
di lolasi unit 9.
dengan kecepatan tinggi, setiap serangan demi serangan, Rangga terus melancarkan sebuah tebasan ke arah Ogre King.
namun, tetap saja, berapa kalipun Rangga melancarkan sebuah serangan atau secepat apapun ia.
entah bagaimana Ogre King masih bisa mengikutinya dan menangkisnya, bahkan ia juga sering melakukan serangan balik ke arah Rangga.
meski begitu, Rangga tetap tidak menyerah dan terus melancarkan sebuah serangan ke arahnya.
"TERIMALAH INI!!"
ketika Rangga ingin melancarkan sebuah serangan, tiba - tiba sebuah pukulan datang dari arah depan dan mencoba menargetkan Wajahnya,..
...namun.
(SIAL, DIA MENYERANG LAGI!!)
Sesaat pukulan itu hampir mengenai wajah Rangga, tiba - tiba sebuah tembakan terdengar di atas pegunungan.
sehingga Pukulan Ogre King yang menargetkan wajah Rangga, lansung terhempas dengan kuat.
GIRRRRRRRRRRR!!
mengetaui bahwa pukulannya sekali lagi di halangi oleh Respati, sehingga membuat Ogre King lansung terlihat sangat kesal.
bahkan urat - uratnya sekalipun sampai terlihat di dahinya.
(BAGUS, SEKARANGLAH SAATNYA!!)
tampa menunggu lama, Rangga lansung mulai melakukan serangan balik lagi, hingga ia terus menebas di setiap tubuh Ogre King.
mulai dari wajah, tangan, kaki hingga badannya.
meski begitu, hanya dalam waktu beberapa detik, seluruh tebasan yang di buat oleh Rangga lansung pulih kembali. seolah - olah ia tidak pernah mendapatkan luka sedikitpun.
(SIALAN, AKU HARUS CEPAT MENEMUKANNYA,....JIKA TIDAK-!)
Saat Rangga terus menebas sambil memikirkan itu, tiba - tiba ia merasakan sebuah serangan datang dari arah atas.
tampa melihat ke arah sana, Rangga lansung menghindarinya, dengan melompat ke arah samping.
namun, ketika ia sedang melompat, tangan Ogre King yang tadinya Terhempas mencoba mencengkran wajah Rangga,...............sayangnya.
DORR!!
sekali lagi, suara tembakan terdengar di atas pegunungan, sehingga Tangan Ogre King yang mencoba mencengkram wajah Rangga lansung terhempas dan Rangga berhasil menjauh dari Ogre King.
(sial, itu hampir saja!!)
setelah Rangga dah menjauh dari Ogre King sambil mulai mengatur posisinya kembali.
perlahan ia melihat ke arah Ogre King, sambil mulai memikirkan sesuatu.
__ADS_1
(haaa,...untuk saat ini kami masih bisa mengatasinya dengan baik. hanya saja, jika pertarungan ini di teruskan, bisa - bisa kami bakalan kalah,........selain itu-)
perlahan Rangga melihat ke arah dua Keris yang ia genggam. dimana, di mata kerisnya sudah tak terlihat lagi Garis - garis hijau.
(ketika aku menggunakan kekuatan keris ini, memang aku bisa memotong salah satu bagian tubuhnya. hanya saja, aku tidak bisa menggunakannya secara terus - menerus.)
(bahkan, saat ini aku hanya bisa menggunakannya sebanyak 4 kali lagi.)
(dengan kata lain, aku hanya bisa memotong tubuh Monster itu sebanyak 4 kali. dan jika aku tetap tidak bisa menemukan Inti di dalam tubuhnya,.............maka.)
"BESAR KEMUNGKINAN, AKU AKAN MATI DI TANGAN MONSTER ITU!!"
meski Rangga mengatakan itu dengan bisikan. namun, entah bagaimana ia merasa bisikannya itu seperti bergema di tempat ini.
"baiklah, ayo kita lakukan..."
saat Rangga mencoba untuk berlari ke arah Ogre King. tiba - tiba ia lansung berhenti, sebab ia di hubungi oleh Respati,
{Kapten Rangga?}
"umm, ada apa?"
{aku hanya ingin tau. anda bilang bahwa Anda sedang mencari sebuah Inti di dalam Tubuh Monster itu kan??}
"yaa,...selama kita tidak menghancurkan Inti itu, maka Ogre King akan terus bergenerasi. sehingga itu hanya membuang - buang tenaga kita....jadi..."
{begitu,...kalo begitu, boleh aku beri pendapatku!?}
{dari yang aku lihat saat anda bertarung dengan Ogre King, ada dua hal yang belum anda berhasil tebas, bagian anggota tubuhnya.}
mendengar apa yang di katakan Respati, Rangga menjadi penasaran dan mencoba untuk bertanya.
