
setelah aku berjalan ke ruang tamu aku lansung duduk di sana sambil melihat ke arah mereka semua.
ketika aku melihat mereka semua. aku memperhatikan ibu sedang bermain dengan anaknya Rangga di Sofa.
(PIX bagaimana menurutmu sih Loli itu?)
[maksud master?]
(maksudku, apa ia terlihat seperti nenek yang sedang bermain dengan cucunya?)
saat aku bertanya. untuk sementara PIX terus menatap ibu. namun, setelah beberapa detik kemudian ia mulai menjawabnya.
[tidak. malahan mereka terlihat seperti Kakak, adik, yang sedang bermain.]
(benarkan.)
ucapku sambil menghela nafasku sedikit. setelah itu, aku merasakan Tatapan seseorang dari samping.
ketika aku melihat ke arah sana. di situ Terlihat Kak Rangga sedang menatapku dengan sangat Serius.
"Kak, Bisa tidak berhenti melihatku terus."
"hah, maafkan aku, aku hanya tidak mengirah kalau kau sudah tumbuh sebesar ini."
"benarkah?"
saat aku bertanya, Airani lansung menjawabnya.
"benar, bahkan kamu sudah terlihat ganteng di bandingkan dulu."
"eeeh, aku Ganteng?
"umm, tentu saja."
jawab lansung Airani, setelah itu aku mencoba bertanya sambil tersenyum.
"kalau begitu. bisa aku tau Gantengan mana, Kak Rangga atau aku?"
"eh!...te-tentu saja kamu kan?"
"ooh benarkah. kalau gitu bagaimana kalau kamu cerai saja sama Kak Rangga dan menikah denganku?"
mendengar apa yang aku katakan membuat mereka semua lansung terlihat Shock. bahkan Kak Rangga sampai membatu di sana.
"hei, Le~Leon, yang kamu katakan barusan, hanya bercandakan?"
saat Ibu bertanya sambil di penuhi ke khawatiran. dengan santai aku menjawabnya.
"Tentu saja hanya bercanda."
"BERCANDAMU TIDAK LUCU SAMA SEKALI BODOOOH!"
Ucap Kak Siska. sambil memukul kepalaku.
BUK!!
"~~Aduhh!"
________________________________
___________________
setelah beberapa saat suasana menjadi tenang kembali. tak lama kemudian Kak Rangga mencoba bertanya sesuatu padaku.
"Omong - omong Leon, aku dengar kau habis pergi ke warnet tadi, apa benar?"
"Ya memang benar, dari mana Kak Rangga tau itu?"
"Siska yang bilang tadi."
Jawab Rangga sambil melihat ke arah Siska yang duduk di sampingku.
Setelah itu aku melihat ke arah sana dan terus menatap Kak Siska yang sedang memainkan hpnya.
Namun, ketika Kak Siska merasakan tatapanku. Ia terlihat bermasalah dan mencoba bertanya.
"Leon, berhentilah melihatku."
"Maaf, aku hanya berpikir, apa mungkin Kak Siska Sering menguntik ku saat pulang Sekolah?'
"Hah, kenapa kau pikir begitu?"
"Bukankah Kak Siska tau kalau aku habis pergi ke Warnet. Itu berarti Kak Siska tadi menguntikku kan?"
"TENTU SAJA TIDAKLAH BODOOOH!"
Jawab Kak Siska sambil melayankan sebuah pukulan tepat di depan wajahku.
BUK!!
"~~Aghh,...OI, BISA TIDAK BERHENTI MEMUKULKU SETIAP KALI KAU MARAH!"
"aku tidak Marah, aku hanya kesal saja."
"ITU SAMA SAJA."
Ucapku sambil mengelus Hidungku yang sakit.
Setelah itu, ketika aku sedang mengelus hidungku. Tiba - tiba aku mengingat sesuatu saat di Warnet tadi. Dan lansung melihat ke arah Kak Rangga.
"Oiyah, Kak Rangga."
"Umm, ada apa?"
"Tadi saat di Warnet. Rusli sama Lia bilang, ia mau pergi ke sini besok melihat Kak Rangga."
"Eh, Me~Melihatku? Buat apa?"
"Yaa, mereka bilang ingin menunjukkan Skil dewa, yang kau ajarkan 2 tahun yang lalu."
