
Ke esokan paginya, Di dalam Ruangan tepat di samping kasurku, ibu sedang mengupaskan Buah - Buahan untuk ku. Lalu Tiba - tiba pintu Ruangan Terbuka Dan memperlihatkan Sesosok Rangga yang sedang berjalan masuk ke dalam di temani oleh Fira yang lagi ia Gendong.
"Ibu kami datang."
"Oh Rangga, Fira sini duduklah."
Ibu memindahkan satu kursi yang ada di belakangnya ke sampingnya. Lalu Rangga duduk di situ.
"Omong - omong bu, bagaimana Keadaan Leon, apa Ia sudah baik - baik saja?"
Ketika Rangga menanyakan itu, Ibu kembali mengupas Buah - Buahannya lalu menjawab...
"Yah, seperti yang kamu lihat ia sudah mulai mendingan Di bandingkan tadi malam."
"Begitu, syukurlah."
Balas Kak Rangga yang terlihat senang. Setelah itu ia mengambil Kantong Hitam yang ia Bawah. Dimana Kantong Hitam tersebut berisikan 2 Kotak Makan.
"Oh iya Bu, apa kau sudah makan?"
Tanya Kak Rangga.
"Belum, aku berniat pergi beli makanan setelah Mengupas Buah - buah ini."
"Begitu, kalau gitu..."
Rangga lansung membuka Kantong Hitam tersebut dan Mengeluarkan kotak makannya, dimana ia lansung serahkan Satu ke Ibu.
"Ini."
"Makanan? Dari siapa Ini?"
"Dari Rani, ia bangun Pagi - pagi dan pergi memasak buat kalian. Hah tentu saja kau juga dapat bagian Leon."
"Oh benarkah?"
"Yah ini."
Kak Rangga Menyerahkan Satu Kotak Makanan yang tersisa padaku, dimana Aku lansung mengambilnya.
"Makasih Kak Rangga."
Ucapku.
Setelah itu, tanpa Menunggu lama Aku lansung buka Kotak Makan tersebut dan mulai memakannya.
"Selamat makan."
_______________________________
____________________________
Beberapa Menit kemudian, setelah aku selesai makan, aku bersandar di kasur dan terlihat sangat kenyang.
"Fuuu aku sudah kenyang, Makasih makanan nya, itu sangat enak."
"Benarkah? syukurlah kamu bilang begitu, Aku yakin Rani pasti senang mendengar nya." Balas Kak Rangga.
Lalu setelah itu aku memperhatikan Fira terus melihat Buah - buahan yang sedang di Kupas oleh Ibu, seolah - olah ia Menginginkannya.
Di sisi lain Ibu yang mengetaui itu lansung memberi sepotong Buah ke Fira, dimana ia terlihat sangat senang dan lansung mencoba memakannya.
__ADS_1
Sayangnya sebelum ia makan Aku dengan jahil lansung mengambil Buah tersebut sehingga Membuat Mata Fira mulai berkaca - kaca dan terlihat ingin menangis..
"~~hikss, buacu....embalitan buacu eon!...a~aya eon ambi buacu.
(~~Hikss, Buah ku....kembalikan buahku Leon!....A~Ayah Leon Mengambil Buah ku.)"
Fira mencoba mengadu ke ayahnya tetapi Ayahnya Seolah ingin menjahilinya juga sehingga ia mengabaikan Fira.
Melihat hal itu, Fira tambah ingin menangis tetapi ia masih mencoba untuk menahan air matanya dan berahli ke arah ibu.
"~~e~enek eon....na ambiti buacu.
(~~Ne~Nenek Leon....nah ambilki Buah ku.)"
Fira mencoba mengadu lagi Ke Ibuku, tetapi Ibu tidak memarahiku sama sekali, melainkan Ia lansung beri Fira Buah lain untuk menggantikan Buahnya yang aku Ambil.
Dimana Fira kembali terlihat senang "Yeaaah!" dan dengan sombong ia memamerkan Buahnya itu kepadaku. Seolah ia ingin Bilang....
(Lihat, sekarang aku dapat Buah yang lebih besar, kamu mana ada Hmph!)
Tentu saja, Bukan berarti aku tidak mendapatkan bagian(Buah). Karena tepat di atas laci di samping kasurku, Aku bisa lihat beberapa Buah yang sudah di persiapkan Oleh Ibu buatku.
Terlebih lagi buah - buah itu terbilang sangat banyak, sehingga tidak ada pengaruhnya sama sekali jika Fira memamerkan Buahnya itu kepadaku.
"Pfffft!"
Aku tertawa dan Menyindir dia(Fira) dimana membuat ia kesal dan ngambek lalu memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Hmph!"
Merasa sudah puas menjahili Fira aku lansung mengelus kepalanya dan minta maaf. Setelah itu aku berahli ke arah Kak Rangga kemudian berkata..
Ucapku sambil menunjuk ke arah Luar Jendela. Dimana orang itu tidak lain adalah Brid.
