BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KANA SIAPA?


__ADS_3

Di pagi hari. di Ruang kelas pada saat pelajaran sedang berlansung. Di bangku paling bagian belakang di dekat jendela, di sana Terlihat aku Sedang duduk sambil memainkan Hpku di bawah Meja.


Dimana aku sedang mengecek beberapa Informasi di Forum dunia bawah beserta melihat notifikasi yang ku terima tadi malam, dimana salah satu Barang antik yang ku ambil di Masion Luis dan ku lelang di Web Terpercaya sepertinya sudah terjual.


Terlebih lagi harga yang ku terima sangat mahal Sekitar 2jt dollar lebih.


Jujur saja ini tidak sesuai dengan apa yang aku perkirahkan.


(Seperti yang di harapkan dari barang antik, harga jualnya benar - benar tidak bisa aku prediksi Heh.)


Pikirku sambil Seringai. Kemudian aku mencoba melihat seisi kelas, dimana tidak ada yang memperhatikan Diriku.


"Bagus, sepertinya semuanya masih Fokus belajar, kalau begitu....."


Aku kembali melihat layar Hpku dan masuk ke Web pasar Gelap untuk beli beberapa Peralatan yang ku butuhkan.


Seperti Pistol, Granat, Bom, Belati Militer dan lain - lainnya....


Setelah aku selesai membeli semua yang aku butuhkan, aku lansung mematikan Hpku kemudian kembali belajar.


_______________________________


_____________________________


Setelah beberapa saat kami belajar, tak lama kemudian akhirnya tibalah Waktu istirahat. dimana Rusli yang berbeda Kelas denganku lansung masuk ke Ruang Kelasku dan mendekatiku di ikuti oleh Lia di belakangnya.


"Leon, ayo pergi ke kanting."


Ucap Rusli. Dimana Aku dengan santai membalas.


"Yah."


Setelah itu Lia melihat ke Sara dan mencoba mengajaknya juga.


"Sara kamu juga ikut kan?"


"Umm."


Jawab Sara dengan anggukkan.


Karena senang kami berdua Setuju untuk ikut ke kanting, Rusli menjadi bersemangat dan berkata...


"Yosh, kalau begitu ayo kita pergi."


Di saat kami baru saja mau pergi, tiba - tiba aku ingat ada sesuatu yang harus ku lakukan, sehingga aku memanggil mereka...


"Tunggu, sebelum aku pergi ke kanting ada sesuatu yang ingin ku lakukan dulu, jadi kalian pergi saja duluan."


"Eh, memang apa yang ingin kamu lakukan?"


Ketika Lia bertanya, aku lansung mengotok - ngotok dahiku menggunakan jari telunjuk, kemudian aku menjawab...


"Aku ingin ke UKS untuk mengecek kondisi kepalaku yang beberapa hari lalu terluka."


"Oh begitu,...yah sudah, kalau gitu kami pergi duluan, nanti kamu nyusul yah?"

__ADS_1


Tanya Lia, dimana aku dengan tenang membalas...


"Um, Aku mengerti."


________________________________


______________________________


Setelah aku sampai di Uks, aku lansung masuk ke dalam, dimana di dalam sana terlihat sepi.


"Apa Wanita Gila itu sedang keluar?"


Gumanku sambil melihat sekeliling, dimana Aku tidak melihat Bu Nara di manapun.


Setelah itu aku memperhatikan Salah Satu kasur di Ruang ini, dimana Kasur itu di Tutupi oleh Gorden yang menandakan bahwa tempat itu sedang di gunakan oleh seseorang yang lagi istirahat.


Meskipun aku tidak tau siapa itu, namun aku tidak ingin mengganggunya, sehingga aku memutuskan untuk meninggalakan tempat ini.


"Baiklah, sepertinya aku pergi saja dulu, nanti aku bisa datang lagi.-


-Lagi pula Mereka bertiga pasti sudah menungguku di sana(Kanting)."


Namun, di saat aku baru saja mau pergi, Tiba - tiba aku dengar Suara wanita yang lagi berkata..


"Kana"


..Dimana Suara itu berasal dari salah satu kasur yang di tutupi oleh Gorden yang ku lihat barusan.


Terlebih lagi suara itu tidak hanya terdengar sekali melainkan beberapa kali...


"Kana....Kana....Kana...."


"Bu Linda."


Gumanku. Tanpa menunggu lama aku lansung pergi ke sana lalu membuka Gorden yang menutupi tempat itu.