Mendengar apa yang aku katakan membuat Semua orang di Ruangan ini lansung melihat ke arah Rangga. sambil menatapnya dengan ekspresi yang berbeda.
(tidak, berhenti melihatku seperti itu. aku tidak pernah bilang mengajarinya skil dewa.)
ucap Rangga di dalam pikiran. sambil di penuhi keringat dingin di wajahnya.
setelah itu ia melihat ke arahku.
"~Le-Leon, bisa kau beritau mereka, kalau Kakakmu masih capek dan tidak bisa di temui besok."
Melihat Ekspresi bermasalah Kak Rangga membuat aku lansung tersenyum menyeringai. Sambil mencoba mempermainkan ia.
__ADS_1
"Maaf Kak Rangga itu tidak mungkin, lagi pula mereka sangat ingin menunjukkan Skil yang kau ajarkan. Bahkan Rusli sama Lia bilang, mereka sudah tidak sabar ingin masuk ke dunia ESPORT"
Mendengar apa yang aku katakan membuat semua orang di ruangan ini sekali lagi melihat Rangga dengan tatapan kasihan.
Bahkan Istrinya, Airani terus - terusan mengelus kepala Rangga seperti memenangkan seorang Anak.
"Cup!...cup!,...cup!, yaa sabar yah sayang."
Namun di lain sisi, Rangga yang mengetaui tatapan mereka semua hanya bisa menutup wajahnya karena malu. Dan jauh di dalam hatinya ia berkata.
(HAA, AKU INGIN MATI.)
_________________________________
_________________________
di sore hari.
Di sebuah tempat di tengah padang pasir, di sana terdapat sebuah pasukan sedang melawan puluhan Ribu Monster.
Mereka terus menembak setiap Monster yang mengarah ke arah mereka. mulai dari Goblin, Orc, sampai Lizardman.
dan setiap kali mereka membunuh para Monster itu, Darah dari para Monster terus Muncret dimana - mana. Hingga membuat pasir di tanah itu berlimpah dengan Darah.
Dan jauh di belakang para monster. Di sana terdapat 3 orang yang sedang bertarung dengan Rombongan Boss Monster.
Mereka bertiga adalah para pengguna S-Gear sekaligus pasukan Dari keamanan PBB.
saat ini mereka sedang bertarung sambil mengelilingi dan melindungi Sebuah Kotak Silver.
dimana Kotak itu adalah penghubung antara senjata TUTPOR dan Lubang, untuk mengembalikan Lubang Abnormal yang sedang terjadi.
Setelah beberapa saat ketiga orang itu melindungi kotak tersebut. Tak lama kemudian dari atas langit, terlihat sebuah Cahaya biru sedang turung dan lansung menabrak Kotak tersebut.
Setelah menabrak Kotak itu. Cahaya itu lansung keluar dari dalam Kristal yang ada di depan kotak dan dengan cepat menabrak Lubang ungu di depannya.
Setelah cahaya itu menabrak lubang ungu. Beberapa detik kemudian. dari atas langit Sebuah garis - garis Hijau mulai terlihat sedang tertempel di cahaya tersebut.
Garis itu terus malaju sambil mengikuti arah cahaya itu berada. mulai dari Atas hingga sampai menabrak Lubang ungu.
Setelah garis itu menabrak Lubang ungu. Tak lama kemudian Lubang itu berangsur - ansur mulai berubah.
Dimana yang tadinya berwarna Ungu, sekarang sudah berubah menjadi Hijau kembali.
Setelah ia kembali Hijau, para Monster yang terus - terusan keluar dari dalam sana. Perlahan mulai mereda juga.
Melihat hal itu, Para pengguna S-Gear lansung terlihat senang. Dan salah satu di antara mereka lansung menyuruh 2 lainnya untuk membantai sisa - sisa para Monster.
Dan saat ia melihat 2 lainnya membantai para Monster. Perlahan ia melihat ke atas langit.
Dimana cahaya itu mulai terhisap naik ke atas. hingga akhirnya ia menghilang.
"jadi itu yah Senjata TUTPOR. Senjata yang bisa mengembalikan Lubang Abnormal seperti semula."
