kau pasti bercandakan?" Brid


"Apa - apaan Orang itu." Selena


(Aku sudah dengar kalau ia dulunya adalah Seorang Tentara yang kuat, tapi tidak ku sangka ia sekuat ini.) Pikir Brid.


Lalu di saat Bagas mencoba membangunkan Rangga yang sudah Pingsan.


Di sisi lain Brid merasa tenaganya sudah mulai kembali sehingga ia lansung berdiri, lalu berjalan Ke tempat Selena, dimana ia mencoba membantu Selena untuk duduk.


"Apa kau baik - baik saja?"


"Yah. Aku pikir aku akan mati tadi."


Balas Selena yang terlihat masih sedikit ketakutan, namun dengan cepat ia menenangkan dirinya kembali lalu ia menatap Brid dengan Serius.


"Omong - omong Brid aku ingin tanya sesuatu."


"Apa?"


"Mulai dari kau, Rangga dan juga Orang itu, setiap kali kalian membicarakan Bocah itu(Leon), entah kenapa kalian Bicara seolah Bocah itu masih Hidup."


"Hah Apa yang kau katakan? Tentu sajalah Anak itu masih Hidup."


Sontak saja Selena lansung melebarkan matanya karena Terkejut.


"Eh!"


Melihat hal itu, Brid merasa ada yang aneh dengan Selena sehingga ia mencoba bertanya..


"Selena kenapa kau menanyakan itu?"


"Hah tidak bukan apa - apa. aku hanya penasaran saja bagaimana Anak itu bisa selamat padahal aku sudah buang ia dari ketinggian beberapa ratus meter di atas langit."


Benar di pikir secara logika pun Tidak mungkin ada orang yang bisa selamat jika Di buang dari ketinggian seperti itu bahkan Orang Dewasa yang mempunyai kekuatan tubuh yang kuat pun tidak mungkin bisa selamat. kecuali ia punya Parasut atau yang lainnya, mungkin ia bisa selamat.


Tapi anak itu, saat itu ia tidak membawa apa - apa. Meskipun ia Bawah tas yang di dalamnnya berisi beberapa Senjata dan juga peralatan tapi itu semua ia gunakan untuk melawan ku.


Dan tidak di gunakan untuk menyelamatkan dirinya dari ketinggian seperti itu.


(KALAU BEGITU, BAGAIMANA ANAK ITU BISA SELAMAT?)

__ADS_1


Tanya Selena di dalam pikirannya, Dimana tatapannya terlihat sangat serius.


__ADS_2