Dimana Tepat di kasur terlihat Bu Linda yang lagi tidur terus menyebut nama Seseorang yang tidak ku kenal. di mana setiap kali ia menyebut nama itu Air matanya terus menetes di matanya yang sedang tertutup.


"~Kana...~Kana....~Kana,....I~Ibu..Ibu Minta maaf, I~ibu sudah membuatmu menjalani hidup seperti i~...ni."


Setelah Bu Linda Mengumankan itu, aku akhirnya tau bahwa Nama yang dari tadi ia sebutkan itu adalah nama anaknya.


Terlebih lagi dari Ekpsresi wajahnya dan nada Suara yang ia keluarkan, Sepertinya ia sedang memimpikan Sesuatu yang membuat ia menderita.


(Meskipun Aku tidak tau apa itu, namun yang jelas, aku tidak bisa meninggalakan dia seperti ini.)


Setelah memikirkan itu, perlahan Aku melap air matanya menggunakan Jariku, kemudian aku mengambil Selimut dan Menutupi Tubuhnya agar tidak kedinginan.


Setelah itu, aku mendekatkan Bibirku di dekat telingannya dan membisikkan Sesuatu.


"Tenang saja, Kana baik - baik saja, Kana pasti bahagia kok menjalani Hidup denganmu. Jadi istirahatlah dengan tenang."


Setelah mengatakan itu dengan nada Lembut, secara perlahan Ekspresi Bu Linda mulai membaik.


Dimana Wajahnya yang tadinya menderita sekarang sudah mulai tenang dan bisa tidur dengan nyaman.

__ADS_1


"Aku tidak tau, apa yang ia alami selama ini, namun aku berjanji aku pasti akan membantumu,..MESKI AKU HARUS MEMBUNUH ORANG YANG MEMBUATMU MENGALAMI HAL INI."


Ucapku dengan Tajam sambil mengelus kepala Bu Linda, dimana Ia lansung tersenyum dalam keadaan tidur.


Namun saat itu juga tiba - tiba aku merasakan keadiran seseorang yang sedang mengintip kami di Sela - sela Gorden, dimana orang itu tidak lain adalah....


"Bu Nara, apa yang kau lakukan di situ?"


Di saat aku menanyakan itu, Bu Nara terus seringai dan memperhatikan Tanganku yang mengelus kepala Bu Linda, Dimana ia berkata....


"Tidak usah pedulikan aku, tolong lanjutkan saja."


"LANJUTKAN PALAMU."


Ucapku dengan kesal sambil mengambil salah satu bantal di kasur dan melempar ke Wajah Bu Nara.


BUK!!


"~Aduh!!"


_______________________________


____________________________


Karena kami Tidak ingin menganggu Bu Linda yang lagi istirahat, sehingga Kami berdua memutuskan untuk keluar dari Ruangan UKS.


"~Aduh....Leon, meskipun itu hanya bantal tapi tetap saja itu sakit tau.-


-bagaimana kalau Wajah cantik ku ini Rusak, apa kau mau bertanggung jawab?"


Tanya Bu Nara, dimana aku dengan datar membalas...


"Bodo amat, aku tidak Peduli."


Bu Nara yang dengar itu lansung Cemberut.


Namun tanpa pedulikan itu, aku mulai melakukan pembicaraan, dimana aku berkata...


"Dari pada itu, bisa kau kasihkan aku No Hpmu."


"Eh No Hpku? Buat apa?"


"Tentu saja buat bantu Bu Linda. Lagi pula kau yang pertama kali menyuruhku untuk membantu dia kan, jadi setidaknya aku ingin tanya - tanya soal situasi yang ia alami."


"Oh jadi begitu."


Setelah Bu Nara mengerti. ia mulai memberikan No Hpnya padaku. Setelah aku dapatkan No Hpnya aku mencoba untuk meninggalakan Tempat itu.


Namun, Tiba - tiba aku ingat ada satu hal lagi yang ingin ku tanyakan ke dia, sehingga aku kembali melihat ke arahnya.


"Oh iya Bu Nara, ada satu hal lagi yang ingin ku tanyakan? Apa benar Bu Linda Punya anak?"


"Eh y-yah dia memang Punya."


"Hmm Bagus, kalau begitu bisa beritau aku dimana aku bisa bertemu dengannya? Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan Dengannya."

__ADS_1


"A-apa yang ingin kamu bicarakan?"


Di saat Bu Nara Menanyakan itu, aku hanya membalas ia dengan senyuma, dimana Membuat Bu Nara sangat penasaran apa yang sebenarnya ingin ku bicarakan dengan anak Bu Linda.


__ADS_2