Ucap orang itu sambil melihat ke atas langit. Setelah itu ia melihat ke arah Lubang sambil mulai membisikkan sesuatu, dengan nada tajam.
"MESKI BEGITU, KEMANA BOSS MOSTERNYA PERGI?"
_________________________________
__________________________
disana terlihat Carla, sedang duduk di kursinya, sambil melihat 3 monitor di depannya.
Dimana, Monitor bagian tengah memperlihatkan Lubang Abnormal sudah kembali seperti semula.
Melihat hal itu, Carla lansung menghela nafasnya sambil bersandar di kursinya.
"Haaa, akhirnya selesai juga. Sekarang Tinggal 4 lagi."
Ucap Carla sambil melihat ke Monitor bagian kanan. Dimana memperlihatkan hanya tersisa 4 lagi Lingkaran ungu yang masih Transparan dan tersebar di beberapa negara.
Mulai dari Negara JP, CH, EN, dan yang terakhir adalah negara AS, negara yang di sebut sebagai Negara Terkuat di dunia.
Setelah beberapa saat Carla melihat Lingkaran itu. Tak lama kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah Monitor bagian Kiri.
Dimana memperlihatkan Noel sedang duduk sambil memperhatikan Setiap Lokasi di padang pasir, menggunakan kamera Satelit.
"Noel"
[Hmm, ada apa Master?]
"Apa kau sudah menemukan Lokasi Monster itu?"
Saat Carla bertanya soal Boss Monster yang hilang di medan perang. Dengan santai Noel menjawabnya.
[Tolong tunggu sebentar lagi, aku pasti bisa menemukannya Master.]
"Kalau begitu, tolong di percepat?"
[Aku mengerti.]
Jawab lansung Noel. Setelah itu ia mulai mencari setiap Lokasi di padang pasir.
Mulai dari dekat danau, di perkotaan. Sampai di tempat, dimana badai pasir sedang terjadi.
Setelah beberapa saat Noel mencari. Tak lama kemudian, jauh di Luar Kota. Di sana Noel menemukan adanya getaran aneh di bawah pasir. Dan lansung melihat ke arah Carla.
[MASTER AKU SUDAH MENEMUKANNYA. IA BERADA BEBERAPA KM, DARI MEDAN PERANG DI SEBELAH BARAT.]
"Sejauh itukah ia pergi?"
"Yah, saat ini ia sedang menuju ke sebuah Kota. Jika kita tidak cepat, bisa - bisa..."
"...kota itu akan di bantai habis?"
Jawab lansung Carla. Setelah itu Noel menjawabnya.
[Benar, Bukan hanya itu saja, jika Kota itu sampai di serang bisa - bisa Informasi Soal Fenomena Lubang akan tersebar ke publik.]
Mendengar apa yang di katakan Noel, membuat Carla meneteskas keringat dingin sambil memikirkan sesuatu.
Namun Setelah beberapa saat berpikir. tak lama kemudian Carla melihat ke arah Noel lagi.
"Noel, bisa kau berikan koordinat Monster itu?"
[Baik, aku mengerti Master.]
Setelah itu Noel lansung memperlihatkan sebuah peta. Di mana peta tersebut terdapat titik Merah yang terus bergerak ke arah Kota.
Setelah melihat itu. Carla lansung memakai Headphonenya dan lansung menghubungi dua Anggotanya yang bernama Mael Dan Dux.
__ADS_1
"Mael, Dux apa kalian dengar?"
_______________________________
___________________________________
Di sebuah tempat di padang pasir. Di sana terdapat sebuah Helikopter yang sedang terbang dan menuju ke arah Barat.
Di dalam Helikopter itu. Terlihat Mael dan juga Dux sedang duduk sambil bicara dengan Carla menggunakan headphone.
{Mael, Dux apa kalian dengar?}
Setelah mendengar suara Carla. Mael lansung menjawabnya.
"Ya, kami dengar dengan baik."
{Bagus. Sekarang aku akan kirimkan koordinat Monster itu. Kalian harus cepat ke sana.}
"Harus cepat? Memang kenapa?"
Saat Dux bertanya. Mael yang sudah mendapkan Koordinat Monster itu, lansung terlihat Terkejut.
"I-INI KAN!"
Melihat hal Itu, Dux mencoba bertanya.
