
setelah beberapa saat melihat Ogre King, yang teriakannya secara bertahap mulai mereda.
perlahan Rangga mulai berdiri, sambil melihat Kondisi, setiap pasukan.
"semuanya, apa kalian baik - baik saja?" ucap Rangga.
"y-ya Kapten, kami baik - baik saja."
"aah, aku juga."
setelah mengkonfirmasi Kondisi setiap pasukan, perlahan Rangga mengerakkan tangannya, ke telinga kanan.
setelah itu, ia mencoba untuk menekan sebuah Tombol yang ada di telinga kanannya dan melakukan panggilan Dengan unit Tank yang ada di sampingnya.
"unit Tank, apa kalian dengar?"
{ya, kami dengar dengan baik Kapten,}
"baiklah,..kalo begitu, persiapkan rudal kalian secepat mungkin dan ingat, Target kalian hanya Ogre King,dan jangan sampai biarkan dia meninggalkan tempat ini, Mengerti!?"
{{siap, kami mengerti Kapten.}}
setelah panggilan mereka berakhir, perlahan Rangga melihat ke arah depan, dan memperhatikan Ogre King, yang sedang melihat ke atas pegunungan, dimana tempat Respati berada.
(heh, sudah kubilang, kepintaranmu itulah, yang akan membawa Kehancuranmu sendiri.)
ucap Rangga di dalam pikirannya, sambil melihat Ogre King dengan tatapan tajam.
setelah itu, untuk sementara Ogre King terus menatap ke arah sana, sambil wajahnya Terlihat sangat marah, dimana Urat - uratnya bahkan sampai terlihat.
namun, setelah beberapa saat kemudian, tiba - tiba ia lansung berteriak. diikuti dengan puluhan ribu Rombongannya yang tersisa.
GUARRRRRRRRRRRRRR!!!
setelah teriakan Ogre King mulai berhenti, tampa menunggu lama, Seluruh Rombongannya yang tersisa, lansung berlarian di sebuah jalan. dimana pepohonannya sudah di tebang oleh Ogre King.
mereka terus berlarian disana, sambil melompati setiap pohon yang sudah Roboh, dan sedang menuju ke atas pegunungan. tempat Respati berada.
TAP!!,TAP!!,TAP!!,TAP!!,TAP!!,TAP!!,TAP!!,TAP!!,TAP!!,TAP!!,TAP!!,TAP!!
saat Ogre King melihat Rombongannya sudah maju kedepan.
perlahan ia mengangkat pedang besarnya ke atas pundaknya.
seusai itu, ia mencoba untuk melompat tinggi ke atas. namun, ketika ia baru saja mau melompat, dengan cepat Rangga lansung perintahkan unit Tanknya untuk menembak Ogre King.
"UNIT TANK, TEMBAK IA SEKARANG!?"
{{Siap, Kapten.}}
BUK!!,...................
BUK!!,...................
saat suara Tembakan Tank terdengar, dengan cepat Rudal itu lansung menuju ke arah Ogre King yang sedang mencoba melompat.
namun, Ogre King lansung menyadari hal itu, dan mencoba berbalik dan menahan rudal itu.
sayangnya, sebelum ia berhasil berbalik. dari depan. dengan cepat sebuah peluru, dari senjata Sniper Respati, lansung mengenainya tepat di kepala, hingga membuatnya kehilangan keseimbangan.
dan secara bersamaan, 2 Rudal dari belakangnya juga, lansung mengenai ia tepat di belakang Punggungnya. hingga Ledakan besar terjadi di tempat itu.
PASSSSSSSSSSSSSSS!!
Setelah ledakan itu terdengar, kumpulan asap lansung menutupi tempat itu, hingga Keadiran Ogre King tidak bisa Rangga lihat.
namun, setelah beberapa saat kemudian, perlahan Asap itu mulai Mereda. Dan memperlihatkan sosok Ogre King yang sedang berlindung di balik pedang besarnya, sambil menatap Rangga dengan sangat marah.
GIRRRRRRRR!!
meskipun di tatap seperti itu, Rangga tetap tenang dan terus memperhatikan Ogre King, dimana ia tidak mendapatkan luka sedikitpun. bahkan luka dari tembakan Sniper sekalipun.