"ohh, boleh aku tau??"
{tentu. yang pertama, aku lihat anda sama sekali belum berhasil menebas Leher Ogre King kan?}
"setelah di pikir - pikir, benar juga."
{nah, sedangkan yang kedua, anda belum menebas bagian di tengah - tengah perut Ogre King, atau lebih tepatnya. tempat dimana tali pusarnya berada}
setelah mendengar apa yang di katakan Respati, untuk sementara Rangga tidak mengatakan apapun. dan mulai memikirkan sesuatu.
(memang benar, meskipun aku sering menebas bagian badan Ogre King, tapi aku tidak pernah sekalipun mengenai bagian dekat tali pusarnya. adapun lehernya, setiap kali aku mencoba menargetkan di sana, ia sering saja melindunginya,.....atau jangan - jangan!?)
setelah Rangga memikirkan itu, ia mulai bicara.
"jadi begitu,.....baiklah, pertama - tama kita serang dulu bagian lehernya."
{leher??}
"yaa, dari yang aku perkirahkan, besar kemungkinan kalo lehernya itu tempat dimana Inti Monsternya berada!?"
{eh, benarkah?,.....kalo begitu, seperti biasa aku akan tetap membantu anda.}
__ADS_1
"ya,....kalo begitu, MARI KITA MULAI SEKARANG!?"
setelah meneriakan itu, tampa menunggu lama, Rangga lansung berlari ke arah Ogre King dengan kecepatan tinggi.
hingga hanya dalam waktu singkat, ia lansung berdiri tepat di belakang Ogre King.
seusai ia di sana, ia lansung melompat tinggi ke atas dan mencoba menebas leher belakang Ogre King.
namun, karena ia tidak menggunakan kekuatan kerisnya, sehingga ia hanya bisa merobek sedikit kulitnya.
(sial, aku tidak bisa melihatnya,...kalo begitu)
perlahan Rangga mulai jatuh dan menginjak tanah. setelah itu, ia mencoba mengeluarkan Kekuatan kerisnya.
namun, sayangnya, ketika Rangga sedang mencoba mengeluarkan kekuatan kerisnya, tiba - tiba Ogre King menyadari hal itu, dan dengan cepat ia lansung memutar badannya ke arah belakang. sambil melakukan serangan dengan menargetkan tepat di kepala Rangga.
mengetaui hal itu, Rangga lansung berhenti dan dengan cepat ia berseleding tepat di bawah selangkang Ogre King.
seusai ia berseleding, ia lansung mengatur posisinya, layaknya sedang bersiap lomba lari, sambil mencoba mengeluarkan kekuatan Kerisnya kembali.
setelah Kekuatan Kerisnya sudah selesai di keluarkan, dimana sebuah garis - garis hijau terlihat di mata kerisnya.
tampa menunggu lama. dengan gerakan yang sangat cepat, ia lansung menerjen ke arah leher Ogre King.
hingga Ogre King sekalipun, bahkan tidak bisa melihat pergerakan Rangga.
dan hanya dalam waktu singkat, silauan silet lansung lewat tepat di leher Ogre King. hingga kepala Ogre King lansung terpisah dari tubuhnya dan melayang di udara.
saat Kepala Ogre King sedang melayang di udara. Rangga lansung berhenti, tidak jauh di belakang Ogre King, sambil saling membalikkan badan masing - masing.
"fuuu, tadi itu hampir saja...."
saat Rangga mengatakan itu, sesaat itu juga, Kepala Ogre King lansung jatuh ke tanah. dan pada saat bersamaan, darah di leher Ogre King lansung muncret ke arah atas. hingga jatuh ke tanah seperti layaknya hujan darah.
bahkan Saat Rangga mencoba untuk berdiri, sebuah tetesan darah dari atas lansung mengenai pipi Rangga, hingga ia mengalir terus sampai di dagunya.
"Baiklah, sekarang kita tinggal menghan-!!"
{Ka~Kapten Rangga.}
saat Rangga ingin mengatakan sesuatu, tiba - tiba ia lansung berhenti, sebab ia mendengar suara ketakutan Respati di telinga kanannya.
"Hmm? ada apa?"
{se~sepertinya,...kita salah tebak.}
"ah, apa maksudmu!?"
{Maksudku,....INTI OGRE KING TIDAK BERADA DI LEHERNYA.}
"APA!!"
mendengar hal itu, sentak Rangga lansung melebarkan matanya karena terkejut. sambil membalikkan badanya ke arah belakang, untuk melihat ke arah Ogre King.
__ADS_1