"Mael ada apa?"
"Coba kau lihat ini?"
Saat Mael memperlihatkan Koordinat Monster itu. Sesaat itu juga Dux lansung terkejut.
"Oi, kau pasti bercandakan, Bukankah ia bergerak ke arah kota."
"Ya, kau benar."
Jawab lansung Mael. Setelah itu Dux bertanya lagi.
"Apa yang di lakukan orang - orang itu?"
Saat Dux bertanya soal 3 pengguna S-Gear di garis depan. Carla lansung menjawabnya.
{Kalau mereka,...Mereka terlalu Fokus untuk melindungi Penghubung TUTPOR, sehingga tidak punya waktu mengurusi Monster itu...}
Ucap Carla, setelah itu Mael lansung menyadari sesuatu.
"Jadi begitu, Itulah sebabnya kau mengirim kami ke sini, untuk berjaga - jaga. Jika situasi ini terjadi kan?"
{Benar.}
Jawab lansung Carla. setelah itu, mereka pun mulai pergi ke arah Koordinat tersebut.
_________________________________
____________________________________
Setelah beberapa Saat mereka berjalan, tak lama kemudian mereka akhirnya sampai ke Koordinat itu berada.
Dimana tempatnya hanya di penuhi pegunungan pasir yang sangat luas.
namun, ketika mereka memperhatikan area sekitar. mereka tidak mememukam apapun.
"Carla. Kami sudah sampai. Tapi kami tidak melihat Monster itu di manapun?"
saat Mael bertanya, Carla lansung menjawabnya.
{Tentu saja kalian tidak lihat. Lagi pula ia ada di bawah pasir.}
"Dibawah pasir?"
Saat mael melihat ke arah bawah. Dan mulai memperhatikan area sekitar. ia melihat sebuah gumpalan Pasir sedang bergerak di bawah sana.
"Dux apa kau lihat itu?"
"Yaa, aku melihatnya."
"Kalau begitu, aku mengandalkanmu."
setelah Mael mengatakan itu, Dux lansung masuk ke dalam dan mengambil sebuah Koper.
saat ia membuka koper itu, di dalamnya terdapat beberapa Tas peledak yang sudah Dux Buat sebelum berangkat ke tempat ini.
setelah Dux mengambil 5 Tas peledak di dalam. ia lansung berjalan ke arah Pintu Helikopter, dan berdiri Tepat di samping Mael.
"Baiklah. MAKAN NIH TAS PELEDAK."
Sesaat Dux mengucapkan itu. Ia lansung melempar Tas itu ke tempat di mana Gumpalan Pasir berada.
Setelah Tas itu mengenai Gumpalan tersebut. Saat itu juga Dux lansung menekan sebuah tombol. Dan tak lama kemudian sebuah ledakan besar terjadi di tempat itu.
BOOOOOOOOOOOM!!
Setelah ledakan terjadi, Seluruh Area itu lansung di tutupi oleh debu, sehingga membuat mereka berdua tidak bisa melihat apapun.
Meski begitu mereka bisa mendengar Teriakan Boss Monster dari dalam sana.
GHARRRRRRRRRRRRRRRRRR!!
Setela beberapa saat mendengar teriakan tersebut. Tak lama kemudian secara perlahan debu itu mulai menghilang.
Setelah debu itu menghilang. Dari bawah sana terlihat sebuah Monster kalajenking, yang besarnya hampir seperti sebuah bus.
kalajengkin tersebut, memiliki beberapa tentakel berduri di atas punggungnya. sambil di penuhi cairan racun berwarna ungu.
Melihat hal itu Mael dan Dux saling menatap satu sama lain. setelah mengangukkan kepala masing - masing, mael lansung menghubungi Carla.
"Carla, Target sudah di temukan."
{Baiklah, kalau begitu. Aku mengandalkan kalian.}
"Aku mengerti."
Jawab mael. Setelah itu ia dan Dux lansung mengambil senjata Mesin Guns di dalam Heli dan lansung memasangnya di dekat Pintu Helikopter.
"Baiklah, apa kau dah siap?"
Saat Mael bertanya, dengan ekspresi senang Dux lansung menjawabnya.
"Yah, aku dah siap."
Setelah itu, pertempuran mereka pun di mulai.
__ADS_1