Sementara itu di sisi lain Rangga yang Seolah tau Siapa Orang yang ku maksud itu lansung terkejut dan buru - buru menyerahkan Fira ke Ibu.
"Ibu tolong jaga Fira sebentar aku mau keluar."
"Eh Tunggu dulu Rangga, kau mau kemana?"
"Aku mau panggil paman Brid dulu."
Sambil meninggalkan Kata - kata itu Rangga lansung berlari keluar dari ruangan dan pergi meninggalkan tempat ini.
________________________________
_____________________________
Setelah Rangga keluar ia lansung pergi ke bagian samping Rumah sakit, dimana ia menemukan Brid sedang merokok di sana sambil bersandar di sebuah tempok tepat di dekat Ruangan Leon berada.
Tanpa Menunggu lama Rangga lansung menghampiri Brid dan Bertanya...
"Paman Brid, apa yang kau lakukan di sini?"
"Oh Rangga. Seperti yang kamu lihat Aku sedang berjaga di sini."
"Berjaga?"
"Yah, tadi malam aku tidak bisa tidur sama sekali jadi aku memutuskan untuk kembali ke sini Dan berjaga di Luar.-
-Lagi pula kita tidak tau juga kapan Selena akan menyerang adekmu lagi."
__ADS_1
"I-itu memang benar sih."
Di lihat dari kekuatan S Gear Selena adalah Teleportasi, sudah pasti Brid akan Waspada, lagi pula Selena bisa muncul kapan Saja dan dimana saja jadi tidak bisa di pungkiri jika ia memilih untuk berjaga di luar sini, hanya saja...
"Anu, Apa anda baik - baik saja? Bukankah anda lelah Berjaga sepanjang malam di sini?" tanya Rangga yang khawatir.
"Tenang saja aku tidak apa - apa, lagi pula aku sudah terbiasa melakukan hal ini, jadi tidak usah khawatir.-
-Yang lebih penting, ada apa mencariku?"
"Hah, sebetulnya...."
_____________________________________
__________________________________
Beberapa menit kemudian Setelah Rangga memberitaukan alasan ia datang kemari.
"Hmm jadi Begitu, Adekmu memanggil aku untuk masuk ke dalam yah?."
"Yah itu benar."
Jawab Rangga. Namun ketika ia memperhatikan Brid yang lagi kebingungan, Ia menjadi bertanya - tanya...
"Ada apa Paman Brid, kau terlihat kebingungan begitu?"
"Hah tidak, bukan apa - apa, hanya saja aku tidak mengerti bagaimana Adekmu bisa tau kalau aku ada di Luar sini?-
-Padahal sejak tadi malam aku sudah menghilangkan Hawa keadiranku? Karena aku tidak ingin mengganggu mereka(Ibu dan Leon)."
Mendengar hal itu Sentak Rangga lansung melebarkan matanya karena Terkejut..."Eh!"...lalu ia bertanya...
"Paman Brid, apa anda Serius."
"Yah aku Serius."
Jawab Brid dengan Tegas. Di sisi lain Rangga seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar. sebab ia tau sendiri, sangat sulit untuk bisa mengetaui keberadaan Brid jika ia sudah menghilangkan hawa keadirannya, Bahkan ia(Rangga) Sekalipun hampir tidak bisa merasakannya. jadi bagaimana Bisa Leon mengetaui keberadaan Brid?
(Jangan Bilang Ayah mengajari Leon caranya untuk merasakan Hawa keadiran seseorang?-
-Jika itu benar maka-!!....Tidak, itu tidak mungkin, lagi pula meskipun ia di ajari oleh Ayah namun hampir mustahil Bagi dia untuk bisa merasakan Hawa Keadiran paman Brid.-
-Kalau begitu bagaimana ia bisa Mengetauinya?)
Ketika Rangga Terus memikirkan itu. Brid terlihat khawatir dan mencoba memanggilnya.."ga...Rangga"...dimana membuat Rangga lansung kembali sadar dan melihat ke arah Brid.
"Pa-Paman Brid."
"Apa kau tidak apa - apa? Dari tadi aku terus panggil - panggil tapi kau tidak jawab?"
"Hah Ma-Maaf, tadi aku sedang memikirkan sesuatu."
"Hmm, Apa yang kamu pikirkan?"
"I-Itu bukan sesuatu yang besar kok, tidak usah di pikirkan. Yang lebih penting bagaimana kalau kita masuk sekarang, Leon pasti sudah menunggu di dalam."
Sejujurnya Brid masih penasaran soal apa yang Rangga pikirkan tadi, namun karena tidak baik jika ia Memaksa Bertanya, jadi ia pun menghentikan niatnya.
"kau benar, ayo kita masuk."
Setelah Brid mengatakan Itu, Rangga lansung berjalan keluar dari tempat ini, di ikuti oleh Brid dari belakang.
__ADS_1