(baik Rudal maupun Sniper laras panjang, tidak ada satupun yang bisa melukai Tubuhnya.)
ucap Rangga di dalam pikiran, setelah itu ia melanjukkannya lagi dengan nada tajam.
__ADS_1
"SIAL, DIA BENAR - BENAR MUSUH YANG SANGAT MEREPOTKAN."
setelah membisikkan itu, perlahan Rangga mulai berjalan ke arah depan, tempat dimana Ogre King berada,......
namun, ketika ia berjalan. tiba - tiba ia lansung dipanggil oleh Batara dari samping.
"Kapten, anda mau kemana!?"
"hmm, aku mau pergi menghadapi Monster itu dulu sebentar!?"
jawab Rangga, setelah itu Ardi yang bertanya lagi.
"Monster itu? apa anda sendirian??"
"ya, emang kenapa."
setelah Rangga menjawabnya seperti itu, beberapa pasukan yang ada di sekitarnya, lansung ikut bicara.
"kalo begitu, kami ikut juga Kapten."
"yaa, aku juga."
"betul, kami akan membantumu Kapten."
"ya, kami tidak bisa membiarkan Kapten melawan Monster itu sendirian."
mendengarkan setiap pasukan mengatakan itu, membuat Rangga terlihat sedikit senang,....namun.
"tidak, kalian istirahat saja dulu, lagi pula, kalian pasti masih merasakan sakit, karena dampak dari teriakan tadikan?"
"i-itu benar sih, tapi, kami tetap ingin membantu Kapten, benarkan semuannya."
"""""""" BENAR. """""""""
jujur, Rangga sangat senang ketika mendengar apa yang dikatakan pasukannya. meski begitu, ia tetap tidak bisa membawa pasukannya,......sebab.
"haaa....maaf, aku senang dengan semangat kalian. tapi, jika kalian ikut denganku, jujur kalian hanya menghalangiku saja!?"
saat Rangga mengatakan itu, sentak membuat seluruh pasukan lansung terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun.
itulah kenapa, Rangga tidak mau membawa mereka. karena mereka bukan hanya jadi penghambat Bagi Rangga, tapi itu bisa saja menghilankan nyawa mereka sendiri.
"kalo begitu, aku pergi dulu."
ucap Rangga sambil melambaikan tangannya dari belakang.
setelah itu, ia mulai berjalan ke arah Ogre King, sambil memutar - mutar Kerisnya beberapa kali di udara, dan menangkapnya kembali.
setelah beberapa saat melakukan hal itu, tak lama kemudian, ia akhirnya sampai di dekat Ogre King, dimana jarak antara ia dengan Ogre King hanya beberapa meter saja.
namun, karena ukuran Tubuh Ogre King yang sangat besar. sehingga membuat Rangga melihat ke arah atas, dimana Wajah Ogre King terlihat di balik pedang besarnya.
"yo, kau pikir, mau pergi kemana tadi!?"
mendengar suara Rangga yang sangat santai, membuat Ogre King tambah Geram, sambil menatap Rangga dengan sangat marah.
GIRRRRRRRRRR!!
"hahaha,...apa kau sedang marah sekarang???"
GUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRTR!!!
"~Ugh, oi, jangan tiba - tiba berteriak sialan!?"
GIRRRRRRRRR!!
"ya, ya, ya, aku tau, kau sangat marah padaku,...kalo begitu....."
sesaat Rangga berhenti bicara, dan lansung menunjuk wajah Ogre King , menggunakan satu Kerisnya.
setelah itu, ia melanjukkannya lagi.
"...AYO, KITA SELESAIKAN INI SEKARANG!?"
setelah Rangga mengatakan itu, dengan Cepat Rangga lansung berlari ke arah depan, sambil melompat tinggi ke atas.
__ADS_1
setelah itu, ia lansung memutar badannya seperti gasing dan dengan cepat, ia mencoba menyerang Kepala Ogre King.
namun, sebelum Keris itu mencapai Kepalanya, dengan cepat Ogre King,lansung mengayunkan pedangnya ke arah atas dengan sangat kuat.
sehingga kedua keris dan pedang besar itu salin berbenturan satu sama lain, hingga menciptakan sebuah Ledakan yang sangat besar.
sampai beberapa Pohon pun, yang agak jauh dari ledakan, ikut juga terhempas di udara.
setelah itu, di balik pedang dan keris yang saling berbenturan. Ogre King maupun Rangga disana saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam, diikuti dengan aura niat membunuh di sekitar mereka.
GIRRRRRRRRRR!!
"seperti yang di harapkan, dari Raja Para Monster tingkat bawah, kau sangat kuat!?"
setelah mengatakan itu, Rangga lansung menendang dada Ogre King dengan sangat kuat. hingga ia lansung terlempar ke arah belakang.
namun, saat ia terlempar. sebelum Kakinya menyentuh tanah, Kristal yang ada di keris Rangga, lansung mengeluarkan sebuah cahaya. sambil muncul sebuah garis - garis di mata Kerisnya.
setelah itu, kaki Rangga perlahan mulai menyentuh tanah. dan tampa menunggu lama, Rangga lansung menghilang dari sana, dan lansung muncul tepat di dekat perut Ogre King.
"DENGAN BEGINI, MATILAH KAU!!"
setelah memgatakan itu, dengan cepat Rangga lansung mencoba mengiris perut Ogre King dengan sangat kuat.
namun, sebelum ia melakukan hal itu, tiba - tiba ia merasakan ada sebuah bahaya, datang dari atasnya.
dan saat Rangga melihat ke arah atas. hanya beberapa cm dari atas kepalanya, terlihat sebuah pedang besar mencoba mengenai wajahnya.
meski begitu Rangga tetap tenang dan menatap pedang itu dengan sangat tajam.
dan saat pedang itu sudah sedikit lagi mengenai wajah Rangga, dengan cepat, Rangga lansung melompat ke arah Samping, hingga membuat pedang itu lansung menabrak Tanah dengan sangat kuat.
BUKSSSSSSSSSSS!!
melihat bahwa pedang itu masih tertancap di tanah, tampa menunggu lama, Rangga lansung menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di dekat pedang besar itu.
setelah itu, ia lansung memotong Tangan Ogre King. sehingga, Tangga yang megenggam pedang besar itu, lansung terpisah dari tubuhnya dan jatuh ke tanah.
AGHRRRRRRRRRRRRRRRR!!
Tampa pedulikan Teriakan kesakitan Ogre King, Rangga lansung melompat tinggi ke atas, tepat di depan Ogre King, seusai itu ia mencoba untuk mengiris Lehernya.
namun, sebelum ia berhasil mengirisnya. tiba - tiba ada sebuah Tangan besar yang menangkapnya dari samping.
setelah ia di tangkap, ia lansung di lempar ke arah belakang, hingga ia berputar - putar beberapa kali di tanah, sampai akhirnya menabrak Tank, yang ada di belakangnya.
~~UGHHHH!!
melihat bahwa Rangga sedang tergeletak di tanah, Ardi, Batara beserta pasukan yang lainnya lansung pergi ke arahnya.
"Ka-Kapten, apa anda baik - baik saja!?" ucap Ardi
"ya, aku baik - baik saja. selain itu, aku sudah berhasil memotong satu tangannya,..Selanjutnya!?"
saat Rangga mencoba untuk berdiri, tiba - tiba Ogre King lansung berteriak di depan, sambil mengankat Tangan yang baru saja Rangga potong ke arah atas.
GAHRRRRRRRRRRRRRR!!
ketika Rangga dan para pasukan melihat ke arah Ogre King. tiba - tiba tangan Ogre King yang tadinya sudah terpotong, mulai kembali seperti semula.
"~~oi, kau pasti bercandakan!!"
"~~ba- bagaimana tangannya bisa kembali??"
"~menghadapinya saja sulit, apa lagi....."
"~~a-apa - apaan monster itu."
ketika beberapa pasukan mengatakan itu, dengan wajah yang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat di depannya.
perlahan Ogre King mengambil pedang besarnya yang berada di tanah, setelah itu, ia menatap Rangga dengan sangat Tajam.
melihat tatapan itu, membuat Rangga tampa sadar mendecakkan lidahnya.
"Cih, sepertinya ia mulai serius."
__ADS_1
ucap Rangga, sambil meneteskan keringat dingin di